Selamat Datang Di Blog MAKALAH DAN SKRIPSI
Terima kasih atas kunjungan Anda di blog MAKALAH DAN SKRIPSI,
disini Anda dapat mencari bahan tugas hukum, ekonomi, Pendidikan, Pertanian, Sosial dan Politik. Contoh untuk hukum: makalah etika profesi dan penegakkan hukum, hukum agraria, pidana khusus, filsafat hukum, antropologi hukum, proposal penelitian hukum dan lain-lain.

ARTIKEL: BUDIDAYA JAMUR TIRAM PUTIH

BUDIDAYA JAMUR TIRAM PUTIH
(Pleurotus ostreatus)

Dasar teori
Budidaya jamur merupakan salah satu budidaya yang tidak mengenal musim dan tidak membutuhkan tempat yang luas.Jenis-jenis jamur yang umum dibudidayakan ialah jamur merang(Volvariella volvaceae),jamur tiram (Pleurotus ostreatus),jamur kuping (Auricularia polytricha),jamur payung (Lentinus edodes),dan jamur kancing (Agaricus Sp).Hasil panen jamur tersebut tak hanya untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri bahkan ada juga yang di ekspor,seperti jamur kancing dan jamur payung. Media untuk pertumbuhan jamur dapat menggunakan limbah yaitu limbah pertanian(merang dan daun pisang) dan limbah industri (serbuk gergaji). Ramuan atau campuran yang digunakan sebagai media juga bermacam-macam,sedangkan metode yang digunakan untuk budidaya jamur ini juga bermacam-macam,seperti cara ilmiah, konvensional,tradisional,dan semi modern.

Tujuan
Mempelajari cara budidaya jamur tiram putih

Alat dan bahan
@ Alat:
Kompos,drum untuk mengukus,rak untuk menyimpan media jamur,inkas untuk pembibitan (inokulasi),Ph meter,termometer,pinset,semprotan atau sprayer,pipa paralon untuk cincin,spirtus,alkohol 90% kantong plastik transparan,kertas roti,karet gelang,sekop,ember,dan wadah untuk mencampur media.
@ Bahan :
Untuk pembuatan paket sedang, dibutuhkan antara lain sebagai berikut:
• Seabuk gergaji kayu kering 105 kg.
• Dedak halus 21 kg
• Tepung jagung 10,5 kg
• Tsp murni 0,6 kg
• Kapur halus/gamping 0,6 kg
• Kapuk 1 kg
• Bibit 3 botol
• Air secukupnya
Untuk satu paket sedang bisa menghasilkan 200 -300 media

Cara kerja
• Campur bahan yang ada sesuai takaran dan aduk secara merata
• Masukan air ke dalam campuran secukupnya dan perhatikan ketika bahan diperas tidak keluar airnya (kandungan air 80 % dari bahan kering ).air yang digunakan tidak boleh mengandung kaporit.
• Bahan campuran tersebut selanjutnya dimasukan ke dalam plastik,diikat,dan didiamkan selama 48 jam untuk pengomposan.
• Bahan yang telah mengalami pengomposan dimasukan ke dalam plastik transparan tetapi jangan sampai penuh.Masukan sisa plastik ke ring cincin paralon lalu ikat dengan karet gelang,bagian yang berlubang ditengah cincin diisi kapuk secukupnya kemudian ditutup kertas roti dan diikat dengan kater galang.
• Bahan yang sudah dibungkus plastikdimasukan kedalam drum untuk proses pengusukan .Air untuk mengukus hanya 25 cm dari dasar drum.Lamanya proses pengukusan 9 jam dengan suhu 85oc.
• Setelah selesai pengukusan ,media-media tersebut didinginkan minimal 5 jam kemudian buka cincinnya untuk memasukan bibit jamur.
• Setelah selesai memasukan bibit jamur,media didiamkan selama 40-50 hari sampai jamur tumbuh dan siap dipanen.

Catatan
Persyaratan tumbuh jamur adalah sebagai berikut:
1. Suhu pada masa pertumbuhan miselium 25-290c.dan suhu pada masa produksi 25-600c
2. Kelembapan 80%-90% dengan kandungan 25%-60%.
3. Media tanam memiliki pH 5,5-7.
4. Pencahayaan hanya diperlukan sedikit saja.

Persyaratan pencegahan hama dan penyakit adalah sebagai berikut:
1. Alat-alat harus betul-betul steril dan bersih
2. Ruangan dan inkas tempat pembibitan harus steril
3. Orang yang melakukan pembibitan harus bersih ,dalam arti tangan harus disemprot dulu dengan alkohol.

Proses panen:
Panen pertama akan dimulai setelah 40 hari sejak ditanam bibit yang selanjutnya dilakukan setiap60 hari 3 kali panen. Kalau pameliharaannyabaik bisa berumur 6-8 bulan
Enter your email address to get update from All Of Cinta.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

1 komentar:

Copyright © 2013. makalah dan skripsi - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger