Konsep Dasar Mengenai Produktivitas Kerja

Konsep Dasar Mengenai Produktivitas Kerja

Upaya meningkatkan produktivitas kerja tidak dipandang sebagai hal yang bersifat teknis. Segi-segi lain yang bahkan dapat berperan sebagai faktor penentu keberhasilan upaya tersebut menurut Sondang P. Siagian (2002:3), antara lain :

  • Tujuan organisasi

Dilihat dari perspektif waktu, tujuan dapat dikategorikan sebagai tujuan akhir dan tujuan antara . Para pakar pada umumnya sepandapat bahwa tujuan akhir merupakan titik kulminasi kearah mana organisasi akan dibawa dan berperan sebagai penuntun bagi organisasi dalam menyelenggarakan berbagai fungsi dan kegiatannya

  • Perumusan visi dan misi

Dalam rangka pencampaian tujuan akhir, manajemen mutlak perlu menyatakan arah yang akan ditempuh oleh organisasi sehingga terwujud sesuatu keadaan yang diinginkan pada suatu waktu di masa depan.

  • Penentuan strategi organisasi

Dalam dua bisnis, lumrah untuk mengatakan bahwa strategi merupakan pernyataan umum oleh manajemen puncak tentang kegiatan bisnis apa yang akan dilakukan organisasi sekarang, dan dibidang apa organisasi ingin bergerak dimasa depan.

  • Pemanfaatan teknologi dan produktivitas kerja


Tidak dapat disangkal bahwa terobosan yang terjadi dibidang teknologi dapat memberikan sumbangan yang besar pada peningkatan kerja suatu organisasi. Apabila dipih dengan tepat, teknologi dapat diterapkan pada semua jenis kegiatan dalam organisasi.

READMORE....!!

Pengertian Produktivitas Kerja


Suatu perusahaan yang ingin tumbuh dan berkembang selalu berupaya meningkatkan produktivitas kerja sebagai sistem organisasi tersebut, termasuk sistem manajemen, sistem fungsional dan sistem operasional. Bukan merupakan hal yang baru apabila dikatakan bahwa yang dimaksud sengan produktivitas ialah terdapatnya korelasi “terbalik” antara masukan dan luaran. Artinya, suatu sistem dapat dikatakan produktif apabila masukan yang diproses semakin sedikit untuk menghasilkan luaran yang semakin besar. Tentu banyak cara yang digunakan untuk mengukur tinggi rendahnya produktivitas suatu sistem.

Produktivitas sering pula dikaitkan dengan cara dan sistem yang efisien, sehingga proses produksi berlangsung tepat waktu dan dengan demikian tidak diperlukan kerja lembur dengan segala implikasinya, terutama implikasi biaya. Dan kiranya jelas bahwa yang merupakan hal yang logis dan tepat apabila peningkatan produktivitas dijadikan salah satu sasaran jangka panjang perusahaan dalam langka pelaksanaan strateginya.

Produktivitas berasal dari kata “produktiv” artinya sesuatu yang mengandung potensi untuk digali, sehingga produktivitas dapatlah dikatakan sesuatu proses kegitan yang terstruktur guna menggali potensi yang ada dalam sebuah komoditi/objek. Filosofi produktivitas sebenarnya dapat mengandung arti keinginan dan usaha dari setiap manusia (individu atau kelompok) untuk selalu meningkatkan mutu kehidupannya dan penghidupannya.

Secara umum produktivitas diartikan atau dirumuskan sebagai perbandingan antara keluaran (output) dengan pemasukan (input), sedangkan menurut Ambar Teguh Sulistiani dan Rosidah (2003:126) mengemukakan bahwa produktivitas adalah

“Menyangkut masalah hasil akhir, yakni seberapa besar hasil akhir yang diperoleh didalam proses produksi, dalam hal ini adalah efisiensi dan efektivitas”.

Sedangkan menurut Malayu S.P Hasibuan (2003:126) produktivitas adalah :

“Perbandingan antara output (hasil) dengan input (masukan). Jika produktivitas naik ini hanya dimungkinkan oleh adanya peningkatan efesiensi (waktu,bahan,tenaga) dan sistem kerja, teknik produksi dan adanya peningkatan keterampilan dari tenaga kerjanya”.

Dari beberapa pendapat tersebut diatas sebenernya produktivitas memiliki dua dimensi, pertama efektivitas yang mengarah kepada pencapaian untuk kerja yang maksimal yaitu pencapaian target yang berkaitan dengan berkualitas, kuantitas, dan waktu. Kedua yaitu efesiensi yang berkaitan dengan upaya membandingakan input dengan realisasi penggunaanya atau bagaimana pekerjaan tersebut dilaksanakan.

Efesiensi merupakan suatu ukuran dalam membandingkan input direncanakan dengan input sebenarnya. Apabila ternyata input yang sebenarnya digunakan semakin besar penghematannya, maka tingkat efesiensi semakin tinggi. Sedangkan efektivitas merupakan ukuran yang memberikan gambaran suatu target yang dicapai. Apabila kedua tersebut dikaitkan satu dengan yang lainnya, maka terjadinya peningkatan efektivitas tidak akan selalu menjamin meningkatnya efesiensi.


Berdasarkan uraian-uraian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa produktivitas merupakan perbandingan antara keluaran serta masukan serta mengutarakan cara pemanfaatan baik terhadap sumbur-sumber dalam memproduksi suatu barang atau jasa.

READMORE....!!

BAGAIMANA FORD MENGELOLA LINGKUNGANNYA

BAGAIMANA FORD MENGELOLA LINGKUNGANNYA


Ford Motor Compay mempunyai sebuah sejarah panjang tentang penemuan cara inovatif cara untuk mengelola lingkungannya ( Pemasok, Pelanggannya). Dalam rangka untuk mengendalikan sumber-sumber daya yang Ford perlukan. Pada tahun-tahun awalnya Ford percaya dengan berat pada pemasok independent untuk input mesin, kotak gir, dan roda. Ford membuat sebuah rangkaian kontrak dengan pemasok untuk menyediakan suku cadang, dan semua yang Ford lakukan emalang suku cadang bersama-sama ke da;am sebuah kendaraan akhir. Akan tetapi, Ford segera mempunyai masalah memelihara kualitas suku cadang. Lebih dari itu, suku cadang yang dibuat oleh satu pemasok cenderung tidak kompatible dengan suku cadang yang dibuata oleh pemasok lain, sehingga Ford menghabiskan waktu membuat penyesuaian yang patut di pertimbangkan.


Untuk meningkatkan kualitas suku cadang mobilnya, Ford mulai untuk memproduksi sendiri. Perusahaan mengambil alih kendali dari beberapa pemasoknya dan menggabungkan mereka ke organisasi Ford, tetapi juga mulai memlilki operasi suplai sendiri, Ford segera menjadi sebuah perusahaan yang benar-benar terintegrasi vertikal. Karena itu, Ford memproduksi sebagian besar memproduksi sebagian besar input sendiri. Untuk memastikan akses ke sumber-sumber daya, sebagai contoh Ford memiliki tambang besi diangkut melintasi Lake Superior dengan tongkong yang dimilikinya sendiri. Pabrik peleburannya diluar Detroit, ford membuat dan membentuk baja ke dalam bagian-bagian badan untuk mobil dan truk Ford.


Pada dekade 1950-an, strategi vertikal ini menjadi terlalu mahal, baja pelat dan input lain yang ford buat berbiaya lebih dibandingkan material yang dibeli dari pemasok independen yang efisien akan memerlukan biaya. Sebagai akibatnya, Ford mulai lagi digunakan kontrak jangka panjang untuk mengelola hubungannya dengan pemasok. Ford menggunakan daya belinya untuk merundigkan harga yang lebih baik dan itu mendapatkan suatu biaya keuntungan atas General Motor, yang tetap terintegrasi vertikal.


Sesudah dekade 1980-an, hubungan antara kompetitor sedikit masalah dengan ford. Tidak ada kompetitor luar negeri yang signifikan, dan Big Three pembuat model Amerika – GM, Chrysler, dan Ford telah mampu untuk mengkordinir kebijaksanaan harga mereka secara informal untuk menghindari kompetisi terhadap Pelanggan, GM, Perusahaan paling besar dan yang paling kuat, menetapkan harga yang akan ia tetapkan untuk kelas-kelas mobil yang berbeda, kemudian ford chrysler menghargai mobil mereka . Tiga perusahaan bersaing terutama pada kualitas dan fitur yang mempunyai krom terbesar atau sirip paling besar.


Pada dekade 1980, akan tetapi lingkungan kompetitif menghadapi manufaktur mobil Amerika menjadi lebih tidak bersahabat seperti pembuat mobil Jepang semakin banyak bersaing untuk satu bagian sumber-sumber daya terakhir : pelanggan, pengembangan beberapa tekhnik untuk mengelola lingkungan sumber-sumber daya memberikan Jepang satu keuntungan kuat atas rekan pendamping mereka di Amerika Serikat. Sebagai contoh, Toyota dan Nissan masing-masing memiliki satu pancang signifikan dari pemasok suku cadang mereka suplier dan dengan begitu lebih memungkinkan ramping dari pada American Big Three untuk mengendalikan harga serta kualitas input mereka dan memperoleh manfaat dari sistem persediaan barang tepat waktunya. Kiretsu, sebagai hubungan formal ini antara perusahaan yang disebut di Jepang, menghubungkan perusahaan mobil Jepang tidak hanya kepada pemasok suku cadang tetapi juga dengan bank-bank besar dan dengan perusahaan di industri lain. Hubungan demikian meningkatkan kekuatan keuangan Toyota dan Nissan serta memberikan mereka kemampuan untuk membiayai penelitian gabungan ke dalam pengendalian polusi, penelitian plastik dilanjutkan.


Upayadaya lintas industri juga. Pemerintahan Jepang untuk mengendalikan lingkungan mereka tidak diketahui oleh Ford, yang bergerak untuk membuat tipe perjanjian Keiretsu sendiri, ford membeli suatu saham minoritas di cumming AS, yang menghasilkan mesin mesin di Excell industries, yang menghasilkan jendela dan di decoma International. Yang menghasilkan bagian-bagian badan dan roda, ford juga menempa hubungan dengan pesaing. Ford juga menempa hubungan dengan pesaing ford memiliki 25 persen Mazda. Dengan mana ford telah membuat banyak persekutuan strategis untuk berbagi teknologi dan fasilitas disain. Ford membeli Aston Martin Lagonda dan Jaguar Inggris, demikian pula KIA motor jepang, dalam rangka untuk mendapatkan sumber-sumber daya dan keterampilan.


READMORE....!!

Konsep dan Teori Motivasi

Konsep motivasi yang dijelaskan oleh suwanto (2001:150) adalah sebagai berikut

  1. Model Tradisional

Untuk memotivasi pegawai agar gairah kerja meningkat perlu diterapkan sistem insentif dalam bentuk uang atau barang kepada pegawai yang berprestasi.

  1. Model Hubungan Manusia

Untuk memotivasi pegawai agar gairah kerjanya meningkat adalah dengan mengakui kebutuhan sosial mereka dan membuat mereka merasa berguna dan penting.

  1. Model Sumber Daya Manusia

Pegawai dimotivasi oleh banyak faktor, bukan hanya uang atau barang tetapi juga kebutuhan akan pencapaian dan pekerjaan yang berarti.

Menurut pandangan James A.F Stoner, teori-teori diklasifikasikan atas :

  1. Teori kepuasan (Content Theory)

Teori kepuasan yang mendasarkan pendekatannya atas faktor-faktor kebutuhan dan kepuasan individu yang menyebabkan bertindak serta berprilaku dengan cara tertentu. Teori ini memusatkan perhatian pada faktor-faktor dalam diri orang yang menguatkan, mengarahkan, dan menghentikan prilakunya, teori ini menjawab pertanyaan kebutuhan apa yang memuaskan seseorang dan apa yang mendorong semangat bekerja seseorang.

    1. Teori Motivasi Klasik

Frederik Winslow Taylor yang mengemukakan teori motivasi klasik, teori ini berpendapat bahwa manusia mau berkerja giat untuk dapat memenuhi kebutuhan fisik/biologisnya, berbentuk uang atau barang dari hasil kerjanya.

    1. Teori Hierarki Kebutuhan

Abraham Maslow yang mengemukakan teori hierarki kebutuhan, teori ini berpendapat bahwa seseorang mau bekerja karena adanya dorongan untuk memenuhi bermacam-macam kebutuhan dan kebutuhan yang diinginkan seseorang itu berjenjang.

      1. Physiological needs yaitu kebutuhan untuk mempertahankan hidup. Yang termasuk kebutuhan ini adalah kebutuhan makan, minum perumahan, dan kesejahteraan individu, karena kebutuhan ini sudah terasa sejak manusia dilahirkan ke bumi ini.

      2. Safety needs yaitu kebutuhan akan kebebasan dari ancaman yakni merasa aman dari kecelakaan dan keselamatan dari pekerjaan, perasaan aman juga menyangkut pegawai.

      3. Social needs

Manusia pada hakekatnya adalah mahluk sosial, sehingga mereka mempunyai kebutuhan sosial sebagai berikut :

        1. Kebutuhan akan perasaan diterima oleh orang lain

        2. Kebutuhan akan perasaan dihormati

        3. Kebutuhan untuk berprestasi

        4. Kebutuhan untuk ikut serta

          1. Esteem needs


Kebutuhan akan penghargaan yerhadap dirinya dan pengakuan serta penghargaan prestise dari pegawai dan masyarakat lingkungan.

            1. Self Actualization

Setiap manusia ingin mengembangkan kapasitas mental dan kapasitas kerjanya melalui pengembangan pribadinya. Oleh sebab itu pada tingkatan ini cenderung untuk selalu mengembangkan diri dan berbuat lebih baik lagi.

READMORE....!!

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Motivasi


Walaupun setiap individu karyawan mempunyai keinginan yang berbeda-beda, tetapi ada kesamaan dalam kebutuhannya, yaitu setiap manusia ingin hidup dan untuk hidup perlu makan dan manusia normal mempunyai harga diri. Keinginan dan kebutuhan manusia tersebut menggerakkan mereka untuk memenuhinya dan untuk memperoleh kepuasan dengan tercapainya segala yang diinginkan.


READMORE....!!

Jenis-jenis Motivasi

Dengan hanya mengetahui teori-teori tentang motivasi serta memahami apa yang menjadi kebutuhan manusia tidaklah cukup, oleh karena itu dalam pelaksanaan motivasi pihak manajer harus mengetahui jenis-jenis motivasi agar dapat diterapkan model motivasi mana yang cocok diterapkan oleh organisasi untuk memotivasi pegawainya.
Jenis-jenis motivasi menurut Malayu S.P Hasibuan (2003:99), adalah sebagai berikut :
Motivasi positif (insentif positif)
Manajer memotivasi bawahannya dengan memberikan hadiah kepada mereka yang berprestasi baik. Dengan motivasi positif ini semangat kerja pegawai akan meningkat, karena manusia pada umumnya senang menerima yang baik-baik saja
Motivasi negatif (insentif negatif)
Manajer memotivasi bawahannya dengan memberikan hukumn kepada mereka yang kerjanya kurang baik (prestasi rendah). Dengan memotivasi ini semangat kerja dalam jangka waktu pendek akan meningkat, karena mereka takut dihukum, tetapi dalam jangka waktu panjang dapat berakibat kurang baik.
Dalam praktek kedua jenis motivasi diatas sering digunakan manajer suatu perusahaan. Penggunaannya harus tepat dan seimbang, supaya dapat meningkatkan semangat kerja pegawai. Yang menjadi masalah adalah “kapan motivasi positif atau motivasi negatif” itu efektif merangsang gauarh kerja pegawai.
Motivasi positif efektif untuk jangka panjang, sedangkan motivasi negatif untuk jangka pendek saja. Tetapi manajer harus konsisten dan adil dalam menetapkannya.

READMORE....!!

Tujuan dan Manfaat Motivasi

Motivasi sangat penting artinya bagi parusahaan, karena motivasi merupakan bagian dari kegiatan perusahaan dalam proses pembinaan, pengembangan dan pengarahan manusia dalam bekerja. Dalam melaksanakan suatu pekerjaan seorang pegawai harus memiliki motivasi sehingga dapat memberikan dorongan agar pegawai dapat bekerja dengan giat dan dapat memuaskan kepuasan kerja.
Adapun tujuan dan manfaat dari motivasi menurut Dr. Sowatno (2001:147), diantaranya sebagai berikut :
Mendorong gairah dan semangat kerja
Meningkatkan moral dan kepuasan kerja pegawai
Meningkatkan produktifitas kerja pegawai
Mempertahankan loyalitas dan kestabilan pegawai perusahaan
Meningkatkan kedisiplinan dan menurunkan tingkat absensi pegawai
Mengefektifan pengadaan pegawai
Menciptakan hubungan kerja dan suasana yang baik
Meningkatkan kreatifitas dan partisipasi pegawai
Meningkatkan kesejahteraan pegawai
Mempertinggi rasa tanggung jawab karyawan terhadap tugas-tugasnya
Menigkatkan efisiensi penggunaan alat-alat dan bahan baku, dan sebagainya.
READMORE....!!

MOTIVASI

Motivasi merupakan keinginan, hasrat motor penggerak dalam diri manusia, motivasi berhubungan dengan faktor psikologi manusia yang mencerminkan antara sikap, kebutuhan, dan kepuasan yang terjadi pada diri manusia sedangkan daya dorong yang diluar diri seseorang ditimbulkan oleh pimpinan. Motivasi mempersoalkan bagaimana cara mengarahkan daya dan potensi bawahan, agar mau bekerjasama secara produktif sehingga dapat mencapai dan mewujudkan tujuan perusahaan yang telah ditentukan. Pentingnya motivasi karena motivasi adalah hal yang menyebabkan, menyalurkan, dan mendukung prilaku manusia supaya mau bekerja sama secara giat sehingga mencapai hasil yang optimal. Suatu perusahaan dapat berkembang dengan baik dan mampu mencapai tujuannya, karena didasari oleh motivasi.

2.3.1 Pengertian Motivasi
Untuk lebih jelasnya mengenai pembahasan tenteng motivasi, berikut pengertian motivasi menurut beberapa para ahli manajemen sumber daya manusia diantaranya :
T. Hani Handoko ( 2003:252), mengemukakan bahwa motivasi adalah :
“Keadaan pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan tertentu guna mencapai tujuan”.
Menurut H. Hadari Nawawi (2003:351), pengertian dari motivasi adalah :
“Suatu keadaan yang mendorong atau menjadi sebab seseorang melakukan sesuatu perbuatan atau kegiatan yang berlangsung secara sadar”.
Menurut A. Anwar Prabu Mangkunegara (2002:95), mengatakan mengenai motivasi adalah :
“kondisi yang berpengaruh membangkitkan, mengarahkan dan memelihara prilaku yang berubungan dengan lingkungan kerja”.
Sedangkan menurut Henry Simamora (2004:510), devinisi dari motivasi adalah :
“Sebuah fungsi dari pengharapan individu bahwa upaya tertentu akan menghasilkan tingkat kinerja yang pada gilirannya akan membuahkan imbalan atau hasil yang dikehendki”.
Pendapat lain menurut Chung dan Megginson yang dikutip oleh Faustino Cardoso Gomes (2002:177), menerangkan bahwa motivasi adalah :
“Tingkat usaha yang dilakukan oleh seseorang yang mengejar suatu tujuan dan berkaitan dengan kepuasan kerja dan perfoman pekerjaan”.
Dari pengertian-pengertian motivasi diatas maka dapat disimpulkan bahwa motivasi merupakan suatu keadaan atau kondisi yang mendorong, merangsang atau menggerakan seseorang untuk melakukan sesuatu atau kegiatan yang dilakukannya sehingga ia dapat mencapai tujuannya.
Menurut Peterson & Plowman yang dikutip oleh Drs. H. Malayu S.P Hasibuan (2003:142) mengatakan bahwa orang mau bekerja karena hal-hal sebagai berikut :
The Desire to Live (keinginan untuk hidup), dimana manusia bekerja untuk memenuhi dan melanjutkan hidupnya.
The Desire For Position (Keinginan untuk suatu posisi), dimana manusia bekerja untuk mendapatkan posisi dalam pekerjaannya.
The Desire For Power (Keinginan akan kekuasaan), keinginan selangkah diatas keinginan untuk memiliki posisi.
The Desire For Recognation (Keinginan akan penghargaan), setiap pegawai memiliki motif keinginan dan kebutuhan tertentu dan mengharapkan kepuasan dari hasil kerjanya.

Uraian diatas mempunyai pengertian yang sama, yaitu kesemuanya mengandung unsur dorongan dan keinginan serta maksut dan tujuan. Dengan demikian maka dapat diambil kesimpulan bahwa motivasi merupakan dorongan datang dari luar atau dalam diri seseorang dalam usahanya dalam memenuhi kebutuhan, mendaoatkan posisi dalam pekerjaannya, memperoleh kekuasaan dan memperoleh kepuasan dari hasil kerjanya. Namun dalam penerapan nanti, penggunaan masing-masing unsur tersebut adalah berbeda un tuk setiap pegawai, sesuai kebutuhannya dan keinginannya masing-masing.
READMORE....!!

MAKALAH HAKI

BAB I

PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang Masalah

Dalam rangka pembangunan di bidang hukum di Indonesia sebagaimana termaksud dalam Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) melalui Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia No.IV/MPR/1999 Tentang Garis-Garis Besar Haluan Negara tahun 1999-2004, serta untuk mendorong dan melindungi penciptaan, penyebarluasan hasil kebudayaan di bidang karya ilmu pengetahuan, seni, dan sastra serta mempercepat pertumbuhan kecerdasan kehidupan bangsa dalam Wahana Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945, maka dirasakan perlunya perlindungan hukum terhadap hak cipta. Perlindungan Hukum tersebut dimaksudkan sebagai upaya untuk mewujudkan iklim yang lebih baik untuk tumbuh dan berkembangnya gairah mencipta di bidang ilmu pengetahuan, seni dan sastra di tengah-tengah masyarakat Indonesia.

Di Indonesia, Undang-undang yang melindungi karya cipta adalah Undang-undang nomor 6 tahun 1982 tentang hak cipta, sebagaiman telah di ubah oleh undang-undang Nomor 7 Tahun 1987 Tentang perubahan Atas Undang-undang Nomor 6 tahun 1982 tentang hak cipta, dan terkhir telah di ubah lagi dengan undang-undang Nomor 12 tahun 1997 tentang perubahan Atas Undang-undang Nomor 7 Tahun 1987 tentang hak cipta beserta beberapa peraturan pelaksanaannya.dan pada tanggal 29 Juli 2002 telah diundangkan Undang-Undang yang terbaru yaitu Undang-Undang No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta yang mulai berlaku 12 (dua belas) bulan sejak diundangkan sehingga karenanya Undang-undnag Hak Cipta yang baru tersebut tidak banyak disinggung dalam penulisan ini.


1.2 Identifikasi Masalah

Bertolak dari apa yang telah dijelaskan pada latar belakang masalah di atas, dalam hal ini penuls mengidentifikasi masalah sebagai berikut:

    1. Bagaimana sejarah pengakuan hak cipta ?

    2. Apa pengertian dan landasan hukum hak cipta di Indonesia ?

    3. Bagaimana pengaturan kerjasa sama lisensi ?

    4. Bagaimana pengaturan hak dan wewenang menggugat ?


1.3 Maksud dan Tujuan

Maksud dan tujuannya penulisan makalah ini berdasarkan permasalahan-permasalahan yang telah dirumuskan sebelumnya, adalah sebagai berikut:

    1. Untuk mengetahui bagaimana sejarah pengakuan hak cipta

    2. Untuk mengetahui apa pengertian dan landasan hukum hak cipta di Indonesia

    3. Untuk mengetahui bagaimana pengaturan kerjasa sama lisensi

    4. Untuk mengetahui bagaimana pengaturan hak dan wewenang menggugat


1.4 Kegunaan Penelitian

Semoga dalam penulisan makalah ini dapat berguna bagi semua pihak. Dengan adanya makalah ini diharapkan dapat berguna bagi penulis,dan dapat berguna untuk menambah khazanah keilmuan terutama di bidang hukum dan semoga keberadaan hukum ini dapat memberi masukan bagi semua pihak.


1.5 Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan pada makalah ini adalah metode pendekatan yuridis normatif yaitu berpedoman pada tinjauan kepustakaan yang dapat dijelaskan sebagai berikut: Melalui penelitian normatif melalui study kepustakaan (library research) yaitu bahan-bahan yang diperoleh melalui undang-undang, literature, buku-buku dan lainnya yang berhubungan dengan hak cipta.


1.6 Sistematika Penulisan

Dalam memudahkan memahami isi makalah ini penulis menyusun makalah ini dalam beberapa bab, lebih jelasnya sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN

    1. Latar Belakang Permasalahan

    2. Indeitifikasi Masalah

    3. Maksud Dan Tujuan

    4. Kegunaan Penelitian

    5. Metode Penelitian

    6. Sistematika Penulisan

BAB II PEMBAHASAN

    1. Sejarah Pengakuan Hak Cipta

    2. Pengertian dan Landasan Hukum Hak Cipta di Indonesia

    3. Pengaturan Kerjasa Sama Lisensi

    4. Pengaturan Hak dan Wewenang Menggugat

BAB III PENUTUP

DAFTAR PUSTAKA


Untuk makalah lengkapnya silahkan download langsung disini.
READMORE....!!

SASTRA POPULER

SASTRA POPULER




Dalam dunia karya sastra “Sastra Populer” dan “sastra serius” selalu menjadi bahan perbincangan yang ujung-ujungnya mentasbihkan bahwa “sastra serius” secara estetika dan nilai mempunyai maqam lebih tinggi dibanding dengan “sastra populer.”

Dalam lajur dunia karya sastra susah ditemukan, atau bahkan tidak ada satuan karya yang 100 persen memperlihatkan orisinalitasnya. Selalu saja ada persamaannya dengan karya-karya sebelumnya. Banyak aspek yang dapat digunakan untuk menilai orisinalitas karya sastra. Pertama dilihat dari salah satu unsurnya yang membangun karya sastra yang bersangkutan; tema, latar, tokoh, alur (jika novel); bait, larik, diksi, atau majas (jika puisi) atau tokoh, tema, latar, alur, bentuk dialog atau petunjuk pemanggungan (jika drama). Kedua, dilihat dari cara penyajiannya; bagaimana pengarang menyampaikan kisahnya (nove), citranya (puisi) atau dialog petunjuk pemanggungan (drama).

Kriteria kompleksitas (kerumitan) berkaitan dengan beban yang disandang setiap unsur. Mengingat karya sastra tidak terlepas dari pesan/tema yang diusungnya, maka tidak jarang pula muncul tuntutan untuk melakukan penyelesaian atas tema bersangkutan. Dengan demikian, cara penyelesaiannya tidaklah gampang, tidak pula artifisial, dan muncul tidak sebatas yang tampak dipermukaan, jika penyelesaiannya dilaksanakan secara gampang, ia akan masuk kedalam apa yang disebut sebagai sastra populer.1

Diawal kemunculannya, para penulis muda dianggap sebabgai aktor-aktor yang akan merusak bahasa sekaligus budaya bangsa Indonesia. Kenalkan kita dengan idiom “gitu lho …”, “sumpeh lho ? , atau “ so what , gitu lhoh ?!”?. idiom ini seperti goyangan tubuh, terus mengikuti sampai manapun kita berjalan. Para penulis tersebut mendapat kritik tajam dari para ahli bahasa, apalagi kalau bukan masalah bahasa dan isi. Mereka diangggap sebagai aktor-aktor yang akan merusak bahasa sekaligus budaya bangsa itu sendiri.

Seperti “bacaaan liar,” sastra populer ditandai pula oleh penggunaan ragam bahasa tertentu yang dianggap tak standar, yang “menyimpang” dari kaidah-kaidah bahasa yang berlaku. Karena ragam bahasa yang diguanakannya itulah, sastra populer dianggap sebagai sastra yang tidak bermutu dan tidak bermasa depan, sedangkan sastra serius sebaliknya.2

Menruut ario bimo kesalahan yang sering ditemui adalah mengenai kecermatn membedakan antara bahasa lisan dengan bahasa tulis. Pengarang bahasa populer kadang kala kurang memahami seperti penempatan titik dan koma kalimat. Menurutnya pengabaian terhadap tata bahasa, malah akn menghilangkan unsur-unsur penting dalam novel, tokoh, alur, tema, peneceritaan dan latar.

Supaya kita mengerti betul engan pentistilahan sastra populer dengan sastra serius, ada baiknya jika kita mengutip beberapa pendapat. Menurut Umar Kayam (1981:82) sebutan novel populer atau novel pop. Mulai merebak sesudah suksesnya novel Karmila dan Cintaku di Kampus Biru pada tahun 70-an. Sesudah itu novel hiburn tidak peduli mutunya, disebut juga novel pop. Kata pop erat diasosiasikan dengan kata populer, mungkin karena novel-novel itu sengaja ditulis untuk “selera populer” yang kemudian dikenal sebagai bacaan populer. Dan jadilah istilah “pop” itu sebagai istilah baru dalam dunia sastra. Sebagai kebalikan sastra populer itu adalah sastra yang “sastra”. “Sastra serius”, literature. Sastra serius, walau dapat juga berupa inovatif dan eksperimental, tak akan dapat menjelajah sesuatu yang mirip dengan “main-main” (Kayam. 1981: 85-87).

Jika sebuah novel apapun pengkategoriannya, jika tidak digarap dengan optimal par pembaca akan enggan untuk membelinya. Ini membuktikan bahwa novel populer pun mempunyai mutu baik nilai maupun estetika.


Selanjutnya ia mengatakan bahwa kebalikan dari sastra populer adalah sastra yang “sastra” yang tidak main-main. Pendevinisian bahwa sastra adalah sastra sungguh tidak mencerdaskan. Karena itu bukan definisi, hanya bentuk repetisi penegasan, yang celakanya justru malah mengaburkan, dibandingkan dengan fungsi definisi itu sendiri yaitu untuk menjelaskan secara terperinci. Jadi, dari pada kita memilih-milih dengan parameter yang tidak jelas, lebih baik kita menyepakati bahwa sastra serius dan sastra populer tak pernah ada.3

1 Dikutip dari “Inovasi Tematik-Stilistik Novel.” Maman S Mahayana, Media Indonesia Online, II Juli 2004.

2 Dikutip dari “Bahasa Populer Dalam Dunia Sastra” Agus Rawaksiwi, Pikiran Rakyat, 24 Maret 2006.

3 Dikutip dari “Golagong’s Home” Firman Venayakasa, 31 Maret 2007.

READMORE....!!

Pembiayaan diluar Neraca pada Industri Pengilangan Minyak



ABSTRACT (Secara Abstrak)


Pinjaman diluar neraca atau proyek keuanggan mendatangkan kepopuleran pendapatan, rata-rata dari pembentukan modal di Industri Penyulingan minyak dan Petrokimia. Walaupun demikian, transakai ini sesungghnya berbeda dari perusahaan peminjamaan tradisional, dan bagian permintaan atas peminjaman untuk memeriksa, membenarkan dan membantu proyek adalah jauh lebih besar. Mengikuti jalan memeriksa laporan di bank internasional dan peminjam yang lain mengevaluasi off balance sheet refinery proyekdan menyarankan jalan untuk menggambarkan struktur keuangan yang lebih baik.


INTRODUCTION (Perkenalan)

Lebih dari beberapa tahun, pembentukan modal sudah mendatangkan jauh lebih sulit untuk kebanyakan industri penyulingan di Amerika Serikat, orang miskin mempunyai laba yang rendah pada saat yang sama. Pada modal yang dibutuhkan agar menyetujui dengan peraturan lingkungan. Untuk perusahaan internasional, kesempatan di Negara berkembang sudah menyedot banyak kas yang tersedia. Situasi ini buruk pada saat pada waktu pendapatan minimal. Ada mempunyai permintaan besar, agar kas hanya untuk urusan bisnis. Hasilnya banyak perusahaan menjadi baru dan berbeda yang bermaksud meminjam. Mungkin satu dari yang paling penting adalah pembieyaan di luar neraca atau proyek keuangan.


Untuk kebanyakan manager keuangan, perusahaan kilang minyak adalah dunia akuntansi, bisnis utama dan kadang-kadang gelar insinyur dia “tersesat”. Beberapa kepala kantor keuangan tidak mempunyai pengalaman di proyek keuanggan. Pembiayaan di luar neraca adalah unit proses relative terbaru untuk induatri kilang minyak ke petrokimia. Kebenaran pertama d luar naeraca dengan sebuah perysaan kilang minyak utama sudah ditutup 5 tahun yang lalau. Ketika itu sebuah nomor proyek sudah menyediakan sebuah pendidikan kebenaran untuk kedua proses industri hidrokarbon dan komunitas keuanggan.


Pada awalnya “Modal-modal” untuk proyek keuanggan adalah proyek generasi. Tipenya menjalankan oleh kekuatan prosedur sendiri. Untuk membandingkan proyek kilang minyak/petrokimia bagaimanapun ini adalah sederhana. Teknologi lebih dikenal dan terjamin baik. Dam keuntungan proyek adalah prediksi alasanya. DEngan membandingkan, hidrokarbon industri jauh lebih beresiko dan biasanya tidak dimengerti. DAlam pengalaman kami sebuah perjanjian di luar neraca tidak hanya bidang kerjasama departemen perbendaharaan, lebih baik, manajemen refinery, operasi individu dan proyek insinyur harus dapat melibatkan dengan komunitas bank dan operasi di sebuah daerah. Diamana banyaj insinyur mempunyai sedikit keahlian dan minimpemahaman. Maksud dari uraian ini adalah sulit untuk membuat tiap orang ahli di proyek keuanggan.


Lebih baik meminjamkan seorng insinyur yang prospektif untuk memahami kebutuhan dalam komunitas keunggan didalampelaksanaan sebuah perencanaan. Saat proyek peminjaman difokuskan disini, hanya dari komentar ini dapat dipakaiuntuk perusahaan kilang minyak berskala kecil. Mencari keuangan konvensional menaikan dan memperbaiki kilang minyak yang ada.


Apakah proyek pembiayaan?

Pendapat yang keras, proyek pembiayaan adlah sebuah maksud yang tidak menaikan nilai passiva sebuah perusahaan. Mari kita asumsikan bahwa perusahaan minyak yang besarmempertimbangkan dua pilihan untuk meminjam uang, untuk menjalankan sebuah proyek baru, sebuah peminjaman baru, contonya:

Nomalnya, perusahaan meminjam dari penjualan obligasi atau meminjam langsung pada bank. Dalam kasus ini, peminjam dapat melihat seluruh lembaga berbadan hukum untuk oembayaran kembali. Walaupun peminjam mengerti, akan berharap bahwa perusahaan kilang minyak yang barunya akan sukses, pendapatan yang bergenerasi, dari bagian badan hukum yang lain, yang dapat digunakan untuk membayar. Kekirangan perusahaan kilang minyak tersebit. Dalam protek pembiayaan, hanya pemdapataan yang bergenerasi dari perusahaan baru yang ada untuk membayar pinjaman. Dalam kondisi ini bahwa sudah menanam sebuah kegagalan pembiayaan, peminjam tidak mempunyai jalan lain untuk perusahaan untuk membayar kembali dan di hanya jaminan untukmengambil kembali kepemilikan perusahaan.


Keuntungan priyek pembiayaan ini untuk peminjam adalah fakta bahwaplaksanaan peminjaman tidak terlihat seperti kemampun perusahaan dalam neraca.Demikian, perusahaan dapat meminjam dan masih dapat membiayai ratio ekuitas. Proyek keuanggan sebagian terkenaldalam pengembangan Negara, dimana normalnya pemerintah mempunyai taruhan kepemilikan dalam industri minyak dan petrokimia. Perlakuaan dilur neraca bermaksud mendapatkan sebuahb pinjaman, bahwa secara teori tidak berdampak pada posisi moneter pemerintah.


Ada sebuah perbedaan yang penting, bagaimanapun antara diluar neraca dan diluar kredit.


Ketika stuktur perjanjian memungkinkan membolehkan sebuah firma akuntansi untuk menjelaskan bahwa kebutuhan pinjaman tidak termasuk seperti kemampuan neraca perusahaan, kenyataanya pasar peminjaman mungkin perusahaan membutuhkan untuk menyediakan jaminan bahwa menjadi bafian dari sebuh tinjauan kredit firma. Seperti jaminan dan kemingkinan obligasi-obligasi dapat berdampak pad rating kredit. Pemahaman bagaimana pasar pinjaman melihatindustru kilang minyak dan penilainan resiko adalah segi terpenting dalam penentuan apakah rute pinjaman ini pilihan terbaik untuk proyek khusus dan untuk perusahaan.


STUKTUR PERJANJIAN


Untuk memelihara status diluar neraca, perusahaan harus membentuk sebuah pemisahan entitas perusahaan. Ini mungkin menjadi dalam bentuk sebuah persekutuan terbatas, dengan satu atau lebih perusahaan lain, atau sebuah kemampuan perusahaan yang terbatas. Di Amerika banyak persekutuan yang terbatas.

Secara umum ada dua tipe dari persekutuan

Persekutuan keuangan, dimana disana ada sebuah sekutu pasif bahwa ia mempunyai investasi hanya untuk pengembalian; dan persekutuan operasidimana para sekutunya adalah semuayang meliputi bisnis yang berada ditangan. Dimana persekuuan antar operasi terakhir perusahaan selama penanaman adalah kegiatan operasional, sekutu keuangan biasnya “membeli (saham)” segera setelhpinjaman dibayar.


Dari pandangan si pemberi pinjaman, persekutuan yang terbaik adalah sinergi. Persekutuan N I S C O rencana diluar neraca antara citgo, conoco, vista dan gsu (gulf state utilities), adalah sebuah contoh yang bagus.Proyek telah dibangun berdasarkan rancangan unit generasi untuk membakar sufur dengan panad yang tinggi, kualitas yang rendah, minyak tanah batu arang. Kedua perusahaan minyak memproduksi batu arang dan sudah mempergunakanya untuk aliran dan tenaga, ketika pemilik asset gsu, dimana telah mengunakan bagian dari proyek dapat menyetir tenaganya. Demikian proyek ini penting untuk tiap sekutu agar alasan strategi dan operasional, sebaiknya keuangan.


Tingkat pengembalian yang diharapkan untuk sustu proyek harus tinggi untuk menjadi calon untuk proyek keuangan. Proyek pinjaman keuangan yang paling baik harus harus dibayar kembali dalam waktu tidak lebih dari 7 tahun setelah dimulainya, dan beberapa proyek yang baru saja menpunyai skejul yang rata-rata lebih pendek. UNtuk pinjaman dengan jangka waktu 7 tahyn dan bunga 8%, rata-rata dasar ditambah bunga adalah sekitar 20%, dari nilai pinjaman setahun. Sebagai peraturan yang sangat menonjol, menanamkan kebutuhan untuk menhasilkan pendapatan operasional bersih setahun, tidak kurang dari 25% dari nilai pinjaman sebelum proyek keuangan adalah layak. Pasar obligasi cenderung mempunyai skejul pembayaran kembali lebih panjang daari pada pinjaman Bank. Dalam beberapa kasus, selama 15 tahun. Namun proyek ekonomi yang kuat diperlukan dikedua pasar tersebut.

Stuktur transaksi proyek keuangan sebenarnya sangat mahal, Walaupun biaya tergantung aatas komplitnya rencana,5-10 juta dollar adalah sebuah jarak yang layak dari biaya untuk membayar biaya-biaya pada pengacara, bank dan yang lainya. Hasilnya banyak bank yang tidak merekomendassikan proyek keuangan sebagai sebuah sarana yang layak kecuali pinjaman diatas 100 juta dollar.

PERATURAN BANK-BANK


Satu, tidak ada yang sederhana untuk pergi ke bank local, menjelaskan sebuah proyek, dan meminjam sedikit ratusan juta dollar. Dari sebuah pandangan peminjam, ada dua kunci entitas bank; investasi bank; atau penasihat financial an agen bank. Syarat sederhana invetasi banker adalah para peminjam”pemandu” lading tambang ketika agen bank mewakili yang meminjam.


Giliran investasi banker sebagai”insinyur keuangan” untuk proyek ini tigasnya adalah untuk menganalisis proyek, stuktur perjanjian, berkerja dengan peminjam untuk menyipkan surat perintah penawaran, yang mengambarkan dimana proyek dan rencana pengusulan keuangan pada komunitas yang meminjamkan dan pada akhirnya pinjaman terjamin. Bankir investasi mungkin berkerja untuk investasi utama perbankan, atau di banyak kasus. Untuk sebuah pinjaman bank investasi normalnya berkerja untuk sebuah tanbahan kemajuan keuntungan sebuah bonus ketika pinjaman ditutup. Penyeleksian terhadap investasi banker adalah langkah penting dalam proyek. Peminjam harus menemukan sebuah firma banking invetasi yang telah menyusun pemberi pinjaman yang sama dan terkenal dengan pasr pembeli pinjaman yang muktahir. Fima seharusnya tidak menyeleksi atas harga. Banking investasi yang baik yang dapat menyimpan jutaan dollar dengan pembuat sebuah perjanjian itu bergerak cepat dan lancarsampai sistem peminjama. Dalam proyek utama waktu adalah uang. Biaya pelaksanaan proyek lambat, ketika masalah dalam struktur perjanjian adlah penyelesaia kembali kelebihan keuntungan yang sangat jauh untuk banking investasi. Penasihat keuangan yang sangat mahal, dan tidak semua peminjam mengiunakan jasa ini. Ecara umum, apabila para peminjam(perusahaan) tau dengan baik atau memiliki pengalaman dalam proyek keuangan, ia mungkin mempersiapkan surat perintah penawaran secara normal.


Kunci dari yang meminjamkan adalah agen bank atau si penyusun yang menuliskan pinjaman. Pada dasarnya jaminan bahwa pinjaman akan menjadi dana. Dalam pinjaman berskala kecil dengan rentang 200 sampai paling banyak 500 juta dollar. Hanya ada satu tipe agen bank. Sebagai jumlah pinjaman penanaman, bank-bank mungkin lebih memilih untuk menutupnya sebagai sebuah “klu b” demikian untuk meminimumkan sebuah resiko untuk tiap bank. Di proyek yang besar, di atas 1 miliar dollar sebagai contoh tiga sampai empat agen mungkin dilibatkan.


Ada banyak persaingan antara bank-bank untuk menawarkan keuangan jangka pendek untuk modal kerja, dan pinjaman jangka panjang untuk kredit peminjam yang layak. Di perusahaan besar, kepala kantir keuangan mengunakaan “pengadilan” oleh beberapa bank utama yang menawarkan jasa yang sama. Di proyek keuangan, kerja sama yang normal antara bankir dan peminjam adalah kebalikan tiba-tiba, banyak penyesalan dari beberapa CFO’s’. Peminjam akan bertanya untuk asumsi kebenaran mendapatkan kembali dokumentasi dan secara umum “meloncat hingga bergelinding” sebagian besar cara tidak diketahui dalam perusahaan minyak besar. Sebuah kegagalan untuk memahami mengapa penelitian dengan cermat adalah kebutuhan yang dapat menjadi petunjuk untuk kehilangan sementara dalam sedikit kasus, kehilangan jutaan dollar dalam pembiayaan perkembangan proyek.


Sangat mengherankan, sedikit yang meminjamkan di dunia memenuhi syarat untuk menjalankan sebagai agen dalam sebuah proyek utama proses hidrokarbon, mungkin sedikit dari dua puluh, salah satunya berharap, mereka adalah Eropa, Jepang dan Bank Amerika Utara, bekerja cabang mereka tersebar di seluruh dunia. Sejak mereka saling bekerjasama dalam proyek , jalan mereka, harga dan akan memerlukan keseragaman yang wajar daslam menyeleksi bankir investasi, peminjam harusnya tidak berbelanja untuk perjanjian yang terbaik tetapi menemukan sebuah grup yang memiliki pengalaman dalam proyek yang sam, dan dapat berkomitmen pada kebutuhan waktu dan sumberdaya.


Sepuluh tahun yang lalu, sudah ada perbedaan antara firma bankir investasi penasehat, dan bank-bank komersil dalam pelayanannya sebagai agen. Hasilnya kurangnya aturan dan peraturan yang mengaburkan. Firma memiliki tradisi menjadi bank komersil yang mungkin sekarang melayani sebagai bankir investasi dan bersifat buruk. Jumlah untuk pinjaman bank yang jujur, sekarang bankir dapat mengakses bentuk lain pinjaman seperti obligasi bebas pajak, pasar obligasi khusus seperti peraturan obligasi 144A dan kontrak atau sewa yang sama.


Memahami Pemberi Pinjaman


Untuk memahami para pemberi pinjaman berbunga dan struktur yang baik dan dan analisa proyek, adalah penting untuk memahami posisi agen bank, bank pemberi pinjaman tidak sederhana, meminjam uang, kemudian memberi dokumen peminjaman dalam sebuah ruangan besi dan menunggu untuk pembayaran kembali, agen akan bergabung atau menjual rendah pinjaman. Demikian bermacam-macam asset (pinjaman) portofolionya dan mempersilahkan bank-bank kecil untuk berpartisipasi dalam meminjamkan. Sindikat kelompok ini masih relative kecil dalam 500 juta dollar meminjamkan contohnya, partisipasi “paket” akan berjarak dari minimum sekitar 20-50 juta dollar. Kemudian 20 sampai 30 bank mungkin ada dalam sindikat.


Bankir-bankir sindikat mungkin menjual bagian dari asset mereka “pasar rendah” untuk bermacam-macam portofolio kepunyaan mereka, selama masa pinjaman jangka panjang, tidak bealasan bahwa lebih dari 100 bank akhirnya akan memiliki bagian dari pinjaman.




Peminjam tidak akan mengetahui penerimaan beberapa resiko kesalahan. Pertimbangan dari sudut pandang pemberi pinjaman, meminjamkan untuk proyek hidrokarbontidak seperti meminjamkan sebuah mobil atau rumsh. Apabila si pemilik rumah atau mobil memiliki kesalahan, asset diperkirakan bernilai lebih dari neraca berjalan dari pinjaman. Apabila proyek kilang minyak gagal, ini menjadi hampir kebiasaan karena pendapatan selalu kurang dari yang diperhitungkan. Dalam keadaan seperti ini dengan segera pasar nilai dari asset sungguh seperti ini dengan segera pasar nilai dari asset sungguh seperti kehilangan prinsip berjalannya.


Lebih buruk lagi, bank sebagai pemilik baru mungkin mewarisi kemampuan lingkungan, sebuah unit yang tidak beroperasi, atau sebuah tuan rumah dari masalah lain sebagai bagian dari asset. Dalam perkembangan Negara, khususnya ketika agen pemerintah terlibat, itu mungkin mustahil untuk menjual asset. Dalam jangka pendek, bank tidak ingin menanamkan pinjaman tidak terjamin.


Kemudian, resiko paling besar bahwa pemberi pinjaman memperkirakan tidak ada resiko kesalahan, tetapi resiko sindikat sebuah pinjaman tidak dapat berindikat tanpa pengurangan harga yang besar atau pendorong sebuah kerugian pada agen bank merupakan keadaan yang memalukan yang Dunia komunitas keuangan bagi para peminjam.


Ketika bank biasanya tidak memiliki staff insinyur yang ahli dalam semua bidang dalam proyek, mereka sering menyewa seorang insinyur independent. Insinyur independent tipe seorang insinyur perusahaan atau firma konsultan pengetahuan di daerah. Istilah “Independen” tidak bermakna bahwa Insinyur Independen adalah Independen dari kedua belah pihak.


Peminjam dan bank, seperti wasit di pertandingan bola. Insinyur Independen adalah seorang agen bank, tidak berbeda dari firma hukum bank. Pekerjaannya untuk menyediakan sebuah opini mengenai resiko proyek, menyediakan laporan untuk sindikat, dan mengidentifikasi beberapa kerusakan, apakah besar atau kecil dalam proyek itu.


Pemberi pinjaman yang potensial mengenalkan pada proyek sampai surat perintah informasi, mengikuti mereka untuk berpartisipasi dalam proyek. Ketika persiapan surat perintah informasi adalah satu dari pertanggungjawaban bankir investasi, banyak paket persiapan oleh teknis para peminjam dan staf keuangan. Surat perintah informasi yang objektif adalah penggambaran dengan tepat fasilitas yang akan dibangun, peraturan dari semua partisipan, dan resiko proyek. Aliran kas dan perhitungan pembayaran kembali seharusnya dimasukkan dalam beberpa scenario walaupun laporan keuangan dalam surat perintah diluar wewenang insinyur, rincian teknis lebih baik ditangani oleh anggota teknis terlatih.


Evaluasi Resiko


Dalam perintah untuk menjelaskan apakah proyek keuangan adalah pilihan yang baik untuk perusahaan, itu adalah penting untuk menguji proyek seperti para pemberi pinjaman. Paling penting dari analisa ini, dan surat perintah informasi yang baik adalah pengertian dan tinjauan resiko yang realistis. Mungkin itu sulit agar peminjam mengerti analisis resiko dibuat para pemberi pinjaman. Untuk insinyur proyek, beberapa pertanyaan para pemberi pinjaman dan permintaannya untuk informasi akan terlihat luar biasa pilih-pilih dan tidak beralasan.


Bagaimanapun, peminjam harus mengakui bahwa focus para pemberi pinjaman tidak diatas kemungkinan, tetapi ketidakmungkinan dalam istilah satu guru bankir “itu tidak pernah beresiko bahwa kita mengerti dan menganalisa bahwa mendapat pinjaman dalam masalah, itu adalah salah satu bahwa kami tidak mengerti”.


Batas Resiko


Batas resiko atau resiko kesalahan paling dianalisa dan komponen paling sedikit untuk dimengerti dalam transaksi. Kebanyakan memorandum informasi termasuk harga dan batas ramalan. Ini mungkin berasal dari peminjam atau banyak tipe, bagian ketiga seperti firma konsultas. Walaupun sebuah ramalan diperlukan dalam pengalaman kami, para pembeli pinjaman akan menggunakan harga histories sebagai sebuah barometer utama dari pinjaman potensial. Kami merekomendasikan bahwa memorandum termasuk di sepuluh tahun terakhir dari sejarah perkiraan pendapatan operasi bersih dari penanaman apabila itu masih ada. Tidak ada persoalan yang pandai bagaimanapun, berita dari masa yang baru mungkin memiliki kemampuan, apabila batas kecukupan tidak dimililiki untuk kenyamanan pelayanan utang hingga akhir dekade, para peminjam mungkin akan menyediakan banyak cara untuk jaminan pembayaran kembali. Para pemberi pinjaman tidak akan dengan sengaja menerima resiko kesalahan. Tindakan mendekati untuk mengurangi batas resiko termasuk ketentuan tingkat harga. Rencana pengembalian bahan makanan mentah atau kontingen pendukung pinjaman. Apabila batas historistidak kuat maka rasio ulasan lebih dari 2,0. rekomendasi langkah yang tinggi bahwa peminjam mendekati pemberi pinjaman dengan sebuah rencana, jaminan pembayaran kembali utangnya.


Resiko Overrun


Ketika perusahaan meminjam 500 juta dollar. Akan ada lagi persediaan dari bank dengan jalur pemberi pinjaman yang sama. Beberapa pembanjiran sudah akan ditemukan sebagai tambahan ekuitas atau sebagai penghubung utang. Ini sangat penting untuk mempunyai sebuah alas an dan perkiraan pengembangan proyek yang baik. Pencatatan keuangan dimulai. Secara umum, ini adalah lebih baik untuk memiliki insinyur yang cukup lengkap untuk memperoleh tawaranlump sum atau perkiraan rincian yang terakhir.


Resiko Penyelesaian


Pinjaman tidak akan memberikan sumber daya sampai proyek lengkap. Maksudnya “penyelesaian” bukan dengan mesin, tetapi dimulai dan dipertunjukkan, berdasarkan atas sebuah tes penyelesaian, bahwa penanaman mempunyai kemampuan untuk beroperasi sebagai rancangan. Penyelesaian tes, dimana tipe rancangan oleh insinyur independent. Tidak sama seperti tes jaminan lisensi.lebih baik, pemberi pinjaman memilih tes berdasarkan yang diperlihatkan sesuai kemampuan penanaman pada operasi sebagai rancangan akhir jangka panjang.


Resiko Operasi


Lima tahun yang lalu, bank-bank terlihat akan meminjamkan perusahaan bahwa pada dasarnya operasi sudah dimulai. Dalam banyak proyek orang yang faham betul dengan industri sudah dapat untuk meyakinkan pemberi pinjaman bahwa mereka dapat bekerja sama dengan tim insinyur, para operator dan teknisi untuk mengoperasikan fasilitas baru. Bagaimanapun, beberapa proyek memimpin permasalahan operasi yang hebat untuk pendidikan yang gagal.


Keamanan


Proyek harus diasuransikan lagi sejak bencana utama juga menghancurkan pembayaran kembali pinjaman. Ketika penanaman sedang diperbaiki kembali, banyak tipe gangguan bisnis atau cadangan kecukupan utang dibutuhkan.Para peminjam tercatat mengamankan dan tercatat menanam modal serupa yang termasuk dalam memorandum.


Resiko Lingkungan


Resiko bermacam-macam, banyak yang paling berat bagi seorang penanam modal adalah masalah utama resiko lingkungan. Ini termasuk tuntutan dalam peraturan bahwa efek dari kegiatan operasi atau penanaman modal, merupakan permasalahan bersama dan pertanggungjawaban resiko jangka panjang. Walaupun bankir mempunyai banyak pengetahuan beberapa tahun terakhir, ada bekas perasaan bahwa agen tidak layak, sewenang –wenang dan tidak dapat diramalkan, khususnya di Amerika. Satu yang tidak dapat di tentang bahwa penanam modal mempunyai urusan yang benar. Dalam satu proyek bahwa pemerintah lokal menginginkan bahwa penanam modal membayar biaya pemeliharaan lingkungan diatas sebuah tempat bahwa sudah terkontaminasi, sebelum bank-bank mempunyai keterlibatan. Cerita lokal tekanan penutupan bawah atau proyek yang lambat berlimpah. Bagi staf peminjam profesional kesempatan staf tantangan didefinisikan sebagai peraturan hukum dan sebuah peraturan-peraturan lain yang beresiko terhadap negara. “semua ijin dalam tempat” adalah sederhana tidfak cukup untuk mengembalikan seluruh keadaan lingkungan, udara, air, tanah yagn digunakan, membuang zat berbahaya dan keadaan yang ada seharusnya ditempatkan pada tempatnya. Khususnya pertolongan apabila para peminjam dapat menilai untuk sebuah sejarah yang baik sebagai perusahaan dan hubungan yang baik dengan komunitas dan kekuasaan lingkungan.


Resiko Logistik


Analisis dari resiko logistik adalah gambaran yang luar biasa di mana perbedaan antara cara peminjam dan pemberi pinjaman dalam proyek untuk sebagian peminjam banyak kombinasi kapal-kapal, truk-truk, kereta-kereta dan pipa penghubung untuk mengamankan logistik. Pemberi modal yang pintar menginginkan bagaimana pipa penghubung itu ada, bagaimana bibit akan dikirim pada saat kapal berlabuh di sebuah dermaga, bagaimana produk dapat dikirim setelah pipa penghubung meledak, bagaimana pabrik dapat berdampak oleh kerusakan kereta api dan bagaimana pipa-pipa penghubung tidak merata.


Resiko Bagian III


Apakah penanaman kepercayaan diatas kepentingan perusahaan? Berapa kegagalan kekuasaan ditahun terakhir? Apakah bibit gas masih alami? Dapat meratakah? Apakah hydrogen dibeli? Dari mana? Apa yang akan terjadi jika perusahaan mengalami pailit? Pertanyaan yang tidak ada habis-habisnya.


INFORMASI LAIN DARI PERMASALAHAN MEMORANDUM


Dalam persiapan proyeksi arus kas, peminjam seharusnya mengerti bahwa sudah termasuk semua biaya-biaya, merata apabila mereka hanya “tamu terbaik” dalm suatu proyek, asumsi peminjam biaya langkah awal dalam proyek keuangan sederhana karena tidak mempunyai perkiraan yang benar. Dampak dari kekeliruan ini untuk menganggap total biaya untuk mencapai operasi\-operasi dan secara serius merusak kepercayaan dari semua proyek.

Satu dari maksud utama dalam persiapan memorandum informasi dan interaksi pemberi pinjaman adalah untuk asumsi-asumsi untuh. Jika, sebagai contoh gambaran keuangan asumsikan awal periode 3 bulan peminjam harus menyebutkan mengapa ia percaya bahwa periode ini adalah layak. Semua biaya berhubungan dengan asumsi-asumsi – Biaya persediaan, angka operator, penggunaan pabrik, katalisator harapan hidup – harus didiskusikan dan dasarnya didefinisikan. Dasar yang terbaik adalah pengalaman dngan kata lain apabila operator mendapatka poin untuk mengadakan unit-unit dengan struktur biaya yang serupa, para pembeli pinjaman akan menerima perkiraan itu. Dalam pengalaman kami, itu jarang efektif untuk menjadi harapan yang berlebihan terhadap biaya. Apabila meminjam asumsi bahwa pabrik dapat beroperasi dngan persediaan sederhana yang sangat rendahadalah baru. Kebanyakan para pemberi pinjaman akan menyederhanakan penggunaan biaya persediaan yang tinggi dalam proyek analisis mereka.


PENINGKATAN PENANAMAN YANG ADA


Angka penyulingan mniyak mempunyai proyek pertimbangan sebagai sebuah sarana untuk meningkatakan penanaman modal. Tentunya akar rumput proyek ini adalah “pembersihan”. Aplkasi proyek keuangan mudah unutk mendefinisikan aset dan keamanan pemberi pinjaman adalah sebuah operasi penanaman, sudah ada bagaimanapun peningkatan proyek menjadi utama seperti tambahan sebuah FCCU kedalam sebuah penyulingan yang ada, bahwa sudah ada keuangan dalam cara ini. Kelengkapan utama melibatkan dalam keuangan sebuah perluasan adalah bahan bahan jaminan peminjam mempunyai 2 pilihan : tiap mengikuti pemberi pinjaman untuk pengambilan hak gadai lagi. Hak gadai seluruh penyulingan atau “ diluar ukiran” unit baru, apabila penanaman yang ada relatif lebih kecil untuk unit baru, menggunakan seluruh penyulingan sebagai jaminan adalah prosedur yang sangat mudah. Bagaimanapun ini mungkin tidak layak dalam sebuah fasilitas utama penyulingan dan memahami posisi pemberi modal bagi proyek dalam sebuah penanaman modal yang ada, itu sangat penting untuk untuk mengakui bahwa proyek adalah kepunyaan sebagian perusahaan ini. Jalan peminjam untuk mengakui permasalahan dimana harus menempatkan sebuah struktur bagian keuangan dan komitmen yang harus di buat. Pengakuan bahwa pemberi pinjaman harus mempunyai keamanan sebuah asset secara teoritis dapat dsitutup dan dijual sbagai sebuah unit operasi di kesalahan kegiatan, tanpa operator, pengguna, koneksi penghubung, diluar jalur, perlakuan air, izin dst. Penanaman tidak dapat berjalan dan tidak mmempunyai nilai. Dalam event kesalahan peusahaan harus menjamin bahwa itu akan berlanjut sebagai operator atau jika pabrik dijual kontinuitas unutk penawaran seluruh kegunaan diperlukan. Cara jika perusahaan lain adalah pabrik tetap berjalan.

Masalah lain bahwa mendatangkan kritik ketika pertimbangan proyek keuangan untuk sebuah perluasan adalah pemeliharaan pemindahan material dari pabrik yang baru unuk fasilitas yang ada adalah pergantian kepemilikan dan secara akuntansi pantas. Dalam kasus ini banyak peningkatan penyulingan sehingga tidak satupun bibit dan produk mengikuti antara unit baru dan fasilitas yang ada adalah berjamur, sehingga formula kecukupan harga harus didefinisikan.






SUMMARY (Ringkasan)


Perjanjian dengan para pemberi modal dalam proyek keuangan adalah sebuah proses negoisasi. Pengakuan bahwa pemberi pinjaman akan mencoba membuat peminjam menerima sebagai resiko adalah mungkin, untuk mendapatkan jaminan sebisanya dan unutk membuat peminjam menyediakan sebagai sebuah bantuan kontigensi sebisanya. Agen bank sudah memepertanggungjawabkan pinjaman, dan jaminan rendah itu resiko dia. Walaupun faktanya bahwa pemberi pinjaman adalah bukan sumber daya bagi perusahaaan perusahaan substansi dengan neraca yang kuat untuk mendapatkan perlakuan yang lebih baik. Resiko yang komplit adalah kurang dan perusahaan jauh lebih bisa dan kemungkinan seperti untuk “langkah maju” dalam kegagalan keuangan.

Proyek keuangan tidak untuk setiap orang.

Pertama, mempunyai bagian keuntungan dengan perusahaan. Lebih dari sati CFO mempunyai pernyataan bahwa mereka tidak akan “memberikan kembali”. Ide bagus sederhana mereka untuk meminjam uang. Proyek keuangan adalah kemungkinan lebih mahal dalam peminjaman. Bagian akhir biaya adalah tinggi dan ekuitas pasif sangat mahal. Kekuatan permintaan adalah sangat besar. Dalam tambahan untuk sebuah kontinen besar perbendaharaan dan personel perusahaan, insinyur proyek, personal operasi dan manajemen perusahaan akhirnya akan meliputi perusahaan. Seperti diskusi pemberi pinjaman, dalam rumah staf akan menjadi pajak melebihi batas mereka dan asisten di luar konsul akan menjadi substansial.

Sebuah perusahaan akan memilih proyek keuangan mengakui bahwa pertolongan bank menciptakan instrumen keuangan dengan bertanding dalam pasar dengan jarak asset dari ikatan pinjaman rumah pada perusahaan obligasi.Produk yang akan di kembangkan akan memiliki nilai dan akan di beli dan di jual setelah tahun tinta kering di atas penutupan dokumen dan setelah pabrik beroperasi.

















RESUME


Pembiayaan diluar Neraca pada Industri Pengilangan Minyak


Untuk kebanyakan manager keuangan, perusahaan kilang minyak adalah dunia akuntansi, bisnis utama dan kadang-kadang gelar insinyur dia “tersesat”. Beberapa kepala kantor keuangan tidak mempunyai pengalaman di proyek keuanggan. Pembiayaan di luar neraca adalah unit proses relative terbaru untuk induatri kilang minyak ke petrokimia. Kebenaran pertama d luar naeraca dengan sebuah perysaan kilang minyak utama sudah ditutup 5 tahun yang lalau. Ketika itu sebuah nomor proyek sudah menyediakan sebuah pendidikan kebenaran untuk kedua proses industri hidrokarbon dan komunitas keuanggan.


Pada awalnya “Modal-modal” untuk proyek keuanggan adalah proyek generasi. Tipenya menjalankan oleh kekuatan prosedur sendiri. Untuk membandingkan proyek kilang minyak/petrokimia bagaimanapun ini adalah sederhana. Teknologi lebih dikenal dan terjamin baik. Dam keuntungan proyek adalah prediksi alasanya. DEngan membandingkan, hidrokarbon industri jauh lebih beresiko dan biasanya tidak dimengerti. DAlam pengalaman kami sebuah perjanjian di luar neraca tidak hanya bidang kerjasama departemen perbendaharaan, lebih baik, manajemen refinery, operasi individu dan proyek insinyur harus dapat melibatkan dengan komunitas bank dan operasi di sebuah daerah. Diamana banyaj insinyur mempunyai sedikit keahlian dan minimpemahaman. Maksud dari uraian ini adalah sulit untuk membuat tiap orang ahli di proyek keuangan.


Apakah proyek pembiayaan?

Pendapat yang keras, proyek pembiayaan adlah sebuah maksud yang tidak menaikan nilai passiva sebuah perusahaan. Mari kita asumsikan bahwa perusahaan minyak yang besarmempertimbangkan dua pilihan untuk meminjam uang, untuk menjalankan sebuah proyek baru, sebuah peminjaman baru, contonya:

Nomalnya, perusahaan meminjam dari penjualan obligasi atau meminjam langsung pada bank. Dalam kasus ini, peminjam dapat melihat seluruh lembaga berbadan hukum untuk oembayaran kembali. Walaupun peminjam mengerti, akan berharap bahwa perusahaan kilang minyak yang barunya akan sukses, pendapatan yang bergenerasi, dari bagian badan hukum yang lain, yang dapat digunakan untuk membayar. Kekirangan perusahaan kilang minyak tersebit. Dalam protek pembiayaan, hanya pemdapataan yang bergenerasi dari perusahaan baru yang ada untuk membayar pinjaman. Dalam kondisi ini bahwa sudah menanam sebuah kegagalan pembiayaan, peminjam tidak mempunyai jalan lain untuk perusahaan untuk membayar kembali dan di hanya jaminan untukmengambil kembali kepemilikan perusahaan.


Keuntungan proyek pembiayaan ini untuk peminjam adalah fakta bahwaplaksanaan peminjaman tidak terlihat seperti kemampuan perusahaan dalam neraca.Demikian, perusahaan dapat meminjam dan masih dapat membiayai ratio ekuitas. Proyek keuangan sebagian terkenaldalam pengembangan Negara, dimana normalnya pemerintah mempunyai taruhan kepemilikan dalam industri minyak dan petrokimia. Perlakuaan dilur neraca bermaksud mendapatkan sebuahb pinjaman, bahwa secara teori tidak berdampak pada posisi moneter pemerintah.


Ada sebuah perbedaan yang penting, bagaimanapun antara diluar neraca dan diluar kredit.


Ketika stuktur perjanjian memungkinkan membolehkan sebuah firma akuntansi untuk menjelaskan bahwa kebutuhan pinjaman tidak termasuk seperti kemampuan neraca perusahaan, kenyataanya pasar peminjaman mungkin perusahaan membutuhkan untuk menyediakan jaminan bahwa menjadi bafian dari sebuh tinjauan kredit firma. Seperti jaminan dan kemingkinan obligasi-obligasi dapat berdampak pad rating kredit. Pemahaman bagaimana pasar pinjaman melihatindustru kilang minyak dan penilainan resiko adalah segi terpenting dalam penentuan apakah rute pinjaman ini pilihan terbaik untuk proyek khusus dan untuk perusahaan.


STUKTUR PERJANJIAN


Untuk memelihara status diluar neraca, perusahaan harus membentuk sebuah pemisahan entitas perusahaan. Ini mungkin menjadi dalam bentuk sebuah persekutuan terbatas, dengan satu atau lebih perusahaan lain, atau sebuah kemampuan perusahaan yang terbatas. Di Amerika banyak persekutuan yang terbatas.

Secara umum ada dua tipe dari persekutuan

Persekutuan keuangan, dimana disana ada sebuah sekutu pasif bahwa ia mempunyai investasi hanya untuk pengembalian; dan persekutuan operasidimana para sekutunya adalah semuayang meliputi bisnis yang berada ditangan. Dimana persekuuan antar operasi terakhir perusahaan selama penanaman adalah kegiatan operasional, sekutu keuangan biasnya “membeli (saham)” segera setelhpinjaman dibayar.


Tingkat pengembalian yang diharapkan untuk suatu proyek harus tinggi untuk menjadi calon untuk proyek keuangan. Proyek pinjaman keuangan yang paling baik harus harus dibayar kembali dalam waktu tidak lebih dari 7 tahun setelah dimulainya, dan beberapa proyek yang baru saja menpunyai skejul yang rata-rata lebih pendek. UNtuk pinjaman dengan jangka waktu 7 tahyn dan bunga 8%, rata-rata dasar ditambah bunga adalah sekitar 20%, dari nilai pinjaman setahun. Sebagai peraturan yang sangat menonjol, menanamkan kebutuhan untuk menhasilkan pendapatan operasional bersih setahun, tidak kurang dari 25% dari nilai pinjaman sebelum proyek keuangan adalah layak. Pasar obligasi cenderung mempunyai skejul pembayaran kembali lebih panjang daari pada pinjaman Bank. Dalam beberapa kasus, selama 15 tahun. Namun proyek ekonomi yang kuat diperlukan dikedua pasar tersebut.

Stuktur transaksi proyek keuangan sebenarnya sangat mahal, Walaupun biaya tergantung aatas komplitnya rencana, 5-10 juta dollar adalah sebuah jarak yang layak dari biaya untuk membayar biaya-biaya pada pengacara, bank dan yang lainya. Hasilnya banyak bank yang tidak merekomendassikan proyek keuangan sebagai sebuah sarana yang layak kecuali pinjaman diatas 100 juta dollar.


PERATURAN BANK-BANK


Giliran investasi banker sebagai”insinyur keuangan” untuk proyek ini tigasnya adalah untuk menganalisis proyek, stuktur perjanjian, berkerja dengan peminjam untuk menyipkan surat perintah penawaran, yang mengambarkan dimana proyek dan rencana pengusulan keuangan pada komunitas yang meminjamkan dan pada akhirnya pinjaman terjamin. Bankir investasi mungkin berkerja untuk investasi utama perbankan, atau di banyak kasus. Untuk sebuah pinjaman bank investasi normalnya berkerja untuk sebuah tanbahan kemajuan keuntungan sebuah bonus ketika pinjaman ditutup. Penyeleksian terhadap investasi banker adalah langkah penting dalam proyek. Peminjam harus menemukan sebuah firma banking invetasi yang telah menyusun pemberi pinjaman yang sama dan terkenal dengan pasr pembeli pinjaman yang muktahir. Fima seharusnya tidak menyeleksi atas harga. Banking investasi yang baik yang dapat menyimpan jutaan dollar dengan pembuat sebuah perjanjian itu bergerak cepat dan lancarsampai sistem peminjama. Dalam proyek utama waktu adalah uang. Biaya pelaksanaan proyek lambat, ketika masalah dalam struktur perjanjian adlah penyelesaia kembali kelebihan keuntungan yang sangat jauh untuk banking investasi. Penasihat keuangan yang sangat mahal, dan tidak semua peminjam mengiunakan jasa ini. Ecara umum, apabila para peminjam(perusahaan) tau dengan baik atau memiliki pengalaman dalam proyek keuangan, ia mungkin mempersiapkan surat perintah penawaran secara normal.


Kunci dari yang meminjamkan adalah agen bank atau si penyusun yang menuliskan pinjaman. Pada dasarnya jaminan bahwa pinjaman akan menjadi dana. Dalam pinjaman berskala kecil dengan rentang 200 sampai paling banyak 500 juta dollar. Hanya ada satu tipe agen bank. Sebagai jumlah pinjaman penanaman, bank-bank mungkin lebih memilih untuk menutupnya sebagai sebuah “klu b” demikian untuk meminimumkan sebuah resiko untuk tiap bank. Di proyek yang besar, di atas 1 miliar dollar sebagai contoh tiga sampai empat agen mungkin dilibatkan.


Ada banyak persaingan antara bank-bank untuk menawarkan keuangan jangka pendek untuk modal kerja, dan pinjaman jangka panjang untuk kredit peminjam yang layak. Di perusahaan besar, kepala kantir keuangan mengunakaan “pengadilan” oleh beberapa bank utama yang menawarkan jasa yang sama. Di proyek keuangan, kerja sama yang normal antara bankir dan peminjam adalah kebalikan tiba-tiba, banyak penyesalan dari beberapa CFO’s’. Peminjam akan bertanya untuk asumsi kebenaran mendapatkan kembali dokumentasi dan secara umum “meloncat hingga bergelinding” sebagian besar cara tidak diketahui dalam perusahaan minyak besar. Sebuah kegagalan untuk memahami mengapa penelitian dengan cermat adalah kebutuhan yang dapat menjadi petunjuk untuk kehilangan sementara dalam sedikit kasus, kehilangan jutaan dollar dalam pembiayaan perkembangan proyek.


Memahami Pemberi Pinjaman


Untuk memahami para pemberi pinjaman berbunga dan struktur yang baik dan dan analisa proyek, adalah penting untuk memahami posisi agen bank, bank pemberi pinjaman tidak sederhana, meminjam uang, kemudian memberi dokumen peminjaman dalam sebuah ruangan besi dan menunggu untuk pembayaran kembali, agen akan bergabung atau menjual rendah pinjaman. Demikian bermacam-macam asset (pinjaman) portofolionya dan mempersilahkan bank-bank kecil untuk berpartisipasi dalam meminjamkan. Sindikat kelompok ini masih relative kecil dalam 500 juta dollar meminjamkan contohnya, partisipasi “paket” akan berjarak dari minimum sekitar 20-50 juta dollar. Kemudian 20 sampai 30 bank mungkin ada dalam sindikat.


Bankir-bankir sindikat mungkin menjual bagian dari asset mereka “pasar rendah” untuk bermacam-macam portofolio kepunyaan mereka, selama masa pinjaman jangka panjang, tidak bealasan bahwa lebih dari 100 bank akhirnya akan memiliki bagian dari pinjaman.


Peminjam tidak akan mengetahui penerimaan beberapa resiko kesalahan. Pertimbangan dari sudut pandang pemberi pinjaman, meminjamkan untuk proyek hidrokarbontidak seperti meminjamkan sebuah mobil atau rumsh. Apabila si pemilik rumah atau mobil memiliki kesalahan, asset diperkirakan bernilai lebih dari neraca berjalan dari pinjaman. Apabila proyek kilang minyak gagal, ini menjadi hampir kebiasaan karena pendapatan selalu kurang dari yang diperhitungkan. Dalam keadaan seperti ini dengan segera pasar nilai dari asset sungguh seperti ini dengan segera pasar nilai dari asset sungguh seperti kehilangan prinsip berjalannya.


Kemudian, resiko paling besar bahwa pemberi pinjaman memperkirakan tidak ada resiko kesalahan, tetapi resiko sindikat sebuah pinjaman tidak dapat berindikat tanpa pengurangan harga yang besar atau pendorong sebuah kerugian pada agen bank merupakan keadaan yang memalukan yang Dunia komunitas keuangan bagi para peminjam.


Ketika bank biasanya tidak memiliki staff insinyur yang ahli dalam semua bidang dalam proyek, mereka sering menyewa seorang insinyur independent. Insinyur independent tipe seorang insinyur perusahaan atau firma konsultan pengetahuan di daerah. Istilah “Independen” tidak bermakna bahwa Insinyur Independen adalah Independen dari kedua belah pihak.


Peminjam dan bank, seperti wasit di pertandingan bola. Insinyur Independen adalah seorang agen bank, tidak berbeda dari firma hukum bank. Pekerjaannya untuk menyediakan sebuah opini mengenai resiko proyek, menyediakan laporan untuk sindikat, dan mengidentifikasi beberapa kerusakan, apakah besar atau kecil dalam proyek itu.


Pemberi pinjaman yang potensial mengenalkan pada proyek sampai surat perintah informasi, mengikuti mereka untuk berpartisipasi dalam proyek. Ketika persiapan surat perintah informasi adalah satu dari pertanggungjawaban bankir investasi, banyak paket persiapan oleh teknis para peminjam dan staf keuangan. Surat perintah informasi yang objektif adalah penggambaran dengan tepat fasilitas yang akan dibangun, peraturan dari semua partisipan, dan resiko proyek. Aliran kas dan perhitungan pembayaran kembali seharusnya dimasukkan dalam beberpa scenario walaupun laporan keuangan dalam surat perintah diluar wewenang insinyur, rincian teknis lebih baik ditangani oleh anggota teknis terlatih.


Evaluasi Resiko


Dalam perintah untuk menjelaskan apakah proyek keuangan adalah pilihan yang baik untuk perusahaan, itu adalah penting untuk menguji proyek seperti para pemberi pinjaman. Paling penting dari analisa ini, dan surat perintah informasi yang baik adalah pengertian dan tinjauan resiko yang realistis. Mungkin itu sulit agar peminjam mengerti analisis resiko dibuat para pemberi pinjaman. Untuk insinyur proyek, beberapa pertanyaan para pemberi pinjaman dan permintaannya untuk informasi akan terlihat luar biasa pilih-pilih dan tidak beralasan.


Bagaimanapun, peminjam harus mengakui bahwa focus para pemberi pinjaman tidak diatas kemungkinan, tetapi ketidakmungkinan dalam istilah satu guru bankir “itu tidak pernah beresiko bahwa kita mengerti dan menganalisa bahwa mendapat pinjaman dalam masalah, itu adalah salah satu bahwa kami tidak mengerti”.


Batas Resiko


Batas resiko atau resiko kesalahan paling dianalisa dan komponen paling sedikit untuk dimengerti dalam transaksi. Kebanyakan memorandum informasi termasuk harga dan batas ramalan. Ini mungkin berasal dari peminjam atau banyak tipe, bagian ketiga seperti firma konsultas. Walaupun sebuah ramalan diperlukan dalam pengalaman kami, para pembeli pinjaman akan menggunakan harga histories sebagai sebuah barometer utama dari pinjaman potensial. Kami merekomendasikan bahwa memorandum termasuk di sepuluh tahun terakhir dari sejarah perkiraan pendapatan operasi bersih dari penanaman apabila itu masih ada. Tidak ada persoalan yang pandai bagaimanapun, berita dari masa yang baru mungkin memiliki kemampuan, apabila batas kecukupan tidak dimililiki untuk kenyamanan pelayanan utang hingga akhir dekade, para peminjam mungkin akan menyediakan banyak cara untuk jaminan pembayaran kembali. Para pemberi pinjaman tidak akan dengan sengaja menerima resiko kesalahan. Tindakan mendekati untuk mengurangi batas resiko termasuk ketentuan tingkat harga. Rencana pengembalian bahan makanan mentah atau kontingen pendukung pinjaman. Apabila batas historistidak kuat maka rasio ulasan lebih dari 2,0. rekomendasi langkah yang tinggi bahwa peminjam mendekati pemberi pinjaman dengan sebuah rencana, jaminan pembayaran kembali utangnya.


Resiko Overrun


Ketika perusahaan meminjam 500 juta dollar. Akan ada lagi persediaan dari bank dengan jalur pemberi pinjaman yang sama. Beberapa pembanjiran sudah akan ditemukan sebagai tambahan ekuitas atau sebagai penghubung utang. Ini sangat penting untuk mempunyai sebuah alas an dan perkiraan pengembangan proyek yang baik. Pencatatan keuangan dimulai. Secara umum, ini adalah lebih baik untuk memiliki insinyur yang cukup lengkap untuk memperoleh tawaranlump sum atau perkiraan rincian yang terakhir.


Resiko Penyelesaian


Pinjaman tidak akan memberikan sumber daya sampai proyek lengkap. Maksudnya “penyelesaian” bukan dengan mesin, tetapi dimulai dan dipertunjukkan, berdasarkan atas sebuah tes penyelesaian, bahwa penanaman mempunyai kemampuan untuk beroperasi sebagai rancangan. Penyelesaian tes, dimana tipe rancangan oleh insinyur independent. Tidak sama seperti tes jaminan lisensi.lebih baik, pemberi pinjaman memilih tes berdasarkan yang diperlihatkan sesuai kemampuan penanaman pada operasi sebagai rancangan akhir jangka panjang.


Resiko Operasi


Lima tahun yang lalu, bank-bank terlihat akan meminjamkan perusahaan bahwa pada dasarnya operasi sudah dimulai. Dalam banyak proyek orang yang faham betul dengan industri sudah dapat untuk meyakinkan pemberi pinjaman bahwa mereka dapat bekerja sama dengan tim insinyur, para operator dan teknisi untuk mengoperasikan fasilitas baru. Bagaimanapun, beberapa proyek memimpin permasalahan operasi yang hebat untuk pendidikan yang gagal.





Keamanan


Proyek harus diasuransikan lagi sejak bencana utama juga menghancurkan pembayaran kembali pinjaman. Ketika penanaman sedang diperbaiki kembali, banyak tipe gangguan bisnis atau cadangan kecukupan utang dibutuhkan.Para peminjam tercatat mengamankan dan tercatat menanam modal serupa yang termasuk dalam memorandum.


Resiko Lingkungan


Resiko bermacam-macam, banyak yang paling berat bagi seorang penanam modal adalah masalah utama resiko lingkungan. Ini termasuk tuntutan dalam peraturan bahwa efek dari kegiatan operasi atau penanaman modal, merupakan permasalahan bersama dan pertanggungjawaban resiko jangka panjang. Walaupun bankir mempunyai banyak pengetahuan beberapa tahun terakhir, ada bekas perasaan bahwa agen tidak layak, sewenang –wenang dan tidak dapat diramalkan, khususnya di Amerika. Satu yang tidak dapat di tentang bahwa penanam modal mempunyai urusan yang benar. Dalam satu proyek bahwa pemerintah lokal menginginkan bahwa penanam modal membayar biaya pemeliharaan lingkungan diatas sebuah tempat bahwa sudah terkontaminasi, sebelum bank-bank mempunyai keterlibatan. Cerita lokal tekanan penutupan bawah atau proyek yang lambat berlimpah. Bagi staf peminjam profesional kesempatan staf tantangan didefinisikan sebagai peraturan hukum dan sebuah peraturan-peraturan lain yang beresiko terhadap negara. “semua ijin dalam tempat” adalah sederhana tidfak cukup untuk mengembalikan seluruh keadaan lingkungan, udara, air, tanah yagn digunakan, membuang zat berbahaya dan keadaan yang ada seharusnya ditempatkan pada tempatnya. Khususnya pertolongan apabila para peminjam dapat menilai untuk sebuah sejarah yang baik sebagai perusahaan dan hubungan yang baik dengan komunitas dan kekuasaan lingkungan.


Resiko Logistik


Analisis dari resiko logistik adalah gambaran yang luar biasa di mana perbedaan antara cara peminjam dan pemberi pinjaman dalam proyek untuk sebagian peminjam banyak kombinasi kapal-kapal, truk-truk, kereta-kereta dan pipa penghubung untuk mengamankan logistik. Pemberi modal yang pintar menginginkan bagaimana pipa penghubung itu ada, bagaimana bibit akan dikirim pada saat kapal berlabuh di sebuah dermaga, bagaimana produk dapat dikirim setelah pipa penghubung meledak, bagaimana pabrik dapat berdampak oleh kerusakan kereta api dan bagaimana pipa-pipa penghubung tidak merata.





Resiko Bagian III


Apakah penanaman kepercayaan diatas kepentingan perusahaan? Berapa kegagalan kekuasaan ditahun terakhir? Apakah bibit gas masih alami? Dapat meratakah? Apakah hydrogen dibeli? Dari mana? Apa yang akan terjadi jika perusahaan mengalami pailit? Pertanyaan yang tidak ada habis-habisnya.


INFORMASI LAIN DARI PERMASALAHAN MEMORANDUM


Dalam persiapan proyeksi arus kas, peminjam seharusnya mengerti bahwa sudah termasuk semua biaya-biaya, merata apabila mereka hanya “tamu terbaik” dalm suatu proyek, asumsi peminjam biaya langkah awal dalam proyek keuangan sederhana karena tidak mempunyai perkiraan yang benar. Dampak dari kekeliruan ini untuk menganggap total biaya untuk mencapai operasi\-operasi dan secara serius merusak kepercayaan dari semua proyek.

Satu dari maksud utama dalam persiapan memorandum informasi dan interaksi pemberi pinjaman adalah untuk asumsi-asumsi untuh. Jika, sebagai contoh gambaran keuangan asumsikan awal periode 3 bulan peminjam harus menyebutkan mengapa ia percaya bahwa periode ini adalah layak. Semua biaya berhubungan dengan asumsi-asumsi – Biaya persediaan, angka operator, penggunaan pabrik, katalisator harapan hidup – harus didiskusikan dan dasarnya didefinisikan. Dasar yang terbaik adalah pengalaman dngan kata lain apabila operator mendapatka poin untuk mengadakan unit-unit dengan struktur biaya yang serupa, para pembeli pinjaman akan menerima perkiraan itu. Dalam pengalaman kami, itu jarang efektif untuk menjadi harapan yang berlebihan terhadap biaya. Apabila meminjam asumsi bahwa pabrik dapat beroperasi dngan persediaan sederhana yang sangat rendahadalah baru. Kebanyakan para pemberi pinjaman akan menyederhanakan penggunaan biaya persediaan yang tinggi dalam proyek analisis mereka.


PENINGKATAN PENANAMAN YANG ADA


Angka penyulingan mniyak mempunyai proyek pertimbangan sebagai sebuah sarana untuk meningkatakan penanaman modal. Tentunya akar rumput proyek ini adalah “pembersihan”. Aplkasi proyek keuangan mudah unutk mendefinisikan aset dan keamanan pemberi pinjaman adalah sebuah operasi penanaman, sudah ada bagaimanapun peningkatan proyek menjadi utama seperti tambahan sebuah FCCU kedalam sebuah penyulingan yang ada, bahwa sudah ada keuangan dalam cara ini. Kelengkapan utama melibatkan dalam keuangan sebuah perluasan adalah bahan bahan jaminan peminjam mempunyai 2 pilihan : tiap mengikuti pemberi pinjaman untuk pengambilan hak gadai lagi. Hak gadai seluruh penyulingan atau “ diluar ukiran” unit baru, apabila penanaman yang ada relatif lebih kecil untuk unit baru, menggunakan seluruh penyulingan sebagai jaminan adalah prosedur yang sangat mudah. Bagaimanapun ini mungkin tidak layak dalam sebuah fasilitas utama penyulingan dan memahami posisi pemberi modal bagi proyek dalam sebuah penanaman modal yang ada, itu sangat penting untuk untuk mengakui bahwa proyek adalah kepunyaan sebagian perusahaan ini. Jalan peminjam untuk mengakui permasalahan dimana harus menempatkan sebuah struktur bagian keuangan dan komitmen yang harus di buat. Pengakuan bahwa pemberi pinjaman harus mempunyai keamanan sebuah asset secara teoritis dapat dsitutup dan dijual sbagai sebuah unit operasi di kesalahan kegiatan, tanpa operator, pengguna, koneksi penghubung, diluar jalur, perlakuan air, izin dst. Penanaman tidak dapat berjalan dan tidak mmempunyai nilai. Dalam event kesalahan peusahaan harus menjamin bahwa itu akan berlanjut sebagai operator atau jika pabrik dijual kontinuitas unutk penawaran seluruh kegunaan diperlukan. Cara jika perusahaan lain adalah pabrik tetap berjalan.

Masalah lain bahwa mendatangkan kritik ketika pertimbangan proyek keuangan untuk sebuah perluasan adalah pemeliharaan pemindahan material dari pabrik yang baru unuk fasilitas yang ada adalah pergantian kepemilikan dan secara akuntansi pantas. Dalam kasus ini banyak peningkatan penyulingan sehingga tidak satupun bibit dan produk mengikuti antara unit baru dan fasilitas yang ada adalah berjamur, sehingga formula kecukupan harga harus didefinisikan.







READMORE....!!

Template by : kendhin x-template.blogspot.com