<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6037966171406557787</id><updated>2012-01-17T07:20:30.986-08:00</updated><category term='Ekonomi'/><category term='paper'/><category term='Puisi'/><category term='Pertanian'/><category term='Biologi'/><category term='Resume'/><category term='PLS'/><category term='Komputer'/><category term='Hiburan'/><category term='Bola'/><category term='Novel'/><category term='skripsi'/><category term='Inggris'/><category term='kkm'/><category term='Artikel'/><category term='Hukum'/><category term='Info'/><category term='makalah'/><category term='FISIP'/><category term='proposal'/><category term='Cerpen'/><category term='Matematika'/><category term='Video'/><category term='Bahasa'/><title type='text'>makalah dan skripsi</title><subtitle type='html'>Anda mencari bahan tugas hukum, ekonomi, Pendidikan, Pertanian, Sosial dan Politik. Contoh untuk hukum: makalah etika profesi dan penegakkan hukum, hukum agraria, pidana khusus, filsafat hukum, antropologi hukum, proposal penelitian hukum dan lain-lain.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://makalahdanskripsi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6037966171406557787/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://makalahdanskripsi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6037966171406557787/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Caray</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09104225702275544350</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_bG0MsA0sMpM/SDA-fVJ81dI/AAAAAAAAAA8/aTy8a5DH8kk/S220/id+slank.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>240</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6037966171406557787.post-8528931706963926720</id><published>2010-12-25T20:02:00.000-08:00</published><updated>2010-12-25T20:06:22.348-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='makalah'/><title type='text'>SIKAP SOSIAL</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A. Latar Belakang &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Istilah sikap yang dalam bahasa Inggris disebut attitude pertama kali digunakan oleh Herbert Spencer (1862), yang menggunakan kata ini untuk menunjuk suatu status mental seseorang. Kemudian pada tahun 1888 Lange menggunakan konsep ini dalam suatu eksperimen laboratorium. Kemudian konsep sikap secara populer digunakan oleh para ahli sosiologi dan psikologi. Bagi para ahli psikologi, perhatian terhadap sikap berakar pada alasan perbedaan individual. Mengapa individu yang berbeda memperlihatkan tingkah laku yang berbeda di dalam situasi yang sebagian besar gejala mi diterangkan oleh adanya perbedaan sikap. Sedang bagi para ahli sosiologi sikap memiliki arti yang lebih besar untuk menerangkan perubahan sosial dan kebudayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita telah mengetahui bahwa orang dalam berhubungan dengan orang lain tidak hanya berbuat begitu saja, tetapi juga menyadari perbuatan yang dilakukan dan menyadari pula situasi yang ada sangkut pautnya dengan perbuatan itu. Kesadaran mi tidak hanya mengenai tingkah laku yang sudah terjadi, tetapi juga tingkah laku yang mungkin akan terjadi. Kesadaran individu yang menentukan perbuatan nyata dan perbuatan-perbuatan yang mungkin akan terjadi inilah yang dinamika SIKAP.  Jadi sikap ialah suatu hal yang menentukansifat, hakikat, baik perbuatan sekarang maupun perbuatan yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu ahli psikologi W.J. Thomas memberi batasan sikap sebagai suatu kesadaran individu yang menentukan perbuatan-perbuatan yang nyata ataupun yang mungkin akan terjadi di dalam kegiatan-kegiatan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini Thomas menyatakan bahwa sikap seseorang selalu diarahkan terhadap sesuatu hal atau suatu objek tertentu. Tidak ada satu sikap pun yang tanpa objek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.2 Rumusan Masalah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan apa yang dikemukakan dalam latar belakang maka penulis menarik suatu rumusan masalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;1.    Apa yang dimaksud dengan sikap sosial ?&lt;br /&gt;2.    Apa yang dimaksud dengansikap sosial dan individual ?&lt;br /&gt;3.    Bagaimana pembentukan dan perubahan sikap ?&lt;br /&gt;4.    Apasajakah ciri-ciri dan fungsi sikap ?&lt;br /&gt;5.    Bagaimana pengukuran sikap secara langsung dan tidak langsung ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.3 Metode Penelitian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode studi kepustakaan. Pemilihan metode ini karena penelitian yang dilakukan ditujukan untuk mengidentifikasi masalah sikap sosial dengan mengacu pada literatur-literatur, artikel-artikel dan sumber bacaan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;BAB II&lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A. Pengertian Sikap Sosial&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sikap adalah kesadaran individu yang menentukan perbuatan yang nyata dalam kegiatan-kegiatan sosial. Maka sikap sosial adalah kesadaran individu yang menentukan perbuatan yang nyata, yang berulang-ulang terhadap objek sosial. Hal ini terjadi bukan saja pada orang-orang lain dalam satu masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiap-tiap sikap mempunyai 3 aspek&lt;br /&gt;1.    Aspek Kognitif yaitu yang berhubungan dengan gejala mengenal pikiran. Ini berarti berwujud pengolahan, pengalaman, dan keyakinan serta harapan-harapan individu tentang objek atau kelompok objek tertentu.&lt;br /&gt;2.    Aspek Afekit berwujud proses yang menyangkut perasaan-perasaan tertentu seperti ketakutan, kedengkian, simpati, antipati, dan sebagainya yang ditujukan kepada objek-ojek tertentu.&lt;br /&gt;3.    Aspek Konatif: berwujud proses tendensi/kecenderungan untuk berbuatu sesuatu objek, misalnya  kecenderungan memberi pertolongan, menjauhkan diri dan sebagainya&lt;br /&gt;Di samping sikap sosial yang terdapat sikap individual, yaitu sikap yang hanya dimiliki oleh perseorangan, misalnya: Sikap atau kesukaan seseorang terhadap burung-burung tertentu, seperti perkutut, parkit, merpati, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap sebagai tingkatan kecenderungan yang bersifat positif atau negatif yang berhubungan dengan objek psikologi. Objek psikologi di sini meliputi: simbol, káta kata, slogan, orang, lembaga, ide, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang dikatakan memiliki sikap positif terhadap suatu objeic psikologi apabila ia suka (like) atau memiliki sikap yang favorable, sebaliknya orang yang dikatakan memiliki sikap yang negatif terhadap objek psikologi bila ia tidak suka (dislike) atau sikapnya unfavorable terhadap objek psikologi (Back, Kurt W., 1977, hal.3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;John H. Harvey dan William P. Smith mendefinisikan sikap sebagai kesiapan merespons secara konsisten dalam bentuk positif atau negatif terhadap objek atau situasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Genmgan mendefinisikan bahwa  pengertian attitude dapat diterjemahkan dengan kata sikap terhadap objek tertentu, yang dapat merupakan sikap, pandangan atau sikap perasaan, tetapi sikap mana disertai oleh kecenderungan unmk bertindak sesuai dengan sikap terhadap objek tadi itu. Jadi attitude itu lebih diterjemahkan sebagai sikap dan kesediaan beraksi terhadap suatu hal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun ada beberapa perbedaan pcngertian tentang sikap, namun ada beberapa ciri yang dapat disetujui. Sebagian besar ahli dan peneliti sikap setuju bahwa sikap adalah predisposisi yang dipelajari yang mempengaruhi tingkah laku, berubah dalam hal intensitasnya, biasanya konsisten sepanjang wakru dalam situasi yang sama, dan komposisinya hampir selalu kompleks. Sehubungan dengan itu pula kami cenderung untuk mengemukakan pengertian sikap sebagai berikut: Sikap adalah kesiapan merespons yang sifatnya positif atau negatif terhadap objek atau situasi secara konsisten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah, sikap adalah konsep yang membantu kita untuk memahami tingkah laku. Sejumlah perbedaan tingkah laku dapat merupakan pencerminan atau manifestasi dari sikap yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;B. Sikap Sosial Dan Individual&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1.    Sikap Sosial&lt;br /&gt;Sikap sosial dinyatakan tidak oleh seorang saja tetapi diperhatikan oleh orang-orang sekelompoknya. Objeknya adalah objek sosial (objeknya banyak orang dalam kelompok) dan dinyatakan berulang-ulang. Misalnya: sikap berkabung seluruh anggota kelompok karena meninggalnya seorang pahlawannya.&lt;br /&gt;Jadi yang menandai adanya sikap sosial adalah:&lt;br /&gt;a.    Subjek orang-orang dalam kelompoknya.&lt;br /&gt;b.    Objek-objeknya sekelompok, objeknya sosial.&lt;br /&gt;c.    Dinyatakan berulang-ulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.    Sikap Individual&lt;br /&gt;Ini hanya dimiliki secara individual seorang demi seorang. Objeknya pun bukan merupakan objek sosial. Misalnya: Sikap yang berupa kesenangan atas salah satu jenis makanan atau salah satu jenis tumbuh-tumbuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping pembagian sikap atas sosial dan individual sikap dapat pula dibedakan atas:&lt;br /&gt;1.    Sikap positif: sikap yang menunjukkan atau memperlihatkan, merima, mengakui, menyetujui, serta melaksanakan norma-norma yang berlaku di mana individu itu berada.&lt;br /&gt;2.    Sikapnegatif: sikap yang menunjukkan atau memperlihatkan penolakan atau tidak menyetujui terhadap norma-norma yang berlaku di mana individu itu berada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap positif/negatif ini tentu saja berhubungan dengan norma. Orang tidak akan tahu apakah sikap seseorang itu positif atau negatif tanpa mengetahui norma yang berlaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu untuk menentukan apakah sikap ini positif/ negatifperlu dikonsultasikan dengan norma yang berlaku di situ. Di samping itu masing-masing kelompok atau kesatuan sosial memiliki norma sendiri-sendiri yang mungkin saling berbeda atau bahkan bertentangan. Sikap yang dliperlihatkan oleh individu dalam kelompok A dianggap atau dinilai sebagai sikap yang negatif, belum tentu sikap yang sama yang diperlihatkan oleh anggota kelompok B juga dinilai sebagai sikap negatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;C. Pembentukan Dan Perubahan Sikap&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sikap timbul karena ada stimulus. Terbentuknya suatu sikap itu banyak dipengaruhi perangsang oleh lingkungan sosial dan kebudayaan misalnya: keluarga, norma, golongan agama, dan adat istiadat. Dalam hal ini keluarga mempunyai peranan yang besar dalam membentuk sikap putra-putranya. Sebab keluargalah sebagai kelompok primer bagi anak merupakan pengaruh yang paling dominan. Sikap seseorang tidak selamanya tetap.  Ini bukan berarti orang tidak bersikap. Ia bersikap juga hanya bentuknya: diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap tumbuh dan berkembang dalam basis sosial yang tertentu, misalnya: ekonomi, politik, agama dan sebagainya. Di dalam perkembangannya sikap banyak dipengaruhi oleh lingkungan, norma-norma atau group. Hal ini akan mengakibatkan perbedaan sikap antara individu yang sama dengan yang lain karena perbedaan pengaruh atau lingkungan yang diterima. Sikap tidak akan terbentuk tanpa interaksi manusia, terhadap objek tertentu atau suatu objek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.    Faktor-faktor yang menyebabkan perubahan sikap&lt;br /&gt;Faktor-faktor yang menyebabkan perubahan sikap&lt;br /&gt;1)    Faktor intern: yaitu manusia itu sendiri.&lt;br /&gt;2)    Faktor ekstern: yaitu faktor manusia.&lt;br /&gt;Dalam hal ini Sherif mengemukakan bahwa sikap itu dapat diubah atau dibentuk apabila:&lt;br /&gt;a.    Terdapat hubungan timbal balik yang langsung antara manusia.&lt;br /&gt;b.    Adanya komunikasi (yaitu hubungan langsung) dan satu pihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor inipun masih tergantung pula adanya:&lt;br /&gt;-    Sumber penerangan itu memperoleh kepercayaan orang banyak/tidak.&lt;br /&gt;-    Ragu-ragu atau tidaknya menghadapi fakta dan isi sikap baru itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembentukan dan perubahan sikap tidak terjadi dengan sendirinya. Sikap terbentuk dalam hubungannya dengan suatu objek, orang, kelompok, lembaga, nilai, melalui hubungan antar individu, hubungan di dalam kelompok, komunikasi surat kabar, buku, poster, radio, televisi dan sebagainya, terdapat banyak kemungkinan yang mempengaruhi timbulnya sikap. Lingkungan yang terdekat dengan kehidupan sehari-hari baiyak memiliki peranan. Keluarga yang terdiri dan: orang tua, saudara-saudara di rumah memiliki peranan yang penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara orang berpendapat bahwa mengajarkan sikap adalah merupakan tanggung jawab orang tua atau lembaga-lembaga keagamaan. Tetapi tidaklah demikian halnya. Lembaga lembaga sekolah pun memiliki tugas pula dalam membina sikap ini. Bukankah tujuan pendidikan baik di sekolah maupun di luar sekolah adalah mempengaruhi, membawa, membimbing anak didik agar memiliki sikap seperti yang diharapkan oleh masing-masing tujuan pendidikan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian lembaga pendidikan formal dalam hal ini sekolah memiliki tugas untuk membina dan mengembangkan sikap anak didik menuju kepada sikap yang kita harapkan.&lt;br /&gt;Pada hakikatnya tujuan pendidikan adalah mengubah sikap anak didik ke arah tujuan pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.    Hubungan antara Sikap dan Tingkah laku&lt;br /&gt;Adanya hubungan yang erat antara sikap (attitude) dan tingkah laku (behavior) didukung oleh pengertian sikap yang mengatakan bahwa sikap merupakan kecenderungan untuk bertindak.&lt;br /&gt;Tetapi beberapa penelitian yang mencoba menghubungkan antara sikap dan tingkah laku menunjukkan hasil yang agak berbeda, yaitu menunjukkan hubungan yang kecil saja atau bahkan hubungan yang negatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;D. Ciri-Ciri Dan Fungsi Sikap&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sikap menentukan jenis atau tabiat tingkah laku dalam hubungannya dengan perangsang yang relevan, orang-orang atau kejadian-kejadian. Dapatlah dikatakan bahwa sikap merupakan faktor internal, tetapi tidak semua faktor internal adalah sikap. Adapun ciri-ciri sikap adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1.    Sikap itu dipelajari (learnablity)&lt;br /&gt;Sikap merupakan hasil belajar ini perlu dibedakan dari motif- motif psikologi lainnya.  Beberapa sikap dipelajari tidak sengaja dan tanpa kesadaran kepada sebagian individu. Barangkali yang terjadi adalah mempelajari sikap dengan sengaja bila individu mengerti bahwa hal itu akan membawa lebih baik (untuk dirinya sendiri), membantu tujuan kelompok, atau memperoleh sesuatu nilai yang sifatnya perseorangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.    Memihki kestabilan (Stability)&lt;br /&gt;Sikap bermula dan dipelajari, kemudian menjadi lebih kuat, tetap, dan stabil, melalui pengalaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.    Personal (societal significance)&lt;br /&gt;Sikap melibatkan hubungan antara seseorang dan orang lain dan juga antara orang dan barang atau situasi. Jika seseorang merasa bahwa orang lain menyenangkan, terbuka serta hangat, maka ini akan sangat berarti bagi dirinya, ia merasa bebas, dan favorable.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.    Berisi cognisi dan affeksi&lt;br /&gt;Komponen cognisi daripada sikap adalah berisi informasi yang faktual, misalnya: objek itu dirasakan menyenangkan atau tidak menyenangkan.&lt;br /&gt;Sedangkan fungsi dari sikap (tugas) sikap dapat dibagi menjadi empat golongan, yaitu:&lt;br /&gt;1)    Sikap berfungsi sebagai alat untuk menyesuaikandiri.&lt;br /&gt;2)    Sikap berfungsi sebagai alat pengatur tingkah laku&lt;br /&gt;3)    Sikap berfungsi sebagai alat pengatur pengalaman-pengalaman&lt;br /&gt;4)    Sikap berfungsi sebagai pernyataan kepribadian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;E. Pengukuran Sikap Secara Langsung Dan Tidak Langsung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Para ahli Psikologi Sosial telah berusaha untuk mengukur sikap dengan berbagai cara. Beberapa bentuk pengukuran sudah mulai dikembangkan sejak diadakannya penelitian sikap yang pertama yaitu pada tahun 1920. Kepada subjek diminta untuk merespons objek sikap dalam berbagai cara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengukuran sikap ini dapat dilakukan secara:&lt;br /&gt;1.    Langsung (Direct measures of attitudes)&lt;br /&gt;2.    Tidak langsung (Indirect measures ofattitudes). (Whittaker, 1970, hal. 594-596).&lt;br /&gt;1.    Pengukuran sikap secara langsung&lt;br /&gt;Pada umumnya digunakan tes psikolgi yang berupa sejumlah item yang telah disusun secara hati-hati, saksama, selektif sesuai dengan kriteria tertentu. Tes psikologi ini kemudian dikembangkan menjadi skala sikap. Dan skala sikap ini diharapkan mendapat jawaban atas pertanyaan dengan berbagai cara oleh responden terhadap suatu objek psikologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.    Pengukuran sikap secara tidak langsung&lt;br /&gt;Teknik pengukuran sikap secara langsung yang telah dibicarakan di muka bertumpu pada kesadaran subjek akan sikap dan kesiapannya untuk dikomunikasikan secara lisan (verbal). Dengan teknik demikian, subjek juga tahu bahwa sikapnya sedang diukur, dan pengetahuan atas ini mungkin akan mempengaruhi jawabannya. Ini salah satu problem yang sering dihadapi dalam penggunaan teknik pengukuran secara langsung. Adakah responden menjawab sejujurnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab kemungkinan untuk menjawab tidak jujur dalam arti tidak seperti apa adanya adalah besar sekali. Apabila kita ditanya tentang perasaan atau sikap kita terhadap tetangga, kemungkinan besar akan menjawab yang positif meskipun tidak demikian halnya. Sebenamya problem ini sudah dikurangi dengan konstruksi item yang secermat-cermatnya. Namun demikian tidak berarti bahwa problem tersebut sudah teratasi sepenuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasar atas problem tersebut beberapa ahli berusaha mengembangkan suatu teknik mengukur sikap secara langsung. Di dalam teknik tidak langsung ini, subjek tidak tahu bahwa tingkah laku atau sikapnya sedang diteliti. Teknik tidak langsung khususnya berguna bila responden kelihatan enggan mengutarakan sikapnya secara jujur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam suatu teknik tidak langsung, seorang peneliti memberikan gambar-gambar kepada subjek, subjek diminta untuk menceritakan apa-apa yang ia lihat dari gambar itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;subjek kemudian di-score yang memperlihatkan sikapnya terhadap orang atau situasi di dalam gambar ini. Seperti yang pernah dilakukán oleh Proshansky (:1943), yang menyelidiki tentang sikap terhadap buruh. Di sini pengukuran sikap dilakukan secara tidak langsung, yaitu kepada subjek dliperlihatkan gambar-gambar dan para pekerja dalam berbagai konflik situasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subjek diminta untuk menceritakan tentang gambar-gambar itu dalam suatu karangan atau cerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun teknik pengukuran sikap tidak langsung mi menimbulkan beberapa masalah penting bagi para ahli psikologi. Sejauh mana sikap individu dapat diungkap, bila ia tidak menyadari akan hal itu, di samping itu apakah bukan suatu pelanggaran mengungkap sesuatu yang bersifat pribadi di luar pengetahuan dan kesadarannya? Apakah ini bukan suatu pelanggaran etik? Apakah kita selalu memerlukan izin atau persetujuan dari responden? Hal- hal inilah yang menimbulkan masalah bagi para peneliti tidak hanya pada teknik tidak langsung tetapi juga pada hampir sernua penelitian psikologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BAB III&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PENUTUP&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sikap adalah kesadaran individu yang menentukan perbuatan yang nyata dalam kegiatan-kegiatan sosial. Maka sikap sosial adalah kesadaran individu yang menentukan perbuatan yang nyata, yang berulang-ulang terhadap objek sosial. Hal ini terjadi bukan saja pada orang-orang lain dalam satu masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap sebagai tingkatan kecenderungan yang bersifat positif atau negatif yang berhubungan dengan objek psikologi. Objek psikologi di sini meliputi: simbol, káta kata, slogan, orang, lembaga, ide, dan sebagainya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun ada beberapa perbedaan pcngertian tentang sikap, namun ada beberapa ciri yang dapat disetujui. Sebagian besar ahli dan peneliti sikap setuju bahwa sikap adalah predisposisi yang dipelajari yang mempengaruhi tingkah laku, berubah dalam hal intensitasnya, biasanya konsisten sepanjang wakru dalam situasi yang sama, dan komposisinya hampir selalu kompleks. Sehubungan dengan itu pula kami cenderung untuk mengemukakan pengertian sikap sebagai berikut: Sikap adalah kesiapan merespons yang sifatnya positif atau negatif terhadap objek atau situasi secara konsisten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap timbul karena ada stimulus. Terbentuknya suatu sikap itu banyak dipengaruhi perangsang oleh lingkungan sosial dan kebudayaan misalnya: keluarga, norma, golongan agama, dan adat istiadat. Dalam hal ini keluarga mempunyai peranan yang besar dalam membentuk sikap putra-putranya. Sebab keluargalah sebagai kelompok primer bagi anak merupakan pengaruh yang paling dominan. Sikap seseorang tidak selamanya tetap.  Ini bukan berarti orang tidak bersikap. Ia bersikap juga hanya bentuknya: diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6037966171406557787-8528931706963926720?l=makalahdanskripsi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://makalahdanskripsi.blogspot.com/feeds/8528931706963926720/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6037966171406557787&amp;postID=8528931706963926720&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6037966171406557787/posts/default/8528931706963926720'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6037966171406557787/posts/default/8528931706963926720'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://makalahdanskripsi.blogspot.com/2010/12/sikap-sosial.html' title='SIKAP SOSIAL'/><author><name>Caray</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09104225702275544350</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_bG0MsA0sMpM/SDA-fVJ81dI/AAAAAAAAAA8/aTy8a5DH8kk/S220/id+slank.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6037966171406557787.post-407383878830985881</id><published>2010-12-25T19:55:00.000-08:00</published><updated>2010-12-25T19:59:45.488-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>SHOLAT DAN KESEHATAN FISIK, MENTAL, KECERDASAN, SPIRITUAL DAN UKHUWAH ISLAMIYAH</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;SHOLAT UNTUK PENGOBATAN DAN KESEHATAN&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Selain melaksanakan perintah agama, mengobati kerinduan jiwa pada sang Pencipta, sholat juga punya efek yaitu menyehatkan tubuh. Seorang pakar ilmu pengobatan tradisional, Prof H Muhammad Hembing Wijayakusuma, telah melakukan penelitian yang mendalam tentang hal itu. Hasil penelitian itu disebarkannya kepada umat Islam, baik melalui media massa maupun buku yang berjudul “Hikmah Sholat untuk Pengobatan dan Kesehatan”. Bahkan, duduk Tasyahud diyakini bisa menyembuhkan penyakit tanpa operasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa hubungan sholat dengan kesehatan ? menurut Hembing, setiap gerakan-gerakan shalat mempunyai arti khusus bagi kesehatan dan punya pengaruh pada bagian-bagian tubuh seperti kaki, ruas tulang punggung, otak, lambung, rongga dada, pangkal paha, leher, dll. Berikut adalah ringkasan yang bermanfaat untuk mengetahui tentang daya penyembuhan di balik pelaksanaan sholat sebagai aktivitas spiritual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.    Berdiri tegak dalam sholat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Gerakan-gerakan sholat bila dilakukan dengan benar, selain menjadi latihan yang menyehatkan juga mampu mencegah dan meyembuhkan berbagai macam penyakit. Hembing menemukan bahwa berdiri tegak pada waktu sholat membuat seluruh saraf menjadi satu titik pusat pada otak, jantung, paru-paru, pinggang, dan tulang pungggung lurus dan bekerja secara normal, kedua kaki yang tegak lurus pada posisi akupuntur, sangat bermanfaat bagi kesehatan seluruh tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.    Rukuk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rukuk juga sangat baik untuk menghindari penyakit yang menyerang ruas tulang belakang yang terdiri dari tulang punggung, tulang leher, tulang pinggang dan ruas tulang tungging. Dengan melakukan rukuk, kita telah menarik, menggerakan dan mengendurkan saraf-saraf yang berada di otak, punggung dan lain-lain. Bayangkan bila kita menjalankan sholat lima waktu yang berjumlah 17 rakaat sehari semalam. Kalau rakaat kita rukuk satu kali, berarti kita melakukan gerakan ini sebanyak 17 kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3.    Sujud&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi gerakan sujud yang setiap rakaat dua kali hingga junlahnya sehari 34 kali. Bersujud dengan meletakan jari-jari tangan di depan lutut membuat semua otot berkontraksi. Gerakan ini bukan saja membuat otot-otot itu akan menjadi besar dan kuat, tetapi juga membuat pembuluh darah dan urat-urat getah bening terpijat dan terurut. Posisi sujud ini juga sangat membantu kerja jantung dan menghindari mengerutnya dinding-dinding pembuluh darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4.    Duduk tasyahud&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Duduk tasyahud akhir atau tawaruk adalah salah satu anugerah Allah yang patut kita syukuri, karena sikap itu merupakan penyembuhan penyakit tanpa obat dan tanpa operasi. Posisi duduk dengan mengangkat kaki kanan dan menghadap jari-jari ke arah kiblat ini, secara otomatis memijat pusat-pusat daerah otak, ruas tulang punggung teratas, mata, otot-otot bahu, dan banyak lagi terdapat pada ujung kaki. Untuk laki-laki sikap duduk ini luar biasa manfaatnya, terutama untuk kesehatan dan kekuatan organ seks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5.    Salam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, gerakan salam akhir, berpaling ke kanan dan ke kiri pun, menurut penelitian Hembing punya manfaat besar karena gerakan ini sangat bermanfaat membantu  menguatkan otot-otot leher dan kepala. Setiap mukmin pasti bisa merasakan itu, bila ia menjalankan sholat dengan benar.  Tubuh akan terasa lebih segar, sendi-sendi dan otot akan terasa lebih kendur, dan otak juga mempu kembali berfikir dengan terang. Hanya saja, manfaat itu ada yang bisa merasakannya dengan sadar, ada juga yang tak disadari. Tapi harus diingat, sholat adalah ibadah agama bukan olahraga.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;HUBUNGAN SHOLAT DENGAN FISIK &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Shalat memang suplier rohani dan pemompa mental. Tanpa shalat, jiwa manusia mungkin saja tak mampu menanggung beban dalam menjalani hidup. Bagi orang yang kerap mengalami penderitaan, shalatlah yang menjadi tempat menumpahkan segala permasalahan, menjadi kesempatan mengadu dan waktu mencurahkan harapan. Bagi seorang pejuang, seorang juru dakwah, shalat juga yang menjadikannya kuat memikul semua masalah dan tantangan yang menghadangnya. Bersyukurlah kita, Allah SWT mewajibkan shalat lima waktu sehari. Dalam lima kesempatan itu artinya, kita memperoleh masukan energy baru. Semoga Allah menjadikan kita orang-orang yang merasakan nikmatnya shalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kita pernah mendengar Rasulullah bersabda, “Berapa banyak orang yang menegakkan shalat hanya memperoleh letih dan payah” ( HR Nasa’i ). Shalat yang digambarkan Rasul dalam hadits tersebut, bukan hanya shalat yang bisa menjadi penyegar bagi jiwa. Shalat yang hanya bersifat ritual dan tidak memberikan kenikmatan bagi pelakunya. Shalat yang hanya gerakan fisik yang senyap dari kedamaian batin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu syarat yang dapat memberi pencerahan batin,biasa disebut dengan khusyu’. Khusyu’ menurut Imam Ghazali adalah hudhurul qalbi kehadiran hati, konsentrasi, rasa tunduk, pasrah dan penghormatanyang tinggi kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amirul mukminin Umar ra mengatakan, “ Khusyu’ itu bukan menundukkan kepala, tapi khusyu’ itu ada di dalam hati.” Al Qur’an menyebutkan khusyu’ itu adalah tanda pertama orang-orang yang beruntung. “Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, yaitu oran-orang yang khusyu’ dalam shalatnya.” (QS. Al Mukminun: 1-2). Tidak sedikit orang yang sulit menghadirkan kekhusyuan dalam shalatnya. Kita begitu dan nyaris tidak percaya, bila sahabat Rasulullah Ali rejustru melaksanakan shalat untuk menghilangkan rasa sakit ketika mata panah akan dicabut dari tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang belum biasa bekerja berat, akan merasa sangat sulit bekerja mencangkul dan mengolah sawah. Tangannya mungkin akan lecet, kulitnya terbakar oleh terik matahari dan seluruh tubuhnya terasa linu, itu dalam konteks pekerjaan fisik. Keadaannya tidak jauh berbeda dengan konteks pekerjaan batin. Khusyu’ adalah pekerjaan batin, orang yang tidak terbiasa khusyu’, dekat, pasrah, tunduk pada Allah di luar shalat, akan sulit menghadirkan kekhusyukan di dalam shalat. Khusyu’ di dalam shalat sangat terkait dengan khusyu’ di luar shalat. Kalau hati tidak pernah hidup, tidak ada link hubungan dengan Allah di luar shalat, tentu sulit menjalin hubungan yang baik hanya dalam shalat. Bagaimna kita merasakan nikmatnya bertani, mencangkul tanh, seperti yang dirasakan para petani, kalau kita sebelumnya jarang melakukan pekerjaan tersebut,? Begitu lebih kurang gambarannya, itulah rahasianya kenapa kita sulit khusyu’. Khusyu’ kepada Allah tidak hanya dengan menyebut Subhanallah, Alhamdulillah atau Allahu Akbar. Khusyu’diwujudkan dengan hati yang senantiasa berhubungan denagn Allah, meskipun lidah tidak menyebut nama Allah. Melihat ciptaan Allah, hati merasakan kebesaran Allah. Melihat peristiwa apapun semakin menyuburkan ingatan kepada Allah. Mendapat nikmat, hati mengatakan, “Syukur Allah tidak menjadikan aku menderita.” Hati tersentuh dan malu bila melakukan ketidaktaatan. Bila ditimpa musibah, hati mengatakan, “Mungkin saya berdosa pada Allah.” Sikap sikap seperti itulah yang semakin menambah kedekatan hatidengan Allah SWT. Itulah yang dimaksud dalam firman-Nya, “Mereka yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk dan berbarung.” Itulah sebabnya para ahli ibadah mengatakan, aku merasa damai meskipun sendiri.” Kenapa? Karena mereka dalam kondisi terus berdzikir dengan melihat semua fenomena alam dan hatinya mengingat Allah Jalla Wa’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibarat orang yang sayang dan rindu kepada kekasihnya, setiap barang kepunyaan kekasihterlihat di depan mata membuat hati ingat dan terkait dengan kekasih. Kalau sudah ada benih khusyu’ di luar shalat, maka saat berwudhu pun sudah khusyu’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang muslim harus berusaha menghidupakan kedekatan hatinya denagan Allah, kapan pun dan dimanapun. Tokoh ulama Mesir Hasan Al Banna menyifatkan karakter seorang mujahid adalah bukan orang yang tidur sepenuh kelopak matanya, dan tidak tertawa selebar mulutnya. Maksudnya itu menggambarkan suasana keseriusan dan kesungguhan orang yang berjuang di jalan Allah. Apa rahasia dibalik kesungguhan dan keseriusan itu? Dalam shalat mereka sangat membesarkan dan mengagungkan Allah. Di luar shalat mereka juga tetap membesarkan Allah, hidup sesuai syari’at, menjauhkan diri dari kemungkaran dan maksiat. Maka Allah akan menaungi mereka, sebab ada hubungan sangat erat antara shalat dan perilaku-perilaku sosial. Merekalah yang dimaksud dalam sabda Rasulullah, “Barangsiapa memperbaiki hubungannya dengan Allah, maka Allah akan menyempurnakan hubungan-Nya dengan orang tersebut.” ( HR. Hakim )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;HUBUNGAN SHOLAT DENGAN MENTAL &amp;amp; KECERDASAN&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ibadah shalat adalah ajaran agama yang diwahyukan dari Allah kepada Nabi Muhammad saw. Karena itu ibadah shalat pasti mempunyai banyak hikmah didalamnya. Kalau kita pelajari al-Qur’an dan as-Sunnah maka akan kita temukan penjelasan tentang hikmah dari pelaksanaan ibadah shalat, diantaranya yaitu pengaruh pelaksanaan terhadap kesehatan mental manusia. Dengan shalat manusia menyerahkan diri kepada-Nya, hal ini akan membantu dalam meredakan ketegangan emosi manusia, karena seorang mukmin mempunyai keyakinan bahwa Allah akan mengabulkan doanya dan memecahkan problem-roblemnya, memenuhi berbagai macam kebutuhannya dan membebaskan diri dari kegelisahan dan kerisauan yang menimpanya. Menghadap kepada Allah melalui shalat dan berdoa kepada-Nya dengan harapan dikabulkan akan menimbulkan otosugesti yang akan meredakan ketegangan emosi dan kegoncngan jiwa yang terjadi pada manusia. Fungsi shalat yaitu :&lt;br /&gt;1. Shalat sebagai sebagai pengobat gangguan jiwa dan penyakit jiwa,&lt;br /&gt;2. Fungsi ibadah shalat sebagai pembinaan kesehatan jiwa, dan&lt;br /&gt;3. Fungsi shalat sebagai pencegah gangguan dan penyakit jiwa.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya pelaku ibadah itu mengira telah menegakkan shalat (seutuhnya), padahal tidaklah dicatat baginya (oleh malaikat Raqib [pencatat amal baik]), kecuali setengah shalat, atau sepertiganya, atau seperempatnya, atau seperlimanya, sampai sepersepuluhnya.” (HR. Ahmad dan Abu Daud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda sering menunaikan shalat, bukan? Pagi-sore, siang-malam, bertahun-tahun, Anda sudah mengerjakannya. Jutaan kali telah Anda tundukkan badan dalam ruku’ dan sujud. Jutaan kali pula telah Anda baca bermacam-macam dzikir dan doa di dalam shalat. Hanya saja, bagaimana kualitas shalat Anda? Dalam perhitungan atau perkiraan Anda sendiri, seberapa besar bagian dari shalat Anda yang dinilai baik oleh malaikat pencatat amal dan memberikan pengaruh positif pada kehidupan Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda pun pasti telah tahu besarnya manfaat shalat terhadap diri Anda sendiri. Bahkan kendati di dalam ibadah ini Anda hanya menggerakkan badan bagai robot, kegiatan ini pun sudah berguna. Sekurang-kurangnya, menyehatkan raga. Begitu pula jika Anda perlakukan shalat sebagai semacam meditasi. Sekurang-kurangnya, menyehatkan jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, shalat secara hakiki tidak sekadar bermanfaat menyehatkan jiwa-raga (fisik, emosional, dan spiritual). Tahukah Anda bahwa dengan menunaikan shalat yang berkualitas, Anda akan mencapai beragam jenis kecerdasan? Bukan hanya kecerdasan pikiran (intelegensia/IQ), tetapi sekaligus kecerdasan emosional (EQ), kecerdasan spiritual (SQ), dan kecerdasan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana semua jenis kecerdasan tersebut bisa direngkuh melalui shalat? Buku ini sangat berbeda dengan buku-buku tentang hikmah shalat yang telah beredar, karena secara metodologis buku ini fokus pada kajian bagaimana terciptanya hubungan antara shalat sebagai ibadah dengan kecerdasan manusia sebagai kekuatan pikiran dan jiwa. Di samping itu, kekuatan buku ini juga terletak pada ditampilkannya rangkaian panduan praktis guna menjalankan shalat yang mampu melejitkan semua jenis kecerdasan manusia (shalat SMART). Karena itu, buku ini sangat aplikatif, metodis, dan dapat langsung Anda terapkan untuk meningkatkan mutu shalat dan sekaligus kecerdasan Anda!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;SHOLAT, KOMUNIKASI SPIRITUAL DENGAN PENCIPTA&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dua tahun sebelum Hijrahnya Nabi ke Madinah, merupakan saat-saat yang super sulit dalam perjuangan beliau untuk menyebarkan kebenaran. Tekanan, intimidasi, bahkan upaya pembunuhan kepada beliau pribadi mengalami intensitas puncak, seiring dengan kematian dua benteng internal da’wah setelah Allah, Khadijah dan Abu Talib. Bagi Rasulullah, serasa dunia ini suram dan terasa sumpek dalam melangkan kaki perjuangan. Terasa da’wah mengalami stagnasi abadi. Dalam situasi inilah beliau diperjalankan melalui wadah “Isra’ mi’raj” di suatu malam dari masjidil haraam di Mekah ke masjidil Aqsa di Jerusalem, dan dari Jerusalem beliau diangkat menuju “Sidratul Muntaha” untuk melakukan komunikasi langsung, dialog nurani dengan sang Penciptanya. Komunikasi dan dialog nurani inilah yang terkristalkan dalam sebuah amalan ritual Islam yang dikenal shalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalat, yang secara lughowi (makna kata) berarti “hubungan atau komunikasi” kemudian menjadi amalan ritual terpenting dalam agama Islam. Selain dikenal kemudian sebagai “Pilar agama” (‘imaaduddin), juga merupakan salah satu dari lima rukun Islam. Menjalankan shalat merupakan kewajiban ‘aini (setiap individu Muslim), melalaikannya merupakan “pengrusakan” terhadap dasar-dasar keislaman seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melakukan shalat bukan sekedar melakukan gerakan-gerakan atau membaca bacaan-bacaan formal semata. Melainkan melakukan kegiatan “syamil” (komperenhesif) dan “mutawazin” (imbang) di antara tiga unsur kemanusiaan kita. Shalat mencakup kegiatan fisik, ruh, dan juga fikiran. Ketiga hal ini adalah pilar-pilar kehidupan manusia, yang justeru ketiganya bersatu padu dalam amalan shalat yang dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat ketiga unsur hidup manusia itu menyatu dalam sebuah pergerakan terpadu, di situlah akan menumbuhkan “keseimbangan” pergerakan hidup manusia. Keseimbangan ini yang kemudian menjadi pijakan kehidupan manusia yang sehat. Hanya dengan hidup yang imbang, manusia mampu mendapatkan kehidupan yang sehat secara paripurna. Selain tumbuhnya kehidupan yang sehat secara paripurna, dengan keterlibatan tiga unsur tadi, manusia menjalin komunikasi paripurna pula dengan Sang Pencipta. Komunikasi paripurna ini yang kemudian dikenal dalam bahasa agama sebagai “ khusyuu’”. Khusyu menjadi “hati” shalat yang dilakukan. Shalat yang tidak memiliki khusyu’ ibarat manusia yang tidak berhati. Manusia yang tidak lagi berfungsi nuraninya, sehingga pandangannya akan selalu tertumpu pada hal-hal lahiriyah semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat mata nurani menjadi tumpul atau buta, maka lahiriyah akan menjadi sosok yang buas. Kehidupan yang tidak memiliki “mata nurani” adalah kehidupan hewani, bahkan lebih rendah nilainya dari kehidupan hewani. Dan jika ini terjadi, manusia yang awalnya diciptakan dengan pencptaan yang terbaik, dimuliakan, dan memiliki keunikan-keunikan, terjatuh ke lembah kehinaan yang paling rendah (asfala saafilin). Oleh karenanya, shalat bukan hanya dikerjakan, tapi seharusnya “didirikan” setiap saat. Formalitasnya memang ada lima waktu, tapi seharusnya shalat itu tegak dalam kehidupan kita di 24 jam 7 hari sepekan. Maka, ada “shalat di antara shalat-shalat” (shalaatul wustha) yang kita lakukan. Shalat “Wustha” (in between) adalah tegaknya relasi dan komunikasi antara hamba dan Rabbnya di setiap saat dan ruang. Bahkan keluar masuknya nafas seorang hamba seiring dengan “ kesadaran penghambaan” terhadap Rabbnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eternalitas relasi di atas akan menjadi “benteng” kehidupan seorang Muslim, sekaligus menjadi “basis” kesalehan hidupnya. Dia menjadi solid dalam kebajikan serta terlindung dengan lindungan kokoh “kesadaran Ilahi”. Dia akan memiliki pandangan mata “nurani” yang sangat tajam, serta memiliki “intelektual hati” yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan bekal soliditas perlindungan dari kejatatan-kejahatan dan soliditas basis kebajikan-kebajikan, serta dibarengi oleh kesadaran Ilahi dan inteletualitas hati, dia akan menjalani kehidupannya dengan penuh konsistensi di atas ridha Ilahi. Konsistensi perjalanan hidup di atas ridha inilah yang disebut “taqwa” , yang merupakan cita-cita tertinggi dalam kehidupan beragama. Cita-cita tertinggi yang diperjuangkan hingga hembusan nafas terakhir di bumi yang fana ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6037966171406557787-407383878830985881?l=makalahdanskripsi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://makalahdanskripsi.blogspot.com/feeds/407383878830985881/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6037966171406557787&amp;postID=407383878830985881&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6037966171406557787/posts/default/407383878830985881'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6037966171406557787/posts/default/407383878830985881'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://makalahdanskripsi.blogspot.com/2010/12/sholat-dan-kesehatan-fisik-mental.html' title='SHOLAT DAN KESEHATAN FISIK, MENTAL, KECERDASAN, SPIRITUAL DAN UKHUWAH ISLAMIYAH'/><author><name>Caray</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09104225702275544350</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_bG0MsA0sMpM/SDA-fVJ81dI/AAAAAAAAAA8/aTy8a5DH8kk/S220/id+slank.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6037966171406557787.post-2299175525612475802</id><published>2010-11-12T17:09:00.000-08:00</published><updated>2010-11-12T17:16:20.335-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pertanian'/><title type='text'>Tanaman Jagung</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.1 Asal usul tanaman jagung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu tanaman pangan dunia yang terpenting, selain gandum dan padi. Sebagai sumber karbohidrat utama di Amerika Tengah dan Selatan, jagung juga menjadi alternatif sumber pangan di Amerika Serikat. Penduduk beberapa daerah di Indonesia (misalnya di Madura dan Nusa Tenggara) juga menggunakan jagung sebagai pangan pokok. Selain sebagai sumber karbohidrat, jagung juga ditanam sebagai pakan ternak (hijauan maupun tongkolnya), diambil minyaknya (dari biji), dibuat tepung (dari biji, dikenal dengan istilah tepung jagung atau maizena), dan bahan baku industri (dari tepung biji dan tepung tongkolnya). Tongkol jagung kaya akan pentosa, yang dipakai sebagai bahan baku pembuatan furfural. Jagung yang telah direkayasa genetika juga sekarang ditanam sebagai penghasil bahan farmasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak pendapat dan teori mengenai asal tanaman jagung, tetapi secara umum para ahli sependapat bahwa jagung berasal dari Amerika Tengah atau Amerika Selatan. Jagung secara historis terkait erat dengan suku Indian, yang telah menjadikan jagung sebagai bahan makanan sejak 10.000 tahun yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;•    Teori Asal Asia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tanaman jagung yang ada di wilayah Asia diduga berasal dari Himalaya. Hal ini ditandai oleh ditemukannya tanaman keturunan jali (jagung jali, Coix spp) dengan famili Aropogoneae.Kedua spesies ini mempunyai lima pasang kromosom. Namun teori ini tidak mendapat banyak dukungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;•    Teori Asal Andean&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tanaman jagung berasal dari dataran tinggi Andean Peru, Bolivia, dan kuador. Hal ini dukung oleh hipotesis bahwa jagung berasal dari Amerika elatan dan jagung Andean mempunyai keragaman genetic yang luas terutama di daratan tinggi peru. kelemahan teori inia adalah ditemukannya kerabat liar seperti teosinte di dataran tinggi tersebut. Mangelsdorf seorang ahli biologi evolusi yang menghususkan perhatian pada tanamn jagung menampik hipotesis ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;•    Teori Asal Meksiko&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Banyak ilmuwan percaya bahwa jagung berasal dari Meksiko, karena jagung dan spesies liar jagung teosinte sejak lama ditemukan di daerah tersebut, dan masih ada di habitat asli hingga sekarang. Ini juga mendukung ditemukannya  fosil tepung sari dan tongkol jagung dalam gua, dan kedua spesies mempunyai keragaman genetic yang luas. Teosinte dipercaya sebagai nenek moyang tanaman jagung. Jagung telah dibudidayakan di Amerika Tengah mecsiko bagian selatan sekitar 8000 – 10.000 tahun yang lalu.dari penggalian di temukan jagung berukuran  kecil, yang diperkirakan usianya mencapai sekitar 7000 tahun. Menurut pendapat beberapa ahli botani teosinte Zea mays spp.sebagai nenek moyang tanaman jagung merupakan tumbuhan liar yang berasal dari lembah sungai Balsas. Lembah di meksiko selatan. Bukti genetic antropologi arkeologi menunjukkan bahwa daerah asal jagung adalah di Amerika Selatan daerah ini jagung tersebar dan di tanam di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.2 Botani Tanaman Jagung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;    Klasifikasi Tanaman :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;    Kingdom        : Plantae (Tumbuhan&lt;br /&gt;                 Divisi        : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)&lt;br /&gt;                     Kelas        : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)&lt;br /&gt;                     Sub Kelas    : Commelinidae&lt;br /&gt;                     Ordo        : Poales&lt;br /&gt;                     Famili        : Poaceae (suku rumput-rumputan)&lt;br /&gt;                     Genus        : Zea&lt;br /&gt;                     Spesies        : Zea mays L.   &lt;br /&gt;Jagung merupakan tanaman semusim (annual). Satu siklus hidupnya diselesaikan dalam 80-150 hari. Paruh pertama dari siklus merupakan tahap pertumbuhan vegetatif dan paruh kedua untuk tahap pertumbuhan generatif. Tinggi tanaman jagung sangat bervariasi. Meskipun tanaman jagung umumnya berketinggian antara 1m sampai 3m, ada varietas yang dapat mencapai tinggi 6m. Tinggi tanaman biasa diukur dari permukaan tanah hingga ruas teratas sebelum bunga jantan. Meskipun beberapa varietas dapat menghasilkan anakan (seperti padi), pada umumnya jagung tidak memiliki kemampuan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;    Jagung hibrida di ladang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Akar jagung tergolong akar serabut yang dapat mencapai kedalaman 8 m meskipun sebagian besar berada pada kisaran 2 m. Pada tanaman yang sudah cukup dewasa muncul akar adventif dari buku-buku batang bagian bawah yang membantu menyangga tegaknya tanaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batang jagung tegak dan mudah terlihat, sebagaimana sorgum dan tebu, namun tidak seperti padi atau gandum. Terdapat mutan yang batangnya tidak tumbuh pesat sehingga tanaman berbentuk roset. Batang beruas-ruas. Ruas terbungkus pelepah daun yang muncul dari buku. Batang jagung cukup kokoh namun tidak banyak mengandung lignin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daun jagung adalah daun sempurna. Bentuknya memanjang. Antara pelepah dan helai daun terdapat ligula. Tulang daun sejajar dengan ibu tulang daun. Permukaan daun ada yang licin dan ada yang berambut. Stoma pada daun jagung berbentuk halter, yang khas dimiliki familia Poaceae. Setiap stoma dikelilingi sel-sel epidermis berbentuk kipas. Struktur ini berperan penting dalam respon tanaman menanggapi defisit air pada sel-sel daun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jagung memiliki bunga jantan dan bunga betina yang terpisah (diklin) dalam satu tanaman (monoecious). Tiap kuntum bunga memiliki struktur khas bunga dari suku Poaceae, yang disebut floret. Pada jagung, dua floret dibatasi oleh sepasang glumae (tunggal: gluma). Bunga jantan tumbuh di bagian puncak tanaman, berupa karangan bunga (inflorescence). Serbuk sari berwarna kuning dan beraroma khas. Bunga betina tersusun dalam tongkol. Tongkol tumbuh dari buku, di antara batang dan pelepah daun. Pada umumnya, satu tanaman hanya dapat menghasilkan satu tongkol produktif meskipun memiliki sejumlah bunga betina. Beberapa varietas unggul dapat menghasilkan lebih dari satu tongkol produktif, dan disebut sebagai varietas prolifik. Bunga jantan jagung cenderung siap untuk penyerbukan 2-5 hari lebih dini daripada bunga betinanya (protandri).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.3    Syarat Tumbuh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jagung ini kebanyakan ditanam di dataran rendah baik, sawah tadah hujan maupun sawah irigasi. Sebahagian terdapat juga di daerah pergunungan pada ketinggian 1000- 1800 m di atas permukaan laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;    Tanah &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tanah yang dikehendaki adalah gembur dan subur, kerana tanaman jagung memerlukan aerasi dan pengairan yang baik. Jagung dapat tumbuh baik pada berbagai macam tanah. Tanah lempung berdebu adalah yang paling baik bagi pertumbuhannya. Tanah-tanah berat masih dapat ditanami jagung dengan pengerjaan tanah lebih sering selama pertumbuhannya, sehingga aerasi dalam tanah berlangsung dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air tanah yang berlebihan dibuang melalui saluran pengairan yang dibuat diantara barisan jagung. Kemasaman tanah (pH) yang terbaik untuk jagung adalah sekittir 5,5 – 7,0. Tanah dengan kemiringan tidak lebih dari 8% masih dapat ditanami jagung dengan arah barisan tegak lurus terhadap miringnya tanah, dengan maksud untuk mencegah keganasan erosi yang terjadi pada waktu turun hujan besar,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;    Iklim     &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Faktor-faktor iklim yang terpenting adalah jumlah dan pembagian dari sinar matahari dan curah hujan, temperatur, kelembaban dan angin. Tempat penanaman jagung harus mendapatkan sinar matahari cukup dan jangan terlindung oleh pohon-Pohonan atau bangunan. Bila tidak terdapat penyinaran dari matahari, hasilnya akan berkurang. Temperatur optimum untuk pertumbuhan jagung adalah antara 23 – 27 C.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.4 Program pemuliaan pada tanaman jagung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pemuliaan tanaman merupakan suatu metode eksploitasi potensi genetik tanaman untuk mendapatkan kultivar atau varietas unggul baru yang berdaya hasil dan berkualitas tinggi pada kondisi lingkungan tertentu (Guzhov 1989, Stoskopf et al. 1993, Shivanna and Sawhney 1997, Mayo 1980). Eksploitasi potensi genetik tanaman semakin gencar setelah dicetuskannya revolusi hijau. Sejak itu, pemulia tanaman telah berhasil memperbaiki tanaman untuk sifat kualitatif maupun kuantitatif yang mempengaruhi penampilan agronomis maupun preferensi konsumen menggunakan pengamatan fenotipik yang dibantu dengan metode statistik yang tepat. Beberapa masalah yang sering muncul melalui pendekatan tersebut seperti yang disarikan oleh Lamadji et al. (1999) di antaranya adalah (i) memerlukan waktu yang cukup lama; (ii) kesulitan memilih dengan tepat gen-gen yang menjadi target seleksi untuk diekspresikan pada sifat-sifat morfologi atau agronomi karena penampilan fenotipe tanaman bukan hanya ditentukan oleh komposisi genetik, tetapi juga oleh lingkungan tumbuh tanaman; (iii) rendahnya frekuensi individu yang diinginkan yang berada dalam populasi seleksi yang besar untuk mendapat hasil yang valid secara statistik; (iv) fenomena pautan gen antara sifat yang diinginkan dengan sifat tidak diinginkan sulit dipisahkan saat melakukan persilangan. Dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi molekuler pada awal tahun 80an, telah ditemukan teknologi molekuler berbasis DNA. Markah molekuler merupakan alat yang sangat baik bagi pemulia dan ahli genetik untuk menganalisis genom tanaman. Sistem ini telah merevolusi bidang pemetaan genetik, antara lain dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan yang berhubungan dengan keragaman genetik, klasifikasi dan filogeni yang berhubungan dengan pengelolaan plasma nutfah, dan alat bantu dalam pemuliaan dan seleksi melalui penandaan gen. Pada akhirnya dapat digunakan sebagai suatu cara untuk pengklonan gen yang difasilitasi oleh peta markah molekuler. Tulisan ini membahas beberapa strategi pemanfaatan markah molekuler dalam pemuliaan jagung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Markah molekuler adalah suatu penanda pada level DNA yang menawarkan keleluasaan dalam meningkatkan efisiensi pemuliaan konvensional dengan melakukan seleksi tidak langsung pada karakter yang diinginkan, yaitu pada markah yang terkait dengan karakter tersebut. Markah molekuler tidak dipengaruhi oleh lingkungan dan dapat terdeteksi pada semua fase pertumbuhan tanaman. Oleh karena markah molekuler dapat mengkarakterisasi ,galur-galur secara langsung dan tepat pada level DNA sehingga dapat dibentuk kelompok heterotik dan pola heterotik, yang dapat memandu para pemulia dalam menyeleksi kandidat tetua hibrida secara cepat, tepat, dan efisien. Selain itu, markah-markah tersebut dapat bermanfaat dalam mengidentifikasi perbedaan tanaman secara individu melalui profilprofil unik secara alelik yang diaplikasikan dalam perlindungan kultivar tanaman. Kemiripan genetik dari dua genotipe dapat diperkirakan secara tidak,langsung dari data pedigree dan melalui markah molekuler (isozim, protein dan markah DNA). Markah DNA dapat digunakan pula sebagai alat bantu seleksi (MAS = Marker-Assisted Selection), di mana seleksi hanya didasarkan pada sifat genetik tanaman, tanpa intervensi faktor lingkungan. Dengan demikian, pemuliaan tanaman menjadi lebih tepat, cepat dan relatif lebih hemat biaya dan waktu.Teknologi markah molekuler&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;BAB II&lt;br /&gt;KEBERHASILAN PERSILANGAN&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.1 Faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Persilangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyerbukan sering mengalami kegagalan bila dilakukan pada saat kondisi lingkungan yang tidak mendukung atau dilakukan pada saat serbuk sari atau kepala putik dalam keadaan belum matang oleh karena itu saat penyerbukan yang tepat merupakan faktor penting yang harus diperhatikan agar penyerbukan berhasil dengan baik. Untuk melakukan penyerbukan harus dipilih waktu yang tepat dan tidak boleh terlambat dimana pada saat itu putik maupun serbuk sari dalam keadaan segar, sehat, telah matang, dan cuaca mendukung proses persarian dengan baik. Waktu yang baik untuk penyerbukan kacang panjang adalah jam 06.00 (sebelum bunga mekar, karena jika bunga telah mekar ditakutkan sudah mengalami penyerbukan sendiri pada bunga yang dijadikan induk jantan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu hal penting yang harus diperhatikan adalah cara meletakkan serbuk sari dari induk jantan ke atas kepala putik induk betina, dan menjaganya jangan sampai kepala putik tersebut kejatuhan serbuk sari dari tanaman lain yang tidak dikehendaki maupun dari tanaman yang sama. Oleh karena itu, setelah polinasi bunga ditutup/ dibungkus menggunakan plastik agar tidak terserbuku bunga lain dan tidak rusak).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;BAB III&lt;br /&gt;METODOLOGI&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3.1 Bahan Dan Alat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tanaman Jagung&lt;br /&gt;2. Gunting&lt;br /&gt;3. Kantung Penutup Bunga Jantan&lt;br /&gt;4. Kantung Penutup Bunga Betina&lt;br /&gt;5. Klip / Isolasi&lt;br /&gt;6. Label ( Kertas yang tidak gampang rusak dan tinta yang tidak gampang luntur )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3.2 Metode Penyerbukan Pada Tanaman Jagung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.    Pilih individu tanaman yang akan digunakan sebagai tetua.&lt;br /&gt;2.    Tutup tassel dengan kertas kedap air sebelum tepung sari masak.&lt;br /&gt;3.    Potong ujung tongkol jagung pada tetua betina sebelum silk bunga betina keluar dari kelobot kemudian tutup dengan kertas kedap air.&lt;br /&gt;4.    Apabila bunga betina sudah resetif dan tepung sari sudah masak, potong bunga jantan di bawah penutupnya lalu goyangkan agar tepung sari keluar, buka penutup tongkol tetua betina, potong ujung silk kira – kira 2 cm diatas bekas pemotongan pertama dan lakukan penyerbukan sendiri tutup kembali bunga betina segera setelah diserbuki.&lt;br /&gt;5.    Beri lebel yang berisi tanggal penyerbukan, identitas tetua dan nama penyerbuk.&lt;br /&gt;6.    Sebaiknya polinasi dilakukan beberapa kali agar semua silk terserbuki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BAB IV&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;HASIL DAN PEMBAHASAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Lakukanlah penelitian terlebih dahulu untuk mendapatkan hasil dan pembahasan.&lt;br /&gt;Terimakasih banyak sudah berkunjunt semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dahlan M, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pembentukan benih jagung Hibrida, Risalah lokakarya produksi benih hibrida,&lt;/span&gt; hal 1-13 (Malang: Balai penelitian tanaman pangan, 1992)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lamadji, M.J., L. Hakim, dan Rustidja. 1999. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Akselerasi pertanian tangguh melalui pemuliaan          nonkonvensional. Prosiding Simposium V Pemuliaan Tanaman.&lt;/span&gt; PERIPI Komda Jawa Timur. p. 28-32.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6037966171406557787-2299175525612475802?l=makalahdanskripsi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://makalahdanskripsi.blogspot.com/feeds/2299175525612475802/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6037966171406557787&amp;postID=2299175525612475802&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6037966171406557787/posts/default/2299175525612475802'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6037966171406557787/posts/default/2299175525612475802'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://makalahdanskripsi.blogspot.com/2010/11/tanaman-jagung.html' title='Tanaman Jagung'/><author><name>Caray</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09104225702275544350</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_bG0MsA0sMpM/SDA-fVJ81dI/AAAAAAAAAA8/aTy8a5DH8kk/S220/id+slank.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6037966171406557787.post-2273956680541326522</id><published>2010-08-08T07:44:00.000-07:00</published><updated>2010-08-08T07:51:07.570-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='makalah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Matematika'/><title type='text'>PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK (RME)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.1    Latar Belakang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Matematika adalah salah satu ilmu dasar, yang semakin dirasakan interkasinya dengan bidang-bidang ilmu lainnya seperti ekonomi dan teknologi. Peran matematika dalam interaksi ini terletak pada struktur ilmu dan perlatan yang digunakan. Ilmu matematika sekarang ini masih banyak digunakan dalam berbagai bidang seperti bidang industri, asuransi, ekonomi, pertanian, dan di banyak bidang sosial maupun teknik. Mengingat peranan matematika yang semakin besar dalam tahun-tahun mendatang, tentunya banyak sarjana matematika yang sangat dibutuhkan yang sangat terampil, andal, kompeten, dan berwawasan luas, baik di dalam disiplin ilmunya sendiri maupun dalam disiplin ilmu lainnya yang saling menunjang. Untuk menjadi sarjana matematika tidaklah mudah, harus benar-benar serius dalam belajar, selain harus belajar matematika, kita juga harus mempelajari bidang-bidang ilmu lainnya. Sehingga, jika sudah menjadi sarjana matematika yang dalam segala bidang bisa maka sangat mudah untuk mencari pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata matematika berasal dari kata “mathema” dalam bahasa Yunani yang diartikan sebagai “sains, ilmu pengetahuan atau belajar.” Disiplin utama dalam matematika di dasarkan pada kebutuhan perhitungan dalam perdagangan, pengukuran tanah, dan memprediksi peristiwa dalam astronomi. Ketiga kebutuhan ini secara umum berkaitan dengan ketiga pembagian umum bidang matematika yaitu studi tentang struktur, ruang, dan perubahan. Pelajaran tentang struktur yang sangat umum dimulai dalam bilangan natural dan bilangan bulat, serta operasi aritmatikanya, yang semuanya dijabarkan dalam aljabar dasar. Sifat bilangan bulat yang lebih mendalam dipelajari dalam teori bilangan. Ilmu tentang ruang berawal dari geometri. Dan pengertian dari perubahan pada kuantitas yang dapat dihitung adalah suatu hal yang biasa dalam ilmu alam dan kalkulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perdagangan sangat berkaitan erat dengan matematika karena dalam perdagangan pasti akan ada perhitungan, di mana perhitungan tersebut bagian dari matematika. Secara tidak sadar ternyata semua orang menggunakan matematika dalam kehidupan sehari-hari seperti jika ada orang yang sedang membangun rumah maka pasti orang tersebut akan mengukur dalam menyelesaikan pekerjaannya itu. Oleh karena itu matematika sangat bermanfaat sekali dalam kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu karakteristik matematika adalah mempunyai objek yang bersifat abstrak ini dapat menyebabkan banyak siswa mengalami kesulitan dalam matematika. Prestasi matematika siswa baik secara nasional maupun internasional belum menggembirakan. Dalam pembelajaran matematika siswa belum bermakna, sehingga pengertian siswa tentang konsep sangat lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Menurut Jenning dan Dunne (1999) mengatakan bahwa, kebanyakan siswa mengalami kesulitan dalam mengaplikasikan matematika ke dalam situasi kehidupan real.” Hal ini yang menyebabkan sulitnya matematika bagi siswa adalah karena dalam pembelajaran matematika kurang bermakna, dan guru dalam pembelajarannya di kelas tidak mengaitkan dengan skema yang telah dimiliki oleh siswa dan siswa kurang diberikan kesempatan untuk menemukan kembali ide-ide matematika. Mengaitkan pengalaman kehidupan nyata, anak dengan ide-ide matematika dalam pembelajaran di kelas sangat penting dilakukan agar pembelajaran matematika bermakna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Van de Henvel-Panhuizen (2000), bila anak belajar matematika terpisah dari pengalaman mereka sehari-hari, maka anak akan cepat lupa dan tidak dapat mengaplikasikan matematika. Salah satu pembelajaran matematika yang berorientasi pada matematisasi pengalaman sehari-hari dan menerapkan matematika dalam kehidupan sehari-hari adalah pembelajaran matematika realistik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembelajaran matematika relaistik pertama kali diperkenalkan dan dikembangkan di Belanda pada tahun 1970 oleh Institut Freudenthal. Pembelajaran matematika harus dekat dengan anak dan kehidupan nyata sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya ada sebagian siswa yang menganggap belajar matematika harus dengan berjuang mati-matian dengan kata lain harus belajar dengan ekstra keras. Hal ini menjadikan matematika seperti “monster” yang mesti ditakuti dan malas untuk mempelajari matematika. Apalagi dengan dijadikannya matematika sebagai salah satu diantara mata pelajaran yang diujikan dalam ujian nasional yang merupakan syarat bagi kelulusan siswa-siswi SMP maupun SMA, ketakutan siswa pun makin bertambah. Akibat dari pemikiran negatif terhadap matematika, perlu kiranya seorang guru yang mengajar matematika melakukan upaya yang dapat membuat proses belajar mengajar bermakna dan menyenangkan. Ada beberapa pemikiran untuk mengurangi ketakutan siswa terhadap matematika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satunya dengan cara pembelajaran matematika realistik dimana pembelajaran ini mengaitkan dan melibatkan lingkungan sekitar, pengalaman nyata yang pernah dialami siswa dalam kehidupan sehari-hari, serta menjadikan matematika sebagai aktivitas siswa. Dengan pendekatan RME tersebut, siswa tidak harus dibawa ke dunia nyata, tetapi berhubungan dengan masalah situasi nyata yang ada dalam pikiran siswa. Jadi siswa diajak berfikir bagaimana menyelesaikan masalah yang mungkin atau sering dialami siswa dalam kesehariannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembelajaran sekarang ini selalu dilaksanakan di dalam kelas, dimana siswa kurang bebas bergerak, cobalah untuk memvariasikan strategi pembelajaran yang berhubungan dengan kehidupan dan lingkungan sekitar sekolah secara langsung, sekaligus mempergunakannya sebagai sumber belajar. Banyak hal yang bisa kita jadikan sumber belajar matematika, yang penting pilihlah topik yang sesuai misalnya mengukur tinggi pohon, mengukur lebar pohon dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siswa lebih baik mempelajari sedikit materi sampai siswa memahami, mengerti materi tersebut dari pada banyak materi tetapi siswa tidak mengerti tersebut. Meski banyak tuntutan pencapaian terhadap kurikulum sampai daya serap namun dengan alokasi yang terbatas. Jadi guru harus memberanikan diri menuntaskan siswa dalam belajar sebelum ke materi selanjutnya karena hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi kesalahpahaman siswa dalam belajar matematika.&lt;br /&gt;Kebanyakan siswa, belajar matematika merupakan beban berat dan membosankan, jadinya siswa kurang termotivasi, cepat bosan dan lelah. Adapun beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal di atas dengan melakukan inovasi pembelajaran. Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain memberikan kuis atau teka-teki yang harus ditebak baik secara berkelompok ataupun individu, memberikan permainan di kelas suatu bilangan dan sebagainya tergantung kreativitas guru. Jadi untuk mempermudah siswa dalam pembelajaran matematika harus dihubungkan dengan kehidupan nyata yang terjadi di dalam kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.2    Tujuan Penulisan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Suatu pembelajaran matematika tidaklah sulit, ada cara untuk mempermudah dalam belajar matematika yaitu dengan cara Pembelajaran Matematika Realistik. Dimana pembelajaran ini menghubungkan dengan kehidupan sehari-hari. Dalam penulisan makalah ini bertujuan:&lt;br /&gt;1.    Untuk mempermudah siswa dalam belajar matematika dapat menggunakan dalam pembelajaran matematika realistik.&lt;br /&gt;2.    Guru dalam menyampaikan materi harus mempunyai strategi dalam pembelajaran matematika, supaya siswa tidak bosan dalam pembelajaran matematika.&lt;br /&gt;3.    Supaya siswa mengetahui betapa menyenangkan mempelajari matematika.&lt;br /&gt;4.    Untuk mengetahui lebih jelas lagi tentang pembelajaran matematika realistik.&lt;br /&gt;5.    Untuk memaparkan secara teori pembelajaran matematika realistik.&lt;br /&gt;6.    Untuk pengimplementasian pembelajaran matematika realistik.&lt;br /&gt;7.    Kaitan antara pembelajaran matematika realistik dengan pengertian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.3    Pertanyaan Penulisan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1.    Apa yang dimaksud dengan pembelajaran matematika realistik?&lt;br /&gt;2.    Bagaimana cara strategi seorang guru dalam pembelajaran matematika supaya siswa menyukai pembelajaran matematika?&lt;br /&gt;3.    Kenapa matematika tidak disukai oleh siswa?&lt;br /&gt;4.    Karakteristik apa saja yang ada dalam RME?&lt;br /&gt;5.    Mengapa siswa selalu lupa dengan konsep yang telah dipelajari?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;BAB II&lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.1    Matematika Realistik (MR)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Matematika realistik yang dimaksudkan dalam hal ini adalah matematika sekolah yang dilaksanakan dengan menemaptkan realitas dan pengalaman siswa sebagai titik awal pembelajaran. Masalah-masalah realistik digunakan sebagai sumber munculnya konsep-konsep matematika atau pengetahuan matematika formal. Pembelajaran matematika realistik di kelas berorientasi pada karakteristik RME, sehingga siswa mempunyai kesempatan untuk menemukan kembali konsep-konsep matematika. Dan siswa diberi kesempatan untuk mengaplikasikan konsep-konsep matematika untuk memecahkan masalah sehari-hari. Karakteristik RME menggunakan: konteks “dunia nyata”, model-model, produksi dan kontruksi siswa, interaktif dan keterkaitan. (Trevers, 1991; Van Heuvel-Panhuizen, 1998). Di sini akan mencoba menjelaskan tentang karakteristik RME.&lt;br /&gt;a.    Menggunakan konteks “dunia nyata” yang tidak hanya sebagai sumber matematisasi tetapi juga sebagai tempat untuk mengaplikasikan kembali matematika. Pembelajaran matematika realistik diawali dengan masalah-masalah yang nyata, sehingga siswa dapat menggunakan pengalaman sebelumnya secara langsung. Proses pencarian (inti) dari proses yang sesuai dari situasi nyata yang dinyatakan oleh De Lange (1987) sebagai matematisasi konseptual. Dengan pembelajaran matematika realistik siswa dapat mengembangkan konsep yang lebih komplit. Kemudian siswa juga dapat mengaplikasikan konep-konsep matematika ke bidang baru dan dunia nyata. Oleh karena itu untuk membatasi konsep-konsep matematika dengan pengalaman sehari-hari perlu diperhatikan matematisasi pengalaman sehari-hari dan penerapan matematika dalam sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.    Menggunakan model-model (matematisasi) istilah model ini berkaitan dengan model situasi dan model matematika yang dikembangkan oleh siswa sendiri. Dan berperan sebagai jembatan bagi siswa dari situasi real ke situasi abstrak atau dari matematika informal ke matematika formal. Artinya siswa membuat model sendiri dalam menyelesaikan masalah. Model situasi merupakan model yang dekat dengan dunia nyata siswa. Generalisasi dan formalisasi model tersebut. Melalui penalaran matematika model-of akan bergeser menjadi model-for masalah yang sejenis. Pada akhirnya akan menjadi model matematika formal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c.    Menggunakan produksi dan konstruksi streefland (1991) menekankan bahwa dengan pembuatan “produksi bebas” siswa terdorong untuk melakukan refleksi pada bagian yang mereka anggap penting dalam proses belajar. Strategi-strategi formal siswa yang berupa prosedur pemecahan masalah konstekstual merupakan sumber inspirasi dalam pengembangan pembelajaran lebih lanjut yaitu untuk mengkonstruksi pengetahuan matematika formal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d.    Menggunakan interaktif. Interaktif antara siswa dengan guru merupakan hal yang mendasar dalam pembelajaran matematika realistik. Bentuk-bentuk interaktif antara siswa dengan guru biasanya berupa negoisasi, penjelasan, pembenaran, setuju, tidak setuju, pertanyaan, digunakan untuk mencapai bentuk formal dari bentuk-bentuk informal siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e.    Menggunakan keterkaitan dalam pembelajaran matematika realistik. Dalam pembelajaran ada keterkaitan dengan bidang yang lain, jadi kita harus memperhatikan juga bidang-bidang yang lainnya karena akan berpengaruh pada pemecahan masalah. Dalam mengaplikasikan matematika biasanya diperlukan pengetahuan yang kompleks, dan tidak hanya aritmatika, aljabar, atau geometri tetapi juga bidang lain.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.2    Pembelajaran Matematika Realistik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pembelajaran matematika realistik merupakan teori belajar mengajar dalam pendidikan matematika. Teori pembelajaran matematika realistik pertama kali diperkenalkan dan dikembangkan di Belanda pada tahun 1970 oleh Institut Freudenthal. Freudenthal berpendapat bahwa matematika harus diartikan dengan realita dan matematika merupakan aktivitas manusia. Dari pendapat Freudenthal memang benar alangkah baiknya dalam pembelajaran matematika harus ada hubungannya dengan kenyataan dan kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu manusia harus diberi kesempatan untuk menemukan ide dan konsep matematika dengan bimbingan orang dewasa. Matematika harus dekat dengan anak dan kehidupan sehari-hari. Upaya ini dilihat dari berbagai situasi dan persoalan-persoalan “realistik”. Realistik ini dimaksudkan tidak mengacu pada realitas pada realitias tetapi pada sesuatu yang dapat dibayangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun menurut pandangan konstruktifis pembelajaran matematika adalah memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengkonstruksi konsep-konsep matematika dengan kemampuan sendiri melalui proses internalisasi. Guru dalam hal ini berperan sebagai fasilitator. Dalam pembelajaran matematika guru memang harus memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan sendiri konsep-konsep matematika dengan kemampuan siswa sendiri dan guru terus memantau atau mengarahkan siswa dalam pembelajaran walaupun siswa sendiri yang akan menemukan konsep-konsep matematika, setidaknya guru harus terus mendampingi siswa dalam pembelajaran matematika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Davis (1996), pandangan konstruktivis dalam pembelajaran matematika berorientasi pada:&lt;br /&gt;1.    Pengetahuan dibangun dalam pikiran melalui proses asimilasi atau akomodasi.&lt;br /&gt;2.    Dalam pengerjaan matematika, setiap langkah siswa dihadapkan kepada apa.&lt;br /&gt;3.    Informasi baru harus dikaitkan dengan pengalamannya tentang dunia melalui suatu kerangka logis yang mentransformasikan, mengorganisasikan, dan menginterpretasikan pengalamannya.&lt;br /&gt;4.    Pusat pembelajaran adalah bagaimana siswa berpikir, bukan apa yang mereka katakan atau tulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat Davis tersebut, dalam pembelajaran matematika siswa mempunyai pengetahuan dalam berpikir melalui proses akomodasi dan siswa juga harus dapat menyelesaikan masalah yang akan dihadapinya. Siswa mengetahui informasi baru dikaitkan dengan pengalaman sehari-hari secara logis, dalam pembelajaran ini harus bisa memahami dan berpikir sendiri dalam menyelesaikan masalah tersebut, jadi tidak tergantung kepada guru, siswa juga dapat mempunyai cara tersendiri untuk menyelesaikan masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konstruktivis ini dikritik oleh Vygotsky, yang menyatakan bahwa siswa dalam mengkonstruksi suatu konsep perlu memperhatikan lingkungan sosial. Konstruktivisme ini oleh Vygotsky disebut konstruktisme sosial (Taylor, 1993; Wilson, Teslow dan Taylor, 1993; Atwel, Bleicher dan Cooper, 1998). Ada dua konsep penting dalam teori Vygotsky (Slavin, 1997), yaitu Zone of Proximal Development (ZPD) dan scaffolding. Zone of Proximal Development (ZPD) merupakan jarak antara tingkat perkembangan sesungguhnya yang didefinisikan sebagai kemampuan pemecahan masalah secara mandiri dan tingkat perkembangan potensial yang didefinisikan sebagai kemampuan pemecahan masalah di bawah bimbingan orang dewasa atau melalui kerja sama dengan teman sejawat yang lebih mampu. Scraffolding merupakan pemberian sejumlah bantuan kepada siswa selama tahap-tahap awal pembelajaran, kemudian mengurangi bantuan dan memberi kesempatan untuk mengambil alih tanggung jawab yang semakin besar setelah ia dapat melakukannya (Slavin, 1997). Jadi Zone of Proximal Development ini ada siswa yang menyelesaikan masalah secara sendiri, dan ada siswa yang menyelesaikan masalah harus dengan persetujuan orang dewasa. Sedangkan scraffolding mempunyai tahap-tahap pembelajaran, dalam pembelajaran awal siswa dibantu, tapi bantuan itu sedikit demi sedikit dikurangi. Setelah itu siswa diberikan kesempatan untuk menyelesaikan masalah sendiri dan mempunyai tanggung jawab yang semakin besar setelah siswa dapat melakukannya. Scraffolding merupakan bantuan yang diberikan kepada siswa untuk belajar memecahkan masalah. Bantuan tersebut dapat berupa petunjuk, dorongan, peringatan, menguraikan masalah ke dalam langkah-langkah pemecahan, memberikan contoh, dan tindakan-tindakan lain yang memungkinkan siswa itu belajar mandiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip penemuan dapat diinspirasikan oleh prosedur-prosedur pemcahan informal, sedangkan proses penemuan kembali menggunakan konsep matematisasi. Ada dua jenis matematisasi diformlasikan  oleh Treffers (1991), yaitu matematisasi horizontal  dan vertikal. Contoh matematisasi horizontal adalah pengidentifikasian, perumusan, dan penvisualisasian masalah dalam cara-cara yang berbeda dan pentransformasian masalah dunia real ke dunia matematika. Contoh matematisasi vertikal adalah representasi hubungan-hubungan dalam rumus, perbaikan dan penyelesaian model matematika, penggunaan model-model yang berbeda dan penggeneralisasian. Kedua jenis ini mendapat perhatian seimbang, karena kedua matematisasi ini mempunyai nilai yang sama. Berdasarkan matematisasi horizontal dan vertikal, pendekatan dalam pendidikan matematika dibedakan menjadi empat jenis yaitu mekanistik, empiristik, strukturalistik, dan realistik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendekatan mekanistik adala pendekatan secara tradisional dan didasarkan pada apa yang diketahui dan pengalaman sendiri. Pendekatan empiristik adalah suatu pendekatan dimana konsep-konsep matematika tidak diajarkan dan siswa diharapkan dapat menemukan sendiri melalui matematisasi horizontal, pendekatan strukturalistik adalah suatu pendekatan yang menggunakan sistem formal, misalnya dalam pengajaran penjumlahan secara panjang perlu didahului dengan nilai tempat, sehingga suatu konsep dicapai melalui matematisasi vertikal. Pendekatan realistik adalah suatu pendekatan yang menggunakan masalah realistik sebagai pangkal tolak pembelajaran. Melalui aktivitas matematisasi horizontal dan vertilal diharapkan siswa dapat menemukan konsep-konsep matematika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Filsafat konstruktivis sosial memandang kebenaran matematika tidak bersifat absolut dan mengidentifikasi matematika sebagai hasil dari pemecahan masalah dan pengajuan masalah oleh manusia (Ernest, 1991). Dalam pembelajaran matematika, Cobb, Yackel dan Wood (1992) menyebutnya dengan konstruktivisme sosio. Siswa berinteraksi dengan guru, dan berdasarkan pada pengalaman informal siswa mengembangkan strategi-strategi untuk merespon masalah yang diberikan. Karakteristik pendekatan konstrutivis sosio ini sangat sesuai dengan karakteristik RME. Konsep ZPD dan Scraffolding dalam pendekatan konstruktivis sosio, di dalam pembelajaran matematika realistik disebut dengan penemuan kembali terbimbing. Menurut Graevenmeijer (1994) walaupun kedua pendekatan ini mempunyai kesamaan tetapi kedua pendekatan ini dikembangkan secara terpisah. Perbedaan keduanya adalah pendekatan konstruktivis sosio merupakan pendekatan pembelajaran yang bersifat umum, sedangkan pembelajaran matematika realistik merupakan pendekatan khusus yaitu hanya dalam pembelajaran matematika.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.3    Implementasi pembelajaran Matematika Realistik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Untuk memberikan gambaran tentang implementasi pembelajaran matematika realistik, misalnya diberikan contoh tentang pembelajaran pecahan di sekolah dasar (SD). Sebelum mengenalkan pecahan kepada siswa sebaiknya pembelajaran pecahan dapat diawali dengan pembagian menjadi bilangan yang sama misalnya pembagian kue, supaya siswa memahami pembagian dalam bentuk yang sederhana dan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga siswa benar-benar memahami pembagian setelah siswa memahami pembagian menjadi bagian yang sama, baru diperkenalkan istilah pecahan. Pembelajaran ini sangat berbeda dengan pembelajaran bukan matematika realistik dimana siswa sejak awal dicekoki dengan istilah pecahan dan beberapa jenis pecahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembelajaran matematika realistik diawali dengan dunia nyata, agar dapat memudahkan siswa dalam belajar matematika, kemudian siswa dengan bantuan guru diberikan kesempatan untuk menemukan sendiri konsep-konsep matematika. Setelah itu, diaplikasikan dalam masalah sehari-hari atau dalam bidang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.4    Kaitan Antara Pembelajaran Matematik Realistik dengan Pengertian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita perhatikan para guru dalam mengajarkan matematika senantiasa terlontar kata “bagaimana, apa mengerti?” siswa pun buru-buru menjawab mengerti. Siswa sering mengeluh, seperti berikut,”pak…pada saat di kelas saya mengerti penjelasan bapak,tetapi begitu sampai dirumah saya lupa,”atau” pak…pada saat dikelas saya mengerti contoh yang bapak berikan, tetapi saya tidak bisa menyelesaikan soal-soal latihan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dialami oleh siswa pada ilustrasi diatas menunjukkan bahwa siswa belum mengerti atau belum mempunyai pengetahuan konseptual. Siswa yang mengerti konsep dapat menemukan kembali konsep yang mereka lupakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mitzell(1982) mengatakan bahwa, hasil belajar siswa secara langsung dipengaruhi oleh pengalaman siswa dan faktor internal. Pengalaman belajar siswa dipengaruhi oleh unjuk kerja guru. Bila siswa dalam belajarnya bermakna atau terjadi kaitan antara informasi baru dengan jaringan representasi, maka siswa akan mendapatkan suatu pengertian. Mengembangkan pengertian merupakan tujuan pengajaran matematika. Karena tanpa pengertian orang tidak dapat mengaplikasikan prosedur, konsep, ataupun proses. Dengan kata lain, matematika dimengerti bila representasi mental adalah bagian dari jaringan representasi (Hieber dan carpenter,1992). Matematika bukan hanya dimengerti tapi harus benar-benar memahami persoalan yang sedang dihadapi. Umumnya sejak anak-anak orang telah mengenal ide matematika. Melalui pengalaman dalam kehidupan sehari-hari mereka mengembangkan ide-ide yang lebih kompleks, misalnya tentang bilangan, pola, bentuk, data, ukuran,dan sebagainya. Anak sebelum sekolah belajar ide matematika secara alamiah. Hal ini menunjukkan bahwa siswa datang kesekolah bukanlah dengan kepala “kosong” yang siap diisi dengan apa saja. Pembelajaran disekolah akan lebih bermakna bila guru mengaitkan dengan apa yang telah diketahui anak. Pengertian siswa tentang ide matematika dapat dibangun melalui sekolah, jika mereka secara aktif mengaitkan dengan pengetahuan mereka. Hanna dan yackel (NCTM,2000) mengatakan bahwa belajar dengan pengertian dapat ditingkatkan melalui interaksi kelas dan interaksi sosial dapat digunakan untuk memperkenalkan keterkaitan di antara ide-ide dan mengorganisasikan pengetahuan kembali. Dalam pembelajaran guru haruslah berinteraksi dengan siswa, agar siswa lebih mudah memahami apa yang telah diajarkan, tentunya dalam pembelajaran harus dikaitkan dengan kehidupan nyata untuk memudahkan siswa dalam belajar.&lt;br /&gt;Pembelajaran matematika realistik memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan kembali dan memahami konsep-konsep matematika berdasarkan pada masalah realistik yang diberikan oleh guru. Situasi realistik dalam masalah memungkinkan siswa menggunkan cara-cara informal untuk menyelesaikan masalah. Cara-cara informal siswa yang merupakan produksi siswa memegang peranan penting dalam penemuan kembali dan memahami konsep. Hal ini berarti informasi yang diberikan kepada siswa telah dikaitkan dengan skema anak. Melalui interaksi kelas keterkaitan skema anak akan menjadi lebih kuat. Dengan demikian, pembelajaran matematika realistik akan mempunyai kontribusi yang sangat tinggi dengan pengertian siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/11131448/caray.rtf.html"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Download File Ms.Word Lebih Lengkap&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6037966171406557787-2273956680541326522?l=makalahdanskripsi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://makalahdanskripsi.blogspot.com/feeds/2273956680541326522/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6037966171406557787&amp;postID=2273956680541326522&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6037966171406557787/posts/default/2273956680541326522'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6037966171406557787/posts/default/2273956680541326522'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://makalahdanskripsi.blogspot.com/2010/08/pembelajaran-matematika-realistik-rme.html' title='PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK (RME)'/><author><name>Caray</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09104225702275544350</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_bG0MsA0sMpM/SDA-fVJ81dI/AAAAAAAAAA8/aTy8a5DH8kk/S220/id+slank.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6037966171406557787.post-4920701969490921830</id><published>2010-08-08T07:38:00.000-07:00</published><updated>2010-08-08T07:43:04.028-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='makalah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekonomi'/><title type='text'>ANALISIS FINANCIAL LEVERAGE PADA  PT. SEPATU BATA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;BAB I&lt;br /&gt;ANALISIS FINANCIAL LEVERAGE PADA &lt;br /&gt;PT. SEPATU BATA&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.1.    LATAR BELAKANG&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam suatu perusahaan dikenal istilah biaya modal (Cost Of  Capital) yang menggambarkan suatu tingkat pengembalian yang harus diperoleh oleh suatu perusahaan atas investasi yang ditanam. Analisa biaya modal ini adalah untuk melihat bagaimana kondisi struktur modal perusahaan, apabila biaya modal ini dapat diusahakan seminimal mungkin maka dapat dikatakan bahwa struktur keuangan adalah baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kenyataannya, perusahaan sulit untuk mencapai struktur modal yang optimal dalam suatu komposisi pembelanjaan yang tepat. Bahkan ketika menetapkan suatu range untuk struktur modal yang optimal pun sangat sulit. Oleh karena itu, sebagian besar perusahaan hanya memperhatikan apakah perusahaan terlalu banyak mempergunakan hutang ataukah tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mempertimbangkan hal tersebut, perusahaan harus lebih memfokuskan diri pada suatu tingkat hutang yang hati-hati (prudent) dibandingkan jika harus mencari suatu tingkat hutang yang optimal. Tingkat hutang yang prudent harus dapat memanfaatkan keuntungan dari penggunaan hutang dan memperhatikan hal-hal seperti Memperhatikan resiko finansial pada tingkat yang masih terkendali, Menjamin fleksibilitas pembelanjaan perusahaan,dan Memperhatikan kredit rating perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin banyak perusahaan melakukan pembiayaan dengan hutang, akan menambah resiko pada saham biasanya. Penggunaan hutang tersebut akan menciptakan leverage keuangan. Leverage keuangan tidak mempengaruhi resiko atau tingkat pengembalian yang diharapkan dari aktiva perusahaan, tetapi leverage ini akan mendorong resiko dari saham biasa dan mendrong pemegang saham untuk meminta tingkat pengembalian yang lebih tinggi. Jadi leverage keuangan akan mempengaruhi laba perlembar saham yang diharapkan perusahaan, resiko laba tersebut dan mempengaruhi harga saham perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut R. Agus Sartono (2001:263) menyatakan bahwa :&lt;br /&gt;    “Financial Leverage adalah penggunaan sumber dana yang memiliki beban tetap dengan harapan bahwa akan memberikan tambahan keuntungan yang lebih besar daripada beban tetapnya sehingga akan meningkat keuntungan yang tersedia bagi pemegang saham.”&lt;br /&gt;        Menurut J. Fred Weston (1989:3) menyatakan bahwa :&lt;br /&gt;    “Financial leverage merujuk pada penggunaan hutang dalam rangka pembiayaan perusahaan”.&lt;br /&gt;        Menurut Bambang Riyanto (1995:375) menyatakan bahwa :&lt;br /&gt;    “Financial leverage yaitu penggunaan dana dengan beban tetap itu adalah dengan harapan untuk memperbesar pendapatan perlembar saham”.&lt;br /&gt;        Financial leverage menunjukkan penggunaan hutang dalam membiayai perusahaan yang dapat mengakibatkan timbulnya resiko keuangan, semakin besar biaya tetap finansial yang ditambahkan pada biaya tetap opersasi (Operating Fixed Cost). Penambahan fixed cost yang lebih besar akan mengurangi keuntungan bersih pemegang saham, dan pengurangan keuntungan ini berarti resiko bagi para pemegang saham biasa. Walaupun penggunaan finansial leverage memiliki resiko yang cukup besar , perusahaan tetap cenderung memilih finansial leverage yang tinggi karena :&lt;br /&gt;    Jika pengusaha menginvestasikan sebagian kecil saja dari keseluruhan dana yang dibutuhkan perusahaan, maka resiko perusahaan ditanggung kreditur.&lt;br /&gt;    Dengan menambah pendanaan yang berasal dari hutang, pemegang saham dapat mengontrol perusahaan dengan jumlah investasi yang lebih kecil.&lt;br /&gt;    Jika perusahaan dapat menghasilkan keuntungan atas penggunaan hutang yang dibebani bunga, pengembalian atas modal (ROE) dapat bertambah atau meningkat.&lt;br /&gt;Pernyataan menunjukan perusahaan yang menggunakan finansial leverage yang lebih tinggi berarti tambahan dana untuk investasi, maka perusahaan berharap dapat meningkatkan EPS perusahaan tersebut. Peningkatan EPS tidak terlepas dari kaitannya dengan volume penjualan perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan finansial leverage pada suatu perusahaan dikatakan menguntungkan apabila pendapatan yang diterima dari penggunaan dana melalui hutang tersebut mengalami peningkatan dari beban tetap penggunaan hutang tersebut.Dengan demikian finansial leverage menunjukan perubahan laba perlembar saham akibat perubahan EBIT.&lt;br /&gt;Berdasarkan permasalahan dan alasan-alasan yang dikemukakan diatas, maka penulisan makalah ini diberi judul “ Analisis Finansial Leverage Pada PT. SEPATU BATA”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.2.    RUMUSAN MASALAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Finansial leverage menggambarkan kemampuan perusahaan dalam menggunakan kewajiban finansial yang sifatnya tetap untuk memperbesar pengaruh perubahan EBIT terhadap pendapatan perlembar saham (EPS).&lt;br /&gt;Berdasarkan landasan teori diatas, terdapat masalah yang dapat di rumuskan sebagai berikut : “Bagaimana Finansial Leverage Pada PT. SEPATU BATA”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/11131356/aLiaNaLisisFinancialLeverage.doc.html"&gt;Download file lebih lengkap di Ms.Word&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6037966171406557787-4920701969490921830?l=makalahdanskripsi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://makalahdanskripsi.blogspot.com/feeds/4920701969490921830/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6037966171406557787&amp;postID=4920701969490921830&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6037966171406557787/posts/default/4920701969490921830'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6037966171406557787/posts/default/4920701969490921830'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://makalahdanskripsi.blogspot.com/2010/08/analisis-financial-leverage-pada-pt.html' title='ANALISIS FINANCIAL LEVERAGE PADA  PT. SEPATU BATA'/><author><name>Caray</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09104225702275544350</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_bG0MsA0sMpM/SDA-fVJ81dI/AAAAAAAAAA8/aTy8a5DH8kk/S220/id+slank.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6037966171406557787.post-61760206803958449</id><published>2010-08-08T07:28:00.000-07:00</published><updated>2010-08-08T07:37:32.985-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='skripsi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='proposal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Matematika'/><title type='text'>Pengaruh penerapan pembelajaran melalui pendekatan kooperatif tipe Team Accelarated Instrucsion (TAI) terhadap prestasi belajar matematika siswa SMPN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.    Latar Belakang Masalah &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Indonesia merupakan salah satu negara yang sedang membangun. Dengan pembangunan, Indonesia dapat sejajar dengan bangsa-bangsa yang sudah maju untuk melakukan suatu pembangunan sangatlah diperlukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang cerdas dan terampil di bidangnya masing-masing. Kecerdasan dan keterampilan tersebut dapat dikembangkan dengan adanya pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memacu pengelola pendidikan untuk melakukan usaha guna meningkatkan mutu pendidikan. Ketika pendidikan ingin dikatakan bermutu atau maju prestasinya dapat dilihat secara objektif dan jelas. Basis pendidikan yang mengarah pada perkembangan teknologi salah satunya adalah  matematika. Seperti yang dikatakan oleh Morris Kline (Simanjuntak L, 1993: 64) bahwa jatuh bangunnya suatu negara dewasa ini bergantung dari kemajuan di bidang matematika. Karena pentingnya hal tersebut maka banyak negara yang telah maju, menjadikan matematika sebagai suatu basis dalam pembangunan negaranya. Namun apabila melihat kondisi pendidikan di Indonesia dari dahulu sampai pada saat ini masih sangat memprihatinkan, hal ini dapat dilahat dari rendahnya prestasi belajar matematika pada setiap jenjang pendidikan. Hal ini juga dapat dibuktikan dengan banyaknya siswa yang memperoleh nilai pada Ujian Akhir Nasional (UAN). Khususnya mata pelajaran matematika, nilai siswa SMP pada tahun ajaran 2005/2006 di bawah standar nilai kelulusan yang telah ditetapkan oleh pemerintah yaitu sebesar 4,25 sehingga sangat dibutuhkan suatu upaya dari seorang pendidik agar masalah tersebut dapat diatasi dan juga dapat meningkatkan prestasi belajar matematika siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam upaya meningkatkan prestasi siswa terhadap matematika sangat dibutuhkan trik atau metode yang harus dikuasai dan dilakukan oleh setiap pendidik, khususnya pendidik pelajaran matematika. Hal ini perlu dilakukan karena sebagian besar siswa menganggap bahwa matematika adalah suatu pelajaran yang sulit untuk dipahami dan membosankan sehingga dapat menyebabkan banyak sekali siswa tidak menyukai pelajaran matematika pada akhirnya dapat menjadi salah satu penyebab rendahnya prestasi belajar siswa. Seperti yang dikatakan oleh Suyatno (Asmin, 2003:1) bahwa hal yang banyak dapat menyebabkan siswa tidak menyukai pelajaran matematika adalah penyampaian guru yang cenderung bersifat monoton, hampir tanpa variasi kreatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh ini dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia yang semakin lama semakin terpuruk ini, dengan adanya kelulusan yang kurang qualified, dalam hal ini pemerintah telah merumuskan kurikulum baru, yaitu yang di kenal dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Kurikulum ini telah di revisi lagi oleh pemerintah dengan nama Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), kurikulum ini telah diberlakukan oleh pemerintah pada bulan juni tahun 2006. Menurut Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) kurikulum baru ini akan memberikan kesempatan untuk berkreasi, yakni berkreasi mengembangkan kurikulum berdasarkan standar isi dan kompetensi kurikulum inti yang diatur oleh pemerintah. (Nugroho Hendy ; 2006 : 1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurikulum 2006 yang disusn oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) secara substansial sama dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang ditetapkan 2004 lalu. Perbedaannya, kurikulum 2006 tidak mengatur secara rinci kegiatan belajar mengajar dikelas, guru dan sekolah bebas mengembangkannya sendiri sesuai dengan kondisi murid dan daerahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Djaali (Zatnika; Media Indonesia : 1) Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK)   sendiri belum terlaksana secara optimal. Pemberlakuan kurikulum 2006 diharapkan makin mengukuhkan eksistensi Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Kepala Dinas P&amp;amp;K Jawa Timur, Dr. Rasiyo.Msi. (Surya Online :1) Dibuatnya kurikulum 2006 ini merupakan suatu bentuk implementasi peraturan pemerintah N0. 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan. Rasiyo juga menegaskan bahwa kurikulum 2006 ini memberikan keleluasaan kepada sekolah untuk dapat menentukan materi sendiri, kegiatan pembelajaran dan indikator yang harus dicapai oleh murid.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembelajaran kooperatif atau yang sering disebut dengan belajar secara berkelompok ini memiliki berbagai macam tipe, namun yang ingin diterapkan dalam penelitian ini adalah tipe Team Accelerated Intrucsion (TAI) yang dapat digunakan untuk meningkatkan dan mengefektifkan implementasi kurikulum 2004.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruang kelas merupakan suatu tempat yang sangat baik untuk kegiatan kooperatif Learning (Suherman, 2003:259). Metode kooperatif ini tampaknya akan dapat melatih para siswa untuk mendengarkan pendapat-pendapat orang lain dan  temuan-temuan dalam bentuk tulisan. Di dalam ruang kelas para siswa dapat diberi kesempatan berkarya dalam kelompok-kelompok kecil, untuk menyelesaikan atau memecahkan suatu masalah secara bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kooperatif dalam matematika juga akan dapat membantu para siswa meningkatkan sikap positif siswa dalam metematika (Suherman, 2003:259) para siswa secara individu membangun kepercayaan diri terhadap kemampuannya, untuk menyelesaikan masalah-masalah matematika, sehingga akan mengurangi bahkan menghilangkan rasa cemas terhadap matematika (math a xietiy), yang banyak dialami para siswa .dengan menonjolkan interaksi dalam kelompok.  Model belajar kooperatif learning tipe Team Asccelerated Intriction (TAI) dapat membuat siswa menerima siswa lain yang berkemampuan dan berlatar belakang yang berbeda. Metode ini juga telah terbukti dapat meningkatkan berfikir kritis serta meningkatkan kemampuan siswa dalam pemecahan masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjamin heterogenitas keanggotaan kelompok, maka gurulah yang membentuk kelompok-kelompok tersebut. Jika siswa dibebaskan membuat kelompok sendiri maka biasanya siswa akan memilih teman-teman yang sangat disukainya. Ukuran besar kecilnya kelompok akan mempengaruhi kemampuan produktifitas kelompoknya. Ukuran kelompok ideal pada tipe TAI ini adalah 3 sampai 5 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menggunakan metode Kooperatif  Learning tipe Team Accelerated Intrucsion (TAI) ini, diharapkan dalam proses pembelajaran siswa tidak merasa jenuh dan diharapkan dapat meningkatkan prestasi siswa. Prestasi belajar juga dapat dicapai dengan perjuangan yang tidak mengenal lelah dan putus asa yang sesuai dengan ungkapan “tidak ada sesuatu yang dapat dicapai tanpa kerja keras”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, sudah banyak penelitian yang telah dilakukan untuk menguji keefektifan dari penerapan kooperatif learning tipe Team Accelerated Intrucsion (TAI) dalam pembelajaran matematika di sekolah-sekolah. Namun masih sedikitnya yang menguji tentang ada tidaknya pengaruh kooperatif  learning tipe Team Accelerated Instrucsion (TAI) ini terhadap prestasi belajar siswa. Maka penelitian akan dilakukan untuk dapat menguji sejauh mana “pengaruh penerapan pembelajaran melalui pendekatan kooperatif tipe Team Accelerated Intrucsion (TAI) terhadap prestasi belajar matematika SMP”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.    Identifikasi Masalah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3.    Pembatasan dan Rumusan Masalah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3.1 Pembatasan Masalah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Masalah yang timbul dalam penelitian ini cukup banyak, tetapi tidak semua masalah akan dibahas dalam penelitian ini. Penelitian ini hanya dibatasi pada pengajaran di tingkat Sekolah Menengah Pertama dalam hal ini SMPN 5 Serang kelas VIII, semester ganjil tahun ajaran 2006/2007 untuk materi Sistem Persamaan Linear dengan Dua Variabel, menggunakan pendekatan kooperatif tipe Team Accelerated Intrucsion (TAI).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3.2    Perumusan Masalah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan klasifisikasi masalah dan pembatasan masalah yang ada, maka masalah yang akan diteliti dirumuskan sebagai berikut: “Bagaimana pengaruh pendekatan kooperatif tipe TAI (Team Accelerated Intrucsion) terhadap prestasi belajar matematika siswa SMP?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4.    Tujuan Penelitian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Adapun tujuan dari penelitian ini antara lain:&lt;br /&gt;1. Ikut serta dalam usaha menciptakan suatu pembelajaran yang   menyenangkan dan dapat bermakna bagi siswa guna peningkatan mutu pendidikan di Indonesia.&lt;br /&gt;2.    Untuk memperoleh alternatif pendekatan pembelajaran yang sesuai untuk siswa SMPN 5 Serang kelas VIII dalam upaya mengembangkan dan meningkatkan kemampuan siswa untuk memahami materi pelajaran, serta menyelesaikan soal-soal yang berhubungan dengan materi Sistem Persamaan Linear dengan Dua Variabel.&lt;br /&gt;3.    Untuk mengetahui pengaruh penerapan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan kooperatif tipe Team Accelerated Intrucsion (TAI) terhadap prestasi belajar matematika siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5.    Manfaat Hasil Penelitian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat:&lt;br /&gt;1. Bagi guru matematika, dapat memberikan alternatif pengajaran untuk diterapkan dalam proses kegiatan belajar mengajar di dalam kelas, sebagai upaya meningkatkan prestasi belajar matematika siswa.&lt;br /&gt;2.     Bagi siswa, pembelajaran dengan menggunakan pendekatan kooperatif tipe Team Accelerated Intrucsion (TAI) ini dapat merangsang kemampuan berfikir kritis, kreatif, inovatif dan membantu meningkatkan prestasi belajar matematika siswa.&lt;br /&gt;3.    Bagi peneliti sejenis, dapat menjadi salah satu dasar dan masukan dalam upaya mengembangkan penelitian-penelitian selanjutnya.&lt;br /&gt;6.    Sistematika Penulisan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;BAB II&lt;br /&gt;DESKRIPSI TEORI DAN HIPOTESIS PENELITIAN&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.    Deskripsi Teori&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.1 Hakekat Belajar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Untuk memperoleh pengertian yang objektif tentang belajar, terutama belajar di sekolah, perlu dirumuskan secara jelas pengertian belajar. Belajar sudah banyak dikemukakan oleh para ahli psikologi termasuk oleh ahli psikologi pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pengertian secara psikologis (Slameto, 2003:2) belajar merupakan suatu proses perubahan, yaitu perubahan tingkah laku yaitu sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, atau dengan kata lain belajar (Hamalik, 36:2001) adalah modifikasi atau memperteguh kelakuan melalui pengalaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pengertian di atas, belajar adalah merupakan suatu proses di mana seseorang mendapatkan suatu pengetahuan dan pemahaman yang diiringi dengan latihan sebagai penguatan yang akan membawa seseorang kepada sebuah prilaku berbeda dari sebelumnya, dan prilaku tersebut bersifat tetap dan berlaku lama dan melekat  pada dirinya sehingga pada akhirnya akan menjadi sifat dan pola prilakunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan terjadi karena sikap seorang siswa yang senantiasa berinteraksi dengan lingkungannya. Lingkungan tempat siswa terdiri dari lingkungan sekolah dan lingkungan luar sekolah, di mana siswa mendapatkan pengaruh yang dapat menjadi suatu pengalaman bagi dirinya dan hasilnya nanti didapat sebagai hasil belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar merupakan prilaku yang kompleks (Dimyati, 2002:38). Skinner misalnya memandang prilaku belajar dari segi prilaku teramati. Oleh karena itu, ia mengemukakan pentingnya program pembelajaran. Gagne memandang kondisi internal belajar dan kondisi eksternal belajar yang bersifat interaktif. Rogers mengemukakan pentingnya guru memperhatikan prinsip pendidikan dalam belajar, dimana pelajar memiliki kekuatan menjadi manusia, belajar hal yang bermakna, menjadikan bagian yang bermakna bagi diri, bersikap terbuka, berpartisipasi dan bertanggung jawab, belajar mengalami kesinambungan dengan penuh kesungguhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar  juga merupakan tindak interaksi antara pelajar dan pembelajaran yang memiliki tujuan. Oleh karena itu, berupa akibat interaksi, maka belajar di dinamiskan (Dimyati, 2002: 39). Pendinamisan belajar terjadi oleh prilaku belajar dan lingkungan pelajar. Dinamika pelajar yang bersifat internal, terkait dengan peningkatan hierarki ranah-ranah kognitif, afektif maupun psikomotorik. Kesemuanya itu terkait dengan tujuan pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam belajar terdapat tiga masalah pokok, yaitu:&lt;br /&gt;a.    Masalah mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya belajar&lt;br /&gt;b.    Masalah bagaimana belajar itu berlangsung dan prinsip mana yang dilaksanakan&lt;br /&gt;c.    Masalah mengenai prestasi belajar.&lt;br /&gt;Dua masalah pokok yang pertama tersebut berkenaan dengan proses belajar  yang sangat berpengaruh kepada masalah pokok yang ketiga. Dengan demikian, bagaimana peristiwa terjadinya proses belajar akan menentukan prestasi belajar seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.2    Hakekat Prestasi Belajar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam proses belajar mengajar, siswa mengalami suatu perubahan dalam bidang pengetahuan, pemahaman, keterampilan, dan sikap. Adanya perubahan ini dapat dilihat dari prestasi belajar siswa yang dihasilkan dari kegiatan mengerjakan soal ulangan dan mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata prestasi belajar mengandung dua kata yaitu prestasi dan belajar yang mempunyai arti berbeda. Oleh karena itu, sebelum pengertian prestasi belaja dibicarakan, ada baiknya kedua kata itu dijelaskan satu-persatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Syaiful Bahri Djamarah (PR. Cybermedia, 2002:1) prestasi adalah penilaian pendidikan tentang perkembangan dan kemajuan murid yang berkenaan dengan penguasaan bahan pengajaran yang disajikan kepada mereka dan nilai-nilai yang terdapat di dalam kurikulum. Sedangkan belajar merupakan perubahan tingkah laku untuk mencapai tujuan dan tidak tahu menjadi tahu atau dapat dikatakan sebagai proses yang menyebabkan terjadinya perubahan tingkah laku dan kecakapan seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjunya menurut Abdurrahman Saleh (PR.Cybermedia, 2002:1) memberikan prestasi belajar adalah yang dicapai siswa dari mempelajari tingkat ilmu penguasaan tertentu dengan alat ukur berupa evaluasi yang dinyatakan dalam bentuk angka huruf atau angka simbol-prestasi belajar juga dapat diartikan sebagai indikator kualitas dan kwantitas pengetahuan yang dikuasai anak didik dalam memahami mata pelajaran di sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prestasi belajar bukan hanya semata-mata karena faktor kecerdasan (intelegensia) siswa saja, tetapi ada faktor lain yang dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa tersebut. Faktor-faktor yang dimaksud tersebut dibagi menjadi dua yakni faktor intern dan faktor ekstern faktor-faktor yang dimaksud adalah seperti yang dikemukakan oleh Hana Sujadna (PR.Cybermedia, 2002: 1)&lt;br /&gt;a.    Faktor intern, yaitu faktor yang terdapat dalam diri individu itu sendiri, antara lain adalah kemampuan yang dimiliki, minat dan motivasi serta faktor-faktor lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.    Faktor ekstern, yaitu faktor yang berada diluar individu diantaranya lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat.&lt;br /&gt;Sehubungan dengan hal tersebut diatas, agar siswa dapat memperoleh prestasi belajar yang seoptimal mungkin maka siswa perlu meningkatkan kemampuan minat dan motivasi yang ada dalam dirinya.demikian pula halnya dengan faktor yang ada diluar diri siswa. Faktor ini dapat mendorong dan menghambat siswa dalam proses belajar. Lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat dapat memberikan dukungan kepada siswa didalam belajar. Di antara ketiga lingkungan tersebut lingkungan sekolah merupakan lingkungan yang terpenting yang berfungsi sebagai lingkungan kedua yang sangat mendukung dalam mendidik anak atau siswa setelah lingkungan utama yaitu lingkungan keluarga. Minat siswa terdapat suatu pelajaran bisa menjadi salah satu faktor yang menyebabkan peningkatan prestasi belajar siswa. Minat siswa menurut Winkel (Pr. Cybermedia, 2002: 2) termasuk faktor yang berpengaruh pada prestasi belajar yang termasuk faktor ekstern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.3    Pembelajaran Kooperatif&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1.3.1 Pengertian pembelajaran kooperatif dan ciri-ciri pembelajaran   kooperatif&lt;br /&gt;Pembelajaran kooperatif diambil dari bahasa inggris “Cooperate” yang artinya bekerja bersama-sama (Echols, 2003:147), dengan demikian pembelajaran kooperatif pola adalah belajar siswa yang saling bekerja sama dengan teman sebaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Slavin ( Bennett, 2003:5 ) bahwa pembelajaran kooperatif adalah sebagai salah satu metode pengajaran dimana siswa bekerja pada kelompok-kelompok kecil untuk membantu satu sama lainnya dalam memahami suatu pokok pembahasan. Siswapun diharapkan saling membantu, berdiskusi dan berargumen dengan yang lainnya, sehingga dapat menekan perbedaan pemahaman dan pengetahuan dalam mempelajari suatu pokok bahasan.&lt;br /&gt;    Berdasarkan definisi tersebut dapat dijelaskan kembali bahwa, pembelajaran kooperatif adalah suatu variasi metode pelajaran yang membimbing siswa dalam sebuah kelompok kecil di dalam kelompok tersebut siswa saling berdiskusi dan berargumen serta membantu teman sekelompok yang mengalami kesulitan dalam memahami materi. Target dari hasil diskusi dan argumentasi tersebut, akan dapat membawa siswa kepada sebuah pemahaman dan pengetahuan tentang materi yang diajarkan. Kegiatan tersebut akan membantu siswa yang lemah memahami materi dan memberikan penguatan kepada siswa yang pintar untuk dapat memahami materi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Seperti yang telah ditelaah oleh Slavin pada tahun (Ibrahim, 2000:16) bahwa pembelajaran kooperatif dapat digunakan secara efektif pada setiap level untuk mengajar setiap sains pokok bahasan pelajaran, seperti pada bidang studi matematika, membaca, menulis hingga sains yang bersifat kemampuan dasar sampai masalah yang kompleks. Kunci utama dalam pembelajaran kooperatif adalah peran guru dalam pengorganisasian kelas, menggunakan interaksi. Adapun unsur-unsur dasar dalam pembelajaran kooperatif adalah:&lt;br /&gt;a.    Siswa dalam kelompoknya haruslah beranggapan bahwa mereka “Sehidup sepenanggungan bersama “.&lt;br /&gt;b.    Siswa bertanggung jawab atas segala sesuatu dikelompoknya, seperti milik mereka sendiri&lt;br /&gt;c.    Siswa haruslah melihat bahwa semua anggota didalam kelompok nya memiliki tujuan yang sama.&lt;br /&gt;d.    Siswa haruslah membagai tugas dan tanggung jawab yang sama diantara anggota kelompoknya.&lt;br /&gt;e.    Siswa akan dikenakan evaluasi atau diberikan hadiah / penghargaan yang juga akan diberikan untuk semua anggota kelompok.&lt;br /&gt;f.    Siswa membagi kepemimpinann dan mereka membutuhkan keterampilan untuk belajar bersama selama proses belajarnya.&lt;br /&gt;g.    Siswa akan diminta mempertanggung jawabkan secara individual materi yang ditangani dalam kelompok kooperatif (Ibarahim, 2000:6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengamati uraian di atas sangat penting bagi seorang guru untuk menerapkan strategi pembelajaran kooperatif, yang dapat memungkinkan siswa dapat mengembangkan keterampilan-keterampilan untuk dapat berhasil belajar dalam suatu kelompok, dengan mengembangkan penghargaan akan betapa pentingnya bekerja sama dalam suatu kelompok, dan mampu mempriotaskan tujuan-tujuan kepentingan kelompok di atas tujuan-tujuan dan kepentingan individual. Selain itu, kelompok juga akan terbiasa dan mampu memahami apa saja yang harus mereka lakukan dan bagaimana mereka harus menyelesaikan secara bersama-sama guna peningkatan prestasi belajar mereka secara individu dan kelompok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/11131304/A.doc.html"&gt;Download File Ms. Word Lebih Lengkap Disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6037966171406557787-61760206803958449?l=makalahdanskripsi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://makalahdanskripsi.blogspot.com/feeds/61760206803958449/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6037966171406557787&amp;postID=61760206803958449&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6037966171406557787/posts/default/61760206803958449'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6037966171406557787/posts/default/61760206803958449'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://makalahdanskripsi.blogspot.com/2010/08/pengaruh-penerapan-pembelajaran-melalui.html' title='Pengaruh penerapan pembelajaran melalui pendekatan kooperatif tipe Team Accelarated Instrucsion (TAI) terhadap prestasi belajar matematika siswa SMPN'/><author><name>Caray</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09104225702275544350</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_bG0MsA0sMpM/SDA-fVJ81dI/AAAAAAAAAA8/aTy8a5DH8kk/S220/id+slank.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6037966171406557787.post-1497416386215631790</id><published>2010-07-25T00:26:00.001-07:00</published><updated>2010-07-25T00:26:54.341-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biologi'/><title type='text'>BUDIDAYA JAMUR TIRAM PUTIH</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;BUDIDAYA JAMUR TIRAM PUTIH&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; (Pleurotus ostreatus)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dasar teori&lt;br /&gt;    Budidaya jamur merupakan salah satu budidaya yang tidak mengenal musim dan tidak membutuhkan tempat yang luas.Jenis-jenis jamur yang umum dibudidayakan ialah jamur merang(Volvariella volvaceae),jamur tiram (Pleurotus ostreatus),jamur kuping (Auricularia polytricha),jamur payung (Lentinus edodes),dan jamur kancing (Agaricus Sp).Hasil panen jamur tersebut tak hanya untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri bahkan ada juga yang di ekspor,seperti jamur kancing dan jamur payung. Media untuk pertumbuhan jamur dapat menggunakan limbah yaitu limbah pertanian(merang dan daun pisang) dan limbah industri (serbuk gergaji). Ramuan atau campuran yang digunakan sebagai media juga bermacam-macam,sedangkan metode yang digunakan untuk budidaya jamur ini juga bermacam-macam,seperti cara ilmiah, konvensional,tradisional,dan semi modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan  &lt;br /&gt;Mempelajari cara budidaya jamur tiram putih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alat dan bahan&lt;br /&gt;@ Alat:&lt;br /&gt;    Kompos,drum untuk mengukus,rak untuk menyimpan media jamur,inkas untuk pembibitan (inokulasi),Ph meter,termometer,pinset,semprotan atau sprayer,pipa paralon untuk cincin,spirtus,alkohol 90% kantong plastik transparan,kertas roti,karet gelang,sekop,ember,dan wadah untuk mencampur media.&lt;br /&gt;@ Bahan :&lt;br /&gt;    Untuk pembuatan paket sedang, dibutuhkan antara lain sebagai berikut:&lt;br /&gt;•    Seabuk gergaji kayu kering 105 kg.&lt;br /&gt;•    Dedak halus 21 kg&lt;br /&gt;•    Tepung jagung 10,5 kg&lt;br /&gt;•    Tsp murni 0,6 kg&lt;br /&gt;•    Kapur halus/gamping 0,6 kg&lt;br /&gt;•    Kapuk 1 kg&lt;br /&gt;•    Bibit 3 botol&lt;br /&gt;•    Air secukupnya&lt;br /&gt;Untuk satu paket sedang bisa menghasilkan 200 -300 media&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara kerja&lt;br /&gt;•    Campur bahan yang ada sesuai takaran dan aduk secara merata&lt;br /&gt;•    Masukan air ke dalam campuran secukupnya dan perhatikan ketika bahan diperas tidak keluar airnya (kandungan air 80 % dari bahan kering ).air yang digunakan tidak boleh mengandung kaporit.&lt;br /&gt;•    Bahan campuran tersebut selanjutnya dimasukan ke dalam plastik,diikat,dan didiamkan selama 48 jam untuk pengomposan.&lt;br /&gt;•    Bahan yang telah mengalami pengomposan dimasukan ke dalam plastik transparan tetapi jangan sampai penuh.Masukan sisa plastik ke ring cincin paralon lalu ikat dengan karet gelang,bagian yang berlubang ditengah cincin diisi kapuk secukupnya kemudian ditutup kertas roti dan diikat dengan kater galang.&lt;br /&gt;•    Bahan yang sudah dibungkus plastikdimasukan kedalam drum untuk proses pengusukan .Air untuk mengukus hanya 25 cm dari dasar drum.Lamanya proses pengukusan 9 jam dengan suhu 85oc.&lt;br /&gt;•    Setelah selesai pengukusan ,media-media tersebut didinginkan minimal 5 jam kemudian buka cincinnya untuk memasukan bibit jamur.&lt;br /&gt;•    Setelah selesai memasukan bibit jamur,media didiamkan selama 40-50 hari sampai jamur tumbuh dan siap dipanen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan&lt;br /&gt;Persyaratan tumbuh jamur adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1.    Suhu pada masa pertumbuhan miselium 25-290c.dan suhu pada masa produksi 25-600c&lt;br /&gt;2.    Kelembapan 80%-90% dengan kandungan 25%-60%.&lt;br /&gt;3.    Media tanam memiliki pH 5,5-7.&lt;br /&gt;4.    Pencahayaan hanya diperlukan sedikit saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persyaratan pencegahan hama dan penyakit adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1.    Alat-alat harus betul-betul steril dan bersih&lt;br /&gt;2.    Ruangan dan inkas tempat pembibitan harus steril&lt;br /&gt;3.    Orang yang melakukan pembibitan harus bersih ,dalam arti tangan harus disemprot dulu dengan alkohol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses panen:&lt;br /&gt;    Panen pertama akan dimulai setelah 40 hari sejak ditanam bibit yang selanjutnya dilakukan setiap60 hari 3 kali panen. Kalau pameliharaannyabaik bisa berumur 6-8 bulan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6037966171406557787-1497416386215631790?l=makalahdanskripsi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://makalahdanskripsi.blogspot.com/feeds/1497416386215631790/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6037966171406557787&amp;postID=1497416386215631790&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6037966171406557787/posts/default/1497416386215631790'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6037966171406557787/posts/default/1497416386215631790'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://makalahdanskripsi.blogspot.com/2010/07/budidaya-jamur-tiram-putih.html' title='BUDIDAYA JAMUR TIRAM PUTIH'/><author><name>Caray</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09104225702275544350</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_bG0MsA0sMpM/SDA-fVJ81dI/AAAAAAAAAA8/aTy8a5DH8kk/S220/id+slank.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6037966171406557787.post-6701347559205394399</id><published>2010-07-25T00:21:00.000-07:00</published><updated>2010-07-25T00:23:59.108-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PLS'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='makalah'/><title type='text'>FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KENAKALAN REMAJA DAN CARA PENANGGULANGANNYA DI DESA LEBAK WANGI KECAMATAN SEPATAN KABUPATEN TANGERANG.</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Latar Belakang Masalah&lt;br /&gt;    Masa remaja adalah masa akan beralihnya ketergantungan hidup kepada orang lain. Dia mulai menentukan jalan hidupnya. Selama menjalani pembentukan kematangan dalam sikap, berbagai perubahan kejiwaan terjadi, bahkan mungkin kegoncangan. Kondisi semacam ini sangat dipengaruhi oleh lingkungan di mana dia tinggal. Pada sisi lain remaja seringkali tidak mempunyai tempat mengadu untuk memecahkan masalah yang dihadapinya. Sehingga sebagai pelarian remaja seringkali terjerumus, seperti mabuk-mabukan, narkotika dan tindak kriminalitas.&lt;br /&gt;    Kenakalan remaja sudah menjadi masalah di semua negara. Setiap tahun tingkat kenakalan remaja ini menunjukan peningkatan, sehingga mengakibatkan terjadinya problema sosial.&lt;br /&gt;    Lingkungan sangat berpengaruh besar dalam pembentukan jiwa remaja. Bagi remaja yang ternyata salah memilih tempat atau kawan dalam bergaulnya. Maka yang akan terjadi kemudian adalah berdampak negatif terhadap perkembangan pribadinya. Tapi, bila dia memasuki lingkungan pergaulan yang sehat, seperti memasuki organisasi pemuda yang resmi diakui oleh pemerintah, sudah tentu berdampak positif bagi perkembangan kepribadiannya.&lt;br /&gt;    Kenakalan remaja akhir-akhir ini yang sangat mengkhawatirkan adalah akibat pengaruh dari lingkungan sosial. Gejala-gejala kejahatan yang muncul merupakan akibat dari proses perkembangan pribadi remaja yang sedang berupaya mencari identitas diri.&lt;br /&gt;    Atas dasar itulah, maka penulis akan mencoba membahas masalah tersebut dalam suatu penelitian yang berjudul: “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kenakalan Remaja Dan Cara Penanggulannya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Identifikasi masalah.&lt;br /&gt;    Sejalan dengan masalah di atas, maka identifikasi masalah berkenaan dengan penelitian sebagai berikut:&lt;br /&gt;1.    Dengan makin berkembang ilmu pengetahuan dan teknologi yang sedang digalakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang sedikit mempengaruhi daerah sosial sekitarnya.&lt;br /&gt;2.    Dengan datangnya kebudayaan dari kota-kota besar, maka para remaja usia sekolah sebagian besar gaya dan perilaku orang-orang kota.&lt;br /&gt;3.    Kurangnya mendapat perhatian dari orang tua menyebabkan para remaja lebih suka mencari kesengan sendiri.&lt;br /&gt;4.    Kenyataan yang ada, kenakalan remaja selalu meresahkan masyarakat, maka orang tua, guru, dan masyarakat mencoba mencari jalan keluarnya dan penanggungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Pembatasan dan Perumusan Masalah&lt;br /&gt;1.    Berdasarkan identifikasi masalah, maka penelitian hanya membatasi masalah pada faktor-faktor yang mempengaruhi kenakalan-kenakalan remaja dan cara penanggulannya di Desa Lebak Wangi Kec. Sepatan Kab. Tangerang.&lt;br /&gt;2.    Perumusan Masalah.&lt;br /&gt;Berdasarkan uraian di atas, maka penulis memutuskan masalahnya sebagai berikut: “faktor-faktor apa yang mempengaruhi kenakalan remaja di Desa Lebak Wangi dan bagaimana cara penganggualannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Tujuan Penelitian&lt;br /&gt;    Adapun tujuan dari penelitian adalah:&lt;br /&gt;1.    Untuk mendapatkan data tentang faktor-faktor yang mempengaruhi terhadap kenakalan remaja, khususnya di Desa Lebak Wangi.&lt;br /&gt;2.    Untuk mengetahui tingkat perhatian orang tua terhadap anaknya.&lt;br /&gt;3.    Untuk mendapatkan data tentang kenakalan remaja dan upaya penganggulangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Kegunaan Penelitian&lt;br /&gt;    Kegunaan dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pembinaan para remaja, baik secara teoritis maupun praktis.&lt;br /&gt;a.    Kegunaan Secara Teoritis.&lt;br /&gt;1.    Hasilnya dapat memberikan sumbangan dalam perkembangan mata kuliah pembinaan generasi muda sebagai bagaian tak terpisahkan dari pendidikan luar sekolah.&lt;br /&gt;2.    Untuk dikaji dan dipelajari oleh para mahasiswa yang mengambil program studi pendidikan luar sekolah.&lt;br /&gt;b.    Kegunaan Secara Praktis.&lt;br /&gt;•    Bagi Lembaga.&lt;br /&gt;1.    Untuk meneliti kebenaran dari penelitian sebelumnya pada obyek yang sama.&lt;br /&gt;2.    Sebagai bahan kajian untuk memperoleh data tentang timbulnya kenakalan remaja.&lt;br /&gt;•     Bagi Masyarakat.&lt;br /&gt;1.    Sebagai pedoman untuk mengetahui latar belakang serta timbulnya kenakalan remaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F. Sistematika Penulisan&lt;br /&gt;    Sistematika penulisannya terbagi menjadi tiga bab sebagai berikut:&lt;br /&gt;Bab 1 berisikan pendahuluan, yang di dalamnya memuat latar belakang masalah, identifikasi masalah, pembatasan dan perumusan masalah, tinjauan penelitian, kegunaan penelitian. Bab II tinjauan pustaka, bab ini membahas tentang deskrifsi teori, kerangka berfikir dan hipotesis penelitian. Bab III metodelogi penelitian, pada bab metode penelitian , instrumen penelitian, populasi dan sampel, tekhnik pengolahan dan analisa data, tempat dan waktu penelitian.&lt;br /&gt;               &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;BAB II&lt;br /&gt;TINJAUAN PUSTAKA.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Deskripsi Teori&lt;br /&gt;1.1 Pengertian Kenakalan&lt;br /&gt;    Suatu perbuatan dikatakan desinkuen apabila perbuatan-perbuatan itu bertentangan dengan norma-norma yang ada di masyarakat di mana ia hidup. Suatu perbulatan anti sosial dimana di dalamnya terkandung unsur-unsur anti normatif.&lt;br /&gt;    Menurut Sudarsono kenakalan adalah:&lt;br /&gt;    “Bukan hanya merupakan perbuatan anak yang melawan hukum semata, akan tetapi juga termasuk di dalamnya perbuatan yang melanggar norma masyarakat.”&lt;br /&gt;    Dengan demikian masalah-masalah sosial yang timbul karena perbuatan remaja dirasakan sangat mengganggu, dan merisaukan kehidupan masyarakat, bahkan sebagian anggota masyarakat menjadi terancam hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.2. Pengertian Remaja.&lt;br /&gt;    Remaja adalah suatu tingkat umur, dimana anak bukan anak kecil lagi, akan tetapi tidak dipandang lagi dewasa. Jadi remaja adalah umur yang membatasi antara umur anak-anak dan dewasa (1975:28).&lt;br /&gt;    Dengan dapat disimpulkan, bahwa pada masa usia remaja terbagi berbagai perubahan yang sangat cepat baik pada jasmani, tingkat emosi, sosial, akhlak dan kecerdasan. Dalam menghadapi perubahan yang cepat itu, biasanya diusia remaja sering mengalami kesukaran. Kondisi ini akan memungkinkan anak untuk terjerumus kepada dekodasi moral. Jika orang tuanya kurang memperhatikan kebutuhan dan memberikan kasih sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kenakalan Remaja, Kartini Kartono:&lt;br /&gt;A.    Lingkungan&lt;br /&gt;Lingkungan adalah segala sesuatu yang dapat mempengaruhi terhadap perkembangan seseorang. Dalam hal ini Zahra Idris, mengemukakan bahwa: “Lingkungan adalah suatu pengaruh dari luar yang mempengaruhi perkembangan anak, rumah tangga, keadaan ekonomi, pendidikan dan tempat tinggal”(1990:73).&lt;br /&gt;B.    Keluarga yang berantakan.&lt;br /&gt;C.    Lingkungan sosial dan budaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.4. Cara Penanggulangan Remaja Sebagai Berikut:&lt;br /&gt;1. Meningkatkan pengertian remaja akan dirinya.&lt;br /&gt;2. Menciptakan hubungan baik dengan orang tua.&lt;br /&gt;3. Pendidikan agama.&lt;br /&gt;4. Bimbingan hidup bermasyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Kerangka Berfikir.&lt;br /&gt;    Dalam melakukan penelitian sudah menjadi keharusan untuk membuat kerangka berfikir yang kebenarannya dapat diterima, dan berfungsi sebagai titik tolak penelitian.&lt;br /&gt;    Adapun kerangka berfikir yang dimaksud adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1.    Pembinaan generasi muda diarahkan untuk mempersiapkan kader penerus perjuangan bangsa dan pembangunan nasional dengan memberikan bekal keterampilan, kepemimpinan, kesegaran jasmani, daya kreasi, patriotisme dan budi pekerti luhur (GBHN tahun 1999).&lt;br /&gt;2.    Kenakalan remaja adalah tingkah laku individu yang bertentangan dengan pendapat umum yang dianggap sebagai akseptual dan baik oleh suatu lingkungan atau hukum yang berlaku di suatu masyarakat yang berbudaya (Kusmanto, 1985.7).&lt;br /&gt;3.    Tinggi rendahnya kualitas remaja oleh berbagai faktor, antara lain pendidikan di lingkungan keluarga, sekolah, organisasi kemasyarakatan dan hasil pembinaan keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Hipotesis Penelitian.&lt;br /&gt;    Hipotesis adalah perumusan jawaban sementara terhadap sesuatu soal, yang dimaksud sebagai tuntunan dalam penyelidikan untuk mencarki jawaban yang sebenarnya (Surakhmad, 1994:39).&lt;br /&gt;    Dalam penelitian ini penulis mempunyai hipotesis sebagai berikut:&lt;br /&gt;1.    Faktor yang menyebabkan kenakalan remaja adalah kurangnya perhatian orang tua terhadap anak.&lt;br /&gt;2.    Pentingnya pembinaan generasi muda agar memberikan bekal keterampilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Studi Perpustakaan.&lt;br /&gt;    Studi ini dimaksudkan untuk mendapatkan landasan-landasan teori berupa pendapat para ahli yang berhubungan dengan masalah yang akan diteliti. Penulis menggunakan tehnik ini dengan cara membaca, mempelajari buku-buku, laporan penelitian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Populasi dan Sampel Penelitian.&lt;br /&gt;1.    Populasi.&lt;br /&gt;    Menurut Winarno Suharmad (1982:83) populasi adalah sekelompok subjek baik manusia,nilai tes, tanda-tanda ataupun peristiwa yang dijadikan subjek penelitian.&lt;br /&gt;    Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah anak remaja yang berjumlah 50 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.    Sampel.&lt;br /&gt;Sampel adalah contoh, representa, wakil dari  populasi yang cukup besar jumlahnya, yaitu bagian dari keseluruhan yang dipilih, dan respreseritatif sifatnya dari keseluruhan (Kartini Kartono, 1990:124).&lt;br /&gt;Adapun yang dijadikan sampel dalam penelitian ini yaitu penulis membagi 2 dari jumlah populasi yaitu 50:2 maka sampel penelitian ini sebanyak 25 anak remaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Tehnik Pengolahan dan Analisa Data.&lt;br /&gt;    Adapun langkah-langkah yang ditempuh dalam melakukan pengolahan data dan analisa data adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1.    Seleksi Data.&lt;br /&gt;Pada tahap ini peneliti menyeleksi data yang telah terkumpul dengan maksud untuk mengadakan penelitian pada yang benar-benar representatif, sehingga sesuai dengan tujuan penelitian.&lt;br /&gt;2.    Klarifikasi Data.&lt;br /&gt;Kegiatan ini dilakukan untuk melakukan pengelompokan data sebagai hasil jawaban responden untuk menentukan kategori jawaban responden yang telah terkumpul guna memudahkan pengolahan data dan pengumpulan data.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;BAB III&lt;br /&gt;METODE PENELITIAN&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.    Metode Penelitian.&lt;br /&gt;Metode penelitian merupakan cara ilmiah untuk memperoleh data. Keterangan-keterangan serta fakta-fakta yang ada hubungannya dengan masalah penelitian. Menurut Sugiyono (1994) “metode penelitian merupakan cara ilmiah yang digunakan untuk mendapatkan cara dengan tujuan-tujuan tertentu”.&lt;br /&gt;Dari uraian tersebut penulis mengambil kesimpulan tentang metode penelitian. Yaitu suatu kerja yang diliputi tindakan ilmiah dalam upaya mengungkapkan permasalahan yang menjadi objek penelitian. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode destritif, yaitu yang mempunyai tujuan dapat mendeskrifsikan apa-apa terjadi saat ini. Di dalamnya terdapat upaya pencatatan deskrifsi.&lt;br /&gt;Analisa dan menginterfretasikan kondisi yang sekarang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.    Instrumen Penelitian&lt;br /&gt;1.    Penyusunan alat pengumpul data.&lt;br /&gt;Untuk memudahkan dalam melakukan penelitian maka penulis menyusun suatu alat pengumpulan data yaitu:&lt;br /&gt;a.    Angket.&lt;br /&gt;Angket adalah penelitian yang dilaksanakan dengan menyebarkan suatu alat Draf pernyataan secara tertulis kepada responden dengan harapan mendapat jawaban seperlunya (Kartini Kartono, 1980:20)&lt;br /&gt;Tehnik ini merupakan alat pengumpulan data yang utama untuk mengumpulkan data.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.    Observasi.&lt;br /&gt;Observasi yaitu study yang disengaja yang sistematis tentang masalah sosial dan gejala-gejala alam dengan cara mengamati dan mencatat (Kartini Kartono 1990:157).&lt;br /&gt;Observasi dilakukan untuk mengumpulkan data sebagai pendukung dari teknik angket melalui kegiatan ini peneliti dapat melihat, mengamati, mengenal dan mengidentifikasi masalah yang akan diteliti.&lt;br /&gt;c.    Tabulasi Data.&lt;br /&gt;Setelah data diseleksi dan diklasifikasikan kemudian disusun dan dituangkan dalam tabel sesuai dengan hasil data yang diperoleh.&lt;br /&gt;d.    Interprestasi Data.&lt;br /&gt;Untuk melakukan interprestasi data maka diperlukan perhitungan yang digunakan sebagai analisa data yaitu:&lt;br /&gt;1.    Perhitungan dengan presentase.&lt;br /&gt;2.    Ketentuan mengenai penafsiran terhadap presentase dengan rumus yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;P: Presentase jawaban.&lt;br /&gt;F: Frekuensi jawaban responden&lt;br /&gt;N: Jumlah responden.&lt;br /&gt;    Dari perhitungan data di atas maka penulis dapat menafsirkan dengan kriteria sebagai berikut:&lt;br /&gt;0%        : Tidak seorang pun.&lt;br /&gt;1%-49%    : Sebagian kecil.&lt;br /&gt;50%        : Lebih dari setengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;70%-99%    : Sebagian besar.&lt;br /&gt;100%        : Seluruhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Tempat dan Waktu Penelitian.&lt;br /&gt;    Tempat dan waktu penelitian ini dilakukan di Desa Lebak Wangi Kecamatan Sepatan Kabupaten Tangerang dengan waktu penelitian 3 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;DAFTAR PUSTAKA.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Conny R. Semiawan. Pendidikan anak dalam keluarga, Jakarta, Nasehat Perkawinan, 1991.&lt;br /&gt;Gunarsa. Psikolog Remaja, Jakarta, BPK, Gunung Mulya, 1981.&lt;br /&gt;Kartini Kartono. Phatologi Sosial Kenakalan Remaja, Jakarta, Rajawali, 1979.&lt;br /&gt;Andi Mapiare, Psikologi Remaja, Surabaya, Usaha Nasional, 1988.&lt;br /&gt;Zakiah Darajat, Problem Remaja di Indonesia, Jakarta, Bulan Bintang, 1978.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6037966171406557787-6701347559205394399?l=makalahdanskripsi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://makalahdanskripsi.blogspot.com/feeds/6701347559205394399/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6037966171406557787&amp;postID=6701347559205394399&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6037966171406557787/posts/default/6701347559205394399'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6037966171406557787/posts/default/6701347559205394399'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://makalahdanskripsi.blogspot.com/2010/07/faktor-faktor-yang-mempengaruhi.html' title='FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KENAKALAN REMAJA DAN CARA PENANGGULANGANNYA DI DESA LEBAK WANGI KECAMATAN SEPATAN KABUPATEN TANGERANG.'/><author><name>Caray</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09104225702275544350</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_bG0MsA0sMpM/SDA-fVJ81dI/AAAAAAAAAA8/aTy8a5DH8kk/S220/id+slank.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6037966171406557787.post-1192529723317760753</id><published>2010-07-25T00:04:00.000-07:00</published><updated>2010-07-25T00:20:40.875-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='makalah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>KEPEMIMPINAN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BAB II&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SIFAT KEPEMIMPINAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;    Masalah dasar kepemimpinan adalah pengembangan skill yang secara konstruktif mempengaruhi pihak bawahan untuk mencapai tujuan-tujuan yang diharapkan.&lt;br /&gt;    Akibatnya adalah seorang pemimpin ingin memperbaiki kemampuannya untuk mempengaruhi pihak lain, perlu mengerti dirinya sendiri, bawahannya, situasi dimana kelompok bekerja dan teknik-teknik komunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.    HUBUNGAN MANAJEMEN  DENGAN KEPEMIMPINAN&lt;br /&gt;Kita perlu mengingat bahwa istilah manajer dan leader sering dicampurbaurkan, bukanlah merupakan istilah sinonim.&lt;br /&gt;    Seorang manajer mengkoordinasi aktivitas kooperatif dengan jalan melaksanakan fungsi-fungsinya berupa :&lt;br /&gt;a.    perencanaan&lt;br /&gt;b.    pengawasan&lt;br /&gt;c.    Pengorganisasian&lt;br /&gt;d.    Penempatan&lt;br /&gt;e.    Memberi Pengarahan&lt;br /&gt;Untuk mencapai tujuan, pihak manajer menggunakan kepemimpinan yakni proses mempengaruhI pihak bawahannya agar mereka terangsang untuk memberikan sumbangsih efektif bagi aktifitas kooperatif tersebut.&lt;br /&gt;Melalui kerjasama, manajer maupun bawahan dapat mengharapkan mencapai berbagai kepuasan pribadi mereka sampai suatu tingkat yang tidak dapat dicapai oleh usaha individu.&lt;br /&gt;    Maka seorang manajer memerlukan kemampuan kepemimpinan. Hal tersebut merupakan faktor yang sangat esensial uantuk mencapai kesuksesannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.    USAHA MEMOTIVASI PIHAK BAWAHAN&lt;br /&gt;Agar menjadi efektif, maka seorang manajer perlu mempengaruhi kelompoknya agar mereka bisa bertindak sesuai dengan waktu dan secara kooperatif untuk mencapai sasaran kelompok.&lt;br /&gt;    Riset psikologis modern sebagian dikerahkan ke arah penemuan teknik-teknik yang lebih diperluas untuk memotivasi manusia.&lt;br /&gt;    Relatif mudah untuk menghipnotis manusia, menghilangkan kemanusiaannya dan memperlakukannya seakan-akan sebuah mesin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;BAB III&lt;br /&gt;KUALIFIKASI UNTUK KEPEMIMPINAN&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;    Kualitas dan ciri-ciri manajer yang efektif dapat dikelompokkan dalam sebuah kerangka yang terdiri dari delapan buah kualifikasi dasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.    Menginspirasi kepercayaan pada orang-orang&lt;br /&gt;Untuk menjadi pemimpin, orang harus dapat kepercayaan dari orang lain yang akan dipimpinnya.&lt;br /&gt;Untuk menumbuhkan kepercayaan, seorang pemimpin perlu memiliki sejumlah kualitas tertentu, diantaranya yaitu pengetahuan kompeten tentang alat-alat teknis dan proses dengan apa para pengikutnya bekerja sehingga dengan demikian ia dapat mengajarkan dan mengembangkan mereka dalam penggunaanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.    Persistensi untuk mencapai tujuan&lt;br /&gt;Seorang pemimpin harus percaya 100 % tentang apa yang ingin dicapainya. Ia harus memiliki persistensi dan kemauan untuk mencari metode-metode guna mencapai tujuan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.    Kemampuan berkomunikasi tanpa menimbualkan kesalahpahaman&lt;br /&gt;Seorang pemimpin harus memiliki kemampuan untuk menerangkan tujuan yang akan dicapai kepada pihak lain dan membuatnya menjadi menarik. Hal tersebut bukanlah berarti ia harus seorang orator yang peruasif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.    Kesediaan untuk mendengar secara reseptif&lt;br /&gt;Sifat ini seringkali membedakan seorang pemimpin dengan seorang komandan. Terdapat adanya perbedaan antara mendengar dengan tertutup dan mendengar dengan keiginan jujur untuk mengerti dan menggunakan sudut pandang orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.    Perhatian jujur terhadap manusia&lt;br /&gt;Seorang pemimpin harus memiliki perhatian jujur dalam kesejahteraan orang-orang dibawah kepemimpinannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.    Memahami manusia dan reaksi mereka&lt;br /&gt;Seorang pemimpin harus memahami manusia dan mengetahui mengapa mereka bertindak dengan cara tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.    Objektivitas&lt;br /&gt;Seorang pemimpin harus hati-hati dan bersikap secara objektif dan jangan membiarkan sentimen pihak lain mempengaruhi perasaannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.    Kejujuran&lt;br /&gt;Seorang pemimpin harus jujur, ia tidak dapat  membiarkan orang-orang bertanya tentang apa yang sedang dipikirkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;BAB IV&lt;br /&gt;PENGKLASIFIKASIAN PEMIMPIN&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;    Kita dapat menggunakan macam-macam cara atau patokan untuk mengklasifikasikan pemimpin-pemimpin, antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.    Menurut hierarki kedudukan dapat bedakan menjadi:&lt;br /&gt;1.    Pemimpin teras;&lt;br /&gt;2.    Pemimpin tingkat menengah;&lt;br /&gt;3.    Pemimpin tingkat bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.    Menurut bidang garapannya dapat dibedakan menjadi:&lt;br /&gt;1.    Pemimpin bidang ekonomi;&lt;br /&gt;2.    Pemimpin bidang agama;&lt;br /&gt;3.    Pemimpin bidang politik;&lt;br /&gt;4.    Pemimpin bidang pendidikan;&lt;br /&gt;5.    Pemimpin bidang adat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.    Ditinjau dari sudut scope jangkauannya dapat disebut adanya:&lt;br /&gt;1.    Pemimpin lokal;&lt;br /&gt;2.    Pemimpin regional;&lt;br /&gt;3.    Pemimpin nasional;&lt;br /&gt;4.    Pemimpin internasional.&lt;br /&gt;Kita juga dapat membedakan pemimpin menjadi;&lt;br /&gt;1.    Pemimpin desa;&lt;br /&gt;2.    Pemimpin kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D.    Ditinjau dari sudut peranan mereka sehubungan dengan perubahan sosial dapat disebut:&lt;br /&gt;1.    Pemimpin tradisional (konservatif);&lt;br /&gt;2.    Pemimpin modern.&lt;br /&gt;E.    Menurut arti kepemimpinan mereka, dapat digunakan pembagian:&lt;br /&gt;1.    Pemimpin primer;&lt;br /&gt;2.    Pemimpin sekunder;&lt;br /&gt;3.    Pemimpin tersier.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F.    Menurut dipilih atau tidak dipilihnya mereka, dapat dibedakan adanya:&lt;br /&gt;1.    Pemimpin yang dipilih;&lt;br /&gt;2.    Pemimpin yang tidak dipilih (karena keturunan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G.    Menurut scope kepemimpinan dapat dibedakan:&lt;br /&gt;1.    Pemimpin monomorfik yaitu pemimpin dalam satu bidang saja&lt;br /&gt;2.    Pemimpin polimorfik yaitu pemimpin yang bergerak dalam berbagai bidang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H.    Menurut sifat pribadi pemimpin itu dapat dibedakan:&lt;br /&gt;1.    Pemimpin paternalistik (kebapaan)&lt;br /&gt;2.    Pemimpin otokratik&lt;br /&gt;3.    Pemimpin demokratik;&lt;br /&gt;4.    Pemimpin kharismatik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.    Tujuan dari sudut peranan pokok pemimpin menghasilkan pembagian sebagai berikut:&lt;br /&gt;1.    Pemimpin sebagai “Intoducer”&lt;br /&gt;2.    Pemimpin sebagai “Legitimizer”&lt;br /&gt;3.    Pemimpin sebagai “Implementer”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;J.    Pemimpin dalam bidang pertumbuhan ekonomi dapat dibagi dalam:&lt;br /&gt;1.    Pemimpin tipe “Manager”&lt;br /&gt;2.    Pemimpin tipe “Entrepreneur”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;BAB V&lt;br /&gt;CIRI-CIRI PEMIMPIN&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Riset yang telah dilakukan dalam bidang psikologi kepemimpinan menghasilkan suatu hasil yang dapat dijadikan pijakan dalam menentukan ciri seorang pemimpin. Seorang pemimpin biasanya memiliki intelegensia yang lebih tinggi dibandingkan dengan pengikutnya. Kesulitan yang sangat pokok yang dihadapi oleh orang yang sangat intelegen adalah persoalan komunikasi. Seorang pemimpin dapat memotivasi para pengikutnya, sehingga para pengikutnya dapat mengerti apa yang diinginkan oleh pemimpin tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin biasanya memiliki kemampuan verbal yang sangat luar biasa, sehingga dapat mengkomunikasikan apa yang diinginkannya kepada para pengikutnya.&lt;br /&gt;Adanya dorongan luar biasa dalam dirinya untuk memenuhi keinginan-keinginannya. Sehingga timbul keinginan untuk memimpin orang agar semua keinginannya dapat terpenuhi.&lt;br /&gt;Seorang pemimpin mengerti pentingnya kerjasama. Mereka yang mencapai sukses dalam peranan kepemimpinan adalah mereka yang berhasil menggerakan pengikut mereka untuk bekerjasama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;BAB VI&lt;br /&gt;FUNGSI-FUNGSI SEORANG MANAJER&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;1.    PERENCANAAN (PLANNING)&lt;br /&gt;Pada umumnya perencanaan meliputi :&lt;br /&gt;a.    Hal-hal yang akan dilaksanakan pada masa yang akan datang&lt;br /&gt;b.    Mangkonkretkan dan mengefektifkan hal-hal tersebut&lt;br /&gt;c.    Pengkoordinasian&lt;br /&gt;Perencanaan dalam arti luas dapat berarti bahwa melihat kedepan. Jadi penetapan waktu juga mencakup pengkoordinasian metode-metode dan alat-alat didalamnya termasuk:&lt;br /&gt;-    Persiapan pekerjaan&lt;br /&gt;-    Pembagian kerja&lt;br /&gt;-    Penetapan urutan tindakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.    PENGORGANISASIAN (ORGANIZING)&lt;br /&gt;Pengorganisasian berhubungan dengan kegiatan mengusahakan agar sekelompok manusia bekerja sama kearah pencapaian sasaran tertentu, berhubungan pula dengan perincian tugas jabatan atau hak dalam suatu kerangka yang secara keseluruhan diharapkan dapat mencapai sasaran dengan efisien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.    MENGGERAKAN (ACTUATING)&lt;br /&gt;Tindakan perencanaan dan juga pengorganisasian belumlah akan memberikan hasil nyata, sebelum kita melaksanakan aktifitas yang berhubungan dengannya. Problem yang lazim dihadapi oleh para menajer sebuah perusahaan adalah:&lt;br /&gt;-    Bagaimana cara mengusahakan agar anggota-anggota organisasi yang bersangkutan bekerjasama secara lebih eafisien;&lt;br /&gt;-    Bagaimana mereka mengembangkan skill dan kemampuan mereka;&lt;br /&gt;-    Bagaimana mereka menjadi wakil baik organisasi yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.    PENGAWASAN (CONTROLLING)&lt;br /&gt;Proses manajemen dapat dikatakan selesai apabia proses pengawasan telah dilaksanakan dengan baik, juga mencakup masalah-masalah berikut:&lt;br /&gt;-    Membandingkan kejadian-kejadian dengan rencana-rencana yang sebelumnya dibuat;&lt;br /&gt;-    Mengadakan koreksi-koreksi yang perlu dilakukan apabila kejadian-kejadian dalam kenyataan ternyata menyimpang dari rencana-rencana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;SIMPULAN&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;   &lt;br /&gt;Kepemimpinan bukanlah suatu bakat alam yang dimiliki oleh orang yang dilahirkan dengan sifat kepemimpinan. Kepemimpinan merupakan keterampilan yang dapat dimiliki oleh semua orang dengan cara mengembangkan keterampilan kepemimpinannya.&lt;br /&gt;    Kepemimpinan merupakan suatu pengaruh seorang pemimpin yang dimilikinya untuk mempengaruhi orang lain agar dapat melakukan keinganan seorang pemimpin tersebut.&lt;br /&gt;    Keahlian seorang pemimpin itu diantaranya yaitu adanya keinginan seorang pemimpin untuk mencapai tujuannya dengan jalan menyuruh orang lain agar dapat melakukan apa yang disuruhnya. Sehingga kepemimpinan merupakan suatu keahlian yang dimiliki seseorang agar orang yang dipimpinnya melakukannya yang diinginkannya.&lt;br /&gt;    Keahlian berkomunikasi yang luar biasa merupakan salah satu faktor yang sangat berpengaruh bagi seorang pemimpin untuk dapat mengkomunikasikan apa yang diinginkannya.&lt;br /&gt;    Tugas utama pemimpin adalah membimbing dan memimpin orang-orang yang dipimpinnya agar mencapai tujuan bersama yang telah ditetapkan. Kepemimpinan bukanlah sebuah sifat pemaksaan kehendak dengan cara-cara yang cenderung otoriter.&lt;br /&gt;    Pimpinan merupakan sebuah model bagi para bawahannya dalam bersikap, sehingga seorang pemimpin harus memenuhi kualifikasi pemimpin yang baik dan ideal agar sasaran yang telah ditetapkan dapat dilaksanakan secara bersama-sama.&lt;br /&gt;    Dalam fungsi manajemen yang secara sederhana meliputi Planning, Organizing, Actuating dan Controlling maka peranan seorang pemimpin sangat besar pengaruhnya bagi kelangsungan tujuan suatu organisasi.&lt;br /&gt;    Dalam fungsi perencanaan seorang pemimpin harus dapat memberikan gambaran mengenai masa depan, sehingga dapat merencanakan tujuan apa yang ingin dicapai secara bersama-sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Sedangkan dalam fungsi pengorganisasian seorang pemimpin harus mampu membuat perincian-perincian tugas semua orang yang dipimpinnya agar dapat melaksanakan tugasnya berdasarkan dengan tugas yang telah ditetapkan sebelumnya.&lt;br /&gt;    Dalam fungsi menggerakan seorang pimpinan harus dapat memotivasi setiap bawahannya agar setiap tugas yang telah dibebankan kepada bawahannya dapat dilaksanakan dengan baik.&lt;br /&gt;    Semua fungsi manajemen belumlah sempurna tanpa adanya fungsi pengawasan. Dengan begitu semua fungsi manajemen dapat diawasi dan juga dipantau agar setiap rencana yang telah ditetapkan tidak melenceng. Sehingga dapat mencapai tujuan yang diharapkan semua pihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6037966171406557787-1192529723317760753?l=makalahdanskripsi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://makalahdanskripsi.blogspot.com/feeds/1192529723317760753/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6037966171406557787&amp;postID=1192529723317760753&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6037966171406557787/posts/default/1192529723317760753'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6037966171406557787/posts/default/1192529723317760753'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://makalahdanskripsi.blogspot.com/2010/07/kepemimpinan.html' title='KEPEMIMPINAN'/><author><name>Caray</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09104225702275544350</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_bG0MsA0sMpM/SDA-fVJ81dI/AAAAAAAAAA8/aTy8a5DH8kk/S220/id+slank.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6037966171406557787.post-3160659471689613905</id><published>2010-07-25T00:02:00.000-07:00</published><updated>2010-07-25T00:03:12.748-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Merakit Instalasi Pemurni Air</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Merakit Instalasi Pemurni Air&lt;br /&gt;Makhluk hidup, khususnya manusia, tidak akan mampu bertahan tanpa air. Karena air merupakan salah satu elemen dasar kehidupan selain tanah, udara, dan api (cahaya). Air menjadi barang sangat berharga pada musim kemarau. Oleh sebab itu, orang berani membayar berapa pun untuk air, walau harga per liter air lebih mahal dari bensin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip pemurnian air yang ada saat ini secara teoritis tidak banyak berbeda dengan apa yang telah dilakukan masyarakat zaman dulu seperti menggunakan pasir, ijuk, dan tawas. Namun, dengan perkembangan teknologi, instalasi dapat dikemas menjadi lebih sederhana dan praktis (bisa digantung di tembok) dengan kemampuan pemisahan lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemurnian air dimulai dari mencari sumber air baku yang layak. Sumber air baku bisa diperoleh dari sumur, mata air, sungai (di bagian hulu), atau air PAM, dengan tampak fisik tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak berasa. Makin baik mutu air baku, makin ringan beban kerja sistem.&lt;br /&gt;Artinya, umur sistem akan lebih lama. Sebaiknya, air baku sebelum dimurnikan diperiksa pH-nya terlebih dahulu dengan menggunakan kertas pH. Hal ini dilakukan untuk memprediksi kolom mana yang bebannya akan lebih berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memurnikan, air baku dipompakan ke dalam kolom. Pompa yang digunakan tidak perlu dengan pompa dengan tekanan tinggi. Terkadang, kalau air PAM lancar atau ada bak penampung air yang letaknya lebih tinggi, air dan keran bila langsung di alirkan ke kolom. Usahakan menggunakan laju alir selambat mungkin agar proses pemisahan sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap pemurnian berikutnya adalah pemisahan molekul-molekul yang bermuatan (positif dan negatif), berturut-turut dengan menggunakan resin penukar kation dan resin menukar anion. Pada kedua tahap ini, ion-ion logam, nonlogam, dan protein dipisahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tergantung Keperluan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengetahui kualitas air maka bisa dilihat dari alat ukur hantaran atau hambatan dan pH larutan. Bila hambatan besar (lebih besar dari 18,3 Megaohm cm) dan pH netral, maka kualitas air setara dengan aquabides dengan tingkat kemurnian 99,99 persen. Selayaknya tiap-tiap rumah sakit di Indonesia, khusus untuk keperluan operasi, memiliki instalasi pemurni air jenis ini agar tidak ada pasien terjangkit penyakit lain gara-gara air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk keperluan rumah tangga, air dengan hambatan sampai 5 Megaohm cm masih layak dipakai. Di sini air mengandung masih dalam jumlah kecil mineral misalnya kalsium, magnesium, natrium, kalium, silikon, klorida, sulfat, atau karbonat. Namun perlu diperiksa agar kadar mineral tidak melebihi 130 mg/I. Untuk daerah Bandung dan sekitarnya, Laboratorium Kimia Analitik ITB bisa membantu mengidentifikasi jenis dan kadar logam yang terlarut dalam air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perawatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, jika sumber air dan daerah rawa yang relatif lebih asam, maka beban resin penukar menukar anion lebih berat. Kesemuanya bisa diperiksa dengan mudah dengan menggunakan kertas pH atau daya hantar larutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika harga pH mendekati harga limit jenuh resin, maka resin tidak bisa dipakai. Namun, resin masih bisa diregenerasi/dipakai ulang. Caranya adalah dengan mencucinya seperti cara mengaktifkan resin di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keuntungan lain dari penggunaan sistem pemurni air ini adalah penghematan waktu dan energi, karena tidak perlu lagi merebusnya. Untuk keluarga yang terpaksa harus diet garam/mineral karena penyakit jantung atau ginjal misalnya, maka sistem pemurnian air di atas bisa membantu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6037966171406557787-3160659471689613905?l=makalahdanskripsi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://makalahdanskripsi.blogspot.com/feeds/3160659471689613905/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6037966171406557787&amp;postID=3160659471689613905&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6037966171406557787/posts/default/3160659471689613905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6037966171406557787/posts/default/3160659471689613905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://makalahdanskripsi.blogspot.com/2010/07/merakit-instalasi-pemurni-air.html' title='Merakit Instalasi Pemurni Air'/><author><name>Caray</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09104225702275544350</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_bG0MsA0sMpM/SDA-fVJ81dI/AAAAAAAAAA8/aTy8a5DH8kk/S220/id+slank.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6037966171406557787.post-3907246236954582670</id><published>2010-07-24T23:55:00.000-07:00</published><updated>2010-08-08T07:55:18.824-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='proposal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Matematika'/><title type='text'>Pengaruh penerapan pembelajaran melalui pendekatan kooperatif tipe Team Accelarated Instrucsion (TAI) terhadap prestasi belajar matematika siswa SMPN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;JUDUL&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;Pengaruh penerapan pembelajaran melalui pendekatan kooperatif tipe Team Accelarated Instrucsion (TAI) terhadap prestasi belajar matematika siswa SMPN 5 Serang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;1.    Latar Belakang Masalah&lt;br /&gt;Indonesia merupakan salah satu negara yang sedang membangun. Dengan pembangunan, Indonesia dapat sejajar dengan bangsa-bangsa yang sudah maju untuk melakukan suatu pembangunan sangatlah diperlukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang cerdas dan terampil di bidangnya masing-masing. Kecerdasan dan keterampilan tersebut dapat dikembangkan dengan adanya pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memacu pengelola pendidikan untuk melakukan usaha guna meningkatkan mutu pendidikan. Ketika pendidikan ingin dikatakan bermutu atau maju prestasinya dapat dilihat secara objektif dan jelas. Basis pendidikan yang mengarah pada perkembangan teknologi salah satunya adalah  matematika. Seperti yang dikatakan oleh Morris Kline (Simanjuntak L, 1993: 64) bahwa jatuh bangunnya suatu negara dewasa ini bergantung dari kemajuan di bidang matematika. Karena pentingnya hal tersebut maka banyak negara yang telah maju, menjadikan matematika sebagai suatu basis dalam pembangunan negaranya. Namun apabila melihat kondisi pendidikan di Indonesia dari dahulu sampai pada saat ini masih sangat memprihatinkan, hal ini dapat dilahat dari rendahnya prestasi belajar matematika pada setiap jenjang pendidikan. Hal ini juga dapat dibuktikan dengan banyaknya siswa yang memperoleh nilai pada Ujian Akhir Nasional (UAN). Khususnya mata pelajaran matematika, nilai siswa SMP pada tahun ajaran 2005/2006 di bawah standar nilai kelulusan yang telah ditetapkan oleh pemerintah yaitu sebesar 4,25 sehingga sangat dibutuhkan suatu upaya dari seorang pendidik agar masalah tersebut dapat diatasi dan juga dapat meningkatkan prestasi belajar matematika siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam upaya meningkatkan prestasi siswa terhadap matematika sangat dibutuhkan trik atau metode yang harus dikuasai dan dilakukan oleh setiap pendidik, khususnya pendidik pelajaran matematika. Hal ini perlu dilakukan karena sebagian besar siswa menganggap bahwa matematika adalah suatu pelajaran yang sulit untuk dipahami dan membosankan sehingga dapat menyebabkan banyak sekali siswa tidak menyukai pelajaran matematika pada akhirnya dapat menjadi salah satu penyebab rendahnya prestasi belajar siswa. Seperti yang dikatakan oleh Suyatno (Asmin, 2003:1) bahwa hal yang banyak dapat menyebabkan siswa tidak menyukai pelajaran matematika adalah penyampaian guru yang cenderung bersifat monoton, hampir tanpa variasi kreatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh ini dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia yang semakin lama&lt;br /&gt;semakin terpuruk ini, dengan adanya kelulusan yang kurang qualified, dalam hal ini pemerintah telah merumuskan kurikulum baru, yaitu yang di kenal dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Kurikulum ini telah di revisi lagi oleh pemerintah dengan nama Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), kurikulum ini telah diberlakukan oleh pemerintah pada bulan juni tahun 2006. Menurut Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) kurikulum baru ini akan memberikan kesempatan untuk berkreasi, yakni berkreasi mengembangkan kurikulum berdasarkan standar isi dan kompetensi kurikulum inti yang diatur oleh pemerintah. (Nugroho Hendy ; 2006 : 1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurikulum 2006 yang disusn oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) secara substansial sama dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang ditetapkan 2004 lalu. Perbedaannya, kurikulum 2006 tidak mengatur secara rinci kegiatan belajar mengajar dikelas, guru dan sekolah bebas mengembangkannya sendiri sesuai dengan kondisi murid dan daerahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Djaali (Zatnika; Media Indonesia : 1) Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK)   sendiri belum terlaksana secara optimal. Pemberlakuan kurikulum 2006 diharapkan makin mengukuhkan eksistensi Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Kepala Dinas P&amp;amp;K Jawa Timur, Dr. Rasiyo.Msi. (Surya Online :1) Dibuatnya kurikulum 2006 ini merupakan suatu bentuk implementasi peraturan pemerintah N0. 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan. Rasiyo juga menegaskan bahwa kurikulum 2006 ini memberikan keleluasaan kepada sekolah untuk dapat menentukan materi sendiri, kegiatan pembelajaran dan indikator yang harus dicapai oleh murid. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembelajaran kooperatif atau yang sering disebut dengan belajar secara berkelompok ini memiliki berbagai macam tipe, namun yang ingin diterapkan dalam penelitian ini adalah tipe Team Accelerated Intrucsion (TAI) yang dapat digunakan untuk meningkatkan dan mengefektifkan implementasi kurikulum 2004.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruang kelas merupakan suatu tempat yang sangat baik untuk kegiatan kooperatif Learning (Suherman, 2003:259). Metode kooperatif ini tampaknya akan dapat melatih para siswa untuk mendengarkan pendapat-pendapat orang lain dan  temuan-temuan dalam bentuk tulisan. Di dalam ruang kelas para siswa dapat diberi kesempatan berkarya dalam kelompok-kelompok kecil, untuk menyelesaikan atau memecahkan suatu masalah secara bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kooperatif dalam matematika juga akan dapat membantu para siswa meningkatkan sikap positif siswa dalam metematika (Suherman, 2003:259) para siswa secara individu membangun kepercayaan diri terhadap kemampuannya, untuk menyelesaikan masalah-masalah matematika, sehingga akan mengurangi bahkan menghilangkan rasa cemas terhadap matematika (math a xietiy), yang banyak dialami para siswa .dengan menonjolkan interaksi dalam kelompok.  Model belajar kooperatif learning tipe Team Asccelerated Intriction (TAI) dapat membuat siswa menerima siswa lain yang berkemampuan dan berlatar belakang yang berbeda. Metode ini juga telah terbukti dapat meningkatkan berfikir kritis serta meningkatkan kemampuan siswa dalam pemecahan masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjamin heterogenitas keanggotaan kelompok, maka gurulah yang membentuk kelompok-kelompok tersebut. Jika siswa dibebaskan membuat kelompok sendiri maka biasanya siswa akan memilih teman-teman yang sangat disukainya. Ukuran besar kecilnya kelompok akan mempengaruhi kemampuan produktifitas kelompoknya. Ukuran kelompok ideal pada tipe TAI ini adalah 3 sampai 5 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menggunakan metode Kooperatif  Learning tipe Team Accelerated Intrucsion (TAI) ini, diharapkan dalam proses pembelajaran siswa tidak merasa jenuh dan diharapkan dapat meningkatkan prestasi siswa. Prestasi belajar juga dapat dicapai dengan perjuangan yang tidak mengenal lelah dan putus asa yang sesuai dengan ungkapan “tidak ada sesuatu yang dapat dicapai tanpa kerja keras”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, sudah banyak penelitian yang telah dilakukan untuk menguji keefektifan dari penerapan kooperatif learning tipe Team Accelerated Intrucsion (TAI) dalam pembelajaran matematika di sekolah-sekolah. Namun masih sedikitnya yang menguji tentang ada tidaknya pengaruh kooperatif  learning tipe Team Accelerated Instrucsion (TAI) ini terhadap prestasi belajar siswa. Maka penelitian akan dilakukan untuk dapat menguji sejauh mana “pengaruh penerapan pembelajaran melalui pendekatan kooperatif tipe Team Accelerated Intrucsion (TAI) terhadap prestasi belajar matematika SMP”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.    Identifikasi Masalah&lt;br /&gt;3.    Pembatasan dan Rumusan Masalah&lt;br /&gt;3.1 Pembatasan Masalah&lt;br /&gt;Masalah yang timbul dalam penelitian ini cukup banyak, tetapi tidak semua masalah akan dibahas dalam penelitian ini. Penelitian ini hanya dibatasi pada pengajaran di tingkat Sekolah Menengah Pertama dalam hal ini SMPN 5 Serang kelas VIII, semester ganjil tahun ajaran 2006/2007 untuk materi Sistem Persamaan Linear dengan Dua Variabel, menggunakan pendekatan kooperatif tipe Team Accelerated Intrucsion (TAI).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.2    Perumusan Masalah&lt;br /&gt;Berdasarkan klasifisikasi masalah dan pembatasan masalah yang ada, maka masalah yang akan diteliti dirumuskan sebagai berikut: “Bagaimana pengaruh pendekatan kooperatif tipe TAI (Team Accelerated Intrucsion) terhadap prestasi belajar matematika siswa SMP?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.    Tujuan Penelitian&lt;br /&gt;Adapun tujuan dari penelitian ini antara lain:&lt;br /&gt;1. Ikut serta dalam usaha menciptakan suatu pembelajaran yang   menyenangkan dan dapat bermakna bagi siswa guna peningkatan mutu pendidikan di Indonesia.&lt;br /&gt;2.    Untuk memperoleh alternatif pendekatan pembelajaran yang sesuai untuk siswa SMPN 5 Serang kelas VIII dalam upaya mengembangkan dan meningkatkan kemampuan siswa untuk memahami materi pelajaran, serta menyelesaikan soal-soal yang berhubungan dengan materi Sistem Persamaan Linear dengan Dua Variabel.&lt;br /&gt;3.    Untuk mengetahui pengaruh penerapan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan kooperatif tipe Team Accelerated Intrucsion (TAI) terhadap prestasi belajar matematika siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.    Manfaat Hasil Penelitian&lt;br /&gt;Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat:&lt;br /&gt;1. Bagi guru matematika, dapat memberikan alternatif pengajaran untuk diterapkan dalam proses kegiatan belajar mengajar di dalam kelas, sebagai upaya meningkatkan prestasi belajar matematika siswa.&lt;br /&gt;2.     Bagi siswa, pembelajaran dengan menggunakan pendekatan kooperatif tipe Team Accelerated Intrucsion (TAI) ini dapat merangsang kemampuan berfikir kritis, kreatif, inovatif dan membantu meningkatkan prestasi belajar matematika siswa.&lt;br /&gt;3.    Bagi peneliti sejenis, dapat menjadi salah satu dasar dan masukan dalam upaya mengembangkan penelitian-penelitian selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.    Sistematika Penulisan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;BAB II&lt;br /&gt;DESKRIPSI TEORI DAN HIPOTESIS PENELITIAN&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;1.    Deskripsi Teori&lt;br /&gt;1.1 Hakekat Belajar&lt;br /&gt;Untuk memperoleh pengertian yang objektif tentang belajar, terutama belajar di sekolah, perlu dirumuskan secara jelas pengertian belajar. Belajar sudah banyak dikemukakan oleh para ahli psikologi termasuk oleh ahli psikologi pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pengertian secara psikologis (Slameto, 2003:2) belajar merupakan suatu proses perubahan, yaitu perubahan tingkah laku yaitu sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, atau dengan kata lain belajar (Hamalik, 36:2001) adalah modifikasi atau memperteguh kelakuan melalui pengalaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pengertian di atas, belajar adalah merupakan suatu proses di mana seseorang mendapatkan suatu pengetahuan dan pemahaman yang diiringi dengan latihan sebagai penguatan yang akan membawa seseorang kepada sebuah prilaku berbeda dari sebelumnya, dan prilaku tersebut bersifat tetap dan berlaku lama dan melekat  pada dirinya sehingga pada akhirnya akan menjadi sifat dan pola prilakunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan terjadi karena sikap seorang siswa yang senantiasa berinteraksi dengan lingkungannya. Lingkungan tempat siswa terdiri dari lingkungan sekolah dan lingkungan luar sekolah, di mana siswa mendapatkan pengaruh yang dapat menjadi suatu pengalaman bagi dirinya dan hasilnya nanti didapat sebagai hasil belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar merupakan prilaku yang kompleks (Dimyati, 2002:38). Skinner misalnya memandang prilaku belajar dari segi prilaku teramati. Oleh karena itu, ia mengemukakan pentingnya program pembelajaran. Gagne memandang kondisi internal belajar dan kondisi eksternal belajar yang bersifat interaktif. Rogers mengemukakan pentingnya guru memperhatikan prinsip pendidikan dalam belajar, dimana pelajar memiliki kekuatan menjadi manusia, belajar hal yang bermakna, menjadikan bagian yang bermakna bagi diri, bersikap terbuka, berpartisipasi dan bertanggung jawab, belajar mengalami kesinambungan dengan penuh kesungguhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar  juga merupakan tindak interaksi antara pelajar dan pembelajaran yang memiliki tujuan. Oleh karena itu, berupa akibat interaksi, maka belajar di dinamiskan (Dimyati, 2002: 39). Pendinamisan belajar terjadi oleh prilaku belajar dan lingkungan pelajar. Dinamika pelajar yang bersifat internal, terkait dengan peningkatan hierarki ranah-ranah kognitif, afektif maupun psikomotorik. Kesemuanya itu terkait dengan tujuan pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam belajar terdapat tiga masalah pokok, yaitu:&lt;br /&gt;a.    Masalah mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya belajar&lt;br /&gt;b.    Masalah bagaimana belajar itu berlangsung dan prinsip mana yang dilaksanakan&lt;br /&gt;c.    Masalah mengenai prestasi belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua masalah pokok yang pertama tersebut berkenaan dengan proses belajar  yang sangat berpengaruh kepada masalah pokok yang ketiga. Dengan demikian, bagaimana peristiwa terjadinya proses belajar akan menentukan prestasi belajar seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.2    Hakekat Prestasi Belajar&lt;br /&gt;Dalam proses belajar mengajar, siswa mengalami suatu perubahan dalam bidang pengetahuan, pemahaman, keterampilan, dan sikap. Adanya perubahan ini dapat dilihat dari prestasi belajar siswa yang dihasilkan dari kegiatan mengerjakan soal ulangan dan mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata prestasi belajar mengandung dua kata yaitu prestasi dan belajar yang mempunyai arti berbeda. Oleh karena itu, sebelum pengertian prestasi belaja dibicarakan, ada baiknya kedua kata itu dijelaskan satu-persatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Syaiful Bahri Djamarah (PR. Cybermedia, 2002:1) prestasi adalah penilaian pendidikan tentang perkembangan dan kemajuan murid yang berkenaan dengan penguasaan bahan pengajaran yang disajikan kepada mereka dan nilai-nilai yang terdapat di dalam kurikulum. Sedangkan belajar merupakan perubahan tingkah laku untuk mencapai tujuan dan tidak tahu menjadi tahu atau dapat dikatakan sebagai proses yang menyebabkan terjadinya perubahan tingkah laku dan kecakapan seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjunya menurut Abdurrahman Saleh (PR.Cybermedia, 2002:1) memberikan prestasi belajar adalah yang dicapai siswa dari mempelajari tingkat ilmu penguasaan tertentu dengan alat ukur berupa evaluasi yang dinyatakan dalam bentuk angka huruf atau angka simbol-prestasi belajar juga dapat diartikan sebagai indikator kualitas dan kwantitas pengetahuan yang dikuasai anak didik dalam memahami mata pelajaran di sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prestasi belajar bukan hanya semata-mata karena faktor kecerdasan (intelegensia) siswa saja, tetapi ada faktor lain yang dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa tersebut. Faktor-faktor yang dimaksud tersebut dibagi menjadi dua yakni faktor intern dan faktor ekstern faktor-faktor yang dimaksud adalah seperti yang dikemukakan oleh Hana Sujadna (PR.Cybermedia, 2002: 1)&lt;br /&gt;a.    Faktor intern, yaitu faktor yang terdapat dalam diri individu itu sendiri, antara lain adalah kemampuan yang dimiliki, minat dan motivasi serta faktor-faktor lainnya.&lt;br /&gt;b.    Faktor ekstern, yaitu faktor yang berada diluar individu diantaranya lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehubungan dengan hal tersebut diatas, agar siswa dapat memperoleh prestasi belajar yang seoptimal mungkin maka siswa perlu meningkatkan kemampuan minat dan motivasi yang ada dalam dirinya.demikian pula halnya dengan faktor yang ada diluar diri siswa. Faktor ini dapat mendorong dan menghambat siswa dalam proses belajar. Lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat dapat memberikan dukungan kepada siswa didalam belajar. Di antara ketiga lingkungan tersebut lingkungan sekolah merupakan lingkungan yang terpenting yang berfungsi sebagai lingkungan kedua yang sangat mendukung dalam mendidik anak atau siswa setelah lingkungan utama yaitu lingkungan keluarga. Minat siswa terdapat suatu pelajaran bisa menjadi salah satu faktor yang menyebabkan peningkatan prestasi belajar siswa. Minat siswa menurut Winkel (Pr. Cybermedia, 2002: 2) termasuk faktor yang berpengaruh pada prestasi belajar yang termasuk faktor ekstern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.3    Pembelajaran Kooperatif&lt;br /&gt;1.3.1 Pengertian pembelajaran kooperatif dan ciri-ciri pembelajaran   kooperatif&lt;br /&gt;Pembelajaran kooperatif diambil dari bahasa inggris “Cooperate” yang artinya bekerja bersama-sama (Echols, 2003:147), dengan demikian pembelajaran kooperatif pola adalah belajar siswa yang saling bekerja sama dengan teman sebaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Slavin ( Bennett, 2003:5 ) bahwa pembelajaran kooperatif adalah sebagai salah satu metode pengajaran dimana siswa bekerja pada kelompok-kelompok kecil untuk membantu satu sama lainnya dalam memahami suatu pokok pembahasan. Siswapun diharapkan saling membantu, berdiskusi dan berargumen dengan yang lainnya, sehingga dapat menekan perbedaan pemahaman dan pengetahuan dalam mempelajari suatu pokok bahasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Berdasarkan definisi tersebut dapat dijelaskan kembali bahwa, pembelajaran kooperatif adalah suatu variasi metode pelajaran yang membimbing siswa dalam sebuah kelompok kecil di dalam kelompok tersebut siswa saling berdiskusi dan berargumen serta membantu teman sekelompok yang mengalami kesulitan dalam memahami materi. Target dari hasil diskusi dan argumentasi tersebut, akan dapat membawa siswa kepada sebuah pemahaman dan pengetahuan tentang materi yang diajarkan. Kegiatan tersebut akan membantu siswa yang lemah memahami materi dan memberikan penguatan kepada siswa yang pintar untuk dapat memahami materi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Seperti yang telah ditelaah oleh Slavin pada tahun (Ibrahim, 2000:16) bahwa pembelajaran kooperatif dapat digunakan secara efektif pada setiap level untuk mengajar setiap sains pokok bahasan pelajaran, seperti pada bidang studi matematika, membaca, menulis hingga sains yang bersifat kemampuan dasar sampai masalah yang kompleks. Kunci utama dalam pembelajaran kooperatif adalah peran guru dalam pengorganisasian kelas, menggunakan interaksi. Adapun unsur-unsur dasar dalam pembelajaran kooperatif adalah:&lt;br /&gt;a.    Siswa dalam kelompoknya haruslah beranggapan bahwa mereka “Sehidup sepenanggungan bersama “.&lt;br /&gt;b.    Siswa bertanggung jawab atas segala sesuatu dikelompoknya, seperti milik mereka sendiri&lt;br /&gt;c.    Siswa haruslah melihat bahwa semua anggota didalam kelompok nya memiliki tujuan yang sama.&lt;br /&gt;d.    Siswa haruslah membagai tugas dan tanggung jawab yang sama diantara anggota kelompoknya.&lt;br /&gt;e.    Siswa akan dikenakan evaluasi atau diberikan hadiah / penghargaan yang juga akan diberikan untuk semua anggota kelompok.&lt;br /&gt;f.    Siswa membagi kepemimpinann dan mereka membutuhkan keterampilan untuk belajar bersama selama proses belajarnya.&lt;br /&gt;g.    Siswa akan diminta mempertanggung jawabkan secara individual materi yang ditangani dalam kelompok kooperatif (Ibarahim, 2000:6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengamati uraian di atas sangat penting bagi seorang guru untuk menerapkan strategi pembelajaran kooperatif, yang dapat memungkinkan siswa dapat mengembangkan keterampilan-keterampilan untuk dapat berhasil belajar dalam suatu kelompok, dengan mengembangkan penghargaan akan betapa pentingnya bekerja sama dalam suatu kelompok, dan mampu mempriotaskan tujuan-tujuan kepentingan kelompok di atas tujuan-tujuan dan kepentingan individual. Selain itu, kelompok juga akan terbiasa dan mampu memahami apa saja yang harus mereka lakukan dan bagaimana mereka harus menyelesaikan secara bersama-sama guna peningkatan prestasi belajar mereka secara individu dan kelompok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.3.2 Student Team Learning (STL)&lt;br /&gt;Beberapa jenis Student Team Learning (STL) yang telah dikembangkan (Asroni, 2002:1) adalah:&lt;br /&gt;a.    Student Teams-Achievement Divisions (STAD)&lt;br /&gt;b.    Team-Games-Tournament (TGT)&lt;br /&gt;c.    Team Accelerated Instruction (TAI)&lt;br /&gt;d.    Jigsaw: (jenis kumpulan yang dibentuk sama dengan kumpulan STAD dan TGT)&lt;br /&gt;1.3.3 Landasan Teori Pembelajaran Kooperatif&lt;br /&gt;   Landasan teori pembelajaran kooperatif ada pada 3 teori, (Ibrahim, 2000: 17) yaitu:&lt;br /&gt;a.    Teori Motivasi&lt;br /&gt;   Motivasi merupakan motor penggerak manusia untuk berusaha dan bekerja dalam mencapai tujuan yang diinginkan istilah ini sebenarnya sama dengan kata motif yang berarti dorongan. Banyak pakar yang sudah memberikan pendapatnya mengenai pengertian ataupun definisi kata tersebut. Walaupun definisi yang diberikan itu bermacam-macam tetapi pada dasarnya arti dan hakekatnya sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Eysenck (Dadang, 2000: 13) berpendapat bahwa “Motivasi dirumuskan sebagai suatu proses yang menentukan kegiatan, intensitas, konsistensi, serta arah umum dari tingkah laku manusia, merupakan konsep yang rumit dan berkaitan dengan konsep-konsep lain.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Motivasi siswa pada pembelajaran kooperatif terutama terletak pada bagaimana bentuk kaidah atau struktur pencapaian tujuan saat siswa melaksanakan kegiatan. Pada pembelajaran kooperatif siswa yakin bahwa tujuan mereka tercapai jika dan hanya jika siswa yang lain juga akan mencapai tujan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Dilihat dari alasan timbulnya motivasi, terdapat dua macam motivasi, yaitu motivasi ekstrinsik timbul karena adanya stimulasi dari luar dan motivasi instrinsik timbul dari dalam diri individual umumnya karena kesadaran akan pentinnya sesuatu (Dalyono, 57:2005)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Dalam pembelajaran kooperatif kedua hal tersebut sangat penting dan sangat dibutuhkan. Motivasi ekstrinsik dapat muncul karena adalanya rasa tanggung jawab individu dan kesempatan yagn sama dalam meraih kesuksesan. Motivasi dalam pembelajaran kooperatif bertujuan untuk membangkitkan semangat siswa melakukan kerja yagn berhubungan dengan akademik, guna untuk mencapai tujuan akhir dari kesuksesan kelompok dapat tercapai secara optimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.    Teori Perkembangan&lt;br /&gt;   Teori perkembangnan ini mengsumsikan bahwa interaksi antara siswa disekitar tugas-tugas yang sesuai, dapat meningkatkan penguasaan mereka terhadap konsep-konsep yang sulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c.    Teori Kolaborasi Kognitif&lt;br /&gt;   Teori ini memiliki pandangan yang berbeda. Penelitian dalam psikologi kognitif telah menemukan bahwa supaya informasi dapat disimpan didalam memori dan terkait dengan informasi yang sudah ada di dalam memori itu, maka siswa harus terlibat dalam beberapa macam kegiatan terstruktur atau kolaborasi kognitif atas suatu materi (kemampuan mengajar guru, 2000:1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Sebagai contoh siswa diperintah membuat suatu ikhtisar dari suatu mata pelajaran atau bidang studi merupakan suatu kegiatan yang lebih baik dari pada sekedar membuat catatan. Karena dalam pembuatan suatu ikhtisar dapat membuat siswa mengorganisasikan materi dan dapat pula memilih materi yang penting , salah satu cara kolaborasi kognitif yang paling efektif yaitu dengan cara merealisasikan materi itu kepada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.3.4 Metode Teams Accelarated Instrucsion (TAI)&lt;br /&gt;   Pembelajaran kooperatif metode Teams Accecrated Instrucsion (TAI) merupakan gabungan dari belajar kooperatif dan belajar individual , metode ini digunakan atau dirancang untuk pengajaran metode matematika (Kooperatif pro kontra, 2000:1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Adapun tahap-tahap dalam metode Team Accelerated Instruction (TAI) ini adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;a.    Penyajian kelas&lt;br /&gt;   Pengajaran yang dilakukan dengan posisi siswa duduk pada kelompoknya masing-masing.&lt;br /&gt;b.    Kelompok ( Team)&lt;br /&gt;   Kelompok dibuat beragam, berdasarkan kemampuan akademik, jenis kelamin, ras dan etnik, yang tediri dari 4-5 orang pada setiap kelompoknya.&lt;br /&gt;c.     Kelompok Belajar (Teams Study)&lt;br /&gt;   Di dalam kelompok belajar ini memungkinkan siswa untuk saling berdiskusi, berargumen dan membuat antara satu dengan yang lainnya untuk dapat memahami suatu pelajaran. Pada saat guru memberikan soal latihan maka masing-masing anggota kelompok mengerjakannya secara individual, lalu mengecek hasil pekerjaannya dengan anggota lainnya di dalam kelompok. Jawaban yang benar akan diberitahukan oleh guru melalui kunci jawaban yang telah ada. Jika soal dalam satu tahap telah terselesaikan, maka ketahap selanjutnya, tetapi jika siswa mengalami kesulitan dan kekeliruan dalam  penyelesaiannya maka ia harus menyelesaikan soal lainya di tahap yang sama.&lt;br /&gt;d.    Test (test)&lt;br /&gt;       Adapun test yang dilakukan berupa pretest dan postes. Pretes dilakukan untuk dapat melihat kemampuan awal siswa sebelum materi diberikan oleh guru. Sedangkan pretest diberikan setelah menyelesaikan beberapa subpokok bahasan, atau pada akhir materi yang telah diajarakan. Dalam tes siswa mengerjakan secara individu tanpa bantuan rekan kelompok.&lt;br /&gt;e.    Penilaian Kelompok Dan Pengakuan Kelompok&lt;br /&gt;   Penilaian kelompok dilakukan di table score, masing-masing individu mempunyai kontribusi untuk nilai kelompok yang didapat dari hasil kuis. Tim yang memenuhi kriteria penilaian akan mendapatkan pengakuan kelompok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Setiap metode pelajaran sudah pasti ada kekurangan ada pula  kelebihannya. Begitu pula pada pembelajaran kooperatif metode TAI (Team accelerated Instrasion), kekurangan terjadi ketika pengelolaan kelas yang dilakukan oleh guru kurang baik maka jalan proses pembelajarannya juga kurang baik. Dan ketika dilihat dari factor siswa adanya anggota kelompok yang pasif dan tidak mau berusaha serta hanya mengandalkan diri teman sekelompoknya. Hal tersebut dapat terjadi, dan oleh karena itu instruksi dari guru dengan pengawasan ketika dalam proses kelompok belajar harus lebih ditingkatkan dan tentunya dapat meminimalisasi efek kepasifan siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.    Kerangka Berfikir&lt;br /&gt;3.    Hipotesis Penelitian&lt;br /&gt;Hipotesis yang dapat diajukan dalam penelitian ini adalah “Penerapan pembelajaran melalui pendekatan kooperatif tipe ‘Team accelerated intrucsion’ (TAI) memberikan pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar matematika siswa SMP “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;BAB III&lt;br /&gt;METODOLOGI   PENELITIAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;1.    Metode penelitian&lt;br /&gt;Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuasi eksperimen. Di mana prestasi belajar yang merupakan data dari penelitian  dikelompokan menjadi dua, yaitu prestasi belajar kelas eksperimen dan kelas kontrol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok kelas eksperimen adalah kelompok siswa yang pembelajarannya menggunakan pendekatan kooperatif tipe Team Accelerated Intrucsion (TAI) dan kelompok kelas kontrol adalah kelompok siswa yang pembelajarannya menggunakan pembelajaran biasa ( pembelajaran konvensional ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disain penelitiannya sebagai berikut :&lt;br /&gt;A    :    O1    X1    O2&lt;br /&gt;A    :    O1    X2    O2&lt;br /&gt;Keterangan    :&lt;br /&gt;A    =  sampel acak&lt;br /&gt;O1    =  pretes&lt;br /&gt;O2    =  postes&lt;br /&gt;X1    =  perlakuan 1, yaitu pembelajaran matematika dengan menggunakan&lt;br /&gt;   Pendekatan kooperatif tipe Team Accelerated Intrucsion (TAI)&lt;br /&gt;X2    =  perlakuan 2, yaitu pembelajaran matematika dengan menggunakan &lt;br /&gt;   pembelajaran biasa ( pembeljaaran konvensional ).&lt;br /&gt;2.    Instrumen Penelitian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data yang berupa angka tentang prestasi belajar, peningkatan prestasi belajar untuk mendapatkan data yang baik diperlukan instrument penelitian yang baik pula. Adapun instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini antara lain :&lt;br /&gt;1)    Tes awal ( pretes )&lt;br /&gt;Pretes digunakan untuk memperoleh informasi tentang kemampuan awal siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol sebelum diberi perlakuan .&lt;br /&gt;2)    Tes akhir ( postes )&lt;br /&gt;Tes akhir digunakan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan kemampuan akhir siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol sesudah diberi perlakuan.&lt;br /&gt;Untuk instrumen tes terlebih dahulu diuji cobakan agar dapat diketahui validitas, reliabilitas, daya pembeda dan taraf kesukaran.&lt;br /&gt;a.   Validitas&lt;br /&gt;Dalam penelitian ini, validitas dihitung dengan menggunakan rumus korelasi  product moment dari pearson ( Surapranata, 2005 : 58 ) , yaitu :&lt;br /&gt;r11  =&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai koefisien yang diperoleh diinterpretasikan untuk mengetahui criteria klasifikasi validitas instrumen.&lt;br /&gt;Klasifikasi koefisien korelasi&lt;br /&gt;Korelasi    Klasifikasi&lt;br /&gt;0,80  &lt; r11 ="  R11" k    =" Banyak" si2    =" Jumlah" st2    =" Varians" pi  ="     Pi" i  =" Banyaknya" sm     ="  Skor" n    =" Jumlah"&gt; 0,7    Mudah&lt;br /&gt;                 Sumber: Surapranata,2005:21&lt;br /&gt;d.   Daya  Pembeda&lt;br /&gt;Daya pembeda menurut indeks daya pembeda dapat dicari dengan menggunakan rumus :&lt;br /&gt;D  =   PA - PB            PA   =  Indeks kesukaran kelompok atas&lt;br /&gt;D    =  Daya pembeda         PB   = Indeks kesukaran kelompok bawah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalisifikasi interpretasi daya pembeda tiap butir soal,  adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;Klasifikasi daya pembeda&lt;br /&gt;D    Klasifikasi&lt;br /&gt;                   D   ≤   0,00    Sangat jelek&lt;br /&gt;0,00  &lt; oi    =" Nilai" ei    =" Nilai" k    =" Banyak" f    ="    Keterangan" vb    ="  varians" vk    ="  varians" oi    =" Nilai" ei    =" Nilai" k    =" Banyak" f    ="   Keterangan" vb    ="  varians" vk    ="  varians" t ="  Mx" my       ="  Nilai" nx      ="  Banyaknya" ny      ="  Banyaknya" x      ="  Deviasi" y      ="  Deviasi"&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6037966171406557787-3907246236954582670?l=makalahdanskripsi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://makalahdanskripsi.blogspot.com/feeds/3907246236954582670/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6037966171406557787&amp;postID=3907246236954582670&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6037966171406557787/posts/default/3907246236954582670'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6037966171406557787/posts/default/3907246236954582670'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://makalahdanskripsi.blogspot.com/2010/07/pengaruh-penerapan-pembelajaran-melalui.html' title='Pengaruh penerapan pembelajaran melalui pendekatan kooperatif tipe Team Accelarated Instrucsion (TAI) terhadap prestasi belajar matematika siswa SMPN'/><author><name>Caray</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09104225702275544350</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_bG0MsA0sMpM/SDA-fVJ81dI/AAAAAAAAAA8/aTy8a5DH8kk/S220/id+slank.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6037966171406557787.post-4617532806369216571</id><published>2010-07-11T09:13:00.000-07:00</published><updated>2010-07-12T20:07:13.270-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='makalah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekonomi'/><title type='text'>Balance Of Paymen (KETIDAK SEIMBANGAN)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;BAB I&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Posisi Balance Of Payment (BOP) yang ideal untuk suatu negara adalah bila berada pada posisi surplus atau equilibrium yang nilai valasnya relative tinggi, sedangkan posisi yang dianggap kurang baik dan selalu diusahakan untuk diperbaiki melalui mekanisme adjustment BOP adalah posisi BOP yang defisit dan nilai valas yang relatif rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mekanisme adjustment atau penyesuaian BOP yang defisit dapat dilakukan melalui beberapa cara yang secara teoritis akan tergantung pada sistem kurs valas yang digunakan oleh masing- masing negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk ketidakseimbangan (defisit atau surplus) neraca pembayaran dapat diklasifikasikan menjadi dua golongan besar, yakni penyesuaian otomatis dan penyesuaian melalui kebijakan. Mekanisme penyesuaian otomatis adalah berbagai proses penyeimbang atau penyesuaian yang bersumber dari neraca pembayaran itu sendiri, sehingga pemerintah tidak perlu mengambil tindakan atau intervensi secara khusus. Kebijakan penyesuaian adalah langkah-langkah tertentuyang diambil oleh pemerintah dengan tujuan pokok mengkoreksi ketidakseimbangan neraca pembayaran. Secara umum mekanisme-mekanisme penyesuaian otomatis tersebut dapat dibagi menjadi dua bagian, yakni yang beroperasi terhadap harga-harga, dan yang beroperasi terhadap pendapatan. Disamping itu, masih ada penyesuaian moneter otomatis. Adapun mekanisme penyesuaian harga otomatis tersebut adalah proses penyesuaian yang bertumpu pada perubahan-perubahan harga di negara yang mengalami defisit dan juga dinegara yang mengalami surplus, dan perubahan-perubahan harga itulah yang diandalkan untuk menciptakan proses penyesuaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;BAB II&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;      1. Pengertian Ketidakseimbangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah dikemukakan bahwa secara pembukuan atau accounting suatu Neraca Pembarayan Internasional atau NPI selalu seimbang. Lalu apa yang dimaksud dengan ketidakseimbangan itu? Untuk mengetahui ketidakseimbangan tersebut, kita perlu membedakan transaksi NPI ke dalam :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      1. Transaksi yang autonomous : yakni transaksi yang timbul dengan sendirinya bukan sebagai akibat dari adanaya trasaksi lain. Biasanya motif transaksi ini adalah untuk mencari keuntungan. Transaksi dalam rekening yang sedang berjalan (current account) dan capital jangka panjang pada umumnya termasuk ke dalam transaksi yang autonomous.&lt;br /&gt;      2. Transaksi yang induced/compensatory transaction : yakni transaksi yang timbul sebagai akibat adanya transaksi lain. Yang termasuk ke dalam transaksi ini adalah aliran modal (pemerintah) jangka pendek serta aliran emas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu NPI (neraca pembayaran internasional) dikatakan tidak seimbang apabila transaksi autonomous debit tidak sama dengan transaksi autonomous kredit. Defisit apabila transaksi autonomous debit lebih besar daripada transaksi autonomous kredit, dan surplus apabila transaksi autonomous debit lebih kecil daripada transaksi autonomous kredit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.2. Sebab-sebab Suatu Negara Dapat Mengalami Ketidakseimbangan Dalam NPI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketidakseimbangan dapat timbul sebagai akibat dari beberapa factor, diantaranya : alam, kegiatan ekonomi swasta, kegiatan ekonomi/kebijakan pemerintah (sendiri dan asing), yang mengakibatkan perubahan dalam permintaan dan penawaran valuta asing. Sebagai contoh misalnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      1.            Ekspor dan impor dapat berubah-ubah karena musim (seasonal disequilibrium).&lt;br /&gt;      2.            Perubahan di dalam pendapatan sebagai akibat kebijaksanaan harga, tingkat bunga atau kesempatan kerja dari Negara lain dapat menimbulkan ketidakseimbangan (cyclical disequilibrium).&lt;br /&gt;      3.            Kemajuan teknik (misalnya : penemuan karet syntethis) dapat menyebabkan ketidakseimbangan (deficit) Negara penghasil karet alam (structuraldisequilibrium).&lt;br /&gt;      4.            Aliran modal sebagai akibat kegiatan spekulasi (destabilizing speculation).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu negara dapat menempuh beberapa cara untuk mengatasi ketidakseimbangan tersebut. Grafik di bawah ini dapat menjelaskan beberapa alternative tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar 1. Alternatif untuk Mengatasi Ketidakseimbangan NPI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimbangan mula-mula adalah pada kurs OR0 dan jumlah valuta asing yang diperdagangkan OX0. Keseimbangan ini terganggu, misalnya dengan bergesernya permintaan dari D0 ke D1. Pada tingkat kurs OR0 terdapat kelebihan permintaan valuta asing (defisit NPI) sebesar X0X1. Untuk mengatasi ketidakseimbangan ini beberpa alternative yang dapat diambil oleh suatu Negara antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.      Membiarkan tingkat kurs naik menjadi OR1 (kurs yang berubah-ubah).&lt;br /&gt;2.      Membiarkan proses penyeimbangan berjalan secara otomatis melalui perubahan harga dan pendapatan (kurs tetap/standar emas).&lt;br /&gt;3.      Pemerintah dapat menambah penawaran devisa di pasar dengan menggunakan cadangan yang dimiliki (pegged rate).&lt;br /&gt;4.      Kebijaksanaan deflasi (untuk menurunkan ongkos produksi dan harga) serta mengurangi permintaan total dan pendapatan guna menekan impor.&lt;br /&gt;5.      Melakukan pengawasan devisa (exchange control).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering terjadi suatu negara mengambil kebijaksanaan yang merupakan kombinasi dari alternative-alternatif di atas. Di bawah ini akan dijelaskan proses penyesuaian ketidaskseimbangan di dalam dua system kurs, yakni kurs yang berubah-ubah dan kurs tetap. Serta dua mekanisame lainnya yaitu mekanisme pendapatan dan devaluasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.3. System Kurs yang berubah-ubah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses penyeimbangan disequilibrium atau defisit/ surplus BOP, khususnya BOT di negara yang menganut sistem kurs mengambang dengan pengendalian pemerintah (managed float), dapat dilakukan dengan menjalankan kebijakan perubahan kurs yang disebut devaluasi atau revaluasi/ upvaluasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Devaluasi diartikan sebagai suatu tindakan pemerintah untuk menurunkan nilai mata uangnya ( domestic currency) terhadap mata uang asing (foreign currency) yang bertujuan (dalam jangka waktu relative pendek ) untuk hal-hal sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.      Mendorong ekspor dan membatasi impor sehingga diharapkan dapat memperbaiki posisi BOP atao BOT menjadi equilibrium atau mendekati equilibrium.&lt;br /&gt;2.      Mendorong penggunaan produksi dalam negeri.&lt;br /&gt;3.      Dengan BOP yang equilibrium, diharapkan kurs valas dapat menjadi relatif stabil.&lt;br /&gt;4.      Revaluasi/ upvaluasi diartikan sebagai suatu tindakan pemerintah untuk menaikkan nilai mata uangnya (domestic currency ) terhadap nilai mata uang asing (foreign currency) yang dilakukan karena perekonomiannya sudah mencapai atau mendekati full employed atau terjadi kecenderungan inflasi. Kebijakan ini dalam jangka pendek bertujuan untuk mengurangi aggregate demand dan inflasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam system kurs ini proses penyeimbangan terjadi melalui peruabahan kurs (devaluasi untuk defisit dan revaluasi untuk surplus). Perubahan kurs ini disamping akan menimbulkan ongkos (riil) dalam proses penyesuaian produksi dan konsumsi, juga tidak dapat dipastikan bahwa keseimbangan akan tercapai. Keberhasilan devaluasi untuk menghilangkan atau mengurangi ketidakseimbngan tergantung pada elastisitas permintaan dan penawaran valuta asing. Makin besar elastisitas (makin elastis) permintaan akan barang ekspor (dari negara lain) dan impor suatu negara, devaluasi akan makin efektif. Hal ini dapat ditunjukkan dengan gambar sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar (a) menunjukkan untuk defisit sebesar FG, Indonesia harus mendevaluasi rupiah sebesar EE’. Sedangkan gambar (b) untuk deficit yang sama MN (= FG) perlu tindakan devaluasi yang lebih besar, yakni dari OP ke OP’. Sejalan dengan ini Marshall dan Lerner mengemukakan suatu keadaan dalam mana devaluasi akan efektif atau tidak. Keadaan ini yang kemudian dikenal dengan nama “Marshall-Lerner” yang menyatakan bahwa apabila jumlah elastisitas permintaan akan ekspor dan impor itu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      1.            Lebih besar daripada satu, devaluasi akan memberikan perbaikan.&lt;br /&gt;      2.            Sama dengan satu, devaluasi tidak memberikan efek apa-apa.&lt;br /&gt;      3.            Lebih kecil dari satu, devaluasi akan merugi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menggunakan anggapan bahwa penawaran dunia akan barang impor X negara A, R0S0, dan penawaaran barang ekspor Y dari negara A, YS0 masing-masing elastis sempurna (negara A dianggap sebagai negara kecil, sehingga tidak mempunyai pengaruh terhadap harga ekspor dan impornya), devaluasi akan menyebabkan bergesernya kurva permintaan dari D0D0 ke D1D1. Dan penawaran dari S0S0 ke S1S1. Turunnya pengeluaran valuta asing untuk impor relative kecil sebab elastisitas permintaannya (DD) juga kecil. Sedangkan turunnya penerimaan dari ekspor dikarenakan elastisitas permintaannya kecil sehingga kerugian penerimaan dari jumlah yang diekspor sebelum devaluasi (OY0EP0) sebesar FE P0P1 lebih besar daripada tambanya penerimaan Y0Y1E1F. Dengan demikian jelas bahwa elastisitas permintaan yang kecil (inelastis) menyebabkan devaluasi akan menambah defisit dalam neraca perdagangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah lain yang timbul adalah dalam hubungannya dengan penggunaan indeks harga. Indeks harga pada umumnya tidak dapat menggambarkan komposisi serta kualitas barang. Sebagai contoh, pada tahun 1970 Amerika mengekspor pesawat terbang jumbo jet dengan harga yang jauh lebih tinggi daripada harga pesawat sebelumnya, sehingga indeks harga ekspor Amerika naik. Padahal dalam analisa ekonomi yang penting adalah ongkos angkut per orang untuk setiap pesawat. Dalam hal ini jumbo jet akan menurunkan ongkos per penumpang. Jadi, meskipun indeks harga menunjukkan kenaikan, kenyataannya menunjukkan penurunan. Dengan contoh ini jelas bahwa indeks harga yang dipakai dalam penaksiran elastisitas tidak dapat mengambarkan karakteristik dari barang-barang yang diperdagangkan, yang sangat menentukkan intensitas permintaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.4. System Kurs Tetap&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurs tetap terutama terjadi pada system standar emas. Suatu negara dikatakan memakai system standar emas apabila :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; *      Nilai mata uangnya dijamin dengan nilai seberat emas tertentu.&lt;br /&gt; *      Setiap orang boleh membuat serta melebur uang emas.&lt;br /&gt; *      Pemerintah sanggup membeli atau menjual emas dalam jumlah yang tidak terbatas pada harga tertentu (yang sudah ditetapkan pemerintah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam standar emas penyeimbangna kembali suatu NPI dapat terjadi secara otomatis. Proses otomatis ini melalui suatu mekanisme yang disebut “specie flow”. Mekanisme ini bekerja sebagai berikut : apabila terjadi defisit dalam NPI (ekspor &lt;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sistem kurs tetap, nilai suatu mata uang ditentukan berdasarkan gold excange standard sesui dengan Bretton Woods system. Dalam hal ini, mekanisme adjustment posisi BOP dapat terjadi melalui mekanisme otomatis berdasarkan teori David Hume tentang “ price-specie-flow mechanism ” sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.      Bila BOP defisit berarti X&lt;&gt; X&lt;br /&gt;2.    Karena masih berlaku nilai kurs tetap atau gold exchange standard, maka akibatnya jumlah emas atau logam mulia (LM) akan makin menurun karena banyak dikirim ke luar negeri.&lt;br /&gt;3.   Karena emas masih digunakan sebagai likuiditas atau alat pembayaran, sedangkan jumlahnya semakin menurun (emas / LM), maka money supply (Ms) di dalam negeri makin berkurang.&lt;br /&gt;4.   Karena supply money makin berkurang, maka harga- harga di dalam negeri akan menurun pula.&lt;br /&gt;5.  Menurunnya harga (price) dalam negeri, khususnya terhadap harga barang ekspor (Px), akan menyebabkan jumlah ekspor (Qx) akan naik.&lt;br /&gt;6.  Di lain pihak, berkurangnya money supply di dalam negeri akan menyebabkan harga barang impor (Pm) di mata konsumen dalam negeri akan menjadi lebih mahal sehingga jumlah impor (Qm) akan turun.&lt;br /&gt;7.    Karena jumlah ekspor (Qx) naik dan di lain pihak jumlah impor (Qm) turun, maka melalui mekanisme ini akhirnya jumlah ekspor (Qx) akan menjadi sama atau bahkan lebih besar daripada jumlah impor (Qm) atau Qx ≥ Qm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, mekanisme otomatis untuk penyeimbangan (adjustment ) BOP ini tidak dapat terjadi lagi karena pada umumnya sistem kurs tetap yang menggunakan standar emas ini tidak berlaku lagi sejak Dekrit Nixon pada tanggal 15 Agustus 1971.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, misalnya terjadi kegagalan panen, negara A mengimpor lebih banyak bahan makanan sedang ekspornya tetap. Keadaan ini akan menimbulkan deficit dalam neraca pembayaran negara A, kecuali apabila negara A memperoleh pinjaman dari luar negeri untuk menutup kelebihan impornya. Seandainya pinjaman tidak bisa diperoleh dan deficit terjadi. Maka jumlah uang yang beredar (emas) didalam negeri menurun sebesar jumlah deficit neraca pembayaran tersebut, sedangkan jumlah uang yang beredar (emas) diluar negeri meningkat. Selanjutnya tingkat harga di dalam negeri menurun dan tingkat harga di luar negeri meningkat. Karena barang-barang buatan dalan negeri menjadi lebih mahal, maka penduduk dalam negeri cenderung untuk menjual barang produksinya di luar negeri (mengekspor lebih banyak) karene harga diluar negeri menguntungkan, dan cenderung untuk mengurangi pembelian barang-barang buatan luar negeri (mengimpor lebih sedikit) karena harga barang-barang buatan dalam negeri lebih murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua proses ini, yaitu ekspor bertambah dan impor menurun, akan terus berlangsung samapai deficit dalam neraca pembayaran yang semula timbul akhirnya hilang, dan neraca pembayaran kembali seimbang (dilihat dari sudut pandang luar negeri pun ada proses serupa, karena harga diluar negeri meningkat dan harga dalam negeri menurun, maka orangluar negeri cenderung untuk mengimpor lebih banyak dari negeri yang mengalami defisit (ekspor dari negeri defisit meningkat) dan cenderung untuk mengekspor lebih sedikit ke nagara defisit (impor negara defisit menurun)).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses penyesuaian kembali ke arah keseimbangan neraca pembayaran bersifat otomatis. Proses in berlaku bagi ketimpangan yang berupa defisit maupun surplus proses penyesuaian otomatis dalam neraca pembayaran (dalam system standar emas penuh) disebut mekanisme Hume sering pula disebut species flow mechanism karena dimulai dengan adanya aliran (flow) emas (species) dari suatu negara ke negara lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping proses penyeimbangn tersebut di atas, di dalam system kurs tetap, proses penyeimbangan dapat pula berjalan melalui perubahan pendapatan dan pengeluaran (proses multiplier). Proses ini dapat dijelaskan dengan menggunakan model Keynes untuk ekonomi terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama-tama dimulai dengan ekonomi tertutup (belum ada perdagangan internasional). Misalnya, di dalam perekonomian tertutup ini terjadi penambahan pengeluaran investasi (Δ1) sebesar Rp. 10 juta. Pendapatan nasional akan bertambah atau tidak tergantung besarnya marginal propencity to consume (MPC), yakni bagian dari tambhan pendapatan yang digunakan untuk membeli barang-barang konsumsi (ΔC/ΔY). Pabila diketahui bahwa besarnya MPC = ½ (artinya separo daripada tambahan pendapatan digunkan untukkonsumsi), maka tambah pendapatan nasional akan menjadi sebesar Rp 10 juta + Rp 5 juta + Rp 2,5 juta + Rp 0,625 juta = Rp 19,375 juta, atau dapat dinyatakan sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika perekonomian sudah terbuka, maka sebagian daripada kenaikan pendapatan nasional tersbut digunkan untuk membeli barang-barang luar negeri (impor). Bagian dari tambahan pendapatan nasional yang digunakan impor diosebut marginal propencity ti impor (MPM), yakni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi dengan adanya impor tersebut maka tambahan pendapatan nasional akan naik dengan jumlah yang lebih kecil. Misalnya, besarnya MPM = ¼ maka tambahan pendapatan nasional sebesar Rp 10 juta, yang sebesar Rp 5 juta (½ x Rp 10 juta) digunkan untuk menambah komsumsi. Dari tambahan konsumsi sebesar Rp 5 juta ini sebagian (Rp 2,5 juta) untuk konsumsi barang luar negeri (impor). Tambahan pendapatan nasional akhirnya sebesar :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rp 10 juta + Rp 2,5 juta + Rp 0,625 juta + ……….. = Rp 13 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara simbolis besarnya angka pengganda (multiplier) dapat dihitung sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.5. Mekanisme Keseimbangan Pendapatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya ekspor serta impor (yang besarnya tergantung atas pendapatan) sedikit menambah komplikasi model ekonomi makro dari Keynes. Keseimbangan pendapatan tercapai apabila jumlah pengeluaran sama dengan jumlah nilai yang dihasilkan. Hanya saja sekarang jumlah permintaan total tidak lagi sama dengan pengeluaran. Hal ini disebabkan karena adanya ekspor dan impor. Keseimbangan tersebut dapat dituliskan sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Y = E + X – M&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ket. Y = Produksi nasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E = Pengeluaran nasional (absorpsi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persamaan diatas dapat diartikan sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Y = Permintaan agregat untuk produksi nasional (AD)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;= E (Y) + X – M (Y)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E (Y) = Pengeluaran nasional yang besarnya tergantung dari pendapatan. Ketergantungan terhadap pendapatan ini disebabkan karena salah satu komponennya, yakni konsumsi (C) tergantung dari pendapatan. E(Y) terdiri dari konsumsi (C), investasi dalam negeri (Id), dan pengeluaran pemerintah (G).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan modofikasi sederhana, persamaan tersebut di atas dirubah menjadi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Y – C – G = (E – C – G) + (X – M)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S = Id + If&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persamaan terakhir menunjukkan bahwa tabungan (S) sama dengan investasi dalam negeri (Id) ditambah investasi luar negeri (If). Dengan demikian, keseimbangan pendapatan dapat pula berarti bahwa tabungan dikurangi investasi dalam negeri sama dengan invesatsi luar negeri .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S – Id = If = X – M&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persamaan ini menunjukkan bahwa dalam keadaan keseimbangan, S tidak perlu sama dengan Id dan juga X tidak perlu sama dengan M. Yang penting adalah kesamaan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S – Id = X – M&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.6. Devaluasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Defisit neraca pembayaran di suatu negara dapat dikoreksi melalui depresiasi atau devaluasi atas mata uang dari negara yang bersangkutan. Istilah depresiasi yang kita gunakan dalam sistem moneter internasional yang tengah berlaku dalam sistem kurs mengambang. Depresiasi adalah peristiwa penurunan nilai tukar mata uang secara otomatis akibat bekerjanya kekuatan-kekuatan penawaran dan permintaan atas mata uang yang bersangkutan dalam sistem pasar bebas. Sedangkan istilah devaluasi akan kita gunakan guna mengacu peningkatan secara sengaja kurs atau penurunan nilai tukarnya dari suatu mata uang oleh pemerintahnya. Artinya pemerintah sengaja secara sepihak mengubah angka kurs mata uangnya, dari besaran baku yang satu menjadi besaran baku yang yang lain. Namun mengingat dampak-dampak yang ditimbulkan oleh depresiasi dan devaluasi secara umum sama saja, maka kedua istilah tersebut akan digunakan secara bergantian dan pembedanya tidak terlalu dipermasalahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada umumnya kebijakan devaluasi relatif lebih banyak digunakan oleh negara-negara berkembang dengan terlebih dahulu mendapat persetujuan dari IMF. Salah satu contohnya adalah devaluasi yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia sebanyak empat kali yang dapat dilihat pada table berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut “ Marshall- Lerner condition”, suatu kebijakan devaluasi akan dapat memperbaiki posisi BOP bila dipenuhi syarat sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.      Devaluasi akan dapat memperbaiki BOP bila Ed + Es &gt; 1&lt;br /&gt;2.      Devaluasi tidak akan memperbaiki posisi BOP bila Ed + Es = 1&lt;br /&gt;3.      Devaluasi justru akan memperburuk posisi BOP bila Ed + Es &lt;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;BAB III&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KESIMPULAN&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi suatu neraca pemabayaran yang tidak seimbang dapat diperbaiki dengan beberapa cara diantaranya dengan proses penyeimbangan kurs berubah-ubah atau kurs mengembang, proses penyeimbangan kurs tetap, mekanisme pendapatan keseimbangan, dan devaluasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Defisit sebagai suatu kelebihan debet terhadap kredit dalam neraca transaksi berjalan, yang tidak dapat diimbangi oleh arus modal otonom sehingga memerlukan transaksi-transaksi pengimbang secara khusus seperti penarikan sebagian asset cadangan internasional, penarikan pinjaman luar negeri, atau depresiasi mata uang domestik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk kurva permintaan dan kurva penawaran dari negara yang mengalami defisit memang dapat menunjukan besar kecilnya devaluasi atau depresiasi atas mata uang domestiknya yang diperlukan demi mengurangi atau menghilangkan defisit pada neraca pembayaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hilangnya sebagian cadangan emas dari Negara menunjukan deficit neraca pembayaran di Negara itu, yang selanjutnya pasti akan menurunkan tingkat uangnya. Lebih lanjut, hal ini akan menyebabkan harga-harga domestic mengalami penurunan, sehingga harga-harga produknya menjadi lebih kompetitif dan ekspor Negara itu pun meningkat dan dalam waktu bersamaan impornya menurun. Proses ini akan teruis berlangsung samapai deficit neraca pemabyaran di Negara itu hilang. Proses yang sebaliknya akan terjadi di Negara yang mengalami neraca pembayaran. Namun, standar emas juga mengandung beberapa kelemahan fatal yang membuatnya tidak praktis sebagai cara pengorganisasian system moneter internasional dewasa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6037966171406557787-4617532806369216571?l=makalahdanskripsi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://makalahdanskripsi.blogspot.com/feeds/4617532806369216571/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6037966171406557787&amp;postID=4617532806369216571&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6037966171406557787/posts/default/4617532806369216571'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6037966171406557787/posts/default/4617532806369216571'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://makalahdanskripsi.blogspot.com/2010/07/balance-of-paymen-ketidaseimbangan.html' title='Balance Of Paymen (KETIDAK SEIMBANGAN)'/><author><name>Caray</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09104225702275544350</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_bG0MsA0sMpM/SDA-fVJ81dI/AAAAAAAAAA8/aTy8a5DH8kk/S220/id+slank.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6037966171406557787.post-8819357179927144138</id><published>2010-07-11T07:48:00.000-07:00</published><updated>2010-07-11T07:50:23.700-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pertanian'/><title type='text'>PENGERTIAN AGROINDUSTRI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Agroindustri dapat diartikan dalam dua hal, yaitu pertama agroindustri adalah industri yang berbahan baku utama dari produk pertanian. Studi agroindustri pada konteks menekankan pada food processing management dalam suatu perusahaan produk olahan yang bahan baku utamanya adalah produk pertanian. Menurut FAO (Hicks, 1996), suatu industri yang menggunakan bahan baku dari pertanian dengan jumlah minimal 20% dari jumlah bahan baku yang digunakan adalah  agroindustri. Arti yang kedua adalah bahwa agroindustri itu diartikan sebagai suatu tahapan pembangunan sebagai kelanjutan dari pembangunan pertanian, tetapi sebelum tahapan pembangunan tersebut mencapai tahapan pembagunan. Oleh karena itu, dapat dimengerti kalau pada rencana pembangunan lima tahun (REPELITA) VI sebagai tahap awal pembangunan jangka panjang kedua (PJP-II) diarahkan sebagai peletakan dasar untuk meningkatkan sumber daya manusia, menumbuhkan sikap kemandirian dan pengembangan pertanian yang mengarahkan pada industri pertanian, (Soekartawi 2001).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna berkelanjutan (Sustainable) yang didampingi kata agroindustri tersebut, maka pembangunan agroindustri yang berkelanjutan (Sustainable agroindustrial development) adalah pembangunan agroindustri yang mendasarkan diri pada konsep berkelanjutan, dimana agroindustri yang dimaksudkan dibangun dan dikembangkan dengan memperhatikan aspek-aspek manajemen dan konservasi sumber daya alam. Semua teknologi yang digunakan serta kelembagaan yang terlibat dalam proses pembangunan tersebut diarahkan untuk memenuhi kepentingan manusia masa sekarang maupun masa mendatang. Jadi teknologi yang digunakan sesuai dengan daya dukung sumber daya alam, tidak ada degradasi lingkungan, secara ekonomi menguntungkan dan secara sosial diterima oleh masyarakat (Soekartawi 1998, FAO, 1989, Sajise, 1996 ). Dari definisi ini ada beberapa ciri dari agroindustri yang berkelanjutan, yaitu pertama produktivitas dan keuntungan dapat dipertahankan atau ditingkatkan dalam waktu yang relatif lama sehingga memenuhi kebutuhan manusia pada masa sekarang atau masa mendatang. Kedua, sumber daya alam khususnya sumber daya pertanian yang menghasilkan bahan baku agroindustri dapat dipelihara dengan baik dan bahkan terus ditingkatkan karena berkelanjutan kerajinan tersebut sangat tergantung dari tersedianya bahan baku. Ketiga, dampak negatif dari adanya pemanfatan sumber daya alam dan adanya kerajinan dapat diminimalkan (Soekartawi, 2001).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemajuan ilmu dan teknologi yang mempengaruhi corak berpikir produsen, konsumen dan pelaku pembangunan pertanian dengan memperhatikan pada empat aspek seperti yang disebutkan diatas, yaitu:&lt;br /&gt;1)    Pemanfaatan sumber daya dengan tanpa merusak lingkungannya .&lt;br /&gt;2)    Pemanfatan teknologi yang senantiasa berubah.&lt;br /&gt;3)    Pemanfaatan institusi (kelembagaan) yang saling menguntungkan dan&lt;br /&gt;4)    Pemanfaatan budaya (cultural endowment) untuk keberhasilan pembangunan pertanian (Soekartawi, 2005).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat aspek inilah yang banyak menentukan keberhasilan pembangunan pertanian yang berkelanjutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6037966171406557787-8819357179927144138?l=makalahdanskripsi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://makalahdanskripsi.blogspot.com/feeds/8819357179927144138/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6037966171406557787&amp;postID=8819357179927144138&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6037966171406557787/posts/default/8819357179927144138'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6037966171406557787/posts/default/8819357179927144138'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://makalahdanskripsi.blogspot.com/2010/07/pengertian-agroindustri.html' title='PENGERTIAN AGROINDUSTRI'/><author><name>Caray</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09104225702275544350</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_bG0MsA0sMpM/SDA-fVJ81dI/AAAAAAAAAA8/aTy8a5DH8kk/S220/id+slank.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6037966171406557787.post-8908525494497532867</id><published>2010-06-02T07:19:00.000-07:00</published><updated>2010-07-11T08:03:07.854-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pertanian'/><title type='text'>FAKTOR-FAKTOR PEMBATAS PADA PERTUMBUHAN TANAMAN KACANG</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BAB I&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PENDAHULUAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.1 Latar Belakang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kacang hijau merupakan salah satu tanaman Leguminosaeyang cukup penting di Indonesia. posisinya menduduki tempat ketiga setelah kedelai dan kacang tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat ini perhatian masyarakat terhadap kacang hijau masih kurang. Kurangnya perhatian ini diantaranya disebabkan oleh hasil yang dicapai per hektarnya masih rendah. Di samping itu, panen kacang hijau ini harus dikerjakan beberapa kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peningkatan produksi kacang hijau dilakukan dengan cara memperbaiki kultur teknis petani, mendapatkan varietas-varietas yang produksinya tinggi dan masak serempak, serta peningkatan usaha pasaca panen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari segi agronmis dapat dilakukan dengan tindakan pengairan, pemupukan NPK dan pengaturan jumlah populasi, jarak tanam, sanitasi, pengendalian hama dan penyakit tanaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap tanaman dalam sikus hidupnya pastiakan mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Dalam pertumbuhan tanaman kacang hiaju terdapat berbagai faktor pembatas yang akan menentukan periode pertumbuhannya.Faktor-faktor pembatas tersebut secara garis besar terdiri dari faktor abiotik dan biotik. Dalam praktikum ini kami ingin mencoba mengetahui faktor-faktor pembatas pada pertumbuhan kacang hijau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.2 Tujuan Praktikum&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 1. Untuk mengetahui dan mempelajari faktor pembatas abiotik (air) terhadap pertumbuhan tanaman kacang hijau&lt;br /&gt; 2. Untuk mempelajari faktor pembatas biotik, yaitu persaingan antara individu tanaman dalam hal penggunaan sumberdaya. Dalam hal ini adalah faktor cahaya, unsur hara dan air terhadap pertumbuhan tanaman yang diekspresikan dalam pertumbuhan melalui indikator pertambahan tinggi, jumlah daun, luas daun, dan bobot kering tanaman.&lt;br /&gt; 3. Sebagai syarat untuk lulus mata kuliah ekologi tanaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;BAB II&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TINJAUAN PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.1 Klasifikasi Tanaman Kacang Hijau&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kacang hijau merupakan salah satu tanaman semusim yang berumur pendek (kurang lebih 60 hari). Tanaman ini disebut juga mungbean, green gram atau golden gram. Dalam dunia tumbuh-tumbuhan, tanaman ini diklasifikasikan seperti berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Divisi : Spermatophyta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sub-divisi : Angiospermae&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelas : Dicotyledoneae&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ordo : Rosales&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Famili : Papilionaceae&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Genus : Vigna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spesies : Vigna radiata atau Phaseolus radiatus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.2 Morfologi Tanaman Kacang Hijau&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanaman kacang hijau berbatang tegak dengan ketinggian sangat bervariasi, antara 30-60 cm, tergantung varietasnya. Cabangnya menyamping pada bagian utama, berbentuk bulat dan berbulu. Warna batang dan cabangnya ada yang hijau dan ada yang ungu (Soeprapto, 1993).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daunnya trifoliate (terdiri dari tiga helaian) dan letaknya berseling. Tangkai daunnya cukup panjang, lebih panjang dari daunnya. Warna daunnya hijau muda sampai hiaju tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunga kacang hijau berwarna kuning, tersusun dalam tandan, keluar pada cabang serta batang, dan dapat menyerbuk sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polong kacang hijau berebntuk silindris dengan panjang antara 6-15 cm dan biasanya berbulu pendek. Sewaktu muda polong berwarna hijau dan dan setelah tua berwarna hitam atau coklat. Setiap polong berisi 10-15 biji (Soeprapto, 1993).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biji kacang hijau lebih kecil dibanding biji kacang-kacangan lain. Warna bijinya kebanyakan hijau kusam atau hijau mengilap, beberapa ada yang berwarna kuning, cokelat dan hitam . Tanaman kacang hijau berakar tunggang dengan akar cabang pada permukaan (Soeprapto, 1993).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.3 Fungsi Air Bagi Tanaman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada fase perkecambahan, prose yang pertama terjadi adalah imbibisi, air berfungsi sebagai penstimulir metabolisme dan sebagai pelarut dalam perubahan dan pengangkutan cadangan makanan kepada seluruh bagian tanaman sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik. Air diperlukan dalam proses pelarutan garam-garam mineral dalam tanah, alat angkut zat hara dalam tanah melalui akar, sintesis karbohidrat, sintetis protein dan sebagai alat angkut zat-zat makanan ke bagian tanaman (Rusmana, 2002). Secara garis besar fungsi air bagi tanaman adalah (Rusmana, 2002):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 1. Merupakan unsur yang penting dari protoplasma terutama pada meristematik.&lt;br /&gt; 2. Sebagai pelarut dalam proses fotosintesis dan proses hidrolitik seperti perubahan pati menjadi gula.&lt;br /&gt; 3. Bagian yang esensial dalam menstabilkan sel turgor tanaman.&lt;br /&gt; 4. Pengatur suhu bagi tanaman, karena air mempunyai kemampuan menyerap panas yang baik.&lt;br /&gt; 5. Transpor bagi garam-garam, gas dan mineral lainnya dalam tubuh tanaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.4 Kompetisi atau Persaingan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompetisi atau persaingan ada dua macam, yaitu: (1) tipe persaingan yang langsung bertindak terhadap organisme lain dan (2) tipe persaingan yang didorong untuk memenuhi kebutuhan sumberdaya hidup, lebih-lebih kalau persediaan sumberdaya kurang. Misalnya persaingan untuk memperoleh cahaya, air dan unsur-unsur hara. Apabila kedua belah pihak sama sekali tidak saling mempengaruhi, maka mereka tidak menjalankan interaksi, mereka mengikuti netralisme (Rusmana, 2002).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;BAB III&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;METODOLOGI PRAKTIKUM&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3.1 Tempat dan Pelaksaan Praktikum&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Praktikum ini dilaksanakan di green house Jurusan Agronomi Fakultas Pertanian - Untirta . Praktikum dilaksanakan dari bulan April hingga Juni 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3.2 Alat-alat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alat-alat yang digunakan dalam praktikum ini antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 1. Cangkul&lt;br /&gt; 2. Ember&lt;br /&gt; 3. Timbangan&lt;br /&gt; 4. Penggaris&lt;br /&gt; 5. Oven&lt;br /&gt; 6. Label&lt;br /&gt; 7. Benang&lt;br /&gt; 8. Ajir&lt;br /&gt; 9. Polybag&lt;br /&gt;10. Gunting&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 1. Benih kacang hijau ( kurang lebih 1 kg)&lt;br /&gt; 2. Pupuk NPK&lt;br /&gt; 3. Tanah (Media tanam)&lt;br /&gt; 4. Furadan 3-G&lt;br /&gt; 5. Air&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3.3 Cara Kerja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Setiap kelompok praktikum menyiapakan 6 polybag yang diisi dengan media tanam (tanah) 10 kg/ polybag dan diberi urut nomor 1-6.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Dari ke-6 polybag tersebut, tiga polybag (1-3) masing-masing ditanami benih dengan jumlah tiga biji untuk setiap polybag sedangkan tiga polybag berikutnya (4-6) ditanami masing-masing ditanam sebanyak 10 biji untuk setiap polybag. Pada saat tanam untuk mengendalikan ulat hama tanah digunakan furadan 3G.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Ke-6 polybag tersebut ditempatkan dirumah kaca FP dan tanamannya dipelihara sesuai dengan perlakuan yang ditetapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Pada umur 1 MST (Mnggu Setelah Tanam) dilakukan penjarangan. Polybag nomor1-3 ditinggalkan satu tanaman untuk setiap polybag (upayakan tanaman yang ditinggalkan seragam) sedangkan polybag nomor 4-6 ditinggalkan lima tanaman (upayakan yang seragam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3.4 Pengamatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengamatan dilakukan terhadap komponen pertumbuhan untuk mendapatkan informasi tentang :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Pertambahan tinggi tanaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kecambah muncul dan tanaman muncul, setiap praktikum kami mengamati pertambahan tinggi tanaman dengan cara mengukurnya menggunakan mistar dan mencatatnya pada setiap tujuh hari sekali dimulai dari 2 MST sampai denag 6 MST. Sebelum dilakukan pencatatan dan pengukuran tinggi tanaman. Pada 1 MST dilakukan penjarangan pada setiap polybag. Tanaman lain yang tidak terpilih dibuang dengan cara dipotong dengan menggunakan gunting, jangan dicabut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Jumlah dan luas daun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tanaman tumbuh kami melakukan pengamatan jumlah dan luas daun tanaman. Jumlah dan luas daun tanaman dicatat dan diamati setiap tujuh hari sekali dimulai dari 2 MST.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Bobot kering tanaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bobot kering tanaman dihitung dengan cara mengeringkan seluruh bagian tanaman dengan cara menggunakan oven kemudian dilakukan penimbangan dan dicatat. Pengeringan pada oven dilakukan pada 6 MST, setelah dilakukan pengamatan terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;BAB IV&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4.1 Hasil Pengamatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hasil pengamatan setelah 6 MST, didapat data-data hasil praktikum ini. Hasil pengamatan disajikan dalam tabel 1 sampai 4.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4.1.1 Pertambahan Tinggi Tanaman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kecambah muncul dan tanaman tumbuh, kami mengamati pertambahan tinggi tanaman dengan cara mencatatnya setiap kali kami melakukan pengukuran. Berdasarkan pengamatan yang telah kami lakukan didapat pertambahan tinggi tanaman yang disajikan pada tabel:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabel 1. Data Pengamatan Tinggi Tanaman&lt;br /&gt;(tidak ditampilkan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tabel satu menunjukan bahwa, pada akhir pengamatan tinggi tanaman dengan perlakuan pemberian air tiap hari dan populasi satu tanaman menghasilkan tinggi tanaman paling tinggi, yaitu sebesar 57 cm. Sedangkan pada perlakuan pemberian air tiap hari dan populasi lima tanaman menhasilkan tinggi tanaman paling pendek,yaitu 37,22 cm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4.1.2 Jumlah dan Luas Daun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tanaman muncul kami mengamati jumlah dan luas daun tanaman. Jumlah dan luas daun tanaman diamati dan dicatat setiap satu minggu sekali dimulai dari 7 HST. Berdasarkan pengamatan yang telah kami lakukan diperoleh data jumlah dan luas daun yang disajikan pada tabel di bawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabel 2. Data Pengamatan Jumlah Daun Tanaman&lt;br /&gt;(Tidak ditampelkan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabel dua pada akhir pengamatan pada peubah jumlah daun terlihat bahwa jumlah daun tanaman kacang hijau pada perlakuan pemberian air tiap hari dengan populasi satu tanaman menghasilkan jumlah daun paling banyak, yaitu sebesar 3, 2 helai daun. Sedangakan pada perlakuan pemberian air tiap hari dan populasi lima tanaman menghasilkan jumlah daun paling sedikit, yaitu sebesar 2,12 helai daun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabel 3. Data Pengamatan Luas Daun Tanaman&lt;br /&gt;(tidak ditampilkan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabel tiga pada akhir pengamatan pada peubah luas daun terlihat bahwa daun tanaman kacang hijau pada perlakuan pemberian air tiap hari dan populasi satu tanaman menghasilkan luas daun paling luas, yaitu sebesar 226,08 cm2. sedangkan pada perlakuan pemberian air tiap hari dan populasi lima tanaman menghasilkan luas daun tanaman kacang hijau paling sempit, yaitu 63,27 cm2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4.1.3 Bobot Kering&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dilakukan penghitungan bobot kering tanaman dengan cara mengeringkan seluruh bagian tanaman pada oven kemudian dilakukan penimbangan dan dicatat didapatkan hasil pada tabel berikut ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabel 4. Data Pengamatan Bobot Kering Tanaman&lt;br /&gt;(Tidak ditampilkan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabel empat pada akhir pengamatan pada peubah bobot kering terlihat bahwa tanaman kacang hijau pada perlakuan A1 P1, menghasilkan bobot kering paling berat, yaitu sebesar 7,40 g. Sedangkan pada perlakuan A1 P5 menghasilkan bobot kering paling ringan, yaitu sebesar 2,02 g.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4.1 Pembahasan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4.2.1 Pertumbuhan Tanaman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertumbuhan tanaman merupakan suatu konsep universal dalam biologi dan merupakan hasil dari berbagai proses fisiologi yang berinteraksi dalam tubuh tanaman bersama faktor luar. Ketiga proses tersebut yaitu pertambahan ukuran, bentuk dan jumlah (Sitompul dan Guritno, 1995). Pertumbuhan, dalam arti terbatas, menunjuk pada pertambahan ukuran yang tidak dapat balik, mencerminkan pertambahan protoplasma. Pertumbuhan tanaman ditunjukkan oleh pertambahan ukuran dan berat kering yang tidak dapat balik (Harjadi, 1988).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertumbuhan tanaman yang diamati dalam praktikum ini adalah tinggi tanaman, jumlah daun luas daun dan bobot kering tanaman. Pertumbuhan tanaman yang baik menurut Sitompul dan Guritno (1995) dipengaruhi oleh faktor dalam dan faktor luar tanaman itu sendiri. Faktor lingkungan yang mempengaruhi tanaman diantaranya adalah ketersediaan air, unsur hara, iklim dan adanya hama dan penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.2.2 Komponen Pengamatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komponen pengamatan yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, dan bobot kering tanaman. Hasil praktikum yang dilakukan menunjukkan bahwa perlakuan pemberian air setiap hari dan populasi satu tanaman (A1 P1) memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan perlakuan pemberian air setiap hari dan populasi lima tanaman (A1 P5). Hal ini diduga bahwa pada populasi lima tanaman terjadi persaingan dalam pemanfaatan sinar matahari, air dan unsur hara. Hal ini sesuai dengan pendapat Harjadi (1988) yang menyatakan bahwa populasi yang padat akan jarak tanam yang sempit akan mempengaruhi keefisienan penggunaan sinar matahari, juga mempengaruhi kompetisi antar tanaman dalam menggunakan air dan zat dengan demikian akan mempengaruhi komponen hasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari komponen pengamatan bobot kering terlihat yang paling berat berasal dari perlakuan penggunaan air tiap hari dan populasi satu tanaman. Hal ini dikarenakan bahwa tinggi tanaman dan jumlah daun akan sangat mempengaruhi bobot kering dan luas daun tanaman sedangkan luas daun akan mempengaruhi proses fotosintesis dalam menghasilkan total asimilat tanaman (Sitompul dan Guritno, 1995).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan pemberian air setiap hari trelihat sekali vigor tanaman tegak dan tidak mudah rusak serta tanaman tidak menjadi layu. Tanaman membutuhkan air yang cukup selama pertumbuhan dan perkembangannya. Kebutuhan air suatu tanaman dapat diartikan sebagai jumlah air yang diserap dan ditranspirasikan oleh tanaman (dalam kg) untuk membentuk 1 g bahan kerin. Kebutuhan tanaman akan air untuk perkembangannya sangat bergantung pada banyak faktor, di antaranya adalah: (1) tipe dan fase pertumbuhan, (2) tanah dengan kandungan airnya yang berbeda-beda, dan (3) cuaca (Rusmana, 2002).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cekaman air akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan serta hasil tanaman karena terjadi perubahan pada anatomi, morfologi, fisiologi dan biokimia tanaman yang pada akhirnya akan menurunkan produktivitas tanaman (Rusmana, 2002).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat praktikum ini dilaksanakan di green house yang setiap siang hari suhu selalu fluktuatif maka pemberiaan air tiap hari akan membantu menstabilkan suhu tanah dan tanaman. Hal ini sesuai dengan pendapat Rusmana (2002) bahwa salah satu fungsi air adalah pengatur suhu bagi tanaman, karena air mempunyai kemampuan menyerap panas dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;BAB V&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5.1 Simpulan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil percobaan menunjukkan bahwa tanaman kacang hijau yang ditanam pada populasi satu tanaman dan pemberian air setiap hari memberikan hasil yang paling baik dari pada populasi lima tanaman dan pemberian air tiap hari. Dengan perlakuan populasi satu tanaman dan pemberiaan air tiap hari memberikan tinggi tanaman tertinggi yaitu 57 cm, jumlah daun terbanyak yaitu 3,2 helai, luas daun terluas 226, 08 cm2 dan bobot kering 7,40 g.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan pada perlakuan poulasi lima tanaman dan pemberian air tiap hari menghasilkan tinggi tanaman terpendek yaitu 37,22 cm, jumlah daun 2,12 helai daun. Dan luas daun paling sempit yaitu 58,81 cm2., bobot kering paling ringan yaitu 2,02 g.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.2 Saran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil percobaan yang telah kami laksanakan maka kami menyarankan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bahwa dalam penanaman kacang hijau perlu dilakukan pemeliharaan seperti penyiraman secara teratur sesuai dengan kebutuhan tanaman kacanag hijau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Jarak tanam perlu diatur dan populasi jangan terlalu padat pada areal yang sempit agar tidak terjadi persaingan dalam memanfaatkan sumberdaya, seperti sinar matahari, air, dan unsur hara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Dalam penganbilan pengukuran data hendaknya stu orang tersebut saja yang mengukurnya agar tidak terjadi kesalahan dalam penghitungan komponen pengamatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Dalam menyiram tanaman di polybag hendaknya tidak mengganggu kelompok lain yang bukan jadwal penyiramannya. Hendaknya menyiram tanamannya dibawah yaitu di lantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Harjadi, M.M.Sri Setyati. 1988. Pengantar Agronomi. Gramedia: Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rusmana. 2002. Diktat Mata Kuliah Ekologi Tanaman. Jurusan Agronomi. Faperta- Untira. Serang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rusmana. 2007. Petunjuk Praktikum Mata Kuliah Ekologi Tanaman. Jurusan Agronomi. Faperta­-Untirta. Serang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sitompul dan Guritno. 1995. Analisa Pertumbuhan Tanaman. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumadi, Soeprapto Hardjo. 1993. Bertanam Kacang Hijau. Penebar Swadaya. Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silahkan download untuk versi word + tabelnya &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10668483/FAKTOR-FAKTORPEMBATAS.rtf.html"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6037966171406557787-8908525494497532867?l=makalahdanskripsi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://makalahdanskripsi.blogspot.com/feeds/8908525494497532867/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6037966171406557787&amp;postID=8908525494497532867&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6037966171406557787/posts/default/8908525494497532867'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6037966171406557787/posts/default/8908525494497532867'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://makalahdanskripsi.blogspot.com/2010/06/faktor-faktor-pembatas-pada-pertumbuhan.html' title='FAKTOR-FAKTOR PEMBATAS PADA PERTUMBUHAN TANAMAN KACANG'/><author><name>Caray</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09104225702275544350</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_bG0MsA0sMpM/SDA-fVJ81dI/AAAAAAAAAA8/aTy8a5DH8kk/S220/id+slank.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6037966171406557787.post-4959486556673179705</id><published>2010-06-02T07:14:00.000-07:00</published><updated>2010-07-11T05:32:04.310-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>ANALISA MENGENAI INVENTARISASI MASALAH DAN POTENSI BANTEN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;ANALISA MENGENAI INVENTARISASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MASALAH DAN POTENSI BANTEN&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Banten sebelurn dijadikan provinsi oleh pernerintah pusat banyak didaerah daerah tertentu yang belurn mendapat perhatian dan Pernerintah Kabupaten Serang saat itu, seperti Rangkas Bitung, Baduy dan Malimping atau didaerah pelosok lainnya belurn ada penataan dalarn bidang kesehatan, pertanian dan jual bell hasil dan pertanian / perkebunan daerah setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CCITRA%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C03%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City" downloadurl="http://www.5iamas-microsoft-com:office:smarttags"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place" downloadurl="http://www.5iantlavalamp.com/"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:595.35pt 842.0pt; 	margin:113.4pt 85.05pt 85.05pt 113.4pt; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Begitupula ada suatu daerah lainnya seperti Binuangen yang memiliki daya tarik tersendiri dengan pantainya yang rnasih alarni dan Ujungkulon dengan cagar alamnya penuh dengan fauna dan flora yang belurn sepenuhnya untuk diadakan suatu penelitian yang serius, apalagi rnengenai terunibu karang bawah taut yang kurang penelitian tentang kadar kerusakannya yang dtakibatkan born ikan yang biasa digunakan oteh nelayan tradisionaL&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Kernudian mengenai penataan tentang tata ruang &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; kabupaten dan daerah dan penataan ekonomi diperkotaan dan daerah pelosok perkembangannya masih alami artinya kegiatan mereka rnasih sesukahatinya sendiri yang akibat dari pada itu adalah timbulnya ketertinggalan dari segi penghasilan daerah, kemacetan dan kesan tidak tertib.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Setelah Banten berdiri menjadi salah satu Provinsi di Negara Kesatuan Republik Indonesia mi dengan ibukotanya Serang, maka Banten berusaha dengan sekuat tenaga untuk berbenah din dengan menata kembali dan kota kabupaten menjadi kota provinsi dengan mengubah tata ruang dan penataan kota kembali untuk tidak tertinggal jauh dengan saudara-saudaranya di provinsi lain.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Untuk rnerubah sistem pemerintahan dan kabupaten menjadi provinsi tentu mernerlukan suatu perubahan yang tidak mudah yaitu dan mulai pejabat, kabupaten menjadi kotarmadya dan rnerubah dan menata kembali para apartur daerah dan seterusnya yang dilaksanakan berdasarkan tahapan-tahapan sesuai dengan Undang Undang Daerah yang berlaku.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Provinsi Banten disamping bebenah din dalam penataan tata ruang juga merubah sistem perekonomian untuk masyarakatnya dengan belajar dan pemerintah pusat dan mengadakan study banding dengan berkunjung ke provinsi lainnya yang sudah lebih dulu maju untuk mencari masukan dan informasinya untuk kemajuan perekonomian dan pengembangan wisata daerah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Sebagai provinsi baru Banten tentu berusaha untuk mengejar berbagai ketertinggalannya dan provinsi-provinsi yang lain dan berbagai bidang khususnya ekonomi dan pariwisata daerah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Dalam bidang ekonomi pemerintah provinsi harus mengadakan penataan dengan memisahkan daerah perdagangan dan perkantoran, untuk ekonomi pemerintah provinsi harus mengadakan pembinaan kepada masyarakat tentang bagaimana melakukan transaksi jual beli dan tekhnik berdagang untuk mencapai hasil yang maksimal kepada masyarakat ekonomi atau pelaku pasar sehingga jika saatnya nanti akan memberikan kontribusi pada pemerintah provinsi dalam bidang Anggaran Penerimaan dan Belanja Daerah (APBD).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Dibidang pariwisata provinsi Banten banyak memiliki potensi-potensi wisata yang harus benar-benar dibenahi, utamanya dalam memilih lokasi yang masih alami harus ditata mengenai tempat hiburan, tempat bermain, dan tempat kolam renang sesuai dengan standar nasionaijika perlu standar internasional bila dana memadai.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Dalam hal meningkatkan pendapatan daerah provinsi, ibu gubernur mengajak bupati bersama-sama DPRD untuk membangun pemerintahan provinsi yang bersih, berakhlak dan berwibawa.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Setelah Provinsi Banten menjadi daerah otonomi terbuka, maka Pemda harus siap dalam kemandiriannya, misal dalam mencari pendanaan pemerintah daerah harus bisa mencari sumber yang ada pada daerahnya masing-masing untuk menghasilkan suatu dana.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Potensi Banten untuk menghimpun pemasukan dana ke kas daerah yang dikatakann sebagai sumber untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pemerintah daerah harus mendidik masyarakat setempat dalam bidang ketrampilan masing-masing sesuai dengan daerahnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Untuk daerah pantai/pesisir masyarakatnya harus dibina bagaimana cara menghadapi atau menerima para tamu wisatawan dalam dan luar negeri, kemudian cara membuat souvenir yang pantas untuk dijual kepada khalayak umum..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Untuk itu kami mengajak atau menghibau kepada para pemimpin dan tokoh masyarakatnya marilah kita sama-sama membangun Banten dan segi pariwisata, karena alam Banten cukup penuh pesona.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Pariwisata untuk daerah Banten pada umumnya belum banyak dikenal oleh masyarakatnya sendiri apalagi umum, untuk supaya dikenal dikawasan atau wilayah tersebut, maka pemerintah provinsi berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan informasi melalui media cetak, media elekttronika, media televisi dan dalam bentuk brosur atau spanduk yang dipasang disepanjang jalan protocol.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Dengan demikian marilah kita bangun bersama Banten dan sekitamya menuju masyarakat yang adil dan merata.&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6037966171406557787-4959486556673179705?l=makalahdanskripsi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://makalahdanskripsi.blogspot.com/feeds/4959486556673179705/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6037966171406557787&amp;postID=4959486556673179705&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6037966171406557787/posts/default/4959486556673179705'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6037966171406557787/posts/default/4959486556673179705'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://makalahdanskripsi.blogspot.com/2010/06/analisa-mengenai-inventarisasi-masalah.html' title='ANALISA MENGENAI INVENTARISASI MASALAH DAN POTENSI BANTEN'/><author><name>Caray</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09104225702275544350</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_bG0MsA0sMpM/SDA-fVJ81dI/AAAAAAAAAA8/aTy8a5DH8kk/S220/id+slank.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6037966171406557787.post-1102923131423118741</id><published>2010-03-24T18:59:00.000-07:00</published><updated>2010-03-24T19:00:11.251-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahasa'/><title type='text'>ASAL MULA BAHASA</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center;line-height:150%"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;ASAL MULA BAHASA&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Apabila kita menelusuri jejak kehidupan nenek moyang manusia di muka bumi sejak &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;lima&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; ratus ribu tahun yang silam, kita tidak pernah menemukan bukti-bukti langsung mengenai bahasa nenek moyang kita tersebut. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt;line-height: 150%"&gt;Cerita dari Mesir, bahwa sekitar abad ke-17 SM Raja Mesir Psammetichus mengadakan eksperimen terhadap bayi yang dibesarkan di hutan belantara dengan pola pengasuhan yang tanpa bersentuhan dengan pemakaian bahasa apapun. Setelah berusia dua tahun, bayi tersebut dilaporkan oleh pengasuh suruhan istana dapat mengucapkan kata pertamanya “becos” yang berarti “roti”, dalam bahasa &lt;st1:place st="on"&gt;Phrygia&lt;/st1:place&gt; (bahasa Mesir kuno). Dan cerita ini, banyak orang Mesir yang mempercayai bahwa bahasa Mesirlah yang merupakan bahasa yang pertama dikuasai manusia, sekaligus diklaim sebagai bahasa yang pertama kali ada di muka bumi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt;line-height: 150%"&gt;Dalam versi yang lain lagi, Goropus Becanus, seorang bangsa Belanda, mengemukakan pendapat bahwa bahasa yang dipergunakan oleh Adam adalah bahasa Belanda. Seorang filsuf Jerman, Leibniz mengemukakan pandangan bahwa semua bahas di dunia berasal dari bahasa Proto. Namun, baik pendapat Kemke, Goropus, maupun pendapat Leibniz tidak didukung oleh bukti bukti yang sahih, sehingga pendapat mereka dianggap sebagai hasil rekayasa imajinasi belaka.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt;line-height: 150%"&gt;Dengan kata lain, dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa upaya manusia yang pertama kali dalam menelusuni asal mula bahasa lebih bernuansa mitos karena tidak berdasar pada fakta dan teori yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt;line-height: 150%"&gt;Terdapat beberapa teori yang ada, bahwa bahasa bersumber dari Tuhan, bunyi alam, isyarat lisan, dan teori yang mendasarkan pada kemampuan manusia secara fisiologis.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt;line-height: 150%"&gt;Menurut pandangan yang menyebutkan bahwa bahasa bersumber dari Tuhan. Dalam kitab suci agama Islam misalnyaf disebutkan bahwa Adam sebagai manusia pertama yang diciptakan oleh Allah dengan berbagai kemampuan yang dibekalkan kepadanya, termasuk kemampuan berbahasa (Q.S. Al Baqarah: 31 dan Q.S. Ar-Rum: 22).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt;line-height: 150%"&gt;Akan tetapi, lain lagi jika menurut kisah ‘Kejadian’ (Injil, Kejadian &lt;st1:time hour="14" minute="19" st="on"&gt;2:19&lt;/st1:time&gt;) bahwa manusia diciptakan dalam imajinasi Tuhan dan kemampuan bahasa merupakan salah satu dari sifat manusia.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt;line-height: 150%"&gt;Dalam kebanyakan agama diyakini bahwa Tuhan melengkapi penciptaan manusia dengan bahasa. Namun, berbagai kisah dalam agama-agama itu belum membantu untuk mengetahui dan mengungkap apa sesungguhnya bahasa, serta bagaimana manusia memulai penggunaan bahasa.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;Dalam pandangan beberapa aliran agama, sebut saja aliran kepercayaan yang dianut masyarakat Baduy di daerah Banten Selatan (Provinsi Banten), diyakini bahwa nenek moyang mereka adalah cikal bakal manusia di dunia dan bahasa yang digunakan oleh nenek moyang mereka itu adalah bahasa Sunda seperti yang mereka gunakan saat sekarang. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt;line-height: 150%"&gt;Pandangan lain tentang asal mula bahasa ini didasarkan pada konsep bunyi-bunyi alam. Salah seorang filsuf Yunani yang bemama Socrates, menyatakan bahwa onomatopea atau peniruam bunyi-bunyi alam merupakan dasar asal mula bahasa dan merupakan alasan mengapa nama “yang benar” dapat ditemukan untuk benda-benda yang dapat menghasilkan bunyi. Menurut pandangan ini, kata-kata yang paling sederhana dapat merupakan tiruan bunyi alam yang didengar manusia dan lingkungannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt;line-height: 150%"&gt;Sejalah dengan pandangan Socrates, Max Mueller (1825-1900) seorang bangsa Jerman mengemukakan Dingdong Theory atau Nativistic Theory yang meyakini bahwa bahasa timbul secara alamiah karena manusia mempunyai insting yang istimewa untuk mengeluarkan ekspresi ujaran bagi setiap pesan yang datang dari luar termasuk dalam meniru bunyi-bunyi alam. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt;line-height: 150%"&gt;Teori lain yang disebut Teori Bow-bow atau Echoic Theory menjelaskan bahwa bahasa manusia merupakan tiruan bahasa alam, misalnya suara halilintar, kicauan burung, bunyi hujan, bunyi gesekan daun, dan bunyi-bunyi lainnya akan merupakan sumber bahasa.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt;line-height: 150%"&gt;Teori-teori yang dikemakakan Socrates, Max Mueller, dan Teori Bow-bow ternyata mendapat banyak kritik, karena teori-teori tersebut tidak dapat membuktikan semua ‘kata’ dapat dihubungkan dengan bunyi-bunyi alam. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt;line-height: 150%"&gt;Suara yang sama seringkali ditafsirkan secara berbeda-beda oleh orang-orang yang berlainan, misalnya dalam menirukan suara kokok ayam jantan, orang Jawa menyebutnya “kukuruyuk”, orang Sunda menyebut kongkorongok’, orang Prancis dan Spanyol menyebut “cocorico”, orang Cina menyebut “wang-wang”, sedangkan orang Inggris menyebut “cock a doodle do”.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt;line-height: 150%"&gt;Teori yang lain adalah Teori Interjeksi (&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal"&gt;Interjection Theory&lt;/i&gt;) atau Teori Pooh-pooh yang berpandangan bahwa bahasa manusia berasal dari dorongan dan ungkapan emosi, misalnya rasa sakit, takut, senang, marah, atau sedih. Menurut teori ini, bunyi “ha... ha...” timbul karena dorongan rasa gembira, bunyi “uuh. .“ timbul karena rasa sakit, bunyi “wow...” muncul karena rasa kaget. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;Pada abad ke-19, &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Darwin&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; menyodorkan hipotesis bahwa bahasa lahir karena menirukan isyarat-isyarat yang dilakukan anggota tubuh yang lain. Menurut teori ini pula bahwa isyarat fisik dapat menjadi cara untuk menunjukkan serangkaian makna. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36.0pt;line-height: 150%"&gt;Selain teoni-teori sebagaimana dijelaskan di atas, masih ada teori lain mengenai asal mula bahasa dengan fokus pada aspek-aspek fisik manusia yang tidak dimiliki oleh makhluk lain. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6037966171406557787-1102923131423118741?l=makalahdanskripsi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://makalahdanskripsi.blogspot.com/feeds/1102923131423118741/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6037966171406557787&amp;postID=1102923131423118741&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6037966171406557787/posts/default/1102923131423118741'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6037966171406557787/posts/default/1102923131423118741'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://makalahdanskripsi.blogspot.com/2010/03/asal-mula-bahasa.html' title='ASAL MULA BAHASA'/><author><name>Caray</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09104225702275544350</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_bG0MsA0sMpM/SDA-fVJ81dI/AAAAAAAAAA8/aTy8a5DH8kk/S220/id+slank.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6037966171406557787.post-4396908491120001441</id><published>2010-03-09T21:58:00.000-08:00</published><updated>2010-07-11T05:16:26.724-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='FISIP'/><title type='text'>Kritikal Good Governance</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Artikel ini memaparkan tentang bagaimana pemerintahan yang baik. Meskipun pemerintah telah menetapkan kebijakan-kebijakan tetapi kita masih merasa seperti berada dalam kekacauan. Mengapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memiliki seperangkat kebijakan merupakan salah satu bagian dari pemerintahan yang baik, tetapi untuk melaksanakannya tanpa menyesuaikan dengan kebutuhan kita atau tidak melaksanakan kebijakan dengan baik kedalam seluruh kegiatan organisasi adalah tidak menjamin pemerintahan yang baik. Pendekatan pemerintahan yang baik adalah seperti membangun sebuah rumah, tidak ada cara cepat untuk melakukannya dengan baik, tidak memakan banyak pekerjaan, dan hasilnya akan sepadan dengan usaha kita. Pemerintahan yang baik ini umumnya meliputi langkah-langkah dalam membangun sebuah organisasi seperti desain, pengaturan dasar, membuat kerangka yang solid dan penyelesaian. Sama seperti sebuah rumah, jika kita kehilangan salah satu bagian dalam bangunannya maka hasilnya tidak akan efisien, tidak aman, dan kemungkinan tidak dapat digunakan. Ada beberapa prinsip sederhana yang telah dikemukakan dalam membangun sebuah organisasi, yaitu fungsi struktur, proses, pengukuran dan perubahan. Masing-masing dari prinsip tersebut cocok dalam setiap langkah desain, fondasi, visi misi serta finishing.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CMASTER%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:21.0cm 842.0pt; 	margin:4.0cm 3.0cm 3.0cm 4.0cm; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Desain merupakan nilai-nlai tertentu yang memang diperlukan dalam membangun sebuah organisasi. Misalnya sumber daya dan nilai-nilai integritas dapat dilihat pada desain jenis bangunan tertentu atau organisasi tertentu. Tugas arsitek adalah untuk mencerminkan nilai-nilai dari pemilik gedung. Sama halnya dengan dewan yang perlu mencerminkan nilai-nilai dari anggota atau pemilik dalam organisasi.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Visi akhir bangunan atau organisasi adalah bagian dari desain bangunan. Merancang sebuah bangunan atau sebuah organisasi didasarkan pada prinsip gambaran keseluruhan. Jika kita tidak dapat melihat gambaran keseluruhan sebuah bangunan yang kita bangun,maka kita tidak akan pernah tahu seperti apa hasil yang akan tampak. Beberapa organisasi yang memiliki satu program besar, pelayanan atau proyeknya telah menyerah untuk mengerjakan bagian yang rinci daripada visinya. Organisasi-organisasi seperti ini yang memiliki kesulitan besar dalam mengembangkan satu proyek dengan yang lain karena mereka tidak dapat melihat gambaran secara keseluruhan. Tata pemerintahan yang baik berarti memiliki visi yang diartikulasikan dengan baik. Ketika sebuah bangunan dirancang, langkah pertama adalah untuk menentukan penggunaan bangunan. Hal ini didasarkan pada prinsip “struktur yang mengikuti fungsi”. Sebuah bangunan yang akan menjadi rumah akan memiliki perbedaan yang signifikan untuk sebuah bangunan yang akan menjadi museum public. Menyatakan apa yang dilakukan dan apa yang tidak dilakukan adalah penting untuk memilih desain yang tepat bagi organisasi.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Prinsip penting yang kedua adalah pengukuran. Mengukur dua kali dan memotong satu kali adalah aturan bekerja dalam membangun apapun. Sebuah organisasi membutuhkan waktu untuk memastikan bahwa pengukuran tersebut akurat. Tata pemerintahan yang baik berarti memiliki misi ringkas dan terukur. Pemerintahan yang baik berarti bahwa peraturan yang ringkas dan akurat mencerminkan parameter keanggotaan organisasi mengenai apa yang dilakukan dan delegasi dari peran pemerintahan. Pemerintahan yang baik juga berarti memiliki perlindungan dan disiplin untuk menahan kekuatan perubahan internal dan eksternal.&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6037966171406557787-4396908491120001441?l=makalahdanskripsi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://makalahdanskripsi.blogspot.com/feeds/4396908491120001441/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6037966171406557787&amp;postID=4396908491120001441&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6037966171406557787/posts/default/4396908491120001441'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6037966171406557787/posts/default/4396908491120001441'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://makalahdanskripsi.blogspot.com/2010/03/kritikal-good-governance.html' title='Kritikal Good Governance'/><author><name>Caray</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09104225702275544350</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_bG0MsA0sMpM/SDA-fVJ81dI/AAAAAAAAAA8/aTy8a5DH8kk/S220/id+slank.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6037966171406557787.post-6356867900252927271</id><published>2009-11-19T04:34:00.000-08:00</published><updated>2010-07-11T05:44:58.522-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahasa'/><title type='text'>SINOPSIS BUKU SANG PEMIMPI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;SINOPSIS BUKU&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Judul : Sang Pemimpi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis : Andrea Hirata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerbit : Penerbit Bentang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun Penerbit : 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cetakan : September 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tema :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah halaman : 292 halaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cover : Biru, putih, abu-abu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukuran : 20.5 cm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segmentasi umum :&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;SANG PEMIMPI&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hari yang mencekam menyelimuti arai, jimbron, invalid dengan disela petir terdengar dengan jelas suara pantopel yang semakin mendekat hanya terhalang jarak dan papan lagi suara pantopel itu mendekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih parah lagi invalid dia muntah-muntah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ari menerawang dari sela-sela celah menyimpan ikan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Mereka mengendap-endap manjauhi suara sepatu tersebut pada saat arai menengok 20 meter kebelakang terlihat di teronggok reyot dipabrik cincau, dan daun-daun cinta berhamburan, lalu menyelinap melompati para-para alung dan membaur diantara pembeli diantara pembeli tahu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Aku melirik kejam, pengen rasanya aku mencongkel matanya kata si Arai.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Arai selalu megeluarkan gejala yang bisa menandakan kalau dia sedang ketakutan tubuhnya menggigil, giginya gemeletuk dan nafasnya mengendus satu-satu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Selain itu pak Mustar menyandang semua julukan seram yang berhubungan dengan tata cara lama yang keras dalam penegakan disiplin. Selain guru biologi dia juga darwinian tulen karena itu dia sama sekali tidak toleran.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Lebih dari gelar B.A itu adalah perguruan traditional silat yang ditakuti, dengan kebiasannya menjilat telunjuknya dan menggosok telunjuk itu ke embel-embel namanya yang bertengger didadanya. Nafas Arai tertahan ketika pak mustar membalikan tubuhnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Pak Mustar adalah seorang yang penting banget sebenarnya dengan kerja kerasnya pak mustar bisa mendirikan sekolah SMA dibelitong kemudian pak Mustarlah yang telah menyelamatkan keterpurukan yang hampir melanda belitong.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Sebelum pak Mustar mendirikan sekolah itu Arai, Ical harus menempuh jarak 120 km jauhnya untuk ke sekolah, dan memang benar SMA itu bukan SMA yang biasa, SMA itu adalah SMA yang terfaforit disana,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Pak Mustar adalah sosok yang baik, sopan, santun dan memadu dengan masyarakat banyak. Tapi lain hal dengan sekarang pak Mustar menjadi manusia jelmaan robot yang keras bila dikatakan manusia bertangan besi setelah dia tau anaknya yang justru tidak diterima di sekolah SMA yang dia bangun itu, padahal dengan kerja kerasnya pak Mustar meembangun sekolah itu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Pak Mustar tidak dapat lagi membanggakan sekolah dan tidak dapat lagi membanggakan anaknya, semua anakpun senang karena mereka diterima kecuali anak pak Mustar. Dia tidak diterima karena NEM ujian nasionalnya kurang dari 0,25 dari batas minimal untuk nilai NEM yang bisa diterima adalah 42, sedangkan anak pak mustar Cuma 41,75.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Setelah empat puluh tahun akhirnya bumi pertiwi belitong timur negeri yang kaya akan timah itu memiliki SMA Negeri, maka dan itu orang melayu, tionghoa, sawang dan pulau berkerudung ingin menghirup candu ilmu di SMA itu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Drs. Julian Ichsan balia adalah seorang kepala sekolah dimana tempat arai, ical sekolah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Ada yang menyumbangkan kapur tulis, papan tulis, jam dinding, pagar, bahkan masih ada salah satu anak yang NEM nya 28 tap dia tidak tau ibukota provinsinya sendiri sumsel mendapat kursi di SMA itu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Arai adalah lelaki pada biasanya dia bertengkar dengan tukang parkir sepeda hanya gara-gara uang dua ratus perak.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Arai adalah anak yatim karena waktu Arai berumur 7 atau saat kelas satu SD, ibu Arai meninggal dunia karena melahirkan anak yang kedua, tapi bukan kebahagiaan malah anak dan ibunya meninggal, ternyata kesedihan belum mau beranjak dan hidup Arai menginjak kelas tiga SD Arai harus lagi mengeluarkan air mata karena harus ditinggalkan sang ayah yang sangat ia cintai.&lt;/p&gt;  &lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Bagaimana tidak semenjak ibunya melahirkan dan langsung meninggal arai hanya hidup dengan ayahnya, kini arai harus merasa kehilangan dua orang yang dicintainya sekaligus ayah dan ibunya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Dalam perjalanan kerumah ikal, ikal tidak banyak bicara karena pilu kepada arai, sesampai dirumah ikal arai menangis dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dibasuh nya airmata dengan tangan bajunya yang dekil dan kumel ayah ikal mencuri-curi pandang kepada kepada arai dan ikal, sebari duduk diatas kopra.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Tak lama kemudian arai mengeluarkan suatu benda yang belum pernah ikal lihat sebelumnya, bahkan asing banget .&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Benda itu menyerupai helikopter dan benda itu sangatlah sederhana karena itu adalah benda permainan anak kampung.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Setiap sehabis maghrib ikal selalu mengajak arai membaca kitab suci al-quran dibawah lampu minyak tanah yang kurang terang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Jika ikal sedang mengaji arai malah turun dari tangga rumah untuk berlari menembus kebun ilalang menuju lapangan diujung kampung ditempat rumah ikal.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Waktu itu matahari yang menyinari rumahku begitu gerah, dan kebun kelapa sawit yang seakan membelah sinar matahari sambil duduk diatas talang arai dan ikal memainkan mainan traditional yang terbuat dari kaleng susu bendera dan kaleng botan. Arai diatas talang sedangkan ikal di kandang ayam. Dan mereka bertemu dengan ibu-ibu yang berbadan gemuk, yang itu adalah cek maryam yang meminta-minta beras dengan karung butut dan kedua anaknya meminta belas kasihan kepada ibunya ikal. Dengan rasa kasihan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Waktu itu masih pagi dimana tempat foto copy “Kang Emod” masih tutup itu adalah tempat kami bekerja. Dengan mengumpulkan bahan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;US&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; arai tidak mengerti, terigu, minyak dan tidak lama kemudian ibu mertua deborah menampar-namparkan piring ketempat makanan kucing, mereka hanya diam dan bersifat sabar mendengar semua yang di lakukan mertua deborah.&lt;/p&gt;  &lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Air mata mak cikpun jatuh, seakan terlahir untuk susah, lalu mak cik menatap anak perempuanya yang namanya Nurmi. Nurmi adalah anak kelas dua SMP, dia kelihatan kurus kering dan kurang gizi. Ia terlihat batinya sangat tertekan nurmi sambil memegang erat biola kesayanganya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Dia dikasih bakat dari kakeknya dikampung.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Keluarga ikal miskin tapi keluarga mak cik lebih miskin daripada keluarga ikal.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Ikal dan arai ngefens banget pada A. Put.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Peraturan terbaru terjadi pada adat dimana A.Put tinggal dengan sesuatu yang terjadi, misalkan banyak yang terjadi banyak kelahiran maka seorang paraji akan menjadi ketua adat dan jika para buaya yang mulai tak bersahabat dengan masyarakat sekitar maka pawang buayalah yang akan menjadi ketua adat begitu dan begitu seterusnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Dan aktifitas yang dilakukan oleh arai, jimran dan ikal setiap pagi adalah berbekal bambu, mereka mencari hewan laut yang bisa dimakan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Pada suatu malam, ikal, arai dan jimran nonton TV dibalai desa dan menyaksikan tayangan berita tentang mujahidin, dengan semua itu mereka taulah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Ibu arai tidak bisa menulis dengan benar tetapi dia bisa menulis dengan huruf latin, sedangkan ayah arai menulis dengan menggunakan huruf arab, bahkan tanda tangan ayah arai menggunakan salah satu huruf arab.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Pada saat pengambilan raport aku memakai baju berkantong empat, yang mana baju tersebut memiliki sejarah yang tidak bisa dilupakan sampai sekarang.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6037966171406557787-6356867900252927271?l=makalahdanskripsi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://makalahdanskripsi.blogspot.com/feeds/6356867900252927271/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6037966171406557787&amp;postID=6356867900252927271&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6037966171406557787/posts/default/6356867900252927271'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6037966171406557787/posts/default/6356867900252927271'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://makalahdanskripsi.blogspot.com/2009/11/sinopsis-buku-sang-pemimpi.html' title='SINOPSIS BUKU SANG PEMIMPI'/><author><name>Caray</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09104225702275544350</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_bG0MsA0sMpM/SDA-fVJ81dI/AAAAAAAAAA8/aTy8a5DH8kk/S220/id+slank.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6037966171406557787.post-6129009276947354251</id><published>2009-11-19T04:29:00.000-08:00</published><updated>2010-07-11T09:51:35.340-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biologi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='skripsi'/><title type='text'>PENGARUH PENGGUNAAN METODE PEMBELAJARAN TUTOR SEBAYA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;PENGARUH PENGGUNAAN METODE PEMBELAJARAN TUTOR SEBAYA ( GROUP TO TUTOR)TERHADAP PEMAHAMAN SISWA KELAS X PADA SUB KONSEP TUMBUHAN PAKU&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.1 LATAR BELAKANG MASALAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pengajaran Student Active Learning (SAL) merupakan konsekuensi logis dari pengajaran yang seharusnnya. Student Active Learning (SAL) menuntut adanya keaktifan belajar siswa sehingga dapat mencapai hasil belajar yang optimal. Ditinjau dari proses belajar mengajar Student Active Learning (SAL) dapat diartikan salah satu cara strategi mengajar yang menuntut keaktifan dan partisipasi siswa seoptimal mungkin, sehingga mampu mengubah tingkah laku siswa secara lebih efektif dan efisien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.2 RUMUSAN MASALAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Apakah Student Active Learning (SAL) dengan menggunakan tebak kata berpangaruh terhadap pemahaman siswa kelas X pada sub konsep lumut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Apakah Student Active Learning (SAL) dengan menggunakan teka-teki silang berpangaruh terhadap pemahaman siswa kelas X pada sub konsep lumut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Adakah perbedaan antara Student Active Learning (SAL) yang menggunakan tebak kata dengan Student Active Learning (SAL) yang menggunakan teka-teki silang terhadap pemahaman siswa kelas X pada sub konsep lumut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.3 TUJUAN PENELITIAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mengetahui bagaimana pengaruh Student Active Learning (SAL)dengan menggunakan tebak kata terhadap pemahaman siswa kelas X pada sub konsep lumut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Mengetahui bagaimana pengaruh Student Active Learning (SAL) dengan menggunakan teka-teki silang terhadap pemahaman siswa kelas X pada sub konsep lumut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Mengatahui adakah perbedaan antara Student Active Learning (SAL) yang menggunakan tebak kata dengan Student Active Learning (SAL) yang menggunakan teka-teki silang terhadap pemahaman siswa kelas X pada sub konsep lumut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.4 MANFAAT PENELITIAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Guru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian ini diharapakan dapat menjadi pertimbangan bagi pihak-pihak yang terkait dalam bidang pendidikan, terutama guru untuk menentukan cara-cara yang tepat dan sesuai dengan materi yang diajarkan, yang dapat diterapkan dalam pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Siswa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adanya penelitian ini siswa diharapkan dapat aktif dan tidak pasif dalam pembelajaran, siswa juga dapat terlibat secara intelektual dan emosional sehingga siswa betul-betul berperan dan berpartisipasi aktif dalam melakukan kegiatan belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.5 HIPOTESIS PENELITIAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hipotesis dari penelitian ini yaitu ada pengaruh terhadap pemahaman siswa kelas X dengan menggunakan Student Active Learning (SAL) tebak kata dan Student Active Learning (SAL) teka-teki silang pada sub konsep lumut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;METODE PENELITIAN&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3.1 DEFINISI OPERASIONAL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Student Active Learning (SAL) yaitu salah satu cara atau strategi mengajar yang menuntut keaktifan dan partisipasi siswa seoptimalkan mungkin. Teknik yang digunakan dalam Student Active Learning yaitu tebak kata dan teka-teki silang (TTS).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pemahaman merupakan tingkat kemampuan yang mengharapkan siswa mampu memahami apa yang telah diajarkan. Untuk mengukurnya yaitu dengan menggunakan pre-tes dan pos-test.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Lumut ( Bryophyta) berasal dari bahasa yunani bryon yang berarti “ tumbuhan lumut”. Lumut merupakan jenis tumbahan rendah yang pertama beradaptasi dengan lingkungan darat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3.2 METODE DAN DESAIN PENELITIAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode : quasi eksperimem&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desain : pre-test dan post-test&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3.3 POPULASI DAN SAMPEL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Populasi : Sisawa SMAN 5 KOTA SERANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampel : teknik random sampling dan didapat kelas X-6 (teka-teki silang) dan X-7 (tebak kata)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;KESIMPULAN DAN SARAN&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;a. Kesimpulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pembelajaran Student Active Learning (SAL) dengan menggunakan tebak kata berpengaruh terhadap pemahaman siswa, hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata pre-test mencapai 36,7% dan pada rata-rata post-test meningkat menjadi 59,9%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pembelajaran Student Active Learning (SAL) dengan menggunakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;teka-teki silang berpengaruh terhadap pemahaman siswa, hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata pre-test mencapai 33,8% dan pada rata-rata post-test meningkat menjadi 57,9%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Berdasarkan hasil di atas dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan peningkatan terhadap kedua kelas tersebut, hal ini dilihat dari rata-rata bahwa kelas TBK mencapai 23,2%, dan kelas TTS mencapai 24,1%. Dari data di atas terdapat perbedaan mencapai 0,9% dari kedua kelas tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Saran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Berdasarkan hasil penelitian, bahwa pendekatan Student Active Learning menggunakan tebak kata dan teka-teki silang, dapat berpengaruh terhadap pemahaman siswa. Oleh karena itu diharapkan para guru dapat mengembangkan aktivitas siswa agar siswa lebih aktif dalam pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pendekatan Student Active Learning menggunakan tebak kata dan teka-teki silang dapat membangkitkan aktivitas belajar siswa agar lebih aktif dalam proses belajar mangajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bagi guru yang akan menggunakan pendekatan Student Active Learning dengan tebak kata dan teka-teki silang dalam pembelajaran, maka diharapkan agar memperhatikan masalah waktu, keadaan siswa dan kelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Arikunto, S. 2006. Prosedur penelitian. Rineka Cipta. Jakarta : vii + 370 hlm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Purwanto, N. 1994. Prinsip-prinsip dan teknik evaluasi pengjaran. Remaja Rosdakarya. Bandung : ix + 165 hlm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riduwan. 2008. Belajar mudah penelitian untuk guru-karyawan dan peneliti pemula. Alfa Beta. Bandung : x + 240 hlm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silberman, M.L. 2006. Active learning (101 Cara Belajar Siswa Aktif). Nusamedia dengan Nuanasa. Bandung : 17 + 301 hlm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6037966171406557787-6129009276947354251?l=makalahdanskripsi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://makalahdanskripsi.blogspot.com/feeds/6129009276947354251/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6037966171406557787&amp;postID=6129009276947354251&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6037966171406557787/posts/default/6129009276947354251'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6037966171406557787/posts/default/6129009276947354251'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://makalahdanskripsi.blogspot.com/2009/11/pengaruh-penggunaan-metode-pembelajaran.html' title='PENGARUH PENGGUNAAN METODE PEMBELAJARAN TUTOR SEBAYA'/><author><name>Caray</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09104225702275544350</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_bG0MsA0sMpM/SDA-fVJ81dI/AAAAAAAAAA8/aTy8a5DH8kk/S220/id+slank.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6037966171406557787.post-2155205074659142797</id><published>2009-11-04T18:17:00.000-08:00</published><updated>2010-07-11T08:07:03.905-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='makalah'/><title type='text'>Pendidikan Kewarganegaraan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;BAB I&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;I. LATAR BELAKANG MASALAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswa yang pada dasarnya merupakan subjek atau pelaku di dalam pergerakan pembaharuan atau subjek yang akan menjadi generasi-generasi penerus bangsa dan membangun bangsa dan tanah air ke arah yang lebih baik dituntut untuk memiliki etika. Etika bagi mahasiswa dapat menjadi alat kontrol di dalam melakukan suatu tindakan. Etika dapat menjadi gambaran bagi mahasiswa dalam mengambil suatu keputusan atau dalam melakukan sesuatu yang baik atau yang buruk. Oleh karena itu, makna etika harus lebih dipahami kembali dan diaplikasikan di dalam lingkungan mahasiswa yang relitanya lebih banyak mahasiswa yang tidak sadar dan tidak mengetahui makna etika dan peranan etika itu sendiri, sehingga bermunculanlah mahasiswa-mahasiswi yang tidak memiliki akhlaqul karimah, seperti mahasiswa yang tidak memiliki sopan dan santun kepada para dosen, mahasiswa yang lebih menyukai hidup dengan bebas, mengonsumsi obat-obatan terlarang, pergaulan bebas antara mahasiswa dengan mahasiswi, berdemonstrasi dengan tidak mengikuti peraturan yang berlaku bahkan hal terkecil seperti menyontek disaat ujian dianggap hal biasa padahal menyontek merupakan salah satu hal yang tidak mengindahkan makna dari etika. Perlu Anda ketahui bahwa realita banyaknya bermunculan para koruptor di Indonesia disebabkan oleh seseorang yang tidak memahami arti kata dari iman dan etika. Banyak orang yang beranggapan dan meyakini para koruptor yang ada sekarang adalah seorang yang dahulunya terbiasa melakukan tindakan menyontek di saat ujian tanpa merasa bersalah, lebih tepatnya mencontek memiliki makna yang sama dengan kecurangan. Jadi menyontek diibaratkan dengan korupsi mengambil hak seseorang tanpa izin dan meraih sesuatu tanpa memikirkan apakah cara yang digunakannya benar atau salah dan ini semua berhubungan dengan etika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila mahasiswa masih belum menyadari betapa pentingnya etika di dalam pembentukan karakter-karakter seorang penerus bangsa dan negara, akankah bangsa Indonesia untuk di masa yang akan datang di isi oleh penerus-penerus bangsa yang berakhlaqul karimah atau beretika?. Akan diletakkan dimanakah wajah Indonesia nanti apabila bangsa Indonesia dibangun oleh jiwa-jiwa yang penuh dengan kecurangan atau dengan akhlaq-akhlaq tercela?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;II. PERUMUSAN MASALAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan uraian pada latar belakang di atas, maka masalah-masalah yang akan dikaji dalam karya tulis ilmiah ini dirumuskan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Apakah pengertian mahasiswa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Apakah kewajiban dan hak mahasiswa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Apakah pengertian etika dan peranan etika?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Adakah hubungan etika dengan mahasiswa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Bagaimanakah realita aktivitas mahasiswa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Mengapa mahasiswa bersikap anarkis?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Apakah fungsi etika bagi mahasiswa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;III. TUJUAN PENULISAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan perumusan masalah di atas, peranan etika bagi mahasiswa diharapkan dapat mewujudkan dan menumbuhkan etika dan tingkah laku yang positif. Namun secara umum karya tulis ilmiah ini bertujuan untuk:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Memenuhi tugas mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Diharapkan mahasiswa mengetahui, memahami, dan dapat mengamalkan nilai-nilai etika di kalangan atau di dalam aktivitas mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;IV. METODE PENULISAN DAN PENELITIAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode yang digunakan dalam penulisan karya tulis ilmiah ini adalah metode studi literatur, observasi, dan quisioner.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;V. SISTEMATIKA PENULISAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam karya tulis ilmiah ini terdapat beberapa bab diantaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bab I pada karya tulis ilmiah ini membahas tentang latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan penulisan, metode penulisan dan penelitian serta sistematika penulisan karya tulis ilmiah ini. Latar belakang masalah pada karya tulis ilmiah ini memamparkan alasan penulis mengapa etika sangat mempunyai peranan penting dalam aktivitas mahasiswa. Pada bab I ini dijelaskan pula perumusan masalah yang mengacu kepada pedoman 5 W+H, menjelaskan tujuan penulisan serta memberitahukan kepada pembaca karya tulis ini, metode yang digunakan adalah studi literatur, observasi, dan quisioner.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II KAJIAN PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bab II karya tulis ilmiah ini menjelaskan atau memaparkan tentang pengertian dari etika, peranan, aktivitas dan mahasiswa dari berbagai pendapat tokoh-tokoh terkenal, serta menjelaskan secara umum tentang peranan etika dan apa saja yang termasuk ke dalam aktivitas mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III PEMBAHASAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bab II karya tulis ilmiah ini mengacu kepada perumusan masalah yang secara umum akan membahas tentang pengertian mahasiswa dan etika, kewajiban dan hak mahasiswa, hubungan etika dengan mahasiswa, realita aktivitas mahasiswa, dan fungsi etika bagi mahasiswa serta di dalam karya tulis ilmiah ini akan dilampirkan quisioner yang dijawab oleh para mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB IV PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bab ini akan membahas simpulan dan saran. Pada bagian simpulan, semua materi yang telah dijelaskan akan disimpulkan dan pada bagian saran berisi saran yang ditulis oleh penulis dan terdapat pula harapan-harapan dari penulis yang berkenaan dengan judul karya tulis ilmiah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;BAB II&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KAJIAN PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;I. Pengertian Etika&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Etika adalah ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlaq); kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlaq; nilai mengenai nilai benar dan salah, yang dianut suatu golongan atau masyarakat. (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1989)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Etika adalah suatu ilmu yang membahas tentang bagaimana dan mengapa kita mengikuti suatu ajaran moral tertentu atau bagaimana kita harus mengambil sikap yang bertanggung jawab berhadapan dengan pelbagai ajaran moral. (Suseno, 1987)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Etika sebenarnya lebih banyak bersangkutan dengan prinsip-prinsip dasar pembenaran dalam hubungan tingkah laku manusia. (Kattsoff, 1986)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;II. Pengertian Peranan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peranan berasal dari kata peran. Peran memiliki makna yaitu seperangkat tingkat diharapkan yang dimiliki oleh yang berkedudukan di masyarakat. Sedangkan peranan adalah bagian dari tugas utama yang harus dilksanakan. (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1989)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;III. Peranan Etika&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peranan etika bagi aktivitas mahasiswa yaitu menjadi landasan dalam melakukan kegiatan yang tetap mengacu atau melihat nilai-nilai dan norma-norma, sehingga segala perbuatan dan tingkah laku kita dapat diterima masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;IV. Pengertian Aktivitas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktivitas adalah keaktifan; kegiatan; kesibukan; kerja atau salah satu kegiatan kerja yang dilaksanakan dalam tiap bagian di dalam perusahaan. (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1989)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;V. Pengertian Mahasiswa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswa adalah orang yang belajar di perguruan tinggi. (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1989)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswa adalah sekumpulan manusia intelektual yang akan bermetamorfosa menjadi penerus tombak estafet pembangunan di setiap Negara, dengan itelegensinya diharapkan bisa mendobrak pilar-pilar kehampaan suatu negara dalam mencari kesempurnaan kehidupan berbangsa dan bernegara, serta secara moril akan dituntut tanggung jawab akdemisnya dalam menghasilkan “buah karya” yang berguna bagi kehidupan lingkungan. (www.google.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;VI. Macam-macam Aktivitas Mahasiswa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara tentang aktivitas, mahasiswa memiliki banyak aktivitas selain belajar sebagai tujuan utama menjadi mahasiswa. Mahasiswa sebagai subjek dapat memilih apa yang terbaik untuk dirinya. Relitanya aktivitas mahasiswa ada yang positif dan ada yang negatif, kembali kepada mahasiswa itu sendiri apakah ia menginginkan jalan yang baik atau tidak. Aktivitas positif mahasiswa selain belajar adalah mengikuti atau menyelami dunia organisasi di kampus, disiplin akan waktu, dan mematuhi segala peraturan yang tidak bertentangan dengan norma-norma yang ada. Sedangkan aktivitas negatif mahasiswa adalah bersikap anarkis dalam berdemonstrasi, tidak mematuhi peraturan yang berlaku, berbuat keonaran antar sesama mahasiswa atau mahasiswi, bergaul secara bebas tanpa mengindahkan peraturan yang ada dan melakukan tindakan curang yaitu menyontek disaat ujian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;BAB III&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah Anda mendengar dan melihat sebuah tragedi yang telah terjadi beberapa tahun yang lalu seperti: tragedi Trisakti, tragedi 27 Juli, peristiwa Ambon, peristiwa Aceh, tragedi Lampung, dan peristiwa Malari Banyuwangi. Apabila kita mengingat kembali tragedi Semanggi I yang terjadi pada tanggal 11-13 November 1998 dan tanggal 24 September 1998 tanggal dimana terjadinya tragedi Semanggi II. Tragedi ini menunjukkan kepada dua kejadiaan protes masyarakat terhadap pelaksanaan dan agenda sidang istimewa yng mengkibatkan tewasnya warga sipil sebanyak 17 warga sipil, kemudian kejadian kedua yaitu tragedi Semanggi II menyebabkan tewasnya seorang mahasiswa dan sebelas orang lainnya di seluruh Jakarta serta menyebabkan 217 korban luk-luka. Pada saat itu, masyarakat dan mahasiswa menolak sidang istimewa 1998 dan juga menentang dwi fungsi ABRI/TNI. Sepanjang diadakannya sidang istimewa itu masyarakat berabung dengan mahasiswa setiap hari melakukan demonstrasi ke jalan-jalan di Jakarta dan kota-kota besar lainnya di Indonesia. Peristiwa ini mendapat perhatian sangat besar dari seluruh Indonesia dan dunia internasional. Hampir seluruh sekolah dan universitas di Jakarta, tempat diadakannya sidang istimewa tersebut diliburkan untuk mencegah mahasiswa karena di bawah tekanan aparat yang tidak menghendaki aksi mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pelaku utama dari peristiwa di atas sebagian besar adalah mahasiswa yang pada dasarnya menginginkan keadilan dan memperjuangkan sebuah makna dari kata kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A. Pengertian Mahasiswa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswa sebagai pelaku utama dan agent of exchange dalam gerakan-gerakan pembaharuan memiliki makna yaitu sekumpulan manusia intelektual, memandang segala sesuatu dengan pikiran jernih, positif, kritis yang bertanggung jawab, dan dewasa. Secara moril mahasiswa akan dituntut tangung jawab akademisnya dalam menghsilkan “buah karya” yang berguna bagi kehidupan lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Edward Shill mengkategorikan mahasiswa sebagai lapisan intelektual yang memiliki tanggung jawab sosial yang khas. Shill menyebutkan ada lima fungsi kaum intelektul, yakni mencipta dan menyebar kebudayaan tinggi menyediakan bagan-bagan nasional dan antar bangsa, membina keberdayan dan bersama mempengaruhi perubahan sosial dan memainkan peran politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;B. Kewajiban dan Hak Mahasiswa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara tentang hak dan kewajiban, seorang mahasiswa terlebih dahulu harus melaksanakan kewajibannya dan kemudian mendapatkan haknya sebagai seorang mahasiswa. Mahasiswa sebagai kelompok terpenting dalam sebuah masyarakat memiliki kewajiban yaitu menuntut ilmu, menguasai ilmu dengan sungguh-sungguh agar menjadi seorang yang berguna yang mengaplikasikan atau mengembangkan disiplin ilmunya bagi lingkungan tempat dimana ia tinggal, mematuhi peraturan yang berlaku, sebuah perturan yang tidak menyimpang dari ketetapan hukum-hukum Allah dan nilai-nilai, norma-norma yang ada, selain itu mahasiswa juga harus memainkan peranan penting sebagai pencetus perubahan dan revolusi. Saidina Ali k.w.j. berkata: “Bukanlah orang muda yang hanya mengatakan: ‘Ayahku begini!’ tetapi orang muda adalah yang mengatakan: ‘Ini Aku!’”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata di atas memberikan semangat bahwa seorang mahasiswa seharusnya memiliki prinsip yang kuat, mampu melakukan perubahan dan berani menegakkan kata kebenaran di atas sebuah kemungkaran, selain itu mahasiswa juga wajib melaksanakn Tridarma Mahasiswa yaitu melakukan penelitian, pengabdian, dan pengajaran yang diawali dengan proses belajar yang sungguh-sungguh. Berbicara tentang kewajiban mahasiswa juga berhak mendapatkan hak yang diterimanya, yaitu mendapatkan perlakuan yang sama dari pendidik tanpa memandang status sosial dari mahasiswa tersebut, apakah mahasiswa tersebut berasal dari kalangan menengah atau dari kalangan menengah ke bawah, mendapatkan ilmu, menerima dan dapat menggunakan sarana dan prasarana yang ada, mengemukakan aspirasinya tetap dengan “sopan”, dan mendapatkan pencerahan agama sebagai penyeimbang dalam menjalani kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;C. Pengertian Etika dan Peranannya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum lebih mendalami makna atau pengertian dari etika, saya akan memberikan contoh kasus yang berhubungan dengan etika dan mahasiswa. Peristiwa ini terjadi di Makasar, pelaku dari peristiwa ini adalah mahasiswa UMI (Universitas Muslim Indonesia) yang pada saat itu mengenakan jas almamater berwarna hijau sedang berdemonstrasi. Para mahasiswa UMI tadi ramai-ramai memukuli salah seorang professor yang saat itu dalam kondisi sakit hendak diantar ke rumah sakit, hanya kerena anak beliau hendak memindahkan pagar penghalang jalan utama karena hendak buru-buru mengantar sang professor ke rumah sakit. Memalukan! Mungkin itu yang Anda katakan ketika mengetahui peristiwa yang melibatkan para mahasiswa ini. Dimanakah etika mereka semua? Apakah mereka berpikir apakah dampak yang akan mereka terima setelah mereka menganiaya perofessor itu?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para mahasiswa itu mengatasnamakan demokrasi dalam melakukan tindakan itu, tapi apakah kebebasan berdemokrasi tidak mengindahkan makna dan peranan etika?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Etika berasal dari bahasa Yunani kuno. Kata Yunani ethos dalam bentuk tunggal mempunyai banyak arti yaitu tempat tinggal yang biasa, padang rumput, kandang; kebiasaan, adat; akhlak, watak; perasaan, sikap, cara berpikir. Jadi, etika adalah nilai-nilai dan norma-norma moral yang menjadi pegangan bagi seseorang atau kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. Etika tidak sama dengan etiket, “Etika” berarti “moral” dan “Etiket” berarti “sopan santun”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Etika berkaitan dengan nilai, norma, dan moral. Di dalam Dictionary of Sosciology and Related Sciences dikemukakan bahwa nilai adalah kemampuan yang dipercayai dan pada suatu benda untuk memuaskan manusia. Jadi nilai itu hakikatnya adalah sifat atau kualitas yang melekat pada suatu objek, bukan objek itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam nilai itu sendiri terkandung cita-cita, harapan-harapan, dambaan-dambaan dan keharusan. Menurut tinggi rendahnya, nilai-nilai dapat dikelompokkan dalam empat tingkatan yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Nilai-nilai kenikmatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tingkatan ini terdapat deretan nilai-nilai yang mengenakkan dan tidak mengenakkan yang menyebabkan orang senang atau menderita tidak enak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Nilai-nilai kehidupan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tingkatan ini terdapatlah nilai-nilai yang penting bagi kehidupan misalnya kesehatan, kesegaran jasmani, dan kesejahteraan umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Nilai-nilai kejiwaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tingkat ini terdapat nilai-nilai kejiwaan yang sama sekali tidak tergantung dari keadaan jasmani maupun lingkungan. Misalnya nilai keindahan, kebenaran maupun lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Nilai-nilai kerohanian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tingkat ini terdapatlah modalitas nilai dari yang suci dan tidak suci. Misalnya nilai-nilai pribadi. Ada empat macam nilai-nilai kerohanian, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Nilai kebenaran yang bersumber pada akal (ratio, budi, cipta) manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Nilai keindahan atau nilai estetis, yang bersumber pada perasaan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Nilai kebaikan atau nilai moral, yang bersumber pada unsur kehendak manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Nilai religius, yang merupakan nilai kerohanian tertinggi dan mutlak. Nilai ini bersumber kepada kepercayaan atau keyakinan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai dan norma senantiasa berkaitan dengan moral dan etika. Istilah moral mengandung integritas dan martabat pribadi manusia. Makna moral yang terkandung dalam kepribadian seseorang itu tercermin dari sikap dan tingkah lakunya. Jadi norma sebagai penuntun sikap dan tingkah laku manusia. Antara norma dan etika memiliki hubungan yang sangat erat yaitu etika sebagai ilmu pengetahuan yang membahas tentang prinsip-prinsip moralitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Etika memiliki peranan atau fungsi diantaranya yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dengan etika seseorang atau kelompok dapat menegemukakan penilaian tentang perilaku manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Menjadi alat kontrol atau menjadi rambu-rambu bagi seseorang atau kelompok dalam melakukan suatu tindakan atau aktivitasnya sebagai mahasiswa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Etika dapat memberikan prospek untuk mengatasi kesulitan moral yang kita hadapi sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Etika dapat menjadi prinsip yang mendasar bagi mahasiswa dalam menjalankan aktivitas kemahasiswaanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Etika menjadi penuntun agar dapat bersikap sopan, santun, dan dengan etika kita bisa di cap sebagai orang baik di dalam masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;D. Hubungan Etika dengan Mahasiswa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antara etika dengan mahasiswa memiliki hubungan yang sangat erat. Dalam contoh kasus mahasiswa Universitas Muslim Indonesia yang sudah diceritakan di atas, dapat kita nilai bahwa etika sangat berperan penting terhadap diri mahasiswa maupun orang lain, dengan memahami peranan etika mahasiswa dapat bertindak sewajarnya dalam melakukan aktivitasnya sebagai mahasiswa misalnya di saat mahasiswa berdemonstrasi menuntut keadilan etika menjadi sebuah alat kontrol yang dapat menahan mahasiswa agar tidak bertindak anarkis. Dengan etika mahasiswa dapat berperilaku sopan dan santun terhadap siapa pun dan apapun itu. Islam telah mengajarkan kepada bahwa kita harus berperilaku sopan terhadap orang yang lebih tua dari kita dan etika juga sudah di jelaskan di dalam Islam, etika di dalam Islam sama dengan akhlaq, dan mahasiswa sebagai mahluk Allah SWT. yang telah diberikan karunia berupa akal, akhlaq yang baik ditujukan bukan hanya kepada manusia saja melainkan kepada semua mahluk baik mahluk hidup ataupun benda mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang mahasiswa yang beretika, mahasiswa harus memahami betul arti dari kebebasan dan tanggung jawab, karena banyak mahasiswa yang apabila sedang berdemonstrasi memaknai kebebasan dengan kebebasan yang tidak bertangung jawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;E. Kebebasan dan Tangung Jawab&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya tidak ada manusia yang tidak tahu apa itu kebebasan, karena kebebasan merupakan kenyataan yang akrab dengan kita semua. Dalam hidup setiap manusia kebebasan adalah unsur hakiki. Kadang-kadang kebebasan dimengerti sebagai kesewenang-wenangan. Kalau begitu, orang disebut bebas bila ia dapat berbuat atau tidak berbuat sesuka hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bebas dimengerti sebagai terlepas dari segala kewajiban dan keterkaitan. Kebebasan dilihat sebagai izin atau kesempatan untuk berbuat semaunya. Banyak mahasiswa yang tidak beretika salah mengartikan kebebasan, mereka mengartikan kebebasan dalam arti kesewenang-wenangan. Kata “bebas” disalahgunakan sebab “bebas” sesungguhnya tidak berarti “lepas dari segala keterkaitan”. Jadi kebebasan yang sejati adalah kebebasan yang mengandaikan keterikatan oleh norma-norma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batas-batas kebebasan, diantaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Faktor-faktor dari dalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebebasan pertama-tama dibatasi oleh faktor-faktor dari dalam, baik fisik maupun psikis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Lingkungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebebasan dibatasi juga oleh lingkungan, baik alamiah maupun sosial. Contohnya orang yang berasal dari lingkungan miskin tidak bebas masuk perguruan tinggi karena yang ingin masuk perguruan tinggi harus memenuhi syarat yang tidak bisa dipenuhi oleh golongan orang yang kurang mampu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kebebasan orang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebebasan ini dibatasi apabila semua gerak-gerik seseorang dibatasi oleh orang lain, dan ternyata mengakui kebebasan orang lain secara konkret berarti menghormati hak-hak orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Generasi-generasi mendatang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebebasan dibatasi oleh juga oleh masa depan umat manusia atau oleh generasi-generasi sesudah kita. Contohnya kebebasan kita dalam menguasai dan mengeksploitasi alam dibatasi sampai titik tertentu, sehinga alam bisa menjadi dasar hidup bagi generasi-generasi mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswa yang ideal adalah mahasiswa yang dapat bertanggung jawab atas segala sesuatu yang dilakukannya. Orang yang bertanggung jawab dapat diminta penjelasan tentang tingkah lakunya dan bukan saja ia bisa menjawab-kalau Ia mau-melainkan juga ia harus menjawab. Tanggung jawab berarti bahwa orang tidak boleh mengelak, bila diminta penjelasan tentang perbuatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F. Anarkisme, Mahasiswa, dan Etika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anarkisme berasal dari kata dasar anarki dengan imbuhan isme. Kata anarki merupakan kata serapan dari bahasa Inggris anarchy atau anarchie (Belanda/Jerman/Perancis), yang berakardari kata Yunani anarhos/anarchein.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anarkisme yaitu suatu paham yang mempercayai bahwa segala bentuk negara, pemerintahan dengan kekuasaan adalah lembaga-lembaga yang menumbuh suburkan penindasan terhadap kehidupan. Oleh karena itu negara, pemerintahan, beserta perangkatnya harus dihilangkan/dihancurkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan anarkis berarti orang yang mempercayai dan menganut anarki. Dalam arti lain anarkis yaitu kegiatan yang bersifat menuju kekerasan, tidak mau mengalah dan eakan kata musyawarahsudah tidak berlaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan anarkis tidak sepenuhnya identik dengan mahasiswa, tetapi dalam realitanya masih ada mahasiswa yang menganut anarkisme. Menurut seorang mahasiswi UNTIRTA, mahasiswa yang menganut paham anarkis disebut juga mahasiswa prematur yang sudah tidak bisa memilih mana yang baik dan yang buruk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini gelar mahasiswa sebagai kaum intelektual perlahan mulai bergeser menjadi kaum anarkis. Dalam masyarakat yang sehat, anarkisme tidak akan muncul, karena masyarakat paham bagaimana menyelesaikan setiap persoalan secara baik, rasional, dan harus sesuai dengan etika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Denny JA. ada tiga kondisi lahirnya gerakan sosial seperti gerakan mahasiswa yang melakukan tindakan anarkis. Pertama, gerakan sosial dilahirkan oleh kondisi yang memberikan kesempatan bagi gerakan itu. Kedua, gerakan sosial timbul karena meluasnya ketidakpuasan atas situasi yang ada. Ketiga, gerakan sosial semata-mata masalah kemampuan kepemimpinan dari tokoh penggerak. Gerakan mahasiswa mengaktualissikan potensinya melalui sikap-sikap dan pernyataan yang bersifat imbuan moral. Mereka mendorong perubahan dengan mengetengahkan isu-isu moral sesuai sifatnya yang bersifat ideal. Ciri khas gerakan mahasiswa adalah mengaktualisasikan nilai-nilai ideal mereka karena ketidakpuasan terhadap lingkungan sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6037966171406557787-2155205074659142797?l=makalahdanskripsi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://makalahdanskripsi.blogspot.com/feeds/2155205074659142797/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6037966171406557787&amp;postID=2155205074659142797&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6037966171406557787/posts/default/2155205074659142797'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6037966171406557787/posts/default/2155205074659142797'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://makalahdanskripsi.blogspot.com/2009/11/pendidikan-kewarganegaraan.html' title='Pendidikan Kewarganegaraan'/><author><name>Caray</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09104225702275544350</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_bG0MsA0sMpM/SDA-fVJ81dI/AAAAAAAAAA8/aTy8a5DH8kk/S220/id+slank.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6037966171406557787.post-7612413418274246186</id><published>2009-11-04T18:15:00.000-08:00</published><updated>2010-07-11T08:08:03.966-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahasa'/><title type='text'>Pengertian dan Unsur Berbicara</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;I Pengertian Berbicara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Berbicara adalah : Kemampuan mengucapkan bunyi-bunyi artikulasi atau kata-kata untuk mengekpresikan, menyatakan serta menyampaikan pikiran, gagasan, dan perasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Berbicara adalah : Suatu alat untuk mengkomunikasikan gagasan-gagasan yang disusun serta dikembangkan sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan sang pendengar atau penyimak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Berbicara adalah : Proses individu berkomunikasi dengan lingkungan masyarakat untuk menyatakan din sebagai anggota masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Berbicara adalah : Ekspresi kreatif yang dapat memanifestasikan kepribadiannya yang tidak sekedar alat mengkomunikasikan ide belaka, tetapi juga alat utama untuk menciptakan dan memformulasikan ide baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Berbicara ada!ah : Tingkah laku yang dipelajari di Iingkungan keluarga, tetangga, dan lingkungan lainnya disekitar tempatnya hidup sebelum masuk sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;II Unsur Dasar Berbicara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam kegiatan berbicara terdapat lima unsur yang terlibat yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Pembicara b. Isi pembicaraan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Saluran d. Penyimak, dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Tanggapan penyimak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat pula delapan konsep dasar berbicara,yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Membutuhkan paling sedikit dua orang, tentu saja pembicaraan dapat dilakukan oleh satu orang dan hal ini sering terjadi misalnya oleh orang yang sedang mempelajari banyak bunyi-bunyi bahasa serta maknanya atau oleh seseorang yang meninjau kembali peryataan bank-nya atau oleh orang yang memukul ibu jarinya dengan palu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Menggunakan salah satu sandi linguistic yang dipahami bersama, bahkan andai katapun dipergunakan dua bahasa namun sating pengertian, pemahaman bersama itu tidak kurang pentingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Menerima atau mengakui satu daerah referensi umum, daerah referensi yang umum mungkin tidak selalu mudah kenal, ditentukan, namun pembicara menerima kecenderungan untuk menentukan satu diantaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Merupakan suatu pertukaran antara partisipan, kedua pihak partisipan yang memberi dan menerima dalam pembicaraan sating bertukar sebagai pembicara dan penyimak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Menghubungkan setiap pembicara dengan yang lainnya dan Iingkungan dengan segera. Prilaku lisan sang pembicara selalu berhubungan dengan responsi yang nyata atau yang diharapkan, dan sang penyimak dan sebaliknya. Jadi hubungan itu bersifat timbal balik antara dua arah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Berhubungan atau berkaitan dengan masa kini. Hanya dengan bantuan berkas grafik material, bahasan dapat luput dan kekirian kesegaran bahwa pita atau berkas itu telah mungkin berbuat demikian, tentu saja merupakan salah satu kenyataan keunggulan budaya manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Hanya melibatkan aparat atau perlengkapan yang dengan suara atau bunyi bahasa dan pendengar. Walaupun kegiatan-kegiatan dalam pita audio atau lingual dapat melepaskan gerak visual dan gerak material namun sebaliknya tidak akan terjadi terkecuali pantornim atau gambar, takan ada pada gerakan dan grafik itu yang tidak berdasar dan dan bergantung pada audio lingual dapat berbicara terus menerus dengan orang-orang yang tidak kita lihat, dirumah, ditempat bekerja dan dengan telpon percakapan percakapan seperti ini merupakan pembicaraan yang khas dalam bentuknya yang paling asli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Secara tidak pandang bulu mengharap serta memperlakukan apa yang nyata dan apa yang diterima sebagai dalil. Keseluruhan lingkungan yang dapat dilambangkan oleh pembicaraan mencangkup bukan hanya dunia nyata yang mengelilingi para pembicara tetapi juga secara tidak terbatas dunia gagasan yang lebih luas, yang harus mereka masuki karena mereka dan manusia berbicara sebagai titik pertemuan kedua wilayah ini tetap memerlukan penelaahan serta uraian yang lebih lanjut dan mendalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;III Prosedur Kegiatan Berbicara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Memilih pokok pembicaraan yang menarik hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Membatasi pokok pembicaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Mengumpulkan bahan-bahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Menyusun bahan (pendahuluan, isi, kemampuan)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6037966171406557787-7612413418274246186?l=makalahdanskripsi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://makalahdanskripsi.blogspot.com/feeds/7612413418274246186/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6037966171406557787&amp;postID=7612413418274246186&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6037966171406557787/posts/default/7612413418274246186'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6037966171406557787/posts/default/7612413418274246186'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://makalahdanskripsi.blogspot.com/2009/11/pengertian-dan-unsur-berbicara.html' title='Pengertian dan Unsur Berbicara'/><author><name>Caray</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09104225702275544350</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_bG0MsA0sMpM/SDA-fVJ81dI/AAAAAAAAAA8/aTy8a5DH8kk/S220/id+slank.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6037966171406557787.post-7787915726515347652</id><published>2009-07-28T01:40:00.000-07:00</published><updated>2010-07-11T08:15:19.516-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='makalah'/><title type='text'>PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;HALAMAN MOTTO :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Janganlah kamu terjerumus kedalam api keputus-asaan karena dengan putus asa lah manusia tidak akan berhasil dalam menjalani hidup&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;KATA PENGANTAR&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Assalamu’alaikum Wr. Wb.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Syukur Alhamdulillah kami ucapkan kehadirat Allah SWT. Atas limpahan rahmat dan karunia-Nya lah sehingga saya dapat menyelesaikan paper ini, yang berjudul : Peran Remaja dalam penanggulangan narkotika. Sholawat serta salam tetap tercurahkan kepada junjungan kita nabi besar Muhammad Saw. Adapun tujuan dari penyusunan paper ini adalah salah satu syarat yang harus dipenuhi untuk mengikuti (UAS) ujian akhir sekolah dan juga merupakan kurikulum yang ditetapkan bagi siswa kelas III.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan terselesaikannya paper ini, penulis ingin menyampaikan terima kasih semua pihak yang telah membantu dalam penyusunannya terutama kepada :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bpk Abd. Wahid Efendi, M.Ag. selaku Kepala Sekolah Madrasah Aliyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ibu Dra. Khusnul Maziyah, selaku Guru Pembimbing dalam pembuatan paper ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Teman-teman dan semua pihak yang telah membantu di dalam proses penyusunan paper ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis menyadari bahwa isi dari paper ini jauh dari sempurna, penulis berharap pembaca bersedia kesempurnaan paper ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu’alaikum Wr. Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sidoarjo, ……………&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyusun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;DAFTAR ISI&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;HALAMAN JUDUL................................................................................................. i&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HALAMAN MOTTO............................................................................................... ii&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LEMBAR PERSETUJUAN..................................................................................... iii&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KATA PENGANTAR............................................................................................. iv&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR ISI............................................................................................................ v&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I PENDAHULUAN................................................................................. 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.1 Latar Belakang Masalah................................................................... 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.2 Rumusan Masalah............................................................................ 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.3 Tujuan dan Manfaat.......................................................................... 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.4 Hipotesis.......................................................................................... 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.5 Metode Penelitian............................................................................. 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.6 Sistematika Penulisan........................................................................ 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II KAJIAN TEORI.................................................................................... 4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pengertian Narkotika........................................................................ 4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Kemungkinan Yang Terjadi Pada Pengguna Narkotika........................ 4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Jenis-jenis Narkotika yang Disalahgunakan dan Peredarannya............. 5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Peran Pemerintah Dalam Mengatasi Narkotika................................. 14&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Akibat Penyalahgunaan Narkotika.................................................... 14&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F. Cegah Narkoba Dengan Pendidikan Agama..................................... 15&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G. Ciri-Ciri Bagi Pengguna Narkotika................................................... 18&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H. Kendala.......................................................................................... 18&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. Solusi............................................................................................. 19&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III PENYAJIAN DATA PEMECAHAN MASALAH............................... 20&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Penyajian Data............................................................................... 20&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Pemecahan Masalah....................................................................... 20&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB IV PENUTUP........................................................................................... 22&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Kesimpulan..................................................................................... 22&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Saran-saran.................................................................................... 22&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA............................................................................................. 23&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;BAB I&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.1 Latar Belakang Masalah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya (NAPZA) yang biasa disebut narkoba merupakan jenis obat/zat yang diperlukan di dalam dunia pengobatan. Akan tetapi apabila dipergunakan tanpa pembatasan dan pengawasan yang seksama dapat menimbulkan ketergantungan serta dapat membahayakan kesehatan bahkan jiwa pemakainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyalahgunaan narkoba pada akhir tahun ini dirasakan semakin meningkat. Dapat kita amati dari pemberitaan-pemberitaan baik di media cetak maupun elektronika yang hampir setiap hari memberitakan tentang penangkapan para pelaku penyalahgunaan narkoba oleh aparat keamanan. Kebanyakan pelakunya adalah remaja belasan tahun, mereka pasti sudah mengerti tentang bahaya mengkonsumsi narkoba, tapi mengapa mereka menggunakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.2 Rumusan Masalah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan apa yang dikemukakan dalam latar belakang maka penulis menarik suatu rumusan masalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Adakah bahaya narkoba terhadap generasi penerus bangsa ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Gejala-gejala apa sajakah yang timbul akibat mengkonsumsi narkoba ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.3 Tujuan dan Manfaat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan dari penelitian ini adalah terumuskannya model pemberdayaan pranata sosial dalam menangani masalah penyalahgunaan narkoba. Manfaat yang diharapkan adalah sebagai bahan masukan bagi perumusan kebijakan penanganan masalah penyalahgunaan narkoba khususnya keikutsertaan pencegahan dan penanganan penyalahgunaan masalah narkoba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.4 Hipotesis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hipotesis yang bisa diperoleh dari rumusan masalah tersebut sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Hipotesis Kerja (Ha)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya bahaya narkoba generasi penerus bangsa yang menjadi akibat terjadinya penyalahgunaan narkoba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Hipotesis Nol (H0)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada masyarakat yang bilang kalau narkoba itu adalah barang (obat) yang baik, sebaliknya narkoba itu adalah obat yang merusak akal generasi penerus bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.5 Metode Penelitian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode studi kepustakaan. Pemilihan metode ini karena penelitian yang dilakukan ditujukan untuk mengidentifikasi permasalahan peran remaja dalam penanggulangan Narkotika dengan mengacu pada literatur-literatur, artikel-artikel dan sumber bacaan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.6 Sistematika Penulisan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulisan paper ini telah ditulis secara sistematika dan bisa diuraikan sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Bab I berisi pendahuluan yang meliputi latar belakang, rumusan masalah, tujuan dan manfaat, hipotesis, metode penelitian, dan sistematika penulisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Bab II berisi tentang kajian teori yang meliputi pengertian Narkotika, kemungkinan yang terjadi pada pengguna Narkotika, peran pemerintah dalam mengatasi Narkotika, akibat penyalahgunaan Narkotika, cegah narkoba dengan pendidikan agama, dan ciri-ciri bagi pengguna Narkotika, kendala dan solusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Bab III berisi tentang penyajian data dan pemecahan masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Bab IV berisikan tentang penutup yang meliputi kesimpulan dan saran untuk meringkas berbagai keterangan pembahasan diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BAB II&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KAJIAN TEORI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A. Pengertian Narkotika&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Narkotika adalah zat yang dapat menimbulkan pengaruh tertentu bagi mereka yang menggunakannya dengan cara memasukkan obat tersebut ke dalam tubuhnya, pengaruh tersebut berupa pembiasan, hilangnya rasa sakit rangsangan, semangat dan halusinasi. Dengan timbulnya efek halusinasi inilah yang menyebabkan kelompok masyarakat terutama di kalangan remaja ingin menggunakan Narkotika meskipun tidak menderita apa-apa. Hal inilah yang mengakibatkan terjadinya penyalahgunaan Narkotika (obat). Bahaya bila menggunakan Narkotika bila tidak sesuai dengan peraturan adalah adanya adiksi/ketergantungan obat (ketagihan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adiksi adalah suatu kelainan obat yang bersifat kronik/periodik sehingga penderita kehilangan kontrol terhadap dirinya dan menimbulkan kerugian terhadap dirinya dan masyarakat. Orang-orang yang sudah terlibat pada penyalahgunaan Narkotika pada mulanya masih dalam ukuran (dosis) yang normal. Lama-lama pengguna obat menjadi kebiasaan, setelah biasa menggunakan mar kemudian untuk menimbulkan efek yang sama diperlukan dosis yang lebih tinggi (toleransi). Setelah fase toleransi ini berakhir menjadi ketergantungan, merasa tidak dapat hidup tanpa Narkotika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;B. Kemungkinan Yang Terjadi Pada Pengguna Narkotika&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang beranggapan bagi mereka yang sudah mengkonsumsi mar secara berlebihan beresiko sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sebanyak 60% orang beranggapan bahwa Narkotika dapat menyebabkan kematian karena zat-zat yang terkandung dalam Narkotika mengganggu sistem kekebalan tubuh mereka sehingga dalam waktu yang relatif singkat bisa merenggut jiwa si pemakai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sebanyak 20% orang beranggapan bahwa pengguna Narkotika dapat bertindak nekat/bunuh diri karena pemakai cenderung memiliki sifat acuh tak acuh terhadap lingkungannya. Ia menganggap dirinya tidak berguna bagi lingkungannya ini yang memacunya untuk bertindak nekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Sebanyak 15% orang beranggapan bahwa Narkotika dapat menyebabkan hilangnya kontrol bagi si pemakainya, karena setelah mengkonsumsi Narkotika. Zat-zat yang terkandung di dalamnya langsung bekerja menyerang syaraf pada otak yang cenderung membuat tidak sabar dan lepas kontrol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Sebanyak 5% orang beranggapan bahwa Narkotika menimbulkan penyakit bagi pemakainya. Karena di dalam Narkotika mengandung zat yang mempunyai efek samping yang menimbulkan penyakit baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;C. Jenis-jenis Narkotika yang Disalahgunakan dan Peredarannya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Narkoba meliputi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Narkotika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zat berasal dari tanaman atau bukan tanaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Tanaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Opium atau candu/morfin yaitu olahan getah tanaman papaver somniferum tidak terdapat di Indonesia, tetapi diselundupkan di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Kokain yaitu olahan daun koka diolah di Amerika (Peru, Bolivia, Kolumbia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Cannabis Sativa atau Marihuana atau Ganja banyak ditanam di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Bukan tanaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Semi sintetik : adalah zat yang diproses secara ekstraksi, isolasi disebutalkaloid opium. Contoh : Heroin, Kodein, Morfin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Sintetik : diperoleh melalui proses kimia bahan baku kimia, menghasilkan zat baru yang mempunyai efek narkotika dan diperlukan medis untuk penelitian serta penghilang rasa sakit (analgesic) seperti penekan batuk (antitusif).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh : Amfetamin, Metadon, Petidin, Deksamfetamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;B. Psikotropika&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah obat keras bukan narkotika, digunakan dalam dunia pengobatan sesuai Permenkes RI No. 124/Menkes/Per/II/93, namun dapat menimbulkan ketergantungan psikis fisik jika dipakai tanpa pengawasan akan sangat merugikan karena efeknya sangat berbahaya seperti narkotika. Psikotropika merupakan pengganti narkotika, karena narkotika mahal harganya. Penggunaannya biasa dicampur dengan air mineral atau alkohol sehingga efeknya seperti narkotika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Penenang (anti cemas) : bekerja mengendorkan atau mengurangi aktifitas susunan syaraf pusat. Contoh : Pil Rohypnol, Mogadon, Valium, Mandrax (Mx).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Stimulant : bekerja mengaktifkan susunan syaraf pusat. Contoh : Amphetamine, MDMA, MDA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Hallusinogen : bekerja menimbulkan rasa halusinasi/khayalan. Contoh Lysergic Acid Diethylamide (LSD), Psylocibine.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkohol&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkohol dalam ilmu kimia dikenal dengan sebutan etanol adalah minuman keras yang mempunyai efek bisa memabukkan jika minumnya berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;C. Zat Adiktif&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zat adiktif adalah zat yang sangat berbahaya jika salah pemakaiannya bisa merusak tubuh, bila keracunan bisa menimbulkan halusinasi atau mungkin yang fatal kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh : Terpentine, lem karet, thinner, spray aerosol, aceton, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Narkoba yang sering disalahgunakan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Narkoba yang sering dikonsumsi oleh masyarakat secara salah antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. HEROIN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama : Putauw, PT, bedak, putih, Brown Sugar, Benana, Smaek, Horse, Hammer, Snow White Brown.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asal : Papaver Somniferum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk : Seperti bedak berwarna putih, rasa pahit, terdapat paket hemat, dijual sebesar ujung kuku/ibu jari dalam kemasan kertas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Pakai : Dihirup, dihisap, ditelan dan disuntikkan lewat tangan, kaki, leher.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efek : Mual, mengantuk, cadel, pendiam, mata sayu, muka pucat, tidak konsentrasi, hidung gatal-gatal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala putus obat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum memakai :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Tulang otot sendi terasa nyeri, demam, takut air&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Keringat keluar berlebihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Takut kedinginan, bulu kuduk berdiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Mata berair, hidung berair&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Mual-mual, perut sakit, diare&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Tidak suka makan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Tidak bisa bekerja (lemas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah memakai :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Fly (berkhayal), mata sembab kadang muntah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Jantung berdebar, mata susah bangun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahaya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Hepatitis B, C, AIDS, HIV&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Menstruasi terganggu, infertilitas (impotensi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Abses (jika pakai suntik)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Tubuh kurus, pucat, kurang gizi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Sulit buang air besar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Mudah terserang radang paru, TBC paru, radang hati, empedu, ginjal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. KOKAIN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama : Charlie, Nosc Candy, Snow, Coke&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asal : Daun (tanaman Erythrro – Xylon Coca)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk : Serbuk putih, kadang dicampur dengan beberapa macam zat berbahaya, disebut “Drug Cocktail”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efek : - Suhu badan tinggi, denyut jantung bertambah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Mudah marah, agresif dan merusak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Merasa energik dan waspada dan merasa memiliki dunia (arogan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala putus obat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Ada keinginan bunuh diri, mual, kejang-kejang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahaya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Paranoid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Menyebabkan perkelahian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Mabuk dan tidak bergairah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Jika dihirup akan menyebabkan mimisan dan sinusitis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Kerusakan jantung jika dicampur rokok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Pemakaian banyak, nafsu sex hilang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Bisa terjadi psikotik atau gila dalam jangka panjang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;C. GANJA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama : Ganja, cimeng, gelek, daun, rumput, jayus, jum, barang, marihuana, bang bunga, ikat, labang, hijau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis-jenis : Stick, daun atau tembakau, hashish (minyak/lemak ganja)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk : Daun kering atau dalam bentuk rajangan kering, dimasukkan dalam amplop.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daun basah, runcing berjari-jari ganjil 5, 7, 9 dst.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Pakai : Dilinting seperti rokok, dihisap dan dimakan, minyak ganja bisa dioles pada rokok biasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efek : - Jantung berdebar-debar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Tidak bergairah, cepat marah, sensitif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Perasaan tidak tenang, eforia, kurang percaya diri, rasa letih/malas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala putus obat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Sebenarnya hanya faktor psikis dan sugesti yang lebih dominan, apabila tidak memakai ganja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahaya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Untuk pemakaian yang lama akan menjadikan pemakai menjadi linglung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;D. EKSTASI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama : Kancing, XTC, Inex, Adam, Hug-Drug, Essence, Disco, Biscuits, Venus, Yupie, Butterfly, Elektrix, Gober, Beladin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk : Pil, serbuk, kapsul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Pakai : Diminum dengan air atau yang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efek : - Mulut kering, gigi berkerut-kerut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Banyak berkeringat dingin, nafsu makan kurang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Badan tak terkendali geraknya (triping)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Denyut jantung, nadi bertambah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Tekanan darah naik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Rasa percaya diri tinggi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Keintiman bertambah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala putus obat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Rasa letih, malas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Mudah tersinggung, emosi labil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Sulit tidur, mimpi buruk jika tidur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Depresi, mata kabur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahaya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Paranoid (rasa takut berlebihan, curiga yang berlebihan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Pemakaian yang lama akan menjadikan pemakai bisa linglung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Merusak syaraf otak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Pucat kurang darah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Kurus kurang gizi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Penyakit Parkinson&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;E. SHABU-SHABU (Methyl – Amphetamin)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama : Ubas, SS, Mecin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk : Bubuk atau kristal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis : Gold silver, coconut, crystal, blue ice, tebu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Pakai : Dibakar di atas kertas timah dan dihisap melalui alat yang disebut bong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemakai bisa diindikasikan : Tidak tenang (cemas), mudah marah, dapat cepat lelah, mata nanar, tidak bersemangat, tidak beraktifitas, keringat berlebihan dan bahu, wajah pucat, lidah warna putih, nafsu makan kurang, susah tidur (2-3 hari), jantung berdebar-debar, banyak omong, percaya diri tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efek : - Sebelum memakai gelisah, ngantuk, lemas, tidak bergairah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Jika sudah memakai, agresif, hiperaktif dan percaya diri tinggi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala putus obat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Mudah marah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Ngantuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Faktor sugesti yang dominan apabila tidak memakai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Mudah capek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Rasa lebih malas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Malas hidup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahaya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Paranoid (rasa takut berlebihan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Pemakaian yang lama akan menjadikan pemakai bisa linglung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Merusak syaraf otak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Kanker hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Terjadinya gejala psikotik (gila)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;F. HALUSINOGEN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama : LSD (Lysergic Diethyl Amid), Magic Mushroom (jamur tahi kuda/sapi), STP (Serenity, Tranquility, Peace)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Pakai : Diminum, dihirup, dimakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efek : - Menimbulkan serenity, tranquility dan peace (rasa tenang dan damai) sesaat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Perasaan labil yaitu murung dan bahagia atau euforia kadang-kadang menjadi takut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahaya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Kecemasan akut, reaksi panik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Terjadi depresi sampai berbulan-bulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Terjadinya gejala psikotik (gila)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;G. HIPNOTIKA/SEDATIVA (Obat Tidur, Obat Penenang)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama : Metaqualon (Mandrax), Flunitrazepam (Rohyp), Clona Zepam (RIV), Nitra Zepam (pil koplo, pil anjing, dum, BK, MG).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk : Pil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Pakai : Ditelan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efek : - Teler (bicara cadel, jalan sempoyongan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Mudah tersinggung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Banyak bicara yang tidak karuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Ngawur dalam bertindak, tidak terkontrol&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala putus obat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Denyut jantung cepat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Banyak berkeringat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Tekanan darah tinggi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Tangan, kelopak dan lidah bergetar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahaya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Terjadinya perkelahian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Mudah tersinggung dan marah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Lemas, sedih, ingin bunuh diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Menimbulkan halusinasi dan melakukan tindakan berbahaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;H. ALKOHOL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama : Etanol atau Ethyl Alkohol&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis : Bir, wiski, gin, vodka, martini, brem, arak, ciu, saquer, tuak, johny walker (topi miring), black and white (kam-put, kambing putih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk : Cairan, berupa minuman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Pakai : Diminum / ditelan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efek : - Mabuk teler&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Muka merah, banyak bicara, bicara cadel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Jalan sempoyongan, konsentrasi kurang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Bola mata bergerak-gerak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala putus obat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Mual, muntah, lemah, letih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Denyut jantung cepat, banyak berkeringat, tekanan darah naik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Tangan, lidah, kelopak mata gemetar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Cemas, depresi, mudah tersinggung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Gangguan kesadaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahaya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Kanker hati, cacat pada janin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Perdarahan lambung, radang pankreas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Penyakit otot, pikun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;I. INHALANSIA dan SOLVEN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama : Lem karet, aerosol spray, aceton, gas N2O2, pelumas, thinner, terpentine, DDT, pestisida, zat pewarna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk : Cairan, gas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efek : - Timbul ilusi, halusinasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Kemampuan persepsi yang salah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahaya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Merasa dirinya bisa terbang, sehingga bisa terjun dari tempat tinggi tanpa mati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Keracunan akut, bisa mati mendadak akibat menghisap inhalansia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Kejang saluran nafas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Keracunan kronis merusak organ tubuh otak, ginjal, paru-paru, jantung, sunsum tulang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Kulit bisa mengelupas karena keracunan terpentine (zat mudah menguap)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;D. Peran Pemerintah Dalam Mengatasi Narkotika&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran yang dilakukan oleh pemerintah sangatlah besar dalam mencegah terjadinya penyalahgunaan Narkotika dan sejenisnya. Melalui pengendalian dan pengawasan langsung terhadap jalur peredaran gelap dengan tujuan agar potensi kejahatan tidak berkembang menjadi ancaman faktual. Langkah yang ditempuh antara lain dengan tindakan sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Melakukan pengawasan terhadap tempat-tempat yang diduga keras sebagai jalur lalu lintas gelap peredaran Narkotika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Secara rutin melakukan pengawasan di tempat hiburan malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bekerja sama dengan pendidik untuk melakukan pengawasan terhadap sekolah yang diduga terjadi penyalahgunaan Narkotika oleh siswanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Meminta kepada instansi yang mempunyai wewenang izin sebagai penerbit tempat hiburan malam untuk selalu menindak lanjuti surat izin pendirian tempat hiburan malam barangkali akan dijadikan media untuk memperlancar jalur peredaran Narkotika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;E. Akibat Penyalahgunaan Narkotika&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyalahgunaan Narkotika akan mempengaruhi sifat seseorang dan menimbulkan bermacam-macam bahaya antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Terhadap diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- mampu merubah kepribadiannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- menimbulkan sifat masa bodoh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- suka berhubungan seks&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- tidak segan-segan menyiksa diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- menjadi seorang pemalas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- semangat belajar menurun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Terhadap keluarga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- suka mencuri barang yang ada di rumahnya sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- mencemarkan nama baik keluarga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- melawan kepada orang tua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Terhadap masyarakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- melanggar norma-norma yang berlaku di masyarakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- melakukan tindak kriminal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- mengganggu ketertiban umum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;F. Cegah Narkoba Dengan Pendidikan Agama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Say no to drug! Ini merupakan slogan yang sangat sederhana namun memiliki implikasi yang kompleks terkait dengan harapan yang harus diwujudkan, usaha berikut kebijakannya yang mesti diimplementasikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Say no to drug, bukan hanya sebuah jargon, ini adalah tanggung jawab organisasi berbasis keagamaan, pemerintah, LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), lembaga hukum, serta tanggung jawab kita bersama untuk meningkatkan dan memberdayakan masyarakat kita menuju kehidupan yang sehat baik dari aspek mental, jasmani, maupun spiritual. Di seluruh dunia banyak program yang didirikan dengan maksud mencegah penyalahgunaan Narkoba, atau untuk mengobati mereka yang terkena narkoba melalui kepercayaan dan praktek-praktek agama tertentu. Pendekatan ini banyak dilakukan di Indonesia dan negara-negara berkembang lainnya. Di barat, agama tidak begitu menonjol dalam mencegah penyalahgunaan narkoba : namun kita percaya bahwa program-program berbasis keagamaan benar-benar memiliki kepedulian kearah sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pemimpin agama dan pendidikan, kita menyadari banyak tantangan yang dihadapi generasi muda di negara kita saat ini. Penggunaan obat-obat terlarang termasuk penggunaan alkohol dan produk-produk tertentu. Terus merangkak naik dalam masyarakat terutama para remaja, dan di beberapa tempat, obat-obat terlarang tersebut telah menarik pemuda dalam dunia kejahatan dan kecanduan yang mematikan setiap orang, masyarakat, keluarga dan individu-individu serta penanaman nilai-nilai yang kuat, yang berakar dari kepercayaan agama merupakan faktor perlindungan yang efektif guna mencegah dampak pengguna narkoba sebagai tindakan yang beresiko tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyalahgunaan narkoba menyebabkan peningkatan HIV/AIDS (Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome). Kekacauan mental, dan kejahatan yang pada gilirannya merusak sendi-sendi kehidupan sosial. Puluhan bahkan ratusan juta orang telah kecanduan narkoba. Di Indonesia Badan Narkotika Nasional (BNN) menaksir bahwa kira-kira ada 3,2 juta orang yang sudah terjerat ketergantungan Narkotika. Kendati persoalan narkoba muncul, pemerintahan kita memberi harapan bagi setiap orang, keluarga, masyarakat yang terpengaruh oleh penyalahgunaan narkoba serta yang terkait dengan persoalan kesehatan dan sosial. Riset menunjukkan bahwa kaum muda yang terlibat dalam komunitas keagamaan nampaknya tidak begitu rentan terhadap penggunaan Narkoba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunitas keagamaan berada di garda depan dalam merespon kebutuhan pelayanan sosial yang mendesak bagi setiap individu dan masyarakat. Termasuk ketergantungan narkoba, kita memberikan makanan dan pakaian bagi yang membutuhkan, kita memberi naungan bagi tuna wisma. Kita menawarkan pengobatan narkoba, bingkisan dan membantu kelompok-kelompok anggota yang berjuang menjaga agama. Ketika mencegah penggunaan narkoba, kita juga dapat memainkan peranan penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia bukan hanya negara perdagangan narkoba, namun juga produsen dan pasar jaringan global yang sistematik dalam industri ini, oleh karena itu dibutuhkan kerja sama sinergis antara pemerintah, LSM, organisasi sosial, untuk mengatakan tidak pada narkoba guna menyelamatkan generasi masa depan kita. Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi muslim moderat terbesar dengan anggota lebih dari 50 juta orang, menaruh prihatin dan perlu mengambil peran dalam mengatasi persoalan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencegahan dan pengobatan akibat penyalahgunaan narkoba merupakan persoalan yang komplek yang masih perlu banyak dipelajari tentang apa yang terbaik dilakukan dan oleh siapa, agama tentunya memiliki peran untuk dimainkan, namun materi ajaran agama yang ada belum mencukupi untuk pencegahan dan pengobatan yang efektif, juga ada rumusan bahwa kegiatan berbasis keagamaan dapat diperbaiki dengan beberapa praktik pencegahan yang baik dalam masyarakat Islam kita. Seperti semua program pencegahan dan pengobatan yang didasarkan pada kebutuhan agama perlu dievaluasi secara hati-hati oleh peneliti yang independen yang menggunakan indikator keberhasilan yang obyektif. Dengan demikian pertukaran pandangan dan pengalaman diantara kita itu penting. Guna memberikan bantuan yang lebih baik bagi mereka yang memiliki persoalan narkoba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lembaga-lembaga dibawah naungan NU seperti Muslimat NU, Fatayat NU, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), dan terutama pesantren juga memberikan peranan yang signifikan dalam persoalan ini. Terlebih pesantren memiliki lebih dari 10 ribu jaringan dengan masyarakat sekitarnya. Karena alasan itulah, pesantren bukan hanya kurikulum berbasis keagamaan, namun juga materi-materi yang meningkatkan kesehatan mental, spiritual, dan jasmani. Dalam waktu yang lama, pesantren akan membangun “bela diri” masyarakat untuk mencegah penyalahgunaan narkoba dalam komunitasnya. Lewat kerja sama ini, NU, BNN, Colombo Plan dan Kementrian Negara Amerika Serikat, akan meningkatkan dan menindak lanjuti kerja sama yang lebih baik terkait persoalan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengambil bagian sebagai peserta dalam konferensi internasional ini, ulama, para sarjana muslim, para dokter, universitas dan instansi terkait supaya dapat mencari strategi dan solusi yang riil rencana kegiatan untuk menyelamatkan generasi muda dari narkoba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, sekali lagi say no to drug dan mari kita tingkatkan pengetahuan kita tentang narkoba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;G. Ciri-Ciri Bagi Pengguna Narkotika&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pengguna Narkotika yang berlebihan dapat menimbulkan keracunan atau efek sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Efek yang ditimbulkan opium bagi penggunanya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. muntah dan mual&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. sakit kepala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Efek yang ditimbulkan kokain bagi penggunanya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. nafsu makan hilang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. denyut jantung dan tekanan darah meningkat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Efek yang ditimbulkannya heroin bagi penggunanya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. reaksi panik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. gelisah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Efek yang ditimbulkannya putau bagi penggunanya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. emosi lepas kontrol&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. gangguan pergerakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Efek yang ditimbulkannya cannabis sativa bagi penggunanya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. menyebabkan khayalan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. tingkah lakunya tidak terkontrol&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. melawan kepada orang tua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. mencemarkan nama baik keluarga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H. Kendala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kurangnya kerja sama antara aparat dengan masyarakat dalam mengungkap sindikat Narkotika .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Modus yang dijalankan pengedar Narkotika makin bervariasi dan terorganisir sehingga aparat mengalami hambatan dalam pengungkapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ketidaktegasan sanksi yang diberikan pemerintah kepada pelaku penyalahgunaan Narkotika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Ketidaktahuan masyarakat tentang bahaya mengkonsumsi Narkotika jika mereka sudah mengerti tentang bahaya mengkonsumsinya mengapa mereka masih juga memakainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Banyak berdiri tempat-tempat hiburan malam ilegal yang diduga menjadi peredaran gelap Narkotika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Peredaran narkoba masih sulit diberantas karena produk hukum yang ada kurang bisa menjerat bandar-bandar narkoba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Kampanye untuk menunjukkan bahaya penggunaan narkoba masih kurang bisa menggapai ke seluruh pelosok nusantara karena kurangnya dana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. Solusi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mengadakan pendidikan secara mendalam pada setiap kasus Narkotika apa yang melatarbelakanginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Menutup/menyegel tempat hiburan malam yang telah diduga menjadi sarang peredaran narkoba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Menindak tegas setiap pelaku penyalahgunaan Narkotika dengan hukuman yang berat agar mereka jera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pemerintah harus memperhatikan betul aparat-aparat penegak hukum seperti polisi, jaksa, hakim dan lain-lain agar tidak mempermainkan kasus narkoba dengan memberi hukuman yang ringan pada bandar-bandar narkoba yang tertangkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Dana yang dialokasikan untuk kampanye penanggulangan narkoba agar diperbesar baik dari APBN maupun APBD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;BAB III&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENYAJIAN DATA, ANALISIS DAN PEMECAHAN MASALAH&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A. Penyajian Data&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut laporan yang dicetak oleh kompas cyber media pada tanggal 5 Februari 2001, dari 2 juta pecandu narkoba dan obat-obatan berbahaya (narkoba) 90% adalah generasi muda, termasuk 25.000 mahasiswa. Karena itu, narkoba menjadi ancaman serius bagi kelangsungan hidup bangsa akhir-akhir ini. Alwi nurdin, Kepala Kanwil Depdiknas DKI dikatakan sebanyak 1,105 siswa di 166 SMU Yogyakarta selama tahun 1999/2000 terlibat tindak penyalahgunaan Narkotika dan obat-obatan narkoba. Sedangkan 700 siswa sisanya ditindak dengan pembinaan agar jera, dan tidak mempengaruhi teman lain yang belum terkena sebagai pengguna Narkotika tersebar di Jakarta utara sebanyak 248 orang dari 26 SMU. Jakarta pusat 109 orang di 12 SMU. Jakarta barat 167 orang dari 32 SMU, Jakarta timur 305 orang dari 43 SMU, dari Jakarta selatan 186 orang dari 40 SMU. (http://www.google.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Pemecahan Masalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hasil perolehan data pada penyajian data diatas dapat disimpulkan bahwa yang banyak menggunakan penyalahgunaan Narkoba&lt;br /&gt;adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Golongan Mahasiswa (90%)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di masa remaja seseorang pasti mempunyai sifat selalu ingin tahu segala sesuatu dan ingin mencoba sesuatu yang belum tahu. Kurang diketahui dampak negatifnya. Bentuk rasa ingin tahu dan ingin mencoba itu misalnya dengan mengenal narkoba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan 700 siswa sisanya di tindak dengan pembinaan agar jera, biar tidak mempengaruhi teman lainnya yang belum terkena sebagai pengguna narkoba. Lemahnya mental seseorang akan mudah untuk dipengaruhi perbuatannya dan tindakan atau hal-hal yang negatif, oleh teman/lingkungan sekitar, sehingga semua pengaruh negatif ini pada akhirnya menjurus pada aktifitas penyalahgunaan dan tidak dapat lagi mengimbangi perilaku dalam lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu ada beberapa faktor lain yang tidak sedikit dapat mempengaruhi penyalahgunaan narkoba antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Adanya kesempatan, sarana dan prasarana untuk memperoleh narkoba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Kurangnya perhatian dari orang tua (dari kalangan keluarga yang broken home).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Akibat perubahan tingkah laku selama masa puber.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Pribadi yang lemah (orang yang tidak dapat menghadapi realita hidup).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;BAB IV&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A. Kesimpulan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa Narkotika adalah obat terlarang sehingga siapapun yang mengkonsumsi atau menjualnya akan dikenakan sanksi yang terdapat pada UU No.07 Tahun 1997 tentang Narkotika. Dilarang keras untuk mengkonsumsi dan menjualnya selain itu di dalam UU RI No.27 Tahun 1997 tentang Narkotika hanya dapat digunakan untuk kepentingan pelayanan kesehatan dan ilmu pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Saran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapan kami agar di negara kita terutama masyarakat umum menyadari akan bahaya memakai atau mengkonsumsi Narkotika. Oleh karena itu, kita sebagai generasi muda seharusnya lebih berhati-hati dalam memilih teman bergaul, sebab jika kita salah pilih teman lebih-lebih yang sudah kita tahu telah menjadi pecandu hendaknya kita berfikir lebih dulu untuk bersahabat dengan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;· Abimayu, Soli dan M. Thayeb Manrihu. 1984. Bimbingan dan Penyuluhan Di Sekolah. Jakarta : CV. Rajawali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Budianto. 1989. Narkoba dan Pengaruhnya, Ganeca Exact : Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· H.M. Rozy SE, MSc. Cegah Narkoba Dengan Pendidikan Agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6037966171406557787-7787915726515347652?l=makalahdanskripsi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://makalahdanskripsi.blogspot.com/feeds/7787915726515347652/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6037966171406557787&amp;postID=7787915726515347652&amp;isPopup=true' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6037966171406557787/posts/default/7787915726515347652'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6037966171406557787/posts/default/7787915726515347652'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://makalahdanskripsi.blogspot.com/2009/07/penyalahgunaan-narkotika.html' title='PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA'/><author><name>Caray</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09104225702275544350</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_bG0MsA0sMpM/SDA-fVJ81dI/AAAAAAAAAA8/aTy8a5DH8kk/S220/id+slank.JPG'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6037966171406557787.post-2345498648429617638</id><published>2009-07-28T01:37:00.000-07:00</published><updated>2010-07-11T08:20:56.460-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='makalah'/><title type='text'>PENGETAHUAN DAN JENIS-JENIS NARKOBA  SERTA DAMPAKNYA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;KATA PENGANTAR&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang mana telah memberi kita taufiq dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyusun makalah sosiologi yang berjudul “PENGETAHUAN DAN JENIS-JENIS NARKOBA SERTA DAMPAKNYA”. Sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga dan para sahabatnya yang telah membimbing kita dari jalan kegelapan menuju jalan yang terang benderang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami berharap makalah ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan bagi kami khususnya, dan segenap pembaca umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari berbagai pihak sangat kami harapkan untuk menuju kesempurnaan makalah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lupa kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Mira Kusumasari, S.Pd. selaku pembimbing yang telah banyak memberikan saran dalam menyusun makalah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis menyadari bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun demi kesempurnaan makalah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sidoarjo, Mei 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyusun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR ISI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HALAMAN JUDUL................................................................................................. i&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HALAMAN PENGESAHAN.................................................................................. ii&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KATA PENGANTAR............................................................................................. iii&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR ISI........................................................................................................... iv&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I PENDAHULUAN................................................................................ 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. LATAR BELAKANG .................................................................... 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. PERUMUSAN MASALAH........................................................... 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II PEMBAHASAN................................................................................... 3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. PENGERTIAN NARKOBA.......................................................... 3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. PENGGOLONGAN NARKOBA.................................................. 3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. JENIS-JENIS NARKOBA............................................................. 5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. BERBAGAI CARA ORANG MENYALAHGUNAKAN&lt;br /&gt;NARKOBA.................................................................................... 9&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. FAKTOR YANG MENDORONG SESEORANG MENGGUNAKAN NARKOBA 10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. DAMPAK/AKIBAT PENYALAHGUNAAN NARKOBA......... 11&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. APA YANG MENYEBABKAN SESEORANG MENGGUNAKAN NARKOBA 12&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. CIRI-CIRI PENYALAHGUNA NARKOBA............................... 13&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. REMAJA YANG BERESIKO TINGGI MENYALAHGUNAKAN NARKOBA 13&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. APAKAH NARKOBA BISA MELUPAKAN MASALAH......... 14&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. PERAN ORANGTUA AGAR ANAKNYA BEBAS NARKOBA 14&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. APA YANG DILAKUKAN BILA ANAK ANDA TERLIBAT NARKOBA 16&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. CARA MENGATAKAN TIDAK PADA NARKOBA................ 17&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. CARA MENGHINDARKAN DIRI DARI NARKOBA............... 17&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. CARA MENGHADAPI TEMAN YANG KETERGANTUNGAN NARKOBA 17&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III PENUTUP.......................................................................................... 19&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. KESIMPULAN............................................................................. 19&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. SARAN......................................................................................... 20&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA............................................................................................ 21&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BAB I&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PENDAHULUAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A. LATAR BELAKANG&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita telah banyak mengenal macam narkoba yang sering disalahgunakan dalam mengkonsumsinya. Konsumsi narkoba yang salah, berakibat fatal bagi diri mereka, dan dampaknya dapat mengganggu ketenangan, ketertiban, dan keamanan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah pengguna narkoba pada saat ini semakin meningkat dan jumlah yang telah terinfeksi virus Hepatitis C dan HIV/AIDS juga semakin bertambah. Jika kita melihat realita yang ada pada saat ini adalah bahwa pengguna jarum suntik pun semakin bertambah dan tidak melihat dari segi usia yang ada, karena jumlah pengguna yang semakin bertambah dan tidak melihat dari segi umur, jenis kelamin dan ras. Dan semakin meningkatnya jumlah pengguna tersebut kebanyakan dari mereka tidak mengetahui bahaya dari narkoba tersebut, sehingga kebanyakan dari mereka terus menggunakan drugs sampai sekian lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahaya yang diakibatkan oleh pemakaian narkoba dapat bermacam-macam dan terkadang bagi pecandu itu sendiri kebanyakan tidak mengetahui organ tubuh mana saja yang dapat terserang, sehingga mereka tidak dapat mengetahui bahwa akibat dari pemakaian tersebut akan banyak sekali kerugian yang mereka dapatkan atau mereka derita, tidak hanya organ tubuh seperti otak, jantung dan paru-paru mereka yang terserang bahkan virus pun akan lebih mudah masuk kedalam tubuh mereka. Seperti virus Hepatitis C, virus HIV/AIDS dan juga penyakit menular lainnya dan bahaya ini tidak hanya menyerang fisik saja melainkan mental, emosional dan spiritual mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan dari pengguna narkoba yang menggunakan jarum suntik, akan lebih mudah terinfeksi virus Hepatitis C dan HIV/AIDS yang akan lebih mudah masuk kedalam organ tubuh mereka tanpa mereka ketahui. Karena kebanyakan dari pengguna jarum suntik, mereka tidak memikirkan resiko yang akan mereka peroleh, sehingga mereka sering kali untuk bertukar jarum suntik dan menggunakan jarum suntik secara terus menerus tanpa memikirkan kebersihan dari jarum suntik tersebut. Jadi kebanyakan dari mereka tidak menggunakan jarum suntik yang baru, mereka lebih memilih untuk menggunakan jarum suntik yang lama. Padahal dari pengguna jarum suntik yang terus menerus tanpa memperhatikan kebersihannya akan mengakibatkan bakteri yang ada dalam jarum suntik tersebut lebih mudah masuk kedalam tubuh si pemakai dan akan lebih mudah lagi menyerang organ tubuh mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahaya-bahaya yang lain akan mereka peroleh akan lebih banyak lagi bahkan mereka tidak memperdulikan akan keselamatan mereka dan juga masa depan mereka jika mereka terus-menerus menggunakan narkoba. Dan bahaya tersebut tidak hanya menyerang fisik mereka saja, melainkan mental, emosional dan spiritual mereka pun akan terganggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari setiap narkoba memiliki bahaya masing-masing dan akan merugikan kesehatan mereka. Jika ingin mengetahui lebih lanjut tentang bahaya dari narkoba yang masuk organ tubuh manusia seperti jantung, Paru-paru dan liver. Dan mengetahui dampak apa yang akan terjadi jika si pengguna narkoba tidak mau berhenti menggunakan narkoba, sebaiknya kita melihat realita yang ada bahwa pengguna narkoba tidak ada yang berakhir baik melainkan fisik, mental, emosional dan spiritualnya akan mengalami gangguan dan bahkan jika mereka berakhir dengan kematian yang akan dengan mudah menyerang mereka. (http://www.google.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;B. RUMUSAN MASALAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan apa yang dikemukakan dalam latar belakang maka penulis menarik suatu rumusan masalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Adakah bahaya narkoba terhadap generasi penerus bangsa ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Gejala-gejala apa sajakah yang timbul akibat mengkonsumsi narkoba ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;BAB II&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;1. PENGERTIAN NARKOBA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah NARKOBA adalah singkatan dari NARkotika, psiKOtropika dan BAhan Adiktif lainnya. Pengertian lebih jelasnya adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. NARKOTIKA adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. PSIKOTROPIKA adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan syaraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. BAHAN ADIKTIF LAINNYA adalah bahan lain bukan narkotika atau psikotropika yang penggunaannya dapat menimbulkan ketergantungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. MINUMAN BERALKOHOL adalah minuman yang mengandung etanol yang diproses dari bahan hasil pertanian ataupun secara sintetis yang mengandung karbohidrat dengan cara fermentasi destilasi atau fermentasi tanpa destilasi, maupun yang diproses dengan cara mencampur konsentrat dengan etanol atau dengan cara pengenceran minuman yang mengandung etanol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. PENGGOLONGAN NARKOBA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena bahaya ketergantungan, penggunaan, dan peredaran Narkoba diatur dalam Undang-Undang, yaitu Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1997 tentang Narkotika dan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika. Penggolongan jenis-jenis Narkoba berikut didasarkan pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Narkotika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Narkotika golongan I : berpotensi sangat tinggi menyebabkan ketergantungan tidak digunakan untuk terapi (pengobatan). Contoh : heroin, kokain dan ganja. Putauw adalah heroin tidak murni berupa bubuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Narkotika golongan II : berpotensi tinggi menyebabkan ketergantungan. Digunakan pada terapi sebagai pilihan terakhir. Contoh : morfin, petidin dan metadon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Narkotika golongan III : berpotensi ringan menyebabkan ketergantungan dan banyak digunakan dalam terapi. Contoh : kodein.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Psikotropika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Psikotropika golongan I : amat kuat menyebabkan ketergantungan dan tidak digunakan dalam terapi. Contoh : MDMA (ekstasi), LSD dan STP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Psikotropika golongan II : kuat menyebabkan ketergantungan, digunakan amat terbatas pada terapi. Contoh : amfetamin, metamfetamin (shabu), fensiklidin dan ritalin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Psikotropika golongan III : potensi sedang menyebabkan ketergantungan, banyak dipergunakan dalam terapi, Contoh : pentobarbital dan flunitrazepam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Psikotropika Golongan IV : potensi ringan menyebabkan ketergantungan dan sangat luas digunakan dalam terapi, Contoh : diazepam, klobozam, fenobarbital, barbital, klorazepam, klordiazepoxide, dan nitrazepam (Nipam, Pil BK/KopIo, DUM, MG, Lexo, Rohyp, dll).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Bahan Adiktif Lainnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang sering disalahgunakan adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Alkohol, yang terdapat pada berbagai jenis minuman keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Inhalansia/solven, yaitu gas atau zat yang mudah menguap yang terdapat pada berbagai keperluan pabrik, kantor dan rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Nikotin yang terdapat pada tembakau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Kafein pada kopi, minuman penambah energi dan obat sakit kepala tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. JENIS NARKOTIKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Narkotika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Heroin dikenal dengan nama Putau atau PTW&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Karakteristik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Merupakan Narkoba yang sangat cepat menimbulkan ketergantungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Berupa serbuk putih dengan rasa pahit. Dalam pasaran warnanya bisa putih, coklat atau dadu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Cara penggunaan dapat disuntikan, dihirup dan dimakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Efek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Menimbulkan rasa kantuk, lesu, penampilan “dungu”, jalan mengambang, rasa senang yang berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Konsumsi dihentikan menimbulkan rasa sakit dan kejang-kejang, kram perut, menggigil, muntah-muntah, mata berair, hidung berlendir, hilang nafsu makan dan kehilangan cairan tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Menimbulkan kematian bila over dosis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Ganja dikenal dengan nama mariyuana, hashish, gelek, Budha stick, cimeng, grass&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Karakteristik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Menimbulkan ketergantungan psikis yang diikuti oleh kecanduan fisik dalam waktu lama, terutama bagi mereka yang telah rutin menggunakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Bentuk daun kering, cairan yang lengket, minyak ‘damar ganja’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Efek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Menurunkan keterampilan motorik, peningkatan denyut jantung, rasa cemas, banyak bicara, perubahan persepsi tentang ruang dan waktu, halusinasi, rasa ketakutan dan agresif, rasa senang berlebihan, selera makan meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Pengaruh jangka panjang peradangan paru-paru, aliran darah ke jantung berkurang, daya tahan tubuh terhadap infeksi menurun, mengurangi kesuburan, daya pikir berkurang, perhatian ke sekitar berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Morfin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Karakteristik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Analgesik yang kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Tidak berbau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Berupa kristal putih yang warnanya menjadi kecoklatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Efek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Mengurangi rasa nyeri, kantuk atau turunnya kesadaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Sembelit, gangguan menstruasi dan impotensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Pemakaian dengan jarum suntik menyebabkan HIV/AIDS, Hepatitis B &amp;amp; C.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4) Pemakaian dikurangi atau dihentikan : hidung berair, keluar air mata otot kejang, mual, muntah dan mencret.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Psikotropika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Ekstasi dikenal dengan nama inex, XTC, huge drug, yupie drug, essence, clarity, butterfly, black heart, ice.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Karakteristik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Bentuknya berupa tablet dan kapsul warna warni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Cara penggunaan ditelan secara langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Mendorong tubuh melakukan aktivitas melampaui batas maksimum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Efek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Peningkatan detak jantung dan tekanan darah, rasa senang yang berlebihan, hilangnya rasa percaya diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Setelah efek diatas, biasanya akan terjadi perasaan lelah, cemas dan depresi yang dapat berlangsung beberapa hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Gerakan tak terkontrol, mual dan muntah, sakit kepala, hilang selera makan dan rasa haus yang berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4) Kematian terjadi karena tidak seimbangnya cairan tubuh, baik karena dehidrasi ataupun terlalu banyak cairan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(5) Menimbulkan kerusakan otak yang permanen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Methamphetamine dikenal shabu atau ubas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Karakteristik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Bentuknya berupa serbuk kristal dan cairan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Mudah larut dalam alkohol dan air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Cara penggunaannya dihisap dengan bantuan alat (bong).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Efek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Menimbulkan perasaan melayang sementara yang berangsur-angsur membangkitkan kegelisahan luar biasa. Aktivitas tubuh dipercepat berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Penggunaan shabu yang lama akan merusak tubuh, bahkan kematian karena over dosis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Pada mata, anda akan melihat sesuatu yang tidak ingin anda lihat, karena sangat mengerikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4) Pada otak, menyebabkan depresi, kepanikan, kecemasan yang berlebihan dan dapat menyebabkan kerusakan otak secara permanen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(5) Pada kulit, pembuluh darah akan mengalami panas berlebihan dan pecah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(6) Pada hati, bahan-bahan kimia yang terkandung dalam shabu bisa melemahkan aktivitas sel-sel hati yang mengakibatkan terjadinya gangguan fungsi hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Obat penenang dikenal obat tidur, pil koplo, BK, Nipam, Valium, Lexotan, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Karakteristik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Bentuknya berupa tablet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Digunakan dengan cara ditelan secara langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Efek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1) Bicara jadi pelo, jalan sempoyongan, persepsi terganggu memperlambat kerja otak, pernapasan dan jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2) Dalam dosis tinggi akan membuat pengguna tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Penggunaan campuran dengan alkohol akan menghasilkan kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4) Gejala putus zat bersifat lama dan serius, sakit kepala, cemas, tidak bisa tidur, halusinasi, mual, muntah dan kejang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Jenis Bahan Adiktif lainnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Alkohol&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efek dan alkohol adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Memperlambat kerja sistem syaraf pusat, memperlambat refleks motorik, menekan pernafasan, denyut jantung dan mengganggu penalaran dan penilaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Menimbulkan perilaku kekerasan, meningkatkan resiko kecelakaan lalu lintas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) Gejala putus zat mulai dari hilangnya nafsu makan, sensitif, tidak dapat tidur, kejang otot, halusinasi dan bahkan kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Zat yang mudah menguap/solvent dikenal Lem Aica Aibon, Thinner, Bensin, Spiritus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efek zat yang mudah menguap/solvent adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Begitu dihisap masuk ke darah dan segera ke otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Memperlambat kerja otak dan sistem syaraf pusat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) Menimbulkan perasaan senang, pusing, penurunan kesadaran, gangguan penglihatan dan pelo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d) Problem kesehatan terutama merusak otak, ginjal, paru-paru, sumsum tulang dan jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e) Kematian timbul akibat otak kekurangan oksigen, berhentinya pernafasan dan gangguan pada jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Zat yang menimbulkan halusinasi dikenal Jamur, kotoran kerbau, sapi, kecubung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efek yang menimbulkan halusinasi adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Bekerja pada sistem syaraf pusat untuk mengacaukan kesadaran dan emosi pengguna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Perubahan pada proses berfikir, hilangnya kontrol, hilang orientasi dan depresi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Karena halusinasi bisa menimbulkan kecelakaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. BERBAGAI CARA ORANG MENYALAHGUNAKAN NARKOBA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyalahgunaan Narkoba adalah pemakaian obat-obatan atau zat-zat berbahaya lain dengan maksud bukan untuk tujuan pengobatan dan/atau penelitian serta digunakan tanpa mengikuti aturan serta dosis yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya orang menyalahgunakan narkoba dengan cara-cara sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Oral, atau melalui mulut (dengan cara ditelan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Inhalensia, atau dihirup melalui hidung setelah sebelumnya narkoba dibakar seperti rokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Intrasanal-Sniffed, atau narkoba berbentuk tepung, dihirup langsung melalui hidung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Injection-intravenal, atau narkoba yang biasanya berbentuk cair/dicairkan dahulu, lalu menggunakan jarum/alat suntik kedalam pembuluh darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Inersi-Anal, yaitu memasukkan narkoba dalam bentuk padat kedalam tubuh melalui lubang dubur/anus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Ditaruh dalam luka, atau dengan menaburkan narkoba, berbentuk serbuk dalam luka bagian tubuh yang terlebih dahulu dibuat luka/disayat dengan benda tajam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. FAKTOR YANG MENDORONG SESEORANG MENGGUNAKAN NARKOBA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan penyalahgunaan Narkoba merupakan permasalahan yang demikian kompleks yang merupakan hasil interaksi 3 (tiga) faktor, yaitu : Faktor Individu, Faktor Lingkungan Sosial dan Faktor Ketersediaan Narkoba itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Faktor Individu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Aspek kepribadian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Tingkah laku anti sosial antara lain : keinginan melanggar, sifat memberontak, tak ingin hal-hal yang bersifat otoritas, menolak nilai-nilai tradisional, mudah kecewa, tidak sabar serta adanya keinginan diterima di kelompok pergaulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Kecemasan dan depresi antara lain : tidak mampu menyelesaikan kesulitan hidup, menghindari rasa cemas dan depresi, sehingga melarikan diri ke penyalahgunaan Narkoba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Aspek pengetahuan, sikap dan kepercayaan antara lain : mengikuti orang lain yang menggunakan, tidak mengetahui bahaya Narkoba, ingin coba-coba agar diterima di lingkungan pergaulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Keterampilan berkomunikasi menolak tekanan teman sebaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Faktor genetik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Faktor Lingkungan/Sosial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab penyalahgunaan Narkoba antara lain : kondisi keluarga/orang tua, pengaruh teman/kelompok sebaya, faktor sekolah, pengaruh iklan dan kehidupan masyarakat modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Faktor ketersediaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antara lain : tersedia dimana-mana dan mudah diperoleh karena maraknya peredaran Narkoba, Indonesia sudah sebagai produsen Narkoba, bisnis Narkoba yang menjanjikan keuntungan besar, kultivasi gelap ganja di beberapa daerah di Indonesia serta penegakan hukum yang belum tegas dan konsisten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ketiga faktor penyebab seseorang menggunakan Narkoba, yang terpenting adalah faktor individu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masing-masing individu harus bertanggung jawab atas perilakunya dan tidak dapat mempermasalahkan orang lain atau keadaan yang dihadapinya. Untuk itu ia harus dapat mengambil keputusan apa yang baik atau buruk bagi dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. DAMPAK/AKIBAT PENYALAHGUNAAN NARKOBA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Bagi Diri Sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Fungsi otak dan perkembangan normal remaja terganggu, mulai dan ingatan, perhatian, persepsi, perasaan dan perubahan pada motivasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Menimbulkan ketergantungan, over dosis, gangguan pada organ tubuh, seperti : hati, ginjal, paru-paru, jantung, lambung, reproduksi serta gangguan jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Perubahan pada gaya hidup dan nilai-nilai agama, sosial dan budaya, misalnya tindakan asusila, asosial bahkan anti sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Akibat jarum suntik yang tidak steril dapat terkena HIV/AIDS, radang pembuluh darah, jantung, Hepatitis B dan C, Tuberculosis, Abses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Bagi Keluarga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Orang tua menjadi malu, sedih, merasa bersalah, marah bahkan kadang-kadang sampai putus asa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Suasana kekeluargaan berubah tidak terkendali karena sering terjadi pertengkaran, saling mempersalahkan, marah, bermusuhan, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Uang dan harta benda habis terjual, serta masa depan anak tidak jelas karena putus sekolah dan menganggur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Bagi Masyarakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Lingkungan menjadi rawan terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Kriminalitas dan kekerasan meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Ketahanan kewilayahan menurun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. APA YANG MENYEBABKAN SESEORANG MENGGUNAKAN NARKOBA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Untuk bergembira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Mudah dipengaruhi kawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Rasa ingin tahu yang tinggi untuk mendapatkan pengalaman baru dan sensasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Ikut-ikutan teman karena takut kena ejekan, misalnya; tidak macho, seperti banci dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Solidaritas kelompok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Karena takut kena tekanan dari anggota kelompok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Ingin menonjol dengan tampil berani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;h. Menghilangkan rasa bosan dan stress karena menganggap Narkoba dapat menyelesaikan masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i. Keinginan untuk berontak terhadap kekuasaan orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;j. Mudah mendapatkan Narkoba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. CIRI-CIRI PENYALAHGUNA NARKOBA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Perubahan Fisik dan Lingkungan Sehari-hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Jalan sempoyongan, bicara pelo (tidak Jelas). Sering mengurung diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Kamar selalu dikunci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Sering didatangi atau menerima telepon dari teman-teman yang tidak dikenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Ditemukan obat-obatan, peralatan seperti kertas timah, jarum suntik, korek api di kamar/di dalam tasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Sering kehilangan uang/barang yang berharga di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Perubahan Psikologis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malas belajar, mudah tersinggung dan sulit berkonsentrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Perubahan Perilaku Sosial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Menghindari kontak mata langsung, melamun atau linglung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Berbohong atau manipulasi keadaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Kurang disiplin dan suka membolos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Mengabaikan kegiatan ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Menarik diri dari aktivitas keluarga dan sering mengurung diri di kamar/tempat-tempat tertutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. REMAJA YANG BERESIKO TINGGI MENYALAHGUNAKAN NARKOBA :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Tidak berada dalam pengawasan orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Tidak bisa berkomunikasi dengan orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Pengendalian diri yang rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Kepercayaan diri dan harga diri yang rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Tidak mau mengikuti aturan/norma/tata tertib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Suka mencari sensasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Bergaul dengan penyalahguna Narkoba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;h. Merasa dikucilkan dan sulit menyesuaikan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i. Memiliki anggota keluarga penyalahguna Narkoba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;j. Rendah penghayatan spiritualnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. APAKAH NARKOBA BISA MELUPAKAN MASALAH :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Narkoba hanya bisa menolong orang melupakan masalah sesaat saja bukan menghilangkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Narkoba tidak akan memecahkan masalah justru menambah masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Narkoba menjadikan tubuh dan pikiranmu menderita karena efeknya yang sangat merusak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Akibat Narkoba bisa masuk penjara karena kejahatan akibat penyalahgunaan Narkoba menduduki tingkat tertinggi dalam daftar kejahatan di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. PERAN ORANG TUA AGAR ANAKNYA BEBAS NARKOBA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Ikut terlibat dalam kegiatan anak-anaknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Anak yang dekat dengan orang tua kecil resikonya untuk terkena pengaruh buruk Narkoba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Bina kebersamaan dengan membuat kegiatan rutin bersama anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Menanyakan kemana dan dengan siapa anak pergi dan mengerjakan apa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Berada di rumah saat anak pulang sekolah karena waktu yang berbahaya adalah antara pukul 4 sampai 6 sore, dimana tidak ada orang yang mengawasi. Untuk itu agar diatur waktu kerja sehingga anak ada yang mengawasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Usahakan makan bersama sesering mungkin. Karena waktu makan bersama merupakan saat yang tepat untuk mendiskusikan tentang kegiatan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Belajar untuk Berkomunikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Jelaskan kepada anak untuk menjauhi Narkoba walau hanya sekali dan dimanapun. Beritahu bahayanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Jadilah pendengar yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Beri jawaban yang jujur atas semua pertanyaannya, jangan memberitahu apa yang tidak kamu ketahui, tawarkan untuk menemukan jalan keluar. Jelaskan bahwa orang tua tidak menginginkan anaknya menggunakan Narkoba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Gunakan media elektronik (TV), iklan-iklan dan berita-berita tentang Narkoba untuk memperkenalkan Narkoba kepada anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Jangan bereaksi berlebihan apabila anak memberikan pendapatnya tentang Narkoba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6) Berikan contoh kepada anak tentang cara-cara menolak Narkoba untuk situasi yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7) Ajarkan anak untuk berani berkata “TIDAK” pada Narkoba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Memberi Contoh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Beri contoh hidup sehari-hari yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Jadilah model yang baik sehingga dapat menjadi panutan bagi anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Cari bantuan professional untuk membantu mengatasi masalah bila diperlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Buat aturan keluarga yang jelas dan tegas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Buat aturan yang jelas dan diskusikan tentang konsekuensinya bila melanggar aturan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Tentukan waktu pulang ke rumah secara tegas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Memantau keberadaan anak pada waktu-waktu tertentu baik melalui telepon maupun handphone.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Hubungi orang tua yang rumahnya disinggahi atau digunakan untuk pesta pada malam hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Ajak pulang secara baik-baik apabila pesta tersebut menggunakan Narkoba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6) Dengarkan naluri anda apabila merasa ada sesuatu yang tidak beres.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Kembangkan Tradisi Keluarga dan Nilai-nilai Agama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Kerjakan pekerjaan rumah bersama seluruh keluarga pada hari libur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Rekreasi pada waktu-waktu tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Sholat atau do’a bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Terapkan budaya mengakui kesalahan baik dari orang tua kepada anak maupun anak kepada orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Gali potensi anak untuk lebih dikembangkan melalui berbagai kegiatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Orang Tua Berperan sebagai Pembimbing dan Pendidik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. APA YANG DILAKUKAN BILA ANAK ANDA TERLIBAT NARKOBA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Bersikap tenang, objektif dan kendalikan emosi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Bertindaklah secara sportif dan sadar serta tidak menimpakan seluruh kesalahan pada anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Penyalahgunaan Narkoba biasanya merupakan gejala dari masalah yang sudah berakar/lama. Untuk itu perlu diselidiki dan diatasi secara kekeluargaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Cari bantuan seorang professional, dokter keluarga atau konselor yang terlatih, apabila sulit mengendalikan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Jika anak anda sudah terjerumus kedalam penyalahgunaan Narkoba, sebaiknya anak tersebut tidak disembunyikan, karena akan menyebabkan anak semakin menderita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Jujur terhadap diri sendiri dengan mengakui kesalahan, dan orang tua jangan merasa benar sendiri. Saling memaafkan untuk setiap kesalahan sikap, kata-kata dan perbuatan di masa lalu yang menyakitkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Ajak anak anda untuk berobat atau ke panti-panti rehabilitasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;h. Jangan merasa aib jika anak atau keluarga anda menyalahgunakan Narkoba, karena siapapun dapat terkena hal yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. CARA MENGHINDARKAN DIRI DARI NARKOBA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Siapkan mental/diri untuk menolak apabila ditawari Narkoba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Hati-hati dalam memilih teman bergaul, karena teman yang baik tidak akan menjerumuskan pada hal-hal yang tidak baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Belajar berkata “TIDAK” apabila ditawari dengan alasan yang tepat, dan kalau terus memaksa tinggalkan tempat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Tingkatkan prestasi untuk mewujudkan cita-cita dan kembangkan bakat yang ada demi masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Lakukan kegiatan-kegiatan yang positif untuk mengisi waktu luangmu dengan menyalurkan hobi dan yang dapat membuat lebih mandiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Tingkatkan iman dan taqwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. CARA MENGATAKAN TIDAK PADA NARKOBA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Katakan “TIDAK”. “MAAF SAYA TIDAK TERTARIK”. “UNTUK SATU INI ..... AKU TIDAK BISA”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Tatap matanya, bersikap tenang, dan cepat berlalu dan mengatakan “aku ada urusan lain”, “maaf aku harus pergi”; “saya ada ujian besok dan saya harus belajar di rumah”, “saya dalam perawatan dokter dan tidak boleh menggunakan obat lain tanpa anjuran dokter”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Gantilah topik pembicaraan, misalnya masalah olah raga, film, kesenian dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Kalau tetap memaksa, “TINGGALKAN”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. CARA MENGHADAPI TEMAN YANG KETERGANTUNGAN NARKOBA, YANG PERLU DILAKUKAN ADALAH :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Tetap berteman dengannya tapi tidak ikut-ikutan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Utarakan secara terbuka dan jujur tentang keprihatinan anda mengenai keadaan dirinya pada waktu yang bersangkutan dalam keadaan tenang. Jangan menuduh, menghakimi serta membuatnya tersinggung tapi diskusikan mengapa ia sampai menggunakan Narkoba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Ingatkan bahwa kesembuhan tidak dapat dipaksakan, sehingga sebagai pecandu harus siap dan mau dibantu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Gali perasaan dan kehidupan sosial yang dialaminya menyebabkan yang bersangkutan memutuskan untuk menggunakan Narkoba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Tunjukkan bahwa anda peduli dan siap membantu bila ia ingin sembuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BAB III&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PENUTUP&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A. KESIMPULAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintesis maupun semi sintesis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Khasiat utama narkotika sebagai analgenetika ialah mengurangi rasa sakit dan penenang yang hanya digunakan di rumah sakit dan untuk orang yang menderita sakit yang sudah tak tahan lagi misalnya sakit kanker, khasiat utama seperti yang disebut halusinasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. jumlah pengguna narkoba pada saat ini semakin meningkat dan jumlah yang telah terinfeksi virus Hepatitis C dan HIV/AIDS juga semakin bertambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pengguna narkoba tidak ada yang berakhir baik melainkan fisik, mental, emosional dan spritualnya akan mengalami gangguan dan bahkan jika mereka terus menggunakan tidak menutup kemungkinan jika mereka berakhiran dengan kematian yang akan dengan mudah menyerang mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Macam-macam narkoba :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Ekstasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Sabu-sabu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Ganja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Putaw/heroin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Kokain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Morfin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Amphetamine&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Obat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Dampak negatif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Menimbulkan rasa ngantuk, lesu, penampilan dengu dan mengambang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Menurunkan ketrampilan motorik, kehilangan konsentrasi, dan penurunan motivasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Komplikasi kesehatan pada daerah pernapasan, sistem peredaran darah dan kanker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Gejala putus zat, rasa tidak nyaman pada perut, kram otot, nyeri tulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Overdosis yang menimbulkan kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah wa syukurilah, berkat taufiq, hidayah dan inayah-Nya yang disertai dengan kerja keras kami penulis makalah yang berjudul “Pengetahuan Dan Jenis-Jenis Narkoba Serta Dampaknya” ini dapat terselesaikan dengan waktu yang ditentukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya masih banyak sekali penjelasan tentang bahaya narkoba. Tapi kiranya cukup penjelasan yang kami tulis dalam makalah ini mengenai bahaya narkoba terhadap generasi penerus bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya makalah yang kami buat ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu kritik dan saran masih kami butuhkan demi perbaikan makalah ini selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir kata, semoga makalah kami sajikan ini dapat memberikan manfaat bagi semua pihak yang membacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amin ya robbal alamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;1. Badan Narkotika Nasional. 2007. Pedoman Pelaksanaan P4GN Melalui Peran Serta Kepala Desa/Lurah Babinkamtibmas dan PLKB di Tingkat Desa/Kelurahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Budiono, Ign Darmawan (SpKJ, DR), 2000. Gejala Dini Penyalahgunaan Obat. Surabaya : Penerbit Gramedia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. www.google.com\\narkoba_dan_permasalahannya\ diakses 18 Mei 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENGETAHUAN DAN JENIS-JENIS NARKOBA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SERTA DAMPAKNYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memenuhi tugas XXX&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disusun Oleh :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;xxx&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEKOLAH XXX&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6037966171406557787-2345498648429617638?l=makalahdanskripsi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://makalahdanskripsi.blogspot.com/feeds/2345498648429617638/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6037966171406557787&amp;postID=2345498648429617638&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6037966171406557787/posts/default/2345498648429617638'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6037966171406557787/posts/default/2345498648429617638'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://makalahdanskripsi.blogspot.com/2009/07/pengetahuan-dan-jenis-jenis-narkoba.html' title='PENGETAHUAN DAN JENIS-JENIS NARKOBA  SERTA DAMPAKNYA'/><author><name>Caray</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09104225702275544350</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_bG0MsA0sMpM/SDA-fVJ81dI/AAAAAAAAAA8/aTy8a5DH8kk/S220/id+slank.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6037966171406557787.post-3669752250167752942</id><published>2009-07-28T01:35:00.001-07:00</published><updated>2010-07-11T09:54:14.036-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Karya Ilmiah dan Non Ilmiah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;Karya Ilmiah dan Non Ilmiah&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;1. Karya Ilmiah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya ilmiah adalah tulisan yang berisi argumentasi penalaran keilmuan yang dikomunikasikan lewat bahasa tulis yang formal dengan sistematis-metodis dan menyajikan fakta umu8m serta ditulis menurut metedologi penulisan yang benar. Karya ilmiah ditulis dengan bahasa yang konkret, gaya bahasanya formal, kata-katanya teknis dan dan didukung fakta yang dapat dibuktikan kebenarannya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya ilmiah mempunyai tiga cirri yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Karya ilmiah harus merupakan pembahasan suatu hasil penelitian (factual objektif). Artinya sesuai dengan objek yang diteliti.&lt;br /&gt;   2. Bersifat metodis dan sistematis&lt;br /&gt;   3. Menggunakan ragam bahasa ilmiahyang baku dan formal, bahasanya bersifat lugas agar tidak menimbulkan penafsitan dan makna ganda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Karya Ilmiah Pendidikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya Ilmiah pendidikan digunakan untuk tugas meresume pelajaran, serta persyaratan mencapai suatu gelar pendidikan, karya ilmiah terdiri dari :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Paper ( Karya Tulis)&lt;br /&gt;   2. Pra Skripsi&lt;br /&gt;   3. Skripsi&lt;br /&gt;   4. Thesis dan,&lt;br /&gt;   5. Desrtasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Karya Ilmiah Penelitian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya ilmiah penelitian terdiri dari:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Makalah seminar&lt;br /&gt;   2. Laporan hasil penelitian&lt;br /&gt;   3. Jurnal Penelitian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Karya Non Ilmiah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya non ilmiah sangat bervariasi topic dan cara penyajiannya, tetapi isinya tidak didukung fakta umum, ditulis berdasarkan fakta pribadi, umumnya bersifat subyektif, gaya bahasanya bias konkret atau abstrak, gaya bahasanya formal dan popular.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya non ilmiah bersifat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Emotif : kemewahan dan cinta lebih menonjol, tidak sistematis, lebih mencari keuntungan dan sedikit informasi.&lt;br /&gt;   2. Persuasif: penilaian fakta tanpa bukti. Bujukan untuk meyakinkan pembaca, mempengaruhi sikap cara berfikir pembaca dan cukup informative.&lt;br /&gt;   3. Deskriptif : pendapat pribadi, sebagian imajinatif dan subjektif.&lt;br /&gt;   4. Kritik tanpa dukungan bukti.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6037966171406557787-3669752250167752942?l=makalahdanskripsi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://makalahdanskripsi.blogspot.com/feeds/3669752250167752942/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6037966171406557787&amp;postID=3669752250167752942&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6037966171406557787/posts/default/3669752250167752942'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6037966171406557787/posts/default/3669752250167752942'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://makalahdanskripsi.blogspot.com/2009/07/karya-ilmiah-dan-non-ilmiah.html' title='Karya Ilmiah dan Non Ilmiah'/><author><name>Caray</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09104225702275544350</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_bG0MsA0sMpM/SDA-fVJ81dI/AAAAAAAAAA8/aTy8a5DH8kk/S220/id+slank.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6037966171406557787.post-4625749147093862506</id><published>2009-07-28T01:32:00.000-07:00</published><updated>2010-07-11T09:54:47.322-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Ejaan  Bahasa Indonesia Yang di Sempurnakan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ejaan Bahasa Indonesia Yang di Sempurnakan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Ejaan adalah keseleruhuan peraturan bagaimana bagaimana melambangkan bunyi ujaran dan bagaimana hubungan antar lambing-lambang itu ( pemisahan dan penggabungannya dalam suatu bahasa). Secara teknis, yang dimaksud dengan ejaan adalah penulisan huruf, penulisan kata, dan pemakaian tanda baca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden Republik Indonesia Meresmikan ejaan bahasa Indonesia yang disempurnakan pada tanggal 16 Agustus 1972, peresmian ejaan baru itu berdasarkan putusan presiden No. 57, tahun 1972. Sebagai patokan ejaan itu, departemen pendidikan dan kebudayaan menyebarkan buku yang berjudul “ Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal yang perlu dikemukakan sehubungan dengan Ejaan Bahasa Indonesia Yang disempurnakan adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Perubahan Huruf&lt;br /&gt;   2. Penulisan Huruf&lt;br /&gt;   3. Penulisan Kata&lt;br /&gt;   4. Penulisan Unsur Serapan dan&lt;br /&gt;   5. Pemakaian Tanda Baca&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum di sempurnakannya ejaan bahasa Indonesia, ada tiga ejaan berkembang yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ejaan Van Ophuijsen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ejaan ini di tetapkan pada tahun 1901 sebagai ejaan bahasa melayu dengan huruf latin. Ejaan yang di gunakan pada ejaan Ophuijsen adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Huruf J untuk untuk menuliskan kata-kata Jang, pajah, dan sajang .&lt;br /&gt;    * HUruf oe untuk menuliskan kata-kata goeroe, itoe, dan oemoer&lt;br /&gt;    * Tanda diakritik, seperti koma, ain dan tanda trema untuk menuliskan kata-kata ma’moer, ‘akal, ‘ta’pa, dan dinamai’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ejaan Soewandi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ejaan Soewandi di resmikan pada tanggal 19 Maret 1947, untuk menggantikan ejaan Van Ophijsen, ejaan baru itu di sebut ejaan Rebublik, hal-hal yang perlu diketahui sehubungan dengan ejaan tersebut adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Bunyi hamzah dan bunyi sentak ditulis dengan k, seperti pada kata tak, pak, maklum, dan rakjat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Kata ulang boleh ditulis dengan Angka -2, seperti anak2, berjalan2, ke-barat2an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ejaan Melindo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhir 1959 sidang perutusan Indonesia dan Melayu, menghasilkan konsep Ejaan bersama yang dikenal dengan nama Ejaan Melindo (Melayu –Indonesia). Namun karena perkembangan politik di tahun-tahun berikutnya mengurungkan peresmian ejaan itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6037966171406557787-4625749147093862506?l=makalahdanskripsi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://makalahdanskripsi.blogspot.com/feeds/4625749147093862506/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6037966171406557787&amp;postID=4625749147093862506&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6037966171406557787/posts/default/4625749147093862506'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6037966171406557787/posts/default/4625749147093862506'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://makalahdanskripsi.blogspot.com/2009/07/ejaan-bahasa-indonesia-yang-di.html' title='Ejaan  Bahasa Indonesia Yang di Sempurnakan'/><author><name>Caray</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09104225702275544350</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_bG0MsA0sMpM/SDA-fVJ81dI/AAAAAAAAAA8/aTy8a5DH8kk/S220/id+slank.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6037966171406557787.post-4275892285726613584</id><published>2009-06-23T03:36:00.000-07:00</published><updated>2010-07-11T08:24:01.569-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='makalah'/><title type='text'>GEOPOLITIK INDONESIA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;GEOPOLITIK INDONESIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilengkapi dengan Studi Kasus Ambalat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A. Latar Belakang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam hubungan dengan kehidupan manusia dalam suatu Negara dalam hubungannya dengan lingkungan alam, kehidupan manusia di dunia mempunyai kedudukan sebagai hamba Tuhan Yang Maha Esa dan sebagai wakil Tuhan (khlifatullah) di bumi yang menerima amanatnya untuk mengelola kekayaan alam. Sebagai hamba Tuhan mempunyai kewajiban untuk beribadah dan menyembah Tuhan sang pencipta dengan penuh ketulusan. Adapun sebagai wakil Tuhan di bumi, manusia dalam hidupnya berkewajiban memelihara dan dan memanfaatkan segenap karunia kekayaan alam dengan sebaik-baiknya untuk kebutuhan hidupnya. Kedudukan manusia tersebut mencakup tiga segi hubungan, yaitu: Hubungan antara manusia dengan Tuhan, hubungan antar manusia, dan hubungan antara manusia dengan makhluk lainnya. Bangsa Indonesia sebagai umat manusia religious dengan sendirinya harus dapat berperan sesuai dengan kedudukan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai Negara kepulauan dengan masyarakatnya yang beraneka ragam, Negara Indonesia memiliki unsure-unsur kekuatan dan sekaligus kelemahan. Kekuatannya terletak pada posisi dan keadaan geografi yang strategi dan kaya akan sumber daya alam. Sementara kelemahannya terletak pada wujud kepulauan dan keanekaragaman masyarakat yang harus disatukan dalam satu bangsa dan satu tanah air, sebagaimana telah diperjuangkan oleh para pendiri Negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pelaksanannya bangsa Indonesia tidak bebas dari pengaruh interaksi dan interelasi dengan lingkungan sekitarnya, baik lingkungan regional maupun internasional. Dalam hal ini bangsa Indonesia perlu memiliki prinsip-prinsip dasar sebagai pedoman agar tidak terombang-ambing dalam memperjuangkan kepentingan nasional untuk mencapai cita-cita dan tujuan nasionalnya. Salah satu pedoman bangsa Indonesia adalah wawasan nasional yang berpijak pada wujud wilayah nusantara. Sehingga kelompok kami menjadikan kasus Ambalat yang menjadi Studi kasus dalam tugas kelompok ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;B. Rumusan masalah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari latar belakang yang telah ada, penulis merumuskan beberapa permasalahan diantaranya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Apa yang dimaksud dengan geopolitik Indonesia dan wawasan Nusantara?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Faktor apa sajakah yang mempengaruhi wawasan nusantara?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Apakah Unsur-Unsur Dasar Wawasan Nusantara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Bagaimana hubungan wawasan nusantara dan ketahan Nasional?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Apa yang menjadi salah satu studi kasus terkait tema, dimana hal itu merupakan informasi terkini pada bangsa Indonesia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;C. Tujuan Penulisan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan pembuatan makalah ini adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Untuk memenuhi tugas kelompok Pendidikan Kewarganegaraan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Untuk dijadikan bahan dalam kegiatan diskusi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Untuk mengetahui hubungan wawasan nusantara dengan ketahanan nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Metode dan teknik penulisan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode dan teknik penulisan yang digunakan dalam penulisan karya tulis ini adalah metode studi pustaka. Studi pustaka dilakukan untuk mendapatkan data dan informasi yang bersifat teoritis yang kemudian data tersebut akan dijadikan dasar atau pedoman untuk melihat adanya ketidaksesuaian antara teori dengan kenyataan sebagai penyebab dari permasalahan yang dibahas dalam karya tulis ini. Sumber – sumber yang dijadikan sebagai rujukan untuk studi pustaka diperoleh dari berbagai sumber bacaan. Baik itu buku maupun situs – situs yang ada di internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;E. Sistematika Penulisan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistematika penulisan karya tulis ini adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I : Merupakan bagian pendahuluan yang latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, metode dan tehnik penulisan serta sistematika penulisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II: Merupakan pembahasan yang menguraikan tentang tema yang dibahas berdasarkan hasil pengolahan data dan informasi dari berbagai sumber.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III : Merupakan bagian akhir dari karya tulis ini dalam bentuk kesimpulan hasil dan saran – saran yang disampaikan penulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;BAB II&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GEOPOLITIK INDONESIA DAN STUDI KASUSNYA YANG RELEVAN&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;1. Geopolitik Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pengertian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Geopolitik diartikan sebagai sistem politik atau peraturan-peraturan dalam wujud kebijaksanaan dan strategi nasional yang didorong oleh aspirasi nasional geografik (kepentingan yang titik beratnya terletak pada pertimbangan geografi, wilayah atau territorial dalam arti luas) suatu Negara, yang apabila dilaksanakan dan berhasil akan berdampak langsung kepada system politik suatu Negara. Sebaliknya, politik Negara itu secara langsung akan berdampak pada geografi Negara yang bersangkutan. Geopolitik bertumpu pada geografi sosial (hukum geografis), mengenai situasi, kondisi, atau konstelasi geografi dan segala sesuatu yang dianggap relevan dengan karakteristik geografi suatu Negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai Negara kepulauan, dengan masyarakat yang berbhinneka, Negara Indonesia memiliki unsur-unsur kekuatan sekaligus kelemahan. Kekuatannya terletak pada posisi dan keadaan geografi yang strategis dan kaya sumber daya alam. Sementara kelemahannya terletak pada wujud kepulauan dan keanekaragaman masyarakat yang harus disatukan dalam satu bangsa dan satu tanah air, sebagaimana telah diperjuangkan oleh para pendiri Negara ini. Dorongan kuat untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan Indonesia tercermin pada momentum sumpah pemuda tahun 1928 dan kemudian dilanjutkan dengan perjuangan kemerdekaan yang puncaknya terjadi pada saat proklamasi kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyelenggaraan Negara kesatuan Republik Indonesia sebagai system kehidupan nasional bersumber dari dan bermuara pada landasan ideal pandangan hidup dan konstitusi Undang-Undang Dasar 1945. dalam pelaksanaannya bangsa Indonesia tidak bebas dari pengaruh interaksi dan interelasi dengan lingkungan sekitarnya, baik lingkungan regional maupun internasional. Dalam hal ini bangsa Indonesia perlu memiliki prinsip-prinsip dasar sebagai pedoman agar tidak terombang-ambing dalam memperjuangkan kepentingan nasional untuk mencapai cita-cita dan tujuan nasionalnya. Salah satu pedoman bangsa Indonesia adalah wawasan nasional yang berpijak pada wujud wilayah nusantara sehingga disebut dengan wawasan nusantara. Kepentingan nasional yang mendasar bagi bangsa Indonesia adalah upaya menjamin persatuan dan kesatuan wilayah, bangsa, dan segenap aspek kehidupan nasionalnya. Karena hanya dengan upaya inilah bangsa dan Negara Indonesia dapat tetap eksis dan dapat melanjutkan perjuangan menuju masyarakat yang dicita-citakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, wawasan nusantara adalah geopolitik Indonesia. Hal ini dipahami berdasarkan pengertian bahwa dalam wawasan nusantara terkandung konsepsi geopolitik Indonesia, yaitu unsur ruang, yang kini berkembang tidak saja secara fisik geografis, melainkan dalam pengertian secara keseluruhan (Suradinata; Sumiarno: 2005).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Pengertian Wawasan Nusantara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah wawasan berasal dari kata ‘wawas’ yang berarti pandangan, tinjauan, atau penglihatan indrawi. Akar kata ini membentuk kata ‘mawas’ yang berarti memandang, meninjau, atau melihat, atau cara melihat.sedangkan istilah nusantara berasal dari kata ‘nusa’ yang berarti diapit diantara dua hal. Istilah nusantara dipakai untuk menggambarkan kesatuan wilayah perairan dan gugusan pulau-pulau Indonesia yang terletak diantara samudra Pasifik dan samudra Indonesia, serta diantara benua Asia dan benua Australia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum wawasan nasional berarti cara pandang suatu bangsa tentang diri dan lingkungannya yang dijabarkan dari dasar falsafah dan sejarah bangsa itu sesuai dengan posisi dan kondisi geografi negaranya untuk mencapai tujuan atau cita-cita nasionalnya. Sedangkan wawasan nusantara memiliki arti cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 serta sesuai dengan geografi wilayah nusantara yang menjiwai kehidupan bangsa dalam mencapai tujuan dan cita-cita nasionalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Wawasan Nusantara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Wilayah (Geografi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Asas Kepulauan (Archipelagic Principle)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata ‘Archipelago’ dan ‘Archipelagic’ berasal dari kata Italia ‘Archipelagos’. Akar katanya adalah ‘archi’ yang berarti terpenting, terutama, dan ‘pelagos’ berarti laut atau wilayah lautan. Jadi, ‘Archipelago’ berarti lautan terpenting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah ‘Archipelago’ adalah wilayah lautan dengan pulau-pulau di dalamnya. Arti ini kemudian menjadi pulau-pulau saja tanpa menyebut unsur lautnya sebagai akibat penyerapan bahasa barat, sehingga Archipelago selalu diartikan kepulauan atau kumpulan pulau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lahirnya asas Archipelago mengandung pengertian bahwa pulau-pulau tersebut selalu dalam kesatuan utuh, sementara tempat unsure perairan atau lautan antara pulau-pulau berfungsi sebagai unsur penghubung dan bukan unsur pemisah. Asas dan wawasan kepulauan ini dijumpai dalam pengertian the Indian Archipelago. Kata Archipelago pertama kali dipakai oleh Johan Crawford dalam bukunya the history of Indian Archipelago (1820). Kata Indian Archipelago diterjemahkan kedalam bahasa Belanda Indische Archipel yang semula ditafsirkan sebagai wilayah Kepulauan Andaman sampai Marshanai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Kepulauan Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian wilayah Indische Archipel yang dikuasai Belanda dinamakan Nederlandsch oostindishe Archipelago. Itulah wilayah jajahan Belanda yang kemudian menjadi wilayah Negara Republik Indonesia. Sebagai sebutan untuk kepulauan ini sudah banyak nama yang dipakai, yaitu ‘Hindia Timur’, ‘Insulinde’ oleh Multatuli, ‘nusantara’. ‘indonesia’ dan ‘Hindia Belanda’ (Nederlandsch-Indie) pada masa penjajahan Belanda. Bangsa Indonesia sangat mencintai nama ‘Indonesia’ meskipun bukan dari bahasanya sendiri, tetapi ciptaan orang barat. Nama Indonesia mengandung arti yang tepat, yaitu kepulauan Indonesia. Dalam bahasa Yunani, ‘Indo’ berarti India dan ‘nesos’ berarti pulau. Indonesia mengandung makna spiritual yang didalamnya terasa ada jiwa perjuangan menuju cita-cita luhur, Negara kesatuan, kemerdekaan dan kebebasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Konsepsi tentang Wilayah Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perkembangan hukum laut internasional dikenal beberapa konsepsi mengenai pemilikan dan penggunaan wilayah laut sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Res Nullius, menyatakan bahwa laut itu tidak ada yang memilikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. res Cimmunis, menyatakan bahwa laut itu adalah milik masyarakat dunia karena itu tidak dapat dimiliki oleh masing-m,asing Negara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Mare Liberum, menyatakan bahwa wilayah laut adalah bebas untuk semua bangsa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mare Clausum (the right and dominion of the sea), menyatakan bahwa hanya laut sepanjang pantai saja yang dimiliki oleh suatu Negara sejauh yang dapat dikuasai dari darat (waktu itu kira-kira sejauh tiga mil)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Archipelagic State Pinciples (Asas Negara Kepulauan) yang menjadikan dasar konvensi PBB tentang hokum laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini Konvensi PBB tentang Hukum Laut (United Nation Convention on the Law of the sea UNCLOS) mengakui adanya keinginan untuk membentuk tertib hokum laut dan samudra yang dapat memudahkan komunikasi internasional dan memajukan penggunaan laut dan samudra secara damai. Di samping itu ada keinginan pula untuk mendayagunakan kekayaan alamnya secara adil dan efesien, konservasi dan pengkajian hayatinya, serta perlindungan lingkungan laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan hukum laut Internasional, secara garis besar Indonesia sebagai Negara kepulauan memiliki Teritorial, Perairan Pedalaman, Zona Ekonomi Eksklusif, dan Landasan Kontinental. Masing-masing dapat dijelaskan sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Negara kepulauan adalah suatu Negara yang seluruhnya terdiri atas satu atau lebih kepulauan dapat mencakup pulau-pulau lain. Pengertian kepulauan adalah gugusan pulau, termasuk bagian pulau, perairan diantaranya dan lain-lain wujud alamiah yang hubungannya satu sama lain demikian erat sehingga pulau-pulau perairan dan wujud alamiah lainnya merupakan satu kesatuan geografi, ekonomi dan politik yang hakiki, atau yang secara histories dianggap demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. laut territorial adalah salah satu wilayah laut yang lebarnya tidak melebihi 12 nil laut diukur dari garis pangkal, sedangkan garis pangkal adalah garis air surut terendah sepanjang pantai, seperti yang terlihat pada peta laut skala besar yang berupa garis yang menghubungkan titik-titik terluar dari dua pulau dengan batasan-batasan tertentu sesuai konvensi ini. Kedaulatan suatu Negara pantai mencakup daratan, perairan pedalaman dan laut territorial tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. perairan pedalaman adalah wilayah sebelah dalam daratan atau sebelah dalam dari garis pangkal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) tidak boleh melebihi 200 mil laut dari garis pangkal. Di dalam ZEE Negara yang bersangkutan memiliki hak berdaulat untuk keperluan eksplorasi, eksploitasi, konservasi, dan pengelolaan sumber daya alam hayati dari perairan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. landasan kontinen suatu Negara berpantai meliputi dasar laut dan tanah dibawahnya yang terletak di luar laut teritorialnya sepanjang merupakan kelanjutan alamiah wilayah daratannya. Jarak 200 mil laut dari garis pangkal atau dapat lebih dari itu dengan tidak melebihi 350 mil, tidak boleh melebihi 100 mil dari garis batas kedalaman dasar laut sedalam 2500 m.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Karakteristik Wilayah Nusantara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nusantara berarti Kepulauan Indonesia yang terletak diantara benua Asia dan benua Australia dan diantara samudra Pasifik dan Samudra Hindia, yang terdiri dari sekitar 17.508 pulau besar maupun kecil. Jumlah pulau yang sudah memiliki nama adalah 6.044 buah. Kepulauan Indonesia terletak pada batas-batas astronomi sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Utara : 60 08’ LU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selatan : 110 15’ LS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barat : 940 45’ BT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Timur : 1410 05’ BT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarak utara selatan sekitar 1.888 km, sedangkan jarak barat timur sekitar 5.110 km. bila diproyeksikan pada peta benua Eropa, maka jarak barat timur tersebut sama dengan jarak antara London dengan Ankara, Turki. Bila diproyeksikan pada peta Amerika Serikat, maka jarak teresbut sama dengan jarak antara pantai barat dan pantai timur Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luas wilayah Indonesia seluruhnya adalah 5.193.250 km2, yang terdiri atas daratan seluas 2.027.087 km2 dan perairan 127.166.163 km2. luas wilayah daratan Indonesia jika dibandingkan dengan Negara-negara Asia Tenggara merupakan yang terluas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Geopolitik dan Geostrategi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Geopolitik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1). Asal istilah Geopolitik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah geopolitik semula diartikan oleh Frederic Ratzel (1844-1904) sebagai ilmu bumi politik (Political Geogrephy). Istilah ini kemudian dikembangkan dan diperluas oleh sarjaan ilmu politik Swedia, Rudolph Kjellen (1864-1922) dan Karl Haushofer (1869-1964)dari Jerman menjadi Geographical Politic dan disingkat Geopolitik. Perbedaan dari dau istilah di atas terletak pada titik perhatian dan tekanannya, apakah pada bidang geografi ataukah politik. Ilmu bumi politik (Political Geography) mempelajari fenomena geografi dari aspek politik, sedangkan geopolitik mempelajari fenomena politik dari aspek geography.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Geopolitik memaparkan dasar pertimbangan dalam menentukan alternative kebijaksanaan nasional untuk mewujudkan tujuan tertentu. Prinsip-prinsip dalam heopolitik menjadi perkembangan suatu wawasan nasional. Pengertian geopolitik telah dipraktekan sejak abad XIX, tetapi pengertiannya baru tumbuh pada awal abad XX sebagai ilmu penyelenggaraan Negara yang setiap kebijakannya dikaitkan dengan masalah-masalah geografi wilayah yang menjadi tempat tinggal suatu bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2). Pandangan Ratzel dan kjellen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frederich Ratzel pada akhir abad ke-19 mengembangkan kajian geografi politik dengan dasar pandangan bahwa Negara adalah mirip organisme atau makhluk hidup. Dia memandang Negara dari sudut konsep ruang. Negara adalah ruang yang ditempati oleh kelompok masyarakat politik (bangsa). Bangsa dan Negara terikat hokum alam. Jika bangsa dan Negara ingin tetap eksis dan berkembang, maka harus diberlakukan hokum ekspansi (pemekaran wilayah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu Rudolph Kjellen berpendapat bahwa Negara adalah organisme yang harus memiliki intelektual. Nagara merupakan system politik yang mencakup geopolitik, ekonomi politik, kratopolitik, dan sosiopolitik. Kjellen juga mengajukan paham ekspansionisme dalam rangka untuk mempertahankan Negara dan mengembangkannya. Selanjutnya dia mengajukan langkah strategis untuk memperkuat negaradengan memulai pembangunan kekuatan daratan (kontinental) dan diikuti dengan pembangunan kekuasaan bahari (maritim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan Ratzel dan Kjellen hampir sama. Mereka memandang pertumbuhan Negara mirip dengan pertumbuhan organisme (makhluk hidup). Oleh karena itu Negara memerlukan ruang hidup (lebensraum), serta mengenal proses lahir, tumbuh, mempertahankan hidup, menyusut dan mati. Mereka juga mengajukan paham ekspansionisme yang kemudian melahirkan ajaran adu kekuatan (Power Politics atau Theory of Power).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) . Pandangan Haushofer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan demikian ini semakin jelas pada pemikiran Karl Haushofer yang pada masa itu mewarnai geopolitik Nazi Jerman dibawah pimpinan Hitler. Pemikiran Haushofer disamping berisi paham ekspansionisme juga mengandung ajaran rasialisme, yang menyatakan bahwa ras Jerman adalah ras paling unggul yang harus dapat menguasai dunia. Pandangan semacam ini juga berkembang di dunia, berupa ajaran Hako Ichiu yang dilandasi oleh semangat militerisme dan fasisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pokok-pokok Pemikiran Haushofer adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) suatu bangsa dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya tidak terlepas dari hokum alam. Hanya bangsa yang unggul (berkualitas) saja yang dapat bertahan hidup dan terus berkembangan, sehingga hal ini menjurus kea rah rasialisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Kekuasaan Imperium Daratan yang kompak akan dapat mengejar kekuasaan Imperium maritime untuk menguasai pengawasan di lautan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) Beberapa Negara besar di dunia akan timbul dan akan menguasai Eropa, Afrika, dan Asia Barat (yakni Jerman dan Italia). Sementara Jepang akan menguasai wilayah Asia Timur Raya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d) Geopolitik dirumuskan sebagai perbatasan. Ruang hidup bangsa dengan kekuasaan ekonomi dan social yang rasial mengharuskan pembagian baru kekayaan alam dunia. Geopolitik adalah landasan ilmiah bagi tindakan politik untuk memperjuangkan kelangsungan hidupnya dan mendapatkan ruang hidupnya. Berdasarkan teori yang bersifat ekspansionisme, wilayah dunia dibagi-bagi menjadi region-region yang akan dikuasai oleh bangsa-bangsa yang unggul seperti Amerika Serikat, Jerman, Rusia, Inggris, dan Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4). Geopolitik bangsa Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan geopolitik bangsa Indonesia yang didasarkan pada nilai-nilai Ketuhanan dan Kemanusiaan yang luhur dengan jelas tertuang di dalam Pembukaan UUD 1945. bangsa Indonesia adalah bangsa yang cinta damai, tetapi lebih cinta kemerdeklaan. Bangsa Indonesia menolak segala bentuk penjajahan, karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, bangsa Indonesia juga menolak paham ekspansionisme dan adu kekuatan yang berkembang di Barat. Bangsa Indonesia juga menolak paham rasialisme, karena semua manusia mempunyai martabat yang sama, dan semua bangsa memiliki hak dan kewajiban yang sama berdasarkan nilai-nilai Ketuhanan dan Kemanusiaan yang universal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hubungan internasional, bangsa Indonesia berpijak pada paham kebangsaaan atau nasionalisme yang membentuk suatu wawasan kebangsaan dengan menolak pandangan Chauvisme. Bangsa Indonesia selalu terbuka untuk menjalin kerjasama antar bangsa yang saling menolong dan saling menguntungkan. Semua ini dalam rangka ikut mewujudkan perdamaian dan ketertiban dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Geostrategi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strategi adalah politik dalam pelaksaan, yaitu upaya bagaimana mencapai tujuan atau sasaran yang ditetapkan sesuai dengan keinginan politik. Karena strategi merupakan upaya pelaksaan, maka strategi pada hakikatnya merupakan suatu seni yang implementasinya didasari oleh intuisi, perasaan dan hasil pengalaman. Strategi juga dapat merupakan ilmu yang langkah-langlkahnya selalu berkaitan dengan data atau fakta yang ada. Seni dan ilmu digunakan sekaligus untuk membina atau mengelola sumber daya yang dimiliki dalam suatu rencana dan tindakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh pertimbangan geostrategis untuk Negara dan bangsa Indonesia adalah kenyataan posisi silang Indonesia dari berbagai aspek, disamping aspek geografi juga aspek-aspek demografi, ideology, politik, ekonomi, social budaya, dan hankam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strategi biasanya menjangkau masa depan, sehingga pada umumnya strategi disusun secara bertahap dengan memperhitungkan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Dengan demikian geostrategi adalah perumusan strategi nasional dengan memperhitungkan kondisi dan konstelasi geografi sebagai factor utamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Perkembangan wilayah Indonesia dan Dasar Hukumnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Sejak 17 Agustus 1945 sampai dengan 13 Desember 1957&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wilayah Negara Republik Indonesia ketika merdeka meliputi wilayah bekas hindia belanda berdasarkan ketentuan dalam “Teritoriale Zee en Maritieme Kringen Ordonantie” tahun 1939 tentang batas wilayah laut territorial Indonesia. Ordonisasi tahun 1939 tersebut menetapkan batas wilayah laut teritorialsejauh 3 mil dari garis pantai ketika surut, dengan asas pulau demi pulau secara terpisah-pisah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa tersebut wilayah Negara Indonesia bertumpu pada wilayah daratan pulau-pulau yang terpisah-pisah oleh perairan atau selat antara pulau-pulau itu. Wilayah laut territorial masih sangat sedikit karena untuk setiap pulau hanya ditambah perairan sejauh 3 mil disekelilingnya. Sebagian besar wilayah perairan dalam pulau-pulau merupakan perairan bebas. Hal ini tentu tidak sesuai dengan kepentingan keselamatan dan keamanan Negara Kesatuan RI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Dari Deklarasi Juanda (13 Desember 1957) sampai dengan 17 Februari 1969&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 13 Desember 1957 dikeluarkan deklarasi jJuanda yang dinyatakan sebagai pengganti Ordonansi tahun 1939 dengan tujuan sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Perwujudan bentuk wilayah Negara Kesatuan RI yang utuh dan bulat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Penentuan batas-batas wilayah Negara Indonesia disesuaikan dengan asas Negara kepulaauan (Archipelagic State Principles)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Pengaturan lalu lintas damai pelayaran yang lebih menjamin keselamatan dan keamanan Negara Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asas kepulauan itu mengikuti ketentuan Yurespundensi Mahkamah Internasional pada tahun 1951 ketika menyelesaikan kasus perbatasan antara Inggris dengan Norwegia. Dengan berdasarkan asas kepulauan maka wilayah Indonesia adalah satu kesatuan kepulauan nusantara termasuk peraiarannyayang utuh dan bulat. Disamping itu, berlaku pula ketentuan “point to point theory “ untuk menetapkan garis besar wilayah antara titik-titik terluar dari pulau-pulau terluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deklarasi Juanda kemudian dikukuhkan dengan Undang-Undang No. 4/Prp?1960 tanggal 18 Februari 1960 tentang Perairan Indonesia. Sejak itu terjadi perubahan bentuk wialayh nasional dan cara perhitungannya. Laut territorial diukur sejauh 12 mil dari titik-titik pulau terluar yang saling dihubungkan, sehingga merupakan satu kesatuan wilayah yang utuh dan bulat. Semua perairan diantara pulau-pulau nusantara menjadi laut territorial Indonesia. Dengan demikian luas wilayah territorial Indonesia yang semula hanya sekitar 2 juta km2 kemudian bertambah menjadi 5 juta km2 lebih. Tiga per lima wilayah Indonesia berupa perairan atau lautan. Oleh karena itu, Negara Indonesia dikenal sebagai Negara maritime.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengatur lalu lintas perairan maka dikeluarkan Peraturan Pemerintah No.8 tahun 1962 tentang lalu lintas damai di perairan pedalaman Indonesia, yang meliputi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Semua pelayaran dari laut bebas ke suatu pelabuhan Indonesia,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Semua pelayaran dari pelabuhan Indonesia ke laut bebas,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Semua pelayaran dari dan ke laut bebas dengan melintasi perairan Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaturan demikian sesuai dengan salah satu tujuan Deklarasi Juanda tersebut, sebagai upaya menjaga keselamatan dan keamanan Negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Dari 17 Februari 1969 (Deklarasi Landas Kontinen) sampai sekarang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deklarasi tentang landas kontinen Negara RI merupakan konsep politik yang berdasarkan konsep wilayah. Deklarasi ini dipandang pula sebagai upaya untuk mengesahkan Wawasan Nusantara. Disamping dipandang pula sebagai upaya untuk mewujudkan Pasal 33 ayat 3 UUD 1945. konsekuensinya bahwa sumber kekayaan alam dalam landas kontinen Indonesia adalah milik eksklusif Negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asas pokok yang termuat di dalam Deklarasi tentang landas kontinen adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Segala sumber kekayaan alam yang terdapat dalam landasan kontinen Indonesia adalah milik eksklusif Negara RI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Pemerintah Indonesia bersedia menyelesaikan soal garis batas landas kontinen dengan Negara-negara tetangga melalui perundingan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Jika tidak ada garis batas, maka landas kontinen adalah suatu garis yang di tarik ditengah-tengah antara pulau terluar Indonesia dengan wilayah terluar Negara tetangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Claim tersebut tidak mempengaruhi sifat serta status dari perairan diatas landas kontinen Indonesia maupun udara diatasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi kepastian hokum dan untuk mendukung kebijaksanaan Pemerintah, asas-asas pokok tersebut dituangkan dalam Undang-Undang Nomor 1 tahun 1973 tentang Landas Kontinen Indonesia. Disamping itu UU ini juga memberi dasar bagi pengaturan eksplorasi serta penyidikan ilmiah atas kekayaan alam di landas kontinen dan masalah-masalah yang ditimbulkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengumuman Pemerintah Negara tentang Zona Ekonomi Eksklusif terjadi pada 21 Maret 1980. Batas ZEE adalah sekitar 200 mil yang dihitung dari garis dasar laut wilayah Indonesia. Alasan-alasan yang mendorong pemerintah mengumumkan ZEE adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Persediaan ikan yang semakin terbatas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Kebutuhan untuk pembangunan nasional Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) ZEE memiliki kekuatan hokum internasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui perjuangan panjang di forum Internasional, akhirnya Konferensi PBB tentang Hukum Laut II di New York 30 April 1982 menerima “The United Nation Convention on the Law of the sea” (UNCLOS), yang kemudian ditandatangani pada 10 Desember 1982 di Montego Bay, Jamaica oleh 117 negara termasuk Indonesia. Konvensi tersebut mengakui atas asas Negara Kepualauan serta menetapkan asas-asas pengukuran ZEE. Pemerintah dan DPR RI kemudian menetapkam UU No.5 tahun 1983 tentang ZEE, serta UU No. 17 tahun 1985 tentang Ratifikasi UNCLOS. Sejak 3 Februari 1986 indonesia telah tercatat sebagai salah satu dari 25 negara yang telah meratifikasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Unsur-Unsur Dasar wawasan Nusantara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Wadah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wawasan Nusantara sebagai wadah meliputi tiga komponen yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Wujud wilayah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batas ruang lingkup wilayah nusantara ditentukan oleh lautan yang didalamnya terdapat gugusan ribuan pulau yang saling dihubungkan oleh dalamnya perairan. Baik laut maupun selat serta di atasnya merupakan satu kesatuan ruang wilayah. Oleh karena itu nusantara dibatasi oleh lautan dan daratan serta dihubungkan oleh perairan dalamnya. Sedangkan secara vertikal ia merupakan suatu bentuk kerucut terbuka ke atas dengan titik puncak kerucut dipusat bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Letak geografis negara berada di posisi dunia antar dua samudera dan dua benua. Letak geografis ini berpengaruh besar terhadap aspek-aspek kehidupan nasional di Indonesia. Perwujudan wilayah nusantara ini menyatu dalam kesatuan politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Tata Inti Organisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Indonesia, tat inti organiasi negara didasarkan pada UUD 1945 yang menyangkut bentuk dan kedaulatan negara, kekuasaan pemerintahan, sistem pemerintahan dan sistem prwakilan. Negara Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk Republik. Kedaulatan berada di tangan rakyat yang dilaksanakan menurut Undang-Undang. Sistem pemerintahannya menganut sistem presidensial. Presiden memegang kekuasaan pemerintahan berdasarkan UUD 1945. Indonesia adalah negara hukum (Rechtsstaat) bukan negara kekuasaan (machsstaat). Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mempunyai kedudukan kuat, yang tidak dapat dibubarkan oleh Presiden. Anggota MPR merangkap sebagai anggota MPR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Tata Kelengkapan Organisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tata kelengkapan organisai adalah kesadaran politik dan kesadaran bernegara yang harus dimiliki oleh seluruh rakyat yang mencakup partai politik, golongan dan organnisasi masyarakat, kalangan pers serta seluruh paratur negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senus lapisan masyarakat itu diharapkann dapatt mewujudkab denokrasi yang secara konstiyusional berdasarkan UUD 1945 dan secara ideal berdasarkan dasar falsafah Pancasila, dalam berbagai kegiatan bermasyarakat,berbangsa dan bernegara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Isi wawasan Nusantara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isi Wawasan Nusantara tercermin dalam perspektif kehidupan manusia Indonesian dalam eksistensinya yang meliputi cita-cita bangsa dan asas manunggal yang terpadu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Cita-cita bangsa Indonesia tertuang di dalam pembukaab UUD 1945 yang meliputi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Rakyat Indonesia yang berkehidupan kebangsaan yng bebas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Pemerintaahan Negara Indonesia melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesiadan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan bangsa dan ikutmmelaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan keadilan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Asas keterpaduan semua aspek kehidupan nasional berciri manunggal, utuh menyeluruh yang meliputi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Satu kesatuan wilayah Nusantra yang mencakup daratan, perairan dan digantara secara terpadu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Satu kesatuan politik, dalam arti UUD dan politik peelaksanaannyaserta satu ideologi dan identitas nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Satu kesatuan sosial budaya, dalam arti satu perwujudan masyarakat Indonesia atas dasar “BhinekaTunggal Ika”, satuu tertib sosil dan satu tertib hukum.Satu kesatuan ekonomi dengan berdasarkan atas asas usaha bersama dan asas kekelurgaan dalam satu sistem ekonomi kerakyatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Satu kestuan pertahanan dan keamanan rakyat semesta (Sishankamrata)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Satu kesatuan kebijakan nasional dalam arti pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya yang mencakup aspek kehidupan nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Tata Laku Wawasan Nusantara Mencakup Dua Segi, Batinniah dan Lahiriah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Tata laku batiniah berdaasarkan falsafah bangsa yang membentuksikap mental bangsa yang memilki kekuatan batin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Tata laku lahiriah merupakan kekuatan yang utuh, dalam arti kemanunggalan kata dan karya, keterpaduan pembicaraan, pelaksanaan, pengawasan dan pengadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Implementasi wawasan Nusantara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Wawasan Nusantara Sebagai Pancaran Falsafah Pancasila&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Falsafah pancasila diyakini sebgagai pandangan hidup bangsa Indonesia yang sesuai dengan aspirasinya. Keyakinan ini dibuktikan dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia sejak awal proses pembentukan Negara kesatuan Republik Indonesia sampai sekarang. Konsep Wawasan Nusantara berpangkal pada dasar Ketuhanan Yang Maha Esa sebagi sila pertama yang kemudian melahirkan hakikat misi manusia Indonesia yang terjabarkan pada sila-sila berikutnya. Wawasan nusantara sebagai aktualisasi falsafah Pancasila menjadi landasan dan pedoman kelangsungan hidup bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian wawasan Nusantara menjadi pedoman bagi upaya mewujudkan kesatuan aspek kehidupan nasional untuk menjamin kesatuan, persatuan dan keutuhan bangsa, serta upaya untuk mewujudkan ketertiban dan perdamaian dunia.dan Wawsan Nusantara merupakan konsep dasar bagi kebijakan dan strategi pembangunan Nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Wawasan Nusantara dalam Pembangunan Nasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai Satu kesatuanPolitik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Kebulatan wilayah dengan segalaisinya merupakan modal dan milik bersama bangsa indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Kenaneka ragaman suku, budaya, dan bahasa daerah serta agama yang dianutnya tetap dalam kesatuan bangsa Indonesia .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Secara psikologis, bangsa Indonesia merasa satu pesaudaran, senasib dan seperjuangan, sebangsa dan setanah air untuk mencapai satu cita-cita bangsa yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Pancasila merupakan falsafah dan ideologi pemersatu bangsa Indonesia yang membimbing ke arah tujuan dan cita-cita yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Kehidupan politik di seluruh wilayah Nusantara sistem hukun nasional .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6) Seluruh kepulauan Nusantara merupakan satu kesatuan sistem hubungan nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7) Bangsa Indonesia bersama bangsa-bangsa lain ikut menciptakan ketertiban dunia dan perdamaian abadi melalui politik luar neeri bebas dan aktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Perwujudan kepulauan Nusantara sebagai Satu kesatuan Politik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Kekayaan di seluruh wilayah Nusantara, baik potensial maupun efektif, adalah modal dan milik bangsa untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan di seluruh wilayah Indonesia secara merata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Tingakt perkembangan ekonomi harus seimbang dan serasi di seluruh daerah tanpa mengabaikan ciri khas yang memiliki daerah masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Kehidupan perekonomi di seluruh Indonesia diselenggarakan sebagai usaha bersama dengan asas kekeluargaan dalam sistem ekonomi kerakyatan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai Satu Kesatuan Sosial budaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Masyarakat Indonesia adalah satu bangsa yang harus memiliki kehidupan serasidengan tingkat kemajuan yang merata dan seimbang sesuai dengan kemajuan bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Budaya Indonesia pada hakikatnya adalah satu kesatuan dengan coraka ragam budaya yaang menggambarkan kekayaan budaya bangsa. Budaya Indonesia tidak menolak nilai-nilai budaya asing asalkan tidak bertentangan dengan nilai-nilai budaya bangsa sendiri dan hasilnya dapat dinikmati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai Satu Kesatuan pertahanan Keamanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Bahwa ancaman terhadap satu pulau satu daerah pada hakikatnya adalah ancaman terhadap seluruh bagsa dan negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Tiap-tiap warga negara mempunyai hak dan kewajiban yang sama untuk ikut serta dalam pertahanan dan keamanan negara dalam rangka pembelaan negara dan bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Penerapan Wawasan Nusantara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Salah satu manfaat paling nyata dari penerapan wawasan Nusantara, khususnya, di bidang wilayah, adalah diterimanya konsepsi Nusantara diforum internasional, sehingga terjaminlah integritas wilayah teriterorial Indonesia. Laut Indonesia yang semula dianggap bebas menjadi bagian integral dari wilayah Indonesia. Di samping itu pengakuan terhadap landas kontinen Indonesia dan ZEE Indonesia menghasilakn pertambahan luas wilayah yang cukup besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Pertambahan luas wilayah sebagai ruang hidup tersebut menghasilkan sumber daya alam yang cukup besar untuk kesejahteraan bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Pertambahan luas wilayah tersebut dapat diterima oleh dunia o nternasional termasuk Negara-negara tetanga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Penerapan wawasan nusantara dalam pemabangunan Negara di berbagai bidang tampak pada berbagai proyekpembangunan sarana dan prasarana komunikasi dan transportasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Penerapan di bidang sosial budaya terlihat pada kebijakan untuk menjadikan bangsa Indonesia yang Bhineka Tungga Ika tetap merasa sebangsa dan setanah air, senasib sepenanggunan dengan asas pancasila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Penerapan Wawasan Nusantara di bidang pertahanan keamanan terlihat pada kesiapan dan kewaspadaan seluruh rakyat melalui Sistem Pertahan keamanan Rakyat semesta untuk menghadapi berbagai ancaman bangsa dan Negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Hubungan wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam penyelenggaraan kehidupan nasional agar tetap megarah pada pencapaian tujuan nasiaonal diperlakuakan suatu landasan dan pedoman yang kokoh berupa konsepsi wawasan nasional. Wawasan Nasional Indonesia menumbuhkan dorongan dan rangsangan untuk mewujudkan aspirasi bangsa serta kepentingan dan tujuan nasional. upaya pencapaian tujuan nasional dilakukan dengan pembangunan nasional yang juga harus berpedoman pada wawsan nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam proses pembangunan nasional untuk pencapaian tujuan nasional selalu menghadapi berbagai kendala dan ancaman. Untuk mengatasi perlu dibangun suatu kondisi kehidupan nasional yang disebut katahan nasioanl. Kenerhasilan pembangunan akan meningkatkan kondisi dinamik kehidupan nasional dalam wujud ketahan nasional yang tangguh. Sebaliknya, ketahan nasional yang tangguh akan mendorong pembangunan nasional semakin baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wawasan nasional bangsa nindonesia adalah wawasan Nusantara yang merupakan pedoman bagi proses pembangunan nasional menuju tujuan nasional. sedangkan ketahanan nasional merupakan kondisi yang harus diwujudkan agar proses pencapaian tujuan nasional tersebut dapat berjalan dengan sukses. Oleh karena itu perlu adanya suatu konsepsi Ketahanan Nasional yang sesuai dengan karakteristik bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara ringkas dapt dikatakan bahwa wawasan nusantara dan ketahan nasional merupakan konsepsi yang saling mendukung antara sebgai pedoman bagi penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara agar tetap jaya dan berkembang seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Studi Kasus terkait Geopolitik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Ambalat, Diplomasi Vs Konfrontasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AMBALAT kembali mencuri perhatian. Kapal perang Malaysia berkali- kali melanggar teritori Indonesia dan diusir armada angkatan laut kita. Mencuat pada 2005, mengapa krisis Ambalat kembali terjadi? Apa solusi terbaiknya? Ambalat adalah sebuah gugus pulau di sekitar 118.2558 Bujur Timur (BT)-118.254167 BT dan 2.56861 Lintang Utara (LU)- 3.79722 LU yang terletak di perairan Laut Sulawesi, sebelah timur Pulau Kalimantan Timur. Sengketa Ambalat Indonesia-Malaysia menyeruak karena klaim kepemilikan. Pada 2005, krisis Ambalat ditandai dengan show of force kedua angkatan bersenjata, penembakan kapal nelayan kita oleh Malaysia, dan aneka aksi demonstrasi mengecam Malaysia. Ambalat disebut sebagai wilayah Republik Indonesia (RI) sesuai Undang-undang No 4 Tahun 1960 tentang Perairan RI yang telah sesuai dengan konsep hukum Negara Kepulauan (Archipelagic State). Undang-undang ini telah diakui dalam Konvensi PBB tentang Hukum Laut (United Nations Convention on the Law of the Sea/UNCLOS) ditetapkan dalam Konferensi III PBB di Montego Boy, Jamaika, 10 Desember 1982. Konvensi ini kemudian diratifikasi oleh Indonesia dengan Undang-undang No 17 Tahun 1985 tentang pengesahan UNCLOS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malaysia mengklaim Ambalat sebagai wilayah kedaulatannya sesuai dengan peta wilayah yang dibuat Malaysia pada 1979. Peta itu didasarkan pada The Convention on The Territorial Sea and the Contiguous zone 1958 dan The Continental Self Convention 1958.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peta Laut 1979 tersebut juga telah memasukkan Pulau Sipadan dan Ligitan ke dalam wilayah Malaysia. Malaysia memberi Ambalat (wilayah XYZ) kepada Shell atas dasar perjanjian bagi hasil (Production Sharing Contract ) pada 16 Februari 2005.&lt;br /&gt;Masalah Penting&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah Ambalat menjadi penting bagi Indonesia karena setidak-tidaknya ia mencakup tiga dari empat variabel kepentingan nasional. Pertama, dari sisi keamanan nasional, ada masalah penjagaan integritas wilayah nasional yang cukup sensitif. Bagi kaum realisme politik internasional, masalah- masalah keamanan nasional semacam ini justru menjadi fokus utama kebijakan negara. Pengamat militer, Andi Wijayanto dalam wawancara TVOne (27/5/09) menyatakan, langkah Malaysia sejatinya bisa dimaknai sebagai upaya ingin menguji kedaulatan efektif kita atas Ambalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, ada persoalan citra dan harga diri bangsa karena perasaan terlecehkan sebagai negara berdaulat dengan manuver angkatan laut Malaysia. Ini berakumulasi dengan memori kehilangan kita atas Sipadan dan Ligitan, aneka kasus kekerasan pada TKI, klaim Malaysia atas Lagu ”Rasa Sayange”, reog dan batik misalnya. Artinya para patriot dan nasionalis menginginkan bahwa harga diri kita harus tegak sebagai bangsa berdaulat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga ada ancaman bagi kesejahteraan ekonomi karena potensi ekonomi dari minyak Ambalat ditakutkan jatuh ke pihak luar. Pakar ekonomi minyak Dr Kurtubi pada 2005 menyatakan secara kasar Ambalat memiliki cadangan migas seharga 40 miliar dolar AS. Tentu, nilai ini cukup signifikan jika bisa masuk ke kas negara kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan ketiga kepentingan nasional tersebut, maka pilihan instrumen politik luar negeri yang tersedia adalah diplomasi atau konfrontasi. Namun diplomasi memiliki beberapa kelebihan. Pertama, pada tataran praktik, secara nyata telah ada upaya diplomasi sejak 2005 yang dijalankan kedua negara untuk menyelesaikan Ambalat. Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono (20/5/09) juga menyatakan perundingan Ambalat masih berlangsung. Artinya pilihan penyelesaian diplomatik adalah yang paling rasional meski harus dikawal.&lt;br /&gt;Komunikasi Diplomatik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyelesaian diplomatik dimulai dengan pembukaan komunikasi diplomatik Indonesia dengan Malaysia (keterangan pers Departemen Luar Negeri, Jumat 4 Maret 2005). Malaysia menjawab pada 25 Februari 2005 dengan menyampaikan pandangan mereka bahwa wilayah itu adalah wilayahnya. Presiden SBY kemudian berkomunikasi dengan Perdana Menteri Malaysia Abdullah Ahmad Badawi melalui telepon Senin 8 Maret 2005 sebelum meninjau Ambalat. Pembicaraan berlangsung konstruktif untuk menyelesaikan masalah dengan baik dan Badawi pun akan mengirimkan Menteri Luar Negeri Malaysia untuk mengunjungi Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diplomasi memasuki babak baru setelah Menlu Malaysia Syed Hamid Albar bertemu dengan Menlu RI Hasan Wirajuda di Jakarta (9/3/2005) bahkan diterima oleh Presiden SBY. Dalam pertemuan antarmenlu telah disepakati bahwa kedua belah pihak akan membentuk tim teknis yang akan melakukan perundingan ke arah penyelesaian Blok Ambalat. Pertemuan ”penyelesaian diplomasi” pertama dilakukan pada 22 dan 23 Maret 2005. Pertemuan tim teknis Indonesia-Malaysia dilanjutkan di Langkawi pada 25-26 Mei, di Yogyakarta 25-26 Juli, di Johor Baru pada 27-28 September 2005 dan Desember 2005.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun hingga 2006 masalah sengketa Blok Ambalat antara Malaysia dan Indonesia masih dalam proses perundingan oleh kedua negara dan belum ada penyelesaian yang dapat diterima oleh kedua negara. Dalam pertemuan bilateral antara PM Abdullah Ahmad Badawi dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Gedung Negara Tri Arga, Bukittinggi, Sumatera Barat, pada 12-13 Januari 2006 telah disepakati bahwa, sengketa Blok Ambalat akan terus diselesaikan secara perundingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, secara moral penyelesaian diplomasi lebih dipilih karena diplomasi merupakan instrumen politik luar negeri yang beradab, murah, dan terukur. Konfrontasi dan perang semakin banyak dicibir karena tidak hanya mahal tetapi juga karena efek rusaknya yang sulit terkontrol. Yang menyedihkan adalah analisa bahwa dari sisi Alutsista kita akan kalah. Perintah untuk tidak mengeluarkan tembakan dari kapal perang kita da cukup mengusir kapal Malaysia cukup bijaksana. Alasan lain, Indonesia dan Malaysia adalah tetangga serumpun yang ada dalam kerangka ”the ASEAN Way” dalam penyelesaian aneka sengketa yang ada.&lt;br /&gt;Fase Diplomasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alur penyelesaian diplomatik yang telah disepakati sendiri mencakup dua fase. Fase pertama adalah pembicaraan untuk mengeksplorasi dan mengetahui posisi masing-masing negara atas klaimnya di Blok Ambalat. Fase kedua adalah bagaimana kedua negara bisa menyepakati jalan keluar dari klaim tumpang tindih atas Blok Ambalat. Jalan keluar ini ada tiga alternatif. Satu, negara yang bersengketa tidak menyepakati solusi dan membiarkan permasalahan ini tidak terselesaikan (baca: mengambang) dengan catatan negara yang bersengketa menyepakati suatu status quo. Dua, negara yang bersengketa tidak menyepakati batas, tetapi bersepakat untuk melakukan pengelolaan bersama. Tiga, negara yang bersengketa sepakat untuk membawa sengketa mereka ke forum penyelesaian sengketa. Alur penyelesaian diplomatik yang telah disepakati sendiri mencakup dua fase. Fase pertama adalah pembicaraan untuk mengeksplorasi dan mengetahui posisi masing-masing negara atas klaimnya di Blok Ambalat. Fase kedua adalah bagaimana kedua negara bisa menyepakati jalan keluar dari klaim tumpang tindih atas Blok Ambalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika diplomasi gagal maka krisis bisa kembali terjadi kapan saja. Konfrontasi akan sangat kontra produktif bagi hubungan bilateral, maupun stabilitas regional ASEAN ke depan. Krisis dan konfrontasi juga akan berakibat perluasan spektrum politik luar negeri tidak lagi semata menjadi pembahasan para elite decision makers tetapi meluas merambah ke wilayah keterlibatan publik. Ini tentu saja positif dalam konteks demokratisasi politik luar negeri agar kebijakan yang diambil accountable terhadap rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi sayang, mencermati krisis terdahulu, keterlibatan publik lebih cenderung mengarah kepada ekspresi emosi, kemarahan, sweeping, ajakan berperang, penggalangan relawan dan sebagainya. Padahal eloknya keterlibatan itu lebih terarah kepada pernyataan sikap, artikulasi kepentingan, maupaun aksi yang rasional dan terukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyelesaian Ambalat membutuhkan tidak hanya tekad dan upaya diplomasi bilateral berkelanjutan tetapi juga sikap saling respek untuk tidak melakukan provokasi. Selagi diplomasi masih bergulir, provokasi dan pelanggaran teritori tentu berbahaya. Bagi Indonesia, diplomasi juga harus dikawal dengan menunjukkan kewibawaan, kekuatan dan ketegasan. Kaum realis mengatakan, ‘’Jika ingin damai bersiaplah untuk berperang’’ (if you want peace, prepare for war).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Tanggapan dan Beberapa Solusi Mengenai Kasus Ambalat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendahuluan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malaysia dan Indonesia adalah dua negara tetangga yang sangat dekat, bukan hanya dari segi letak geografis tetapi dari segi budaya dan asal-usul bangsanya. Akan tetapi, walau serumpun dengan bahasa yang mirip, hubungan kedua negara tidak bisa dikatakan selalu rukun dan manis. Sejarah kedua bangsa pernah dihiasi tinta hitam peperangan, yang dikenal dengan Konfrontasi Malaysia Indonesia pada tahun 1962-1965. Beberapa kasus sengketa perbatasan wilayah pun pernah terjadi antara keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus yang paling baru, dan yang menjadi pembicaraan hangat beberapa bulan belakangan ini adalah sengketa kedua negara mengenai blok migas di perairan Ambalat di wilayah Sulawesi. Sengketa ini menjadi berita hangat yang menghiasi media massa, di Indonesia khususnya. Melalui makalah ini kami ingin mencoba melihat bagaimana sengketa ini diselesaikan jika memakai pemikiran Donald W. Shriver dalam bukunya An Ethics for Enemis: Forgiveness in Politics, dan tujuh langkah menciptakan perdamaian menurut Glenn Stassen dalam bukunya Just Peacemaking: transforming initiatives for&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justice and Peace&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pokok Masalah : Perairan Ambalat di Laut Sulawesi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah antara Indonesia dan Malaysia seputar blok Ambalat mengemuka ketika terbetik kabar bahwa pemerintah Malaysia melalui perusahaan minyak nasionalnya, Petronas, memberikan konsesi minyak (production sharing contract) kepada perusahaan minyak Shell, atas cadangan minyak yang terletak di Laut Sulawesi (perairan sebelah timur Kalimantan). Pemerintah Indonesia mengajukan protes atas hal ini karena merasa bahwa wilayah itu berada dalam kedaulatan negara Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya klaim Malaysia terhadap cadangan minyak di wilayah itu sudah diprotes Indonesia sejak tahun 1980, menyusul diterbitkannya peta wilayah Malaysia pada tahun 1979. Peta tersebut mengklaim wilayah di Laut Sulawesi sebagai milik Malaysia dengan didasarkan pada kepemilikan negara itu atas pulau Sipadan dan Ligitan. Malaysia beranggapan bahwa dengan dimasukkannya Sipadan dan Ligitan sebagai wilayah kedaulatan Malaysia, secara otomatis perairan di Laut Sulawesi tersebut masuk dalam garis wilayahnya. Indonesia menolak klaim demikian dengan alasan bahwa klaim tersebut bertentangan dengan hukum internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memperjelas pokok permasalahan mengenai sengketa wilayah ini, kutipan dari tulisan Melda Kamil Ariadno, Pengajar Hukum Laut Fakultas Hukum UI, Ketua Lembaga Pengkajian Hukum Internasional (LPHI) FHUI, yang dimuat di Kompas, 8 Maret 2005, dapat membantu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksi dan Reaksi Yang Ditimbulkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun pemerintah Indonesia dan Malaysia berulang kali menegaskan bahwa penyelesaian dengan cara kekerasan bukanlah pilihan yang mau diambil, dan kedua pihak akan mengedepankan dialog melalui jalur-jalur diplomasi, masalah ini berkembang menjadi perdebatan seru karena kedua pihak sama-sama kukuh pada pendiriannya. Malaysia melalui Perdana Menteri Abdullah Badawi dan Menlu Syeh Hamid Albar menegaskan bahwa pihaknya tidak salah dalam melakukan uniteralisasi peta 1979, dan bahwa konsesi yang diberikan Petronas kepada Shell di perairan Laut Sulawesi berada di&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wilayah teritorial Malaysia. Sementara pemerintah Indonesia melalui pernyataan-pernyataan yang dikeluarkan Deplu, TNI, maupun presiden Susilo Bambang Yudhoyono, menegaskan bahwa Indonesia tidak akan melepaskan wilayah itu karena wilayah itu merupakan kedaulatan penuh Indonesia. Tentang hal itu jurubicara TNI AL, Laksamana Pertama Abdul Malik Yusuf mengatakan kepada Asia Times, “We will not let an inch of our land or a drop of our ocean fall into the hands of foreigners.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia masalah ini kemudian menjadi santapan media massa dan memancing reaksi keras dari berbagai kalangan masyarakat. Sentimen anti-Malaysia dengan slogan “Ganyang Malaysia” pun lalu berkumandang. Kedutaan Besar dan Konsulat-konsulat Malaysia tiba-tiba disibukkan dengan aksi unjuk rasa berbagai elemen masyarakat yang mengecam sikap Malaysia itu. Di beberapa daerah aksi tersebut diwarnai dengan pembakaran bendera Malaysia dan penggalangan sukarelawan “Front Ganyang Malaysia.” Pihak DPR-RI pun bersuara keras meminta pemerintah bertindak tegas atas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pelanggaran terhadap wilayah kedaulatan RI di Laut Sulawesi. Di wilayah yang dipersengketakan pun ketegangan-ketegangan terjadi antara tentara Malaysia dengan TNI. TNI menggelar pasukan dan kapal-kapal perangnya di wilayah tersebut, yang dikatakan untuk mengimbangi kapal-kapal perang Malaysia yang sudah lebih dulu ada di sana. Bahkan di Pulau Sebatik, yang berbatasan darat dengan Malaysia, TNI dan Tentara Diraja Malaysia saling mengarahkan moncong senjatanya, dan konon saling ejek pun kerap terjadi. Kapal-kapal perang Malaysia diberitakan mengganggu pembangunan mercusuar di atol Karang Unarang, bahkan sempat menangkap dan menyiksa seorang pekerjanya. Saling intimidasi antara kapal-kapal perang Malaysia dan kapal-kapal TNI AL terjadi tiap hari. Yang paling parah terjadi pada tanggal 8 April 2005, ketika KRI Tedong Naga saling serempet dengan KD Rencong di dekat Karang Unarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insiden serempetan dua kapal perang itu kembali menghangatkan suasana, padahal sebelumnya pada tanggal 22-23 Maret 2005, telah diadakan pertemuan teknis antara perwakilan kedua negara untuk mencari solusi yang damai. Menlu Malaysia pun telah diterima presiden, dan beberapa anggota DPR RI pun telah menemui PM Malaysia, untuk membicarakan langkah-langkah diplomasi. Kedua pemerintahan juga sudah sepakat melanjutkan dialog berkala setiap dua bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisis Masalah : “Forgiveness” dan “Just Peacemaking”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mencari alternatif jalan keluar bagi masalah ini, kami akan memulai dengan melihat bagaimana reaksi sangat keras muncul dari masyarakat Indonesia terhadap isu ini. Padahal di Malaysia, menurut Menlu Malaysia dalam wawancaranya dengan Gatra, masyarakatnya tenang-tenang saja dan menyerahkan persoalan sepenuhnya di tangan pemerintah. Memakai pemikiran Shriver dalam bukunya An Ethics for Enemis: Forgivenessin Politics , reaksi keras semacam ini bisa dikatakan sebagai akibat memori kolektif sejarah ‘kekalahan’ Indonesia terhadap Malaysia. Memori masa konfrontasi dengan Malaysia di zaman Sukarno, dan kemudian kekalahan Indonesia dari Malaysia dalam kasus Sipadan-Ligitan di Mahkamah Internasional, serta merta membangkitkan kemarahan kolektif juga ketika Malaysia diberitakan ‘berulah’ lagi. Hal ini bisa dilihat dari porsi demikian besar yang diberikan media terhadap masalah ini. Selain itu terlihat juga melalui komentar-komentar yang dilontarkan, bukan hanya oleh masyarakat biasa, tetapi juga oleh para politisi. Banyak yang mendorong pemerintah untuk bersikap keras, bahkan Zaenal Ma’arif, seorang politisi dari Partai Bintang Reformasi (PBR) meminta pemerintah untuk segera menyatakan perang melawan Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila ditarik lebih jauh lagi, memori kolektif ‘kekalahan’ terhadap Malaysia ini bisa dikaitkan juga dengan kenyataan bahwa jutaan orang Indonesia mengadu nasib sebagai pekerja kelas rendahan di Malaysia. Rasa rendah diri sebagai bangsa bisa jadi tanda disadari telah tertanam dalam memori kolektif bangsa, sehingga ketika ada gejolak sedikit saja, rasa ‘terinjak-injak’ itu begitu kuat. Namun demikian, kami menyadari juga bahwa untuk menelusuri memori kolektif ini, diperlukan penelitian lanjut yang lebih mendalam. Akan tetapi, dengan memperhatikan gejala-gejala yang ada, yaitu dalam reaksi keras masyarakat Indonesia, setiap kali terjadi ‘persinggungan’ dengan Malaysia , kami berpendapat bahwa langkah awal untuk menyelesaikan masalah dengan Malaysia untuk jangka panjang adalah dengan menelusuri dan mengungkapkan memori kolektif itu. Tanpa itu dilakukan, hubungan kedua bangsa yang bertetangga dan bersaudara serumpun ini, akan terus mengalami gejolak seperti yang terjadi belakangan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain mencermati reaksi keras masyarakat Indonesia, langkah berikutnya adalah mencermati tindakan Malaysia melakukan klaim atas blok Ambalat ini. Memang informasi yang dapat dikumpulkan tentang hal ini tidak begitu banyak, karena pemerintah Malaysia maupun media Malaysia kelihatannya tidak terlalu membicarakan hal ini dengan terbuka. Akan tetapi, kami tertarik melihat sikap Malaysia yang terlihat begitu enteng dalam melakukan klaim, dan juga begitu yakin akan posisinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PM Malaysia ketika ditanya tentang protes Indonesia terhadap klaim Malaysia dengan enteng menyampaikan bahwa konsesi yang diberikan Petronas kepada Shell di perairan Laut Sulawesi berada di wilayah teritorial Malaysia. “Petronas pasti mengerti bahwa wilayah itu adalah wilayah Malaysia karena jika itu wilayah orang lain, untuk apa Petronas sampai ke sana.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malaysia juga begitu yakin dengan pendiriannya menarik batas wilayah dengan memakai asas titik pulau terluar, yang berlaku bagi negara kepulauan, padahal Malaysia bukan termasuk Negara kepulauan. Bila memakai prinsip ini, maka terlihat bahwa klaim Malaysia tidak hanya akan mencakup perairan Ambalat saja, tetapi bisa jauh masuk ke dalam wilayah perairan antara Kalimatan bagian Timur dan Sulawesi Utara bagian Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap enteng Malaysia ini oleh beberapa pihak diduga karena Malaysia menganggap masalah ini hanya masalah sumber daya alam. Sementara bagi Indonesia sengketa Ambalat bukanlah sekadar sengketa untuk mendapatkan sumber daya alam. Blok Ambalat merupakan wujud dari wilayah kedaulatan Indonesia. Kehilangan blok Ambalat berarti kehilangan sebagian wilayah kedaulatan. Bahkan blok Ambalat bisa menjadi taruhan bagaimana Indonesia mempertahankan kedaulatannya di wilayah yang dipersengketakan oleh negara lain. Rakyat di Indonesia melihat sengketa blok Ambalat lebih sebagai masalah kedaulatan dan harga diri bangsa ketimbang sekadar perebutan potensi sumber daya alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengadopsi tujuh langkah penciptaan perdamaiannya Glenn Stassen, apa yang dilakukan Malaysia ini jelas-jelas bukan langkah untuk menciptakan perdamaian. Karena itu adalah tidak ada artinya sama sekali ketika Menlu Malaysia mengatakan bahwa pihaknya siap berunding dengan pihak-pihak yang merasa dirugikan oleh klaimnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah pertama dalam penciptaan perdamaian menurut Stassen adalah menetapkan keamanan bersama (affirm common security), dengan membangun tatanan yang damai dan adil bagi semua pihak. Penetapan batas wilayah dengan membuat peta secara sepihak, dengan memakai pertimbangan menurut pengertian sepihak, seperti yang dilakukan oleh Malaysia, adalah tindakan yang bisa dianggap kebalikan dari langkah ini. Penetapan batas wilayah seperti itu justru menggoyahkan keamanan bersama, bahkan menciptakan ancaman bagi pihak yang lain. Ketika ancaman sudah terjadi, dialog yang mau diadakan pun akan menjadi lebih sulit untuk dijalankan dengan baik. Ini terlihat dalam pertemuan teknis Malaysia-Indonesia membahas masalah Ambalat yang diadakan di Bali tanggal 22-23 Maret lalu. Pertemuan itu berakhir tanpa hasil apa-apa, karena kedua pihak tetap pada pendirian masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena dalam kasus ini ancaman sudah terjadi, dan tatanan yang damai dan adil digoyahkan, langkah kedua yang dianjurkan Stassen perlu diperhatikan baik-baik. Itu adalah mengambil inisiatif lebih dulu untuk perdamaian (take independent initiatives). Dalam kasus ini, pihak yang manakah yang mengambil inisiatif lebih dulu untuk menyelesaikan masalah? Pemerintah Indonesia menyatakan bahwa telah mengupayakan dialog atas klaim Malaysia ini sejak lama, yaitu sejak tahun 1980, tetapi tidak mendapat tanggapan berarti, sampai kasusnya menjadi besar karena diberikannya konsesi kepada Shell oleh Petronas Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah Malaysia melalui Menlunya mengatakan bahwa justru Indonesialah yang melakukan inisiatif provokatif, dengan membangun mercusuar di atol Karang Unarang yang diklaim Malaysia sebagai wilayahnya, sedangkan Malaysia selalu siap untuk berunding. Hanya pertanyaan yang diajukan pihak Indonesia adalah berunding dengan kondisi seperti apa? Apakah dengan kondisi melakukan pengakuan implisit akan klaim Malaysia lebih dulu (dengan tidak memasuki lagi wilayah yang sudah diklaim Malaysia)? Pemerintah Indonesia bersikukuh dialog dilakukan dengan tetap membangun mercusuar itu, karena itu termasuk wilayahnya. Jalan tengah yang bisa ditawarkan adalah dengan membiarkan wilayah itu menjadi wilayah tak bertuan untuk sementara, sampai ditemukan titik temu melalui dialog. Namun, melihat perkembangan yang ada sekarang. Kelihatannya pilihan status quo itu juga enggan untuk diterima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, ada langkah ketiga menurut Stassen, yaitu Talk to your enemy. Bicaralah, lakukan negosiasi/perundingan, cari jalan keluar dengan memakai metode-metode penyelesaian konflik Tentang hal ini, sudah dilakukan satu kali dan belum berhasil. Namun dijanjikan untuk bertemu kembali bulan Mei, dan kita harus menunggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil menunggu, langkah keempat mungkin bisa dilakukan. Itu adalah mengutamakan hak asasi manusia dan keadilan. Penyelesaian konflik yang sudah terjadi harus mengingat hal ini. Kampanye-kampanye anti Malaysia dengan semangat berperang seperti membentuk Front Ganyang Malaysia, merekrut sukarelawan yang siap membela tanah air melawan Malaysia, harus ditinggalkan. Perang hanya akan meninggalkan kesengsaraan. Pengalaman konfrontasi berdarah di masa Soekarno seharusnya menjadi pelajaran. Banyak jiwa yang melayang dan perekonomian negara pun morat marit karenanya. Yang harus dikampanyekan adalah bagaimana menyembuhkan luka-luka bersama akibat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memori kolektif tadi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, satu hal lain yang harus diperhatikan pemerintah Indonesia adalah meningkatkan perhatiannya terhadap wilayah-wilayah terluar Indonesia. Sudah lama wilayah-wilayah perbatasan seperti di ujung Barat Sumatera, ujung Utara Sulawesi, ujung Selatan Timor, dan ujung Timur Papua, menjadi ‘anak terlantar’. Perhatian melalui pembangunan fasilitas sosial bagi masyarakat di wilayah-wilayah ini sangat penting. Sipadan dan Ligitan ditetapkan sebagai wilayah Malaysia oleh Mahkamah Internasional di tahun 1998 juga karena kedua wilayah itu tidak pernah ‘disentuh’ oleh Indonesia, namun dibangun dan dikelola oleh Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah kelima dan keenam, yang menurut kami masih berkaitan erat adalah Memutus lingkaran setan kekerasan, turut serta dalam penciptaan perdamaian dan Mengakhiri propaganda saling menyalahkan, termasuk memberikan kompensasi/ganti rugi kepada yang dirugikan. Langkah-langkah ini sangat penting, dan dalam kasus Malaysia dan Indonesia, menurut saya kedua bangsa harus menoleh bersama ke belakang, sejarah konflik yang pernah terjadi antara kedua bangsa harus diungkapkan, dan kemudian mencari jalan untuk mengakhiri semua kecurigaan satu dengan yang lain .Kedua langkah ini terkait erat dengan teori Shriver, “mengungkapkan untuk mengingat kejahatan yang sudah dilakukan, dan kemudian mengampuni.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian langkah yang terakhir adalah bekerja bersama-sama untuk menyelesaikan konflik ini dengan transparan dan terbuka. Semua upaya untuk pengungkapan masalah dilakukan dengan jujur dan terbuka untuk kedua bangsa. Kami tidak setuju dengan pendapat Menlu Malaysia yang mengatakan bahwa masalah ini hanya masalah teknis sehingga masyarakat Malaysia tidak perlu tahu. Ini hanya urusan dua pemerintahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses negosiasi, kemajuan-kemajuan dan hambatan-hambatannya harus dibuat terbuka kepada publik, sehingga publik bisa turut berpartisipasi dengan menyumbangkan opininya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menerapkan tujuh langkah ini dalam proses perundingan, serta dengan menjalankan juga pengungkapan luka dalam memori kolektif kedua bangsa, masalah sengketa Ambalat ini menurut kami akan bisa diselesaikan dengan lebih menyeluruh. Bukan hanya sekedar menyelesaikan satu kasus yang sekarang saja, tetapi juga meletakkan dasar bersama untuk menghadapi masalah-masalah serupa di masa mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, kami menyadari bahwa berteori selalu lebih mudah daripada menerapkan dalam kenyataan. Memakai cara Shriver dan Stassen untuk menyelesaikan sengketa Ambalat juga masih perlu dibuktikan. Akan tetapi, Glenn Stassen menunjukkan keberhasilan teorinya dalam menyingkirkan rudal-rudal balistik di Eropa, karena itu kami bisa optimis juga, kalau cara ini juga bisa saja berhasil di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;BAB III&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Geopolitik diartikan sebagai sistem politik atau peraturan-peraturan dalam wujud kebijaksanaan dan strategi nasional yang didorong oleh aspirasi nasional geografik (kepentingan yang titik beratnya terletak pada pertimbangan geografi, wilayah atau territorial dalam arti luas) suatu Negara, yang apabila dilaksanakan dan berhasil akan berdampak langsung kepada system politik suatu Negara. Sebaliknya, politik Negara itu secara langsung akan berdampak pada geografi Negara yang bersangkutan. Geopolitik bertumpu pada geografi sosial (hukum geografis), mengenai situasi, kondisi, atau konstelasi geografi dan segala sesuatu yang dianggap relevan dengan karakteristik geografi suatu Negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia dan Malaysia adalah dua negara yang saling berdekatan dan menjalin hubungan bilateral yang sudah berlangsung sejak lama. Meski demikian, antara kedua negara ini sering terjadi perselisihan, khususnya mengenai permasalah batas wilayah. Fakta memperlihatkan beberapa pulau yang telah diambil oleh pihak Malaysia dari Indonesia, contohnya seperti Pulau Sipadan dan Ligitan. Dan hingga kini yang menjadi permasalahan terbaru, kedua pihak tersebut sedang memperebutkan satu wilayah yang kaya akan sumber daya minyak. Malaysia mengklaim daerah Ambalat, yang terletak di sebelah timur Pulau Kalimantan Timur tersebut termasuk kedalam kepemilikan wilayahnya. Indonesia yang memiliki bukti kuat atas kepemilikannya, tidak begitu saja menerima pernyataan mentah tersebut. Sehingga hal ini membuat sautu hubungan yang kurang baik di antara dua pihak melalui konflik yang ditimbulkan. Dan parahnya, sampai sekarang belum didapatkan jalan keluar yang dapat menguntungkan kedua belah pihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kesimpulan yang dapat kami kemukakan di atas. Kami mengaharapkan agar pemerintah Indonesia dapat lebih tegas dalam menyegerakan permasalahan Ambalat tersebut. Karena hal ini dapat menunjukkan Sistem Geopolitik Indonesia yang kuat kepada seluruh dunia. Supaya mereka tidak dengan mudah meremehkan martabat bangsa Indonesia. Indonesia telah merdeka, maka sepatutnya kita menghapuskan segala praktek yang bertautan dengan asas kemerdekaan yang telah direnggut bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi masyarakat Indonesia sendiri, jangan mudah terpengaruh untuk melakukan aksi kekerasan dan tak beretika demi mengungkapkan aspirasinya terhadap permasalahan yang dimaksud. Kita harus tetap berkepala dingin dalam menyelesaikan berbagai permasalahan, bukankah itu adalah hal yang paling baik untuk tidak menebar kebencian dan kerusakan di muka bumi ini. Untuk itu selesaikanlah kasus ini dengan cara damai mencapai jalan keluar yang saling menguntungkan Indonesia dengan negara serumpunnya, Negeri Jiran Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6037966171406557787-4275892285726613584?l=makalahdanskripsi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://makalahdanskripsi.blogspot.com/feeds/4275892285726613584/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6037966171406557787&amp;postID=4275892285726613584&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6037966171406557787/posts/default/4275892285726613584'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6037966171406557787/posts/default/4275892285726613584'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://makalahdanskripsi.blogspot.com/2009/06/geopolitik-indonesia.html' title='GEOPOLITIK INDONESIA'/><author><name>Caray</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09104225702275544350</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_bG0MsA0sMpM/SDA-fVJ81dI/AAAAAAAAAA8/aTy8a5DH8kk/S220/id+slank.JPG'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6037966171406557787.post-5739995218766664815</id><published>2009-06-19T01:44:00.000-07:00</published><updated>2010-07-11T08:28:08.226-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='makalah'/><title type='text'>PEMANASAN GLoBAL ( GLOBAL WARMING )</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;BAB I&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.1. Latar Belakang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latar belakang disusunnya makalah ini adalah untuk memenuhi tugas yang telah diberikan oleh dosen pengajar. Makalh ini membahas tentang Pemanasan global atau global warming. Makalah ini disusun berdasarkan tentang perbincangan yang sedang hangat dibicarakan oleh dunia. Pemanasan global belum menemukan titik terang dalam penanggulangannya. Disini penulis berusaha menerangkan materi yang dibutuhkan sebagai referensi agar dapat menyempurnakan topik yang akan diperbincangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.2. Tujuan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan disusunnya makalah untuk menyelesaikan tugas yang telah diberikan juga sebagai prasyarat agar dapat mengikuti Ujian Tengah Semester (UTS). Selain itu penyusunan ini juga untuk membuka jendela pengetahuan tentang permasalahan yang ada saat ini. Harapan penulis adalah agar makalah ini tidak hanya bermanfaat bagi dirinya sendiri, akan tetapi bermanfaat juga bagi meraka yang membutuhkan untuk referensi ataupun bahan bacaan semata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;BAB II&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.1 Pengertian Pemanasan Global&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemanasan Global adalah meningkatnya suhu rata-rata permukaan bumi akibat peningkatan jumlah emisi Gas Rumah Kaca di atmosfer. Pemanasan Global akan diikuti dengan Perubahan Iklim, seperti meningkatnya curah hujan di beberapa belahan dunia sehingga menimbulkan banjir dan erosi. Sedangkan, di belahan bumi lain akan mengalami musim kering yang berkepanjangan disebabkan kenaikan suhu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.2 Hubungan Pemanasan Global dengan Efek Rumah Kaca&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bumi ini sebetulnya secara alami menjadi panas karena radiasi panas matahari yang masuk ke atmosfer. Panas ini sebagian diserap oleh permukaan Bumi lalu dipantulkan kembali ke angkasa. Karena ada gas rumah kaca di atmosfer, di antaranya karbon dioksida (CO2), metana (CH4), nitro oksida (N2O), sebagian panas tetap ada di atmosfer sehingga Bumi menjadi hangat pada suhu yang tepat (60ºF/16ºC) bagi hewan, tanaman, dan manusia untuk bisa bertahan hidup. Mekanisme inilah yang disebut efek gas rumah kaca. Tanpa efek gas rumah kaca, suhu rata-rata di dunia bisa menjadi -18ºC. Sayangnya, karena sekarang ini terlalu banyak gas rumah kaca di atmosfer, terlalu banyak panas yang ditangkapnya. Akibatnya, Bumi menjadi semakin panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.3 Penyebab Pemanasan Global&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemansan global terjadi ketika ada konsentrasi gas-gas tertentu yang dikenal dengan gas rumah kaca, yg terus bertambah di udara, hal tersebut disebabkan oleh tindakan manusia, kegiatan industri, khususnya CO2 dan chlorofluorocarbon. Yang terutama adalah karbon dioksida, yang umumnya dihasilkan oleh penggunaan batubara, minyak bumi, gas dan penggundulan hutan serta pembakaran hutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asam nitrat dihasilkan oleh kendaraan dan emisi industri, sedangkan emisi metan disebabkan oleh aktivitas industri dan pertanian. Chlorofluorocarbon CFCs merusak lapisan ozon seperti juga gas rumah kaca menyebabkan pemanasan global, tetapi sekarang dihapus dalam Protokol Montreal. Karbon dioksida, chlorofluorocarbon, metan, asam nitrat adalah gas-gas polutif yang terakumulasi di udara dan menyaring banyak panas dari matahari. Sementara lautan dan vegetasi menangkap banyak CO2, kemampuannya untuk menjadi “atap” sekarang berlebihan akibat emisi. Ini berarti bahwa setiap tahun, jumlah akumulatif dari gas rumah kaca yang berada di udara bertambah dan itu berarti mempercepat pemanasan global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang seratus tahun ini konsumsi energi dunia bertambah secara spektakuler. Sekitar 70% energi dipakai oleh negara-negara maju; dan 78% dari energi tersebut berasal dari bahan bakar fosil. Hal ini menyebabkan ketidakseimbangan yang mengakibatkan sejumlah wilayah terkuras habis dan yang lainnya mereguk keuntungan. Sementara itu, jumlah dana untuk pemanfaatan energi yang tak dapat habis (matahari, angin, biogas, air, khususnya hidro mini dan makro), yang dapat mengurangi penggunaan bahan bakar fosil, baik di negara maju maupun miskin tetaplah rendah, dalam perbandingan dengan bantuan keuangan dan investasi yang dialokasikan untuk bahan bakar fosil dan energi nuklir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggundulan hutan yang mengurangi penyerapan karbon oleh pohon, menyebabkan emisi karbon bertambah sebesar 20%, dan mengubah iklim mikro lokal dan siklus hidrologis, sehingga mempengaruhi kesuburan tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.4 Dampak Pemanasan Global&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemanasan global mengakibatkan dampak yang luas dan serius bagi lingkungan bio-geofisik (seperti pelelehan es di kutub, kenaikan muka air laut, perluasan gurun pasir, peningkatan hujan dan banjir, perubahan iklim, punahnya flora dan fauna tertentu, migrasi fauna dan hama penyakit, dsb). Sedangkan dampak bagi aktivitas sosial-ekonomi masyarakat meliputi : (a) gangguan terhadap fungsi kawasan pesisir dan kota pantai, (b) gangguan terhadap fungsi prasarana dan sarana seperti jaringan jalan, pelabuhan dan bandara (c) gangguan terhadap permukiman penduduk, (d) pengurangan produktivitas lahan pertanian, (e) peningkatan resiko kanker dan wabah penyakit, dsb). Dalam makalah ini, fokus diberikan pada antisipasi terhadap dua dampak pemanasan global, yakni : kenaikan muka air laut (sea level rise) dan banjir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak-dampak lainnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Musnahnya berbagai jenis keanekragaman hayati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Meningkatnya frekuensi dan intensitas hujan badai, angin topan, dan banjir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Mencairnya es dan glasier di kutub&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Meningkatnya jumlah tanah kering yang potensial menjadi gurun karena kekeringan yang berkepanjangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Kenaikan permukaan laut hingga menyebabkan banjir yang luas. Pada tahun 2100 diperkirakan permukaan air laut naik hingga 15 - 95 cm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Kenaikan suhu air laut menyebabkan terjadinya pemutihan karang (coral bleaching) dan kerusakan terumbu karang di seluruh dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Meningkatnya frekuensi kebakaran hutan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Menyebarnya penyakit-penyakit tropis, seperti malaria, ke daerah-daerah baru karena bertambahnya populasi serangga (nyamuk)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Daerah-daerah tertentu menjadi padat dan sesak karena terjadi arus pengungsian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.5 Solusi Pemanasan Global&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadilah Vegetarian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memproduksi daging sarat CO2 dan metana dan membutuhkan banyak air. Hewan ternak seperti sapi atau kambing merupakan penghasil terbesar metana saat mereka mencerna makanan mereka. Food and Agriculture Organization (FAO) PBB menyebutkan produksi daging menyumbang 18% pemanasan global, lebih besar daripada sumbangan seluruh transportasi di dunia (13,5%). Lebih lanjut, dalam laporan FAO, “Livestock’s Long Shadow”, 2006 dipaparkan bahwa peternakan menyumbang 65% gas nitro oksida dunia (310 kali lebih kuat dari CO2) dan 37% gas metana dunia (72 kali lebih kuat dari CO2). Selain itu, United Nations Environment Programme (UNEP), dalam buku panduan “Kick The Habit”, 2008, menyebutkan bahwa pola makan daging untuk setiap orang per tahunnya menyumbang 6.700 kg CO2, sementara diet vegan per orangnya hanya menyumbang 190 kg CO2! Tidak mengherankan bila ahli iklim terkemuka PBB, yang merupakan Ketua Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) PBB, Dr. Rajendra Pachauri, menganjurkan orang untuk mengurangi makan daging.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanam Pohon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu pohon berukuran agak besar dapat menyerap 6 kg CO2 per tahunnya. Dalam seluruh masa hidupnya, satu batang pohon dapat menyerap 1 ton CO2. United Nations Environment Programme (UNEP) melaporkan bahwa pembabatan hutan menyumbang 20% emisi gas rumah kaca. Seperti kita ketahui, pohon menyerap karbon yang ada dalam atmosfer. Bila mereka ditebang atau dibakar, karbon yang pernah mereka serap sebagian besar justru akan dilepaskan kembali ke atmosfer. Maka, pikir seribu kali sebelum menebang pohon di sekitar Anda. Pembabatan hutan juga berkaitan dengan peternakan. Tahukah Anda area hutan hujan seukuran 1 lapangan sepak bola setiap menitnya ditebang untuk lahan merumput ternak? Bila Anda berubah menjadi seorang vegetarian, Anda dapat menyelamatkan 1 ha pohon per tahunnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bepergian yang Ramah Lingkungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cobalah untuk berjalan kaki, menggunakan telekonferensi untuk rapat, atau pergi bersama-sama dalam satu mobil. Bila memungkinkan, gunakan kendaraan yang menggunakan bahan bakar alternatif. Setiap 1 liter bahan bakar fosil yang dibakar dalam mesin mobil menyumbang 2,5 kg CO2. Bila jaraknya dekat dan tidak terburu waktu, anda bisa memilih kereta api daripada pesawat. Menurut IPCC, bepergian dengan pesawat menyumbang 3-5% gas rumah kaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurangi Belanja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Industri menyumbang 20% gas emisi rumah kaca dunia dan kebanyakan berasal dari penggunaan bahan bakar fosil. Jenis industri yang membutuhkan banyak bahan bakar fosil sebagai contohnya besi, baja, bahan-bahan kimia, pupuk, semen, gelas, keramik, dan kertas. Oleh karena itu, jangan cepat membuang barang, lalu membeli yang baru. Setiap proses produksi barang menyumbang CO2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beli Makanan Organik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanah organik menangkap dan menyimpan CO2 lebih besar dari pertanian konvensional. The Soil Association menambahkan bahwa produksi secara organik dapat mengurangi 26% CO2 yang disumbang oleh pertanian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunakan Lampu Hemat Energi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila Anda mengganti 1 lampu di rumah Anda dengan lampu hemat energi, Anda dapat menghemat 400 kg CO2 dan lampu hemat energi 10 kali lebih tahan lama daripada lampu pijar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunakan Kipas Angin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AC yang menggunakan daya 1.000 Watt menyumbang 650 gr CO2 per jamnya. Karena itu, mungkin Anda bisa mencoba menggunakan kipas angin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jemur Pakaian Anda di bawah Sinar Matahari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila Anda menggunakan alat pengering, Anda mengeluarkan 3 kg CO2. Menjemur pakaian secara alami jauh lebih baik: pakaian Anda lebih awet dan energi yang dipakai tidak menyebabkan polusi udara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daur Ulang Sampah Organik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat Pembuangan Sampah (TPA) menyumbang 3% emisi gas rumah kaca melalui metana yang dilepaskan saat proses pembusukan sampah. Dengan membuat pupuk kompos dari sampah organik (misal dari sisa makanan, kertas, daun-daunan) untuk kebun Anda, Anda bisa membantu mengurangi masalah ini!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pisahkan Sampah Kertas, Plastik, dan Kaleng agar Dapat Didaur Ulang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendaur ulang aluminium dapat menghemat 90% energi yang dibutuhkan untuk memproduksi kaleng aluminium yang baru – menghemat 9 kg CO2 per kilogram aluminium! Untuk 1 kg plastik yang didaur ulang, Anda menghemat 1,5 kg CO2, untuk 1 kg kertas yang didaur ulang, Anda menghemat 900 kg CO2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BAB III&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KESIMPULAN DAN SARAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3.1 KESIMPULAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemanasan global telah menjadi permasalahan yang menjadi sorotan utama umat manusia. Fenomena ini bukan lain diakibatkan oleh perbuatan manusia sendiri dan dampaknya diderita oleh manusia itu juga. Untuk mengatasi pemanasan global diperlukan usaha yang sangat keras karena hampir mustahil untuk diselesaikan saat ini. Pemanasan global memang sulit diatasi, namun kita bisa mengurangi efeknya.Penangguangan hal ini adalah kesadaran kita terhadap kehidupan bumi di masa depan. Apabila kita telah menanamkan kecintaan terhadap bumi ini maka pmanasan global hanyalah sejarah kelam yang pernah menimpa bumi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3.2 SARAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan ini berawal dari kehidupan di bumi jauh sebelum makhluk hidup ada. Maka dari itu untuk menjaga dan melestarikan bumi ini harus beberapa dekade kah kita memikirkannya. Sampai pada satu sisi dimana bumi ini telah tua dan memohon agar kita menjaga serta melstarikannya. Marilah kita bergotong royang untuk menyelematkan bumi yang telah memberikan kita kehidupan yang sempurna ini. Stop global warming.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6037966171406557787-5739995218766664815?l=makalahdanskripsi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://makalahdanskripsi.blogspot.com/feeds/5739995218766664815/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6037966171406557787&amp;postID=5739995218766664815&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6037966171406557787/posts/default/5739995218766664815'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6037966171406557787/posts/default/5739995218766664815'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://makalahdanskripsi.blogspot.com/2009/06/pemanasan-global-global-warming.html' title='PEMANASAN GLoBAL ( GLOBAL WARMING )'/><author><name>Caray</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09104225702275544350</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_bG0MsA0sMpM/SDA-fVJ81dI/AAAAAAAAAA8/aTy8a5DH8kk/S220/id+slank.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6037966171406557787.post-2138543707887047460</id><published>2009-06-19T01:38:00.000-07:00</published><updated>2010-07-11T08:29:40.264-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahasa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='makalah'/><title type='text'>MAKNA DENOTATIF, MAKNA KONOTATIF, DAN MAKNA AFEKTIF</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;MAKNA DENOTATIF, MAKNA KONOTATIF, DAN MAKNA AFEKTIF&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;   &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. MAKNA DENOTATIF&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Makna denotatif adalah makna dalam alam wajar secara eksplisit. Makna wajar ini adalah makna yang sesuai dengan apa adanya. Denotatif adalah suatu pengertian yang dikandung sebuah kata secara objektif. Sering juga makna denotatif disebut maka konseptual, makna denotasional atau makna kognitif karena dilihat dari sudut yang lain. Pada dasarnya sama dengan makna referensial sebab makna denotasi ini lazim diberi penjelasan sebagai makna yang sesuai dengan hasil menurut penglihatan, penciuman, pendengaran, perasaan, atau pengalaman lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Denotasi adalah hubungan yang digunakan di dalam tingkat pertama pada sebuah kata yang secara bebas memegang peranan penting di dalam ujaran (Lyons, I, 1977:208). Dalam beberapa buku pelajaran, makna denotasi sering juga disebut makna dasar, makna asli, atau makna pusat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa makna denotasi adalah makna sebenarnya yang apa adanya sesuai dengan indera manusia. Kata yang mengandung makna denotatif mudah dipahami karena tidak mengandung makna yang rancu walaupun masih bersifat umum. Makna yang bersifat umum ini maksudnya adalah makna yang telah diketahui secara jelas oleh semua orang. Berikut ini beberapa contoh kata yang mengandung makna denotatif:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dia adalah wanita cantik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata cantik ini diucapkan oleh seorang pria terhadap wanita yang berkulit putih, berhidung mancung, mempunyai mata yang indah dan berambut hitam legam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tami sedang tidur di dalam kamarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata tidur ini mengandung makna denotatif bahwa Tami sedang beristirahat dengan memejamkan matanya (tidur).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak contoh kata-kata lain yang mengandung makna denotatif selama kata itu tidak disertai dengan kata lain yang dapat membentuk makna yang berbeda seperti contoh kata wanita yang makna denotasinya adalah seorang perempuan dan bukan laki-laki. Namun bila kata wanita disertai dengan kata malam (wanita malam) maka akan menghasilkan makna lain yaitu wanita yang dikonotasikan sebagai wanita nakal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;   2. MAKNA KONOTATIF&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zgusta (1971:38) berpendapat makna konotatif adalah makna semua komponen pada kata ditambah beberapa nilai mendasar yang biasanya berfungsi menandai. Menurut Harimurti (1982:91) “aspek makna sebuah atau sekelompok kata yang didasrkan atas perasaan atau pikiran yang timbul atau ditimbulkan pada pembicara (penulis) dan pendengar (pembaca)”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kata disebut mempunyai makna konotatif apabila kata itu mempunyai “nilai rasa”, baik positif maupun negatif. Jika tidak memiliki nilai rasa maka dikatakan tidak memiliki konotasi, tetapi dapat juga disebut berkonotasi netral. Positif dan negatifnya nilai rasa sebuah kata seringkali juga terjadi sebagai akibat digunakannya referen kata itu sebagai sebuah perlambang. Jika digunakan sebagai lambang sesuatu yang positif maka akan bernilai rasa yang positif; dan jika digunakan sebagai lambang sesuatu yang negatif maka akan bernilai rasa negatif. Misalnya, burung garuda karena dijadikan lambang negara republik Indonesia maka menjadi bernilai rasa positif sedangkan makna konotasi yang bernilai rasa negatif seperti buaya yang dijadikan lambang kejahatan. Padahal binatang buaya itu sendiri tidak tahu menahu kalau dunia manusia Indonesia menjadikan mereka lambang yang tidak baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna konotasi sebuah kata dapat berbeda dari satu kelompok masyarakat yang satu dengan kelompok masyarakat yang lain, sesuai dengan pandangan hidup dan norma-norma penilaian kelompok masyarakat tersebut. Misalnya kata babi, di daerah-daerah yang penduduknya mayoritas beragama islam, memiliki konotasi negatif karena binatang tersebut menurut hukum islam adalah haram dan najis. Sedangkan di daerah-daerah yang penduduknya mayoritas bukan islam seperti di pulau Bali atau pedalama Irian Jaya, kata babi tidak berkonotasi negatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna konotatif dapat juga berubah dari waktu ke waktu. Misalnya kata ceramah dulu kata ini berkonotasi negatif karena berarti “cerewet” tetapi sekarang konotasinya positif. Sebaliknya kata perempuan dulu sebelum zaman Jepang berkonotasi netral, tetapi kini berkonotasi negatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;   3. MAKNA AFEKTIF&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna afektif (Inggris: affective meaning, Belanda: afektif betekenis). Merupakan makna yng muncul akibat reaksi pendengar atau pembaca terhadap penggunaan kata atau kalimat. Oleh karena makna afektif berhubungan dengan reaksi pendengar atau pembaca dalam dimensi rasa, maka dengan sendirinya makna afektif berhubungan pula dengan gaya bahasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam makna afektif terlihat adanya reaksi yang berhuungan dengan perasaan pendengar atau pembaca setelah mendengar atau membaca sesuatu. Kalau seseorang berkata “anjing,” dengan intonasi tinggi yang berarti sedang marah maka orang yang mendengarnya akan merasa tersinggung. Dengan kata lain, kata anjing memiliki makna yang berkaitan dengan nilai rasa yaitu kata anjing berhubungan dengan penghinaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya kalau ada orang berkata, “Mira gadis yang rajin dan pandai menari,“ pendengar akan mereaksi baik dengan mengatakan “Hebat sekali anak itu” kata rajin dan pandai mempunyai makna afektif yang berhubungan dengan kata sifat yang positif. Makna afektif terkadang bisa menimbulkan suatu rasa dalam benak para pendengar atau pembaca. Misalnya seseorang yang sedang membaca sebuah berita di koran tentang pembunuhan mutilasi seorang mahasiswa, contoh kalimatnya “ Rani seorang mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Jakarta menjadi korban kekejaman para preman jalanan. Setelah tubuh Rani dimutilasi mayatnya dibuang ke sungai dan harta bendanya dirampas.” Setelah pembaca itu membacanya ada rasa kasihan, dalam benak pembaca akan timbul pertanyaan- pertanyaan yang berkaitan dengan rasa kasihannya terhadap korban dan rasa benci atas kekejaman pelaku mutilasi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6037966171406557787-2138543707887047460?l=makalahdanskripsi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://makalahdanskripsi.blogspot.com/feeds/2138543707887047460/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6037966171406557787&amp;postID=2138543707887047460&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6037966171406557787/posts/default/2138543707887047460'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6037966171406557787/posts/default/2138543707887047460'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://makalahdanskripsi.blogspot.com/2009/06/makna-denotatif-makna-konotatif-dan.html' title='MAKNA DENOTATIF, MAKNA KONOTATIF, DAN MAKNA AFEKTIF'/><author><name>Caray</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09104225702275544350</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_bG0MsA0sMpM/SDA-fVJ81dI/AAAAAAAAAA8/aTy8a5DH8kk/S220/id+slank.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6037966171406557787.post-3807497283640691626</id><published>2009-04-27T08:07:00.001-07:00</published><updated>2010-07-11T08:30:51.283-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bahasa'/><title type='text'>SEJARAH PERKEMBANGAN BAHASA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;BAB I&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEJARAH PERKEMBANAN BAHASA IDONESIA&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.1 Asal-usul Bahasa Indonesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agaknya terlalu sederhana apabila kita mengatakan bahwa bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu tanpa mengetahui historisnya. Perlu diingat bahwa bahasa Melayu merupakan salah satu dialek yang tersebar di Nusantara yang dipakai sejak jaman dulu, tetapi karena Melayu sudah merupakan lingua franca atau juga disebut Melayu Pasar, maka pemakaiannya lebih menonjol apabila dibandingkan dengan dialek-dialek melayuiyan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk lebih mengetahui perkembangan serta asal-usul bahasa Indonesia sejak awalnya, maka kita perlu mengetahui beberapa fakta histories seperti di bawah ini diantaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bahasa Melayu Sebelum Masa Kolonial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan bukti-bukti tertulis mengenai bahasa Melayu, namun dapat dipastikan bahwa bahasa Melayu sudah dipakai sejak jaman kerajaan Sriwijaya pada abad ke-7.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun bukti-bukti tertulis pertama mengenai bahasa Melayu ini terdapat dalam prasasti-prasasti sekitar tahun 680 M, seperti prasasti Kedukan Bukit di sekitar Palembang dengan angka tahun 683 M, prasasti Kota Kapur berangka 686 M (Bangka Barat), prasasti Talang Tuwo berangka tahun 684 M, serta prasasti Karang Brahi berangka tahun 688 M (antara Jambi dan Sungai Musi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bahasa Melayu Pada Masa Kolonial&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika orang-orang Barat sampai ke Indonesia abad XVI mereka menemukan suatu kenyataan bahwa bahasa Melayu merupakan bahasa yang dipakai dalam kehidupan yang luas bangsa Nusantara. Hal ini dapat dibuktikan dari beberapa kenyataan, misalnya seorang Portugis bernama Pigefetta, setelah mengunjungi Tidore, menyusun semacam daftar kata bahasa Melayu pada tahun 1522. Jan Huvgenvan Linschoten, menulis bukuyang berjudul “Itinerarium ofte schipvaert Naer Oost Portugels Indiens.” Dikatakan bahwa bahasa Melayu itu bukan saja sangat harum namanya, tetapi juga merupakan bahasa negeri Timur yang dihormati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik bangsa Portugis maupun bangsa Belanda yang datang ke Nusantara mendirikan sekolah-sekolah. Mereka terbentur dalam soal bahasa pengantar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegagalan dalam mempergunakan /menyebarkan bahasa-bahasa barat itu, memuncak dengan keluarnya keputusan pemerintah colonial, KB 1871 No. 104, yang menyatakan bahwa pengajaran di sekolah-sekolah bumi putera diberikan dalam bahasa daerah atau bahasa Melayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu kita ketahui pula, bahwa pada waktu itu bahasa Melayu terbagi menjadi tiga golongan, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Melayu tinggi yaitu bahasa Melayu sebagaimana dipakai dalam kitab sejarah Melayu.&lt;br /&gt;   2. Melayu rendah yaitu bahasa Melayu pasar atau pula bahasa Melayu campuran.&lt;br /&gt;   3. Melayu daerah yaitu bahasa Melayu yang dipengaruhi oleh dialek-dialek tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bahasa Melayu pada Masa Pergerakan Kemerdekaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh pergerakan mencari bahasa yang dapat dipahami dan dapat dipakai oleh segenap lapisan suku bangsa yang ada. Pada mulanya memang sulit menentukan bahasa mana yang dapat dipakai itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemikiran terwujudnya bahasa persatuan, sebenarnya tumbuh sejak kesadaran kebangsaan, lebih memuncak lagi setelah Dewan Rakyat pada tahun 1918 berpikir tentang bahasa persatuan yang sangat diperlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil pemikiran para tokoh pergerakan dan Dewan Rakyat, akhirnya dipilih bahasa Melayu dengan pertimbangan bahwa bahasa telah dipakai hampir sebagian rakyat Indonesia pada waktu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh pergerakan yang senantiasa memperkenalkan bahasa Melayu kepada seluruh rakyat dengan pertimbangan bahasa Melayu telah mempunyai ejaan resmi yang ditulis dalam Kitab Logat Melayu yang disusun oleh Ch. A. Van Ophuysen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah telah mencatat bahwa Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 adalah titik kulminasi bagi penentuan bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia, karena pada waktu itu pertama kali kita mengikrarkan sumpah yang berbunyi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Kami putra-putri Indonesia mengaku bertumpah darah satu yaitu Tanah Air Indonesia&lt;br /&gt;   2. Kami putra-putri Indonesia mengaku berbangsa satu yaitu bangsa Indonesia&lt;br /&gt;   3. Kami putra-putri Indonesia mengaku menjunjung persatuan yaitu bahasa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.2 Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 16 Agustus 1972 Presiden Republik Indonesia meresmikan Pemakaian Ejaan Bahasa Indonesia. Ejaan baru itu berdasarkan Kepres No. 57 tahun 1972. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menyebabkan buku kecil berjudul Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia. Yang disempurnakan sebagai Patokan Pemakaian Ejaan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 12 Oktober 1972 No. 156/P/1972 (Amran Halim Ketua) menyusun buku Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia yang disempurnakan berupa pemaparan Kaidah Ejan yang lebih luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Perubahan huruf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ejaan Huruf Ejaan yang disempurnakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dj Djalan, djauh J Jalan, jauh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;J Pajuna, laju Y Payung, layu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Huruf-huruf dibawah ini sebelumnya sudah terdapat dalam ejaan Soewandi sebagai unsur pinjaman abjad asing yang diresmikan pemakai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F. maaf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V. Valuta, Universitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Z. Zeni, lezat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Huruf-huruf Q dan X yang lazim digunakan dalam ilmu ekstrakta tetap dipakai misalnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a : b = P : Q&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinar X&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Penulisan d – sebagai awalan yaitu di – sebagai awalan ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya sedangkan d sebagai kata depan ditulis terpisah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di – (awalan) Di (kata depan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditulis Di kampus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibakar Di rumah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Kata ulang ditulis penuh dengan huruf tidak boleh digunakan angka 2,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berjalan-jalan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meloncat-loncat&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6037966171406557787-3807497283640691626?l=makalahdanskripsi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://makalahdanskripsi.blogspot.com/feeds/3807497283640691626/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6037966171406557787&amp;postID=3807497283640691626&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6037966171406557787/posts/default/3807497283640691626'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6037966171406557787/posts/default/3807497283640691626'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://makalahdanskripsi.blogspot.com/2009/04/sejarah-perkembangan-bahasa.html' title='SEJARAH PERKEMBANGAN BAHASA'/><author><name>Caray</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09104225702275544350</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_bG0MsA0sMpM/SDA-fVJ81dI/AAAAAAAAAA8/aTy8a5DH8kk/S220/id+slank.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6037966171406557787.post-533650593962116970</id><published>2009-04-27T08:04:00.001-07:00</published><updated>2010-07-11T08:32:45.507-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biologi'/><title type='text'>ENZIM DAN RESPIRASI PADA TUMBUHAN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;I. ENZIM PADA TUMBUHAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. SEJARAH TENTANG ENZIM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awalnya, enzim dikenal sebagai protein oleh Sumner ( 1926 ) yang telah berhasil mengisolasi urease dari tumbuhan kara pedang. Urease adalah enzimysng dapat menguraikan urea menjadi CO2 dan NH3. Beberapa tahun kemudian Northrop dan Kunits dapat mengisolasi pepsin, tripsin, dan kinotripsin. Kemudian makin banyak enzim yang telah dapat diisolasi dan telah dibuktikan bahwa enzim tersebut ialah protein.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil penelitian para ahli biokim ternyata banyak enzim mempunyai gugus bukan protein, jadi termasuk golongan protein majemuk. Gugus bukan protein ini disebut dengan kofaktor ada yang terikat kuat pada protein dan ada pula yang tidak terikat kuat oleh protein.. Gugus terikat kuat pada bagian protein artinya sukar terurai dalam larutan yang disebut dengan Prostetik, sedang yang tidak begitu terikat kuat ( mudah dipisahkan secara dialisis ) disebut dengan Koenzim. Keduanya ini dapat memungkinkan enzim bekerja terhadap substrat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   2. PENGERTIAN ENZIM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ü Enzim ialah suatu zat yang dapat mempercepat laju reaksi dan ikut beraksi didalamnya sedang pada saat akhir proses enzim akan melepaskan diri seolah – olah tidak ikut bereaksi dalam proses tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ü Enzim merupakan reaksi atau proses kimia yang berlangsung dengan baik dalam tubuh makhluk hidup karena adanya katalis yang mampu mempercepat reaksi. Koenzim mudah dipisahkan dengan proses dialisis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ü Enzim berperan secara lebih spesifik dalam hal menentukan reaksi mana yang akan dipacu dibandingkan dengan katalisator anorganik sehingga ribuan reaksi dapat berlangsung dengan tidak menghasilkan produk sampingan yang beracun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ü Enzim terdiri dari apoenzim dan gugus prostetik. Apoenzim adalah bagian enzim yang tersusun atas protein. Gugus prostetik adalah bagian enzim yang tidak tersusun atas protein. Gugus prostetik dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu koenzim (tersusun dari bahan organik) dan kofaktor (tersusun dari bahan anorganik).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   3. PERBEDAAN ENZIN DENGAN KATALISATOR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ü Katalisator bersifat umum, hanya berfungsi untuk mempercepat reaksi yang dapat digunakan berulang - ulang ( satu katalisator mampu mereaksikan 2 atau 3 bahkan lebih reaksi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ü Enzim bersifat lebih spesifik hanya digunakan untuk satu reaksi saja ( satu enzim hanya untuk satu reaksi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   4. METABOLISME TUMBUHAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tumbuhan juga mengahasilkan senyawa metabolit sekunder yang berfungsi untuk melindungi tumbuhan dari serangan serangga, bakteri, jamur dan jenis patogen lainnya serta tumbuhan itu mampu menghasilkan vitamin untuk kepentingan tumbuhan itu sendiri serta hormon – hormon yang merupakan sarana bagi tumbuhan untuk berkomunikasi antara organnya atau jaringannya dalam mengendalikan dan mengkoordinasi pertumbuhan dan perkembangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tumbuhan pun terdapat proses metabolisme tumbuhan yang terdiri dari anabolisme ( pembentkan senyawa yang lebih besar dari molekul – molekul yang lebih kecil, molekul ini terdiri dari pati, selulose, protein, lemak dan asam lemak. Prioses ini membutuhkan energi).Sedang katabolisme merupakan senyawa dengan molekul yang besar membentuk senyawa – senyawa dengan molekul yang lebih kecil dan menghasilkan energi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sel dalam tubuh tumbuhan mampu mengatur lintasan – lintasan metabolik yang dikendalikannnya agar terjadi dan dapat mengatur kecepatan reaksi tersebut dengan cara memproduksi suatu katalisator dalam jumlah yang sesuai dan tepat pada saat dibutuhkan. Katalisator inilah yang disebut denagn enzim yang mampu mempercepat laju reaksi yang berkisar antara 108 sampai 1020.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   5. SIFAT – SIFAT ENZIM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat-sifat enzim adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 Biokatalisator&lt;br /&gt;Enzim mempercepat laju reaksi, tetapi tidak ikut bereaksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 Termolabil&lt;br /&gt;Enzim mudah rusak bila dipanaskan sampai dengan suhu tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 Merupakan senyawa protein&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4 Bekerja secara spesifik.Satu jenis enzim bekerja secara khusus hanya pada satu jenis substrat. Misalnya enzim katalase menguraikan Hidrogen peroksida (H2O2) menjadi air (H2O) dan oksigen (O2), sedangkan enzim lipase menguraikan lemak + air menjadi gliserol + asam lemak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F. SUSUNAN ENZIM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara kimia, enzim yany lengkap (holoenzim) tersusun atas 2 bagian yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bagian protein disebut Apoenzim yang bersifat labil ( mudah berubah) yang dipengaruhi oleh suhu dan keasaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bagian yang bukan protein yang disebut dengan gugus prostetik ( gugusan aktif) yang berasal dari kofaktor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G. KOMPOSISI KIMIA DAN STRUKTUR 3-DIMENSI ENZIM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap enzim terbentuk dari molekul protein sebagai komponen utama penyusunnya dan bebrapa enzim hanya terbentuk dari molekul protein dengan tanpa adanya penambahan komponen lain. Protein lainnya seperti Sitokrom yang membawa elektron pada fotosintesis dan respirasi tidak pula dapat digolongkan sebagai enzim. Selain itu, protein yang terdapat dalam biji juga lebih berperan sebagai bahan cadangan untuk digunakan dalam proses perkecambahan biji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
